I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 54.



Di pemakaman daerah kota Bogor yang cuaca panas sekali sudah ada lubang makam yang telah di siapkan untuk memakamkan jenazah Lisa Wijayakusuma yang berdampingan dengan makam suaminya sendiri dan putranya.


"Selamat jalan untuk mu Tante Lisa.. " doa Devano Wandani menaruh bunga mawar putih di atas peti jenazah Lisa Wijayakusuma setelah peti jenazah Lisa Wijayakusuma dimasukkan ke lubang makamnya.


Ayumi Kanazawa tidak pernah berhenti untuk ia tak bisa menangisi kepergian mantan mama mertuanya untuk selamanya usai melihat peti jenazah Lisa Wijayakusuma terkubur oleh tanah merah dan taburan bunga.


"Mama mertua selamat jalan untukmu dariku.. Aku selamanya adalah menantumu. " kata Ayumi Kanazawa dalam hatinya.


Devano Wandani mengajak Ayumi Kanazawa ke restoran mewah di dearah Bogor usai mereka pulang dari pemakaman. Makanan yang mereka makan adalah asinan bogor, ikan bakar, cumi -cumi saus padang.


"Makanan khas kota Bogor dan khas Indonesia yang lainnya mendatangkan rasa rinduku selalu untuk mengunjungi negeri ini. " kata Devano Wandani yang menyendok asinan bogor di piring depannya itu dengan termenung sendiri.


"Dev, bukankah kamu itu orang China keturunan Amerika Serikat atau ABC istilahnya Amerika born Chinese? " tanya Ayumi Kanazawa yang kini terheran-heran dengan lahapnya Devano yang menikmati makanan khas Indonesia didepannya.


"Aku memang keturunan ABC namun Aku dulu pernah bersekolah di Jakarta kok saat Aku SD bersama dengan Bayu Putra Wijayakusuma di sekolah keluarga Wijayakusuma makanya aku selalu ada kesan mendalam terhadap Indonesia dan makanannya utamanya adalah Aku punya banyak keluarga, kerabat dan handai taulan yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia termasuk keluarga Wijayakusuma." jawab Devano Wandani ramah kepada Ayumi Kanazawa yang kagumi senyuman di bibir Devano Wandani begitu amat menyenangkan sekali.


"Kau tak terkesan seperti seorang pria yang luar biasa galaknya, angkuh, sombong, sok berkuasa, sok ganteng dan semacamnya, Dev.Kamu itu menurutku adalah seorang pria yang baik hati, ramah dan asik banget loh. " kata Ayumi yang merasakan kebaikan hati dari seorang Devano Wandani secara nyata.


"Ayumi, Aku mau bicara soal anak-anak sepupu ku yang ingin aku serahkan pengasuhan mereka kepadamu sebagai wali asuh mereka karena aku lihat kamu pasti bisa memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk mereka karena kamu wanita yang hebat sekali dengan memiliki jiwa yang besar dalam mencintai seorang pria yang bodoh seperti Bayu Putra Wijayakusuma sepupu ku itu. Hmm, apakah kamu bersedia untuk bantu menjaga mereka untuk cintamu terhadap Bayu Putra Wijayakusuma? " dengan terbuka Devano Wandani meminta bantuan kepada Ayumi.


"Emm, ya aku mau bukan untuk cintaku terhadap Bayu Putra Wijayakusuma sepupumu melainkan untuk kamu, Devano Wandani. " jawab Ayumi.


"Bukan untuk cinta kepadaku kan?"tanya Devano Wandani menatap lurus Ayumi Kanazawa.


" Ya, aku tahu kau hanya cinta mati sama Ruby Yolanda istrimu itu. Tsk, aku mau membantu untuk menjaga anak-anak sepupumu itu karena aku ingin kamu bahagia dan sehat selalu untuk menjaga istrimu dan anak-anakmu sendiri yang selalu membutuhkan dirimu. "jawab Ayumi yang melihat wajah pucat Devano Wandani yang amat menyedihkan hatinya.


"Ya, pasti akan aku lakukan, terimakasih Ayumi. " kata Devano Wandani gembira.


Sekembalinya mereka ke Jakarta. Mereka dapat bertemu dengan orangtua dari bayi perempuan yang ditukar dengan bayi laki-laki Bayu Putra Wijayakusuma di rumah kediaman Wandani di daerah Menteng.


