I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 52.



Jakarta,Indonesia.


Cahaya lampu tempel di dinding kamar tidur di salah satu dari tiga buah kamar tidur di rumah kediaman Yamaguchi yang mewah dan seorang wanita usia muda mengambil HP di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.


"📱Devano,ada apa kamu meneleponku di siang hari begini? " tanya wanita muda itu dengan nada malas.


"📱Rosa, Aku mau menanyakan soal anak-anak Bayu yang tinggal bersama dengan istri baru Bayu dan adik tirinya setelah Tante Lisa mama dari Bayu sepupu kita meninggal dunia kepada mu sebelum Aku datang ke Jakarta untuk Aku bisa melayat ke rumah duka untuk Tante Lisa." kata Devano Wandani dengan nada keras.


"📱Eh, entahlah, Devano. Aku juga belum melihat anak-anak Bayu sejak Aku dengar kabar tentang Tante Lisa dari suamiku yang bekerja di kantor perusahaan Wijayakusuma. Kenapa? "


"📱Aku mencemaskan mereka yang tentunya tak pernah bisa nyaman dengan hidup bersama ibu tiri dan ayah tiri yang asing dan terlebih lagi tak ada yang mencerminkan pribadi yang bijak dari aku perhatikan melalui pembicaraan antara aku dengan Tante Lisa dahulu mengenai bagaimana kedua orang itu menjaga dan memperhatikan anak-anak itu sebagai anak-anak mereka sesuai dengan ketentuan dari syarat mendapatkan hak alih waris kekayaan Wijayakusuma sebagai wali asuh anak-anak Bayu menurut pengacara hukum keluarga Wijayakusuma yang pernah bertemu dengan aku di Hongkong sekitar dua tahun lalu yaitu ketika aku melihat Bayu untuk terakhir kali sebelum Bayu di kremasi dan abu jenazahnya di makamkan di daerah