"Tuan Bagas, ini aku serahkan bayimu kepadamu dan istrimu. Aku juga ucapkan terimakasih atas pengertian darimu mengenai kasus Penukaran bayi-bayi ini yang disebabkan oleh kelalaian pihak rumah sakit Wijayakusuma yang tentu saja sudah mendapatkan peringatan keras dariku selaku ketua umum pemegang saham terbesar di rumah sakit Wijayakusuma.Aku juga akan berikan kompensasi untukmu, istrimu dan bayi perempuanmu itu sebagai tanggungjawab kami. " kata Devano Wandani dengan sikap yang luar biasa mengesankan bagi orangtua asli bayi perempuan itu.


Lalu Devano Wandani berjumpa dengan bayi laki -laki sepupunya yang segera diserahkan kepada Ayumi Kanazawa dan Rosa Wandani yang telah dipilihnya untuk mewakili Ayumi Kanazawa.


"Baik, kami akan menjaga mereka bertiga untuk keluarga kita semua, Dev." kata Rosa Wandani tulus.


"Ya, Rosa, Aku percaya kamu dan Ayumi dapat menjaga mereka dengan baik. Baiklah, sekarang aku harus pulang ke rumahku di Los Angeles, USA. Karena aku sudah merindukan keluargaku di sana, di rumahku. " kata Devano Wandani yang memberikan salam perpisahan kepada Ayumi Kanazawa dan Rosa Wandani setelah ia jumpa dengan Irene Putri Wijayakusuma yang telah di bawa pulang dari sekolahnya di daerah Yogyakarta.


"Uncle Devano Wandani, tolong jemput Grace dari sekolahnya di Barcelona agar kami berdua bisa bersekolah di sekolah yang sama di sini, di Jakarta, ya? " pinta Irene Putri Wijayakusuma di depan Devano Wandani yang akan naik ke helikopter pribadinya di halaman depan rumah kediaman Wandani.


"Ya, Irene. Uncle Devano Wandani akan jemput Grace adikmu untuk pulang dari sekolahnya di Barcelona. Kamu tunggu saja ya di rumahmu.. " jawab Devano Wandani tulus kepada Irene.


"Terimakasih Uncle Devano Wandani.. " kata Irene Putri Wijayakusuma yang memberi sebuah pelukan hangat untuk Devano Wandani.


"Ya, sama-sama Irene. Jaga dirimu ya.. " kata Devano Wandani mengusap kepala dan rambut panjang Irene Putri Wijayakusuma lalu masuk ke helikopter pribadinya.


Helikopter pribadinya mengantarkannya ke arah bandara internasional Adisucipto, dimana ia menyimpan pesawat jet pribadinya di sana dan seorang pilot dan staff penerbangan pribadinya telah menunggunya di sana. Ia segera pindah tempat dari helikopter ke pesawat jet pribadinya lalu menjatuhkan dirinya di ranjang dalam ruang pribadi dalam pesawatnya sendiri.


Pesawat jet pribadinya terbang meninggalkan langit dan bumi Indonesia pada tengah malam hari di hari keduanya datang ke Indonesia untuk melayat dan mengurus pemakaman untuk Tante Lisa Wijayakusuma nya juga membantu untuk mengumpulkan keluarga Wijayakusuma yang tercerai-berai untuk menjadi satu kembali.


*****


Sekolah Asrama St.Santo Paulus, Barcelona.


Seorang anak perempuan berusia delapan atau sembilan tahun berambut panjang warna merah terlihat berlari ke sebuah bukit buatan yang ada dibelakang sekolahnya.Gadis kecil ini sangat menyukai tempat itu sebagai tempat rahasianya setelah jam sekolahnya selesai. Ia seperti biasa menggali tanah di bawah pohon rindang yang paling tinggi dan rimbun di bukit buatan sekolah nya itu.


"Aku mempunyai harta karun yang aku simpan sendiri di sini."kata Graciella Putri Wijayakusuma yang tersenyum senang menggali tanah merah dengan kedua tangannya sendiri dan mengambil kotak kecil warna perak dari dalam tanah merah di bawah pohon favoritnya.


Bersambung!!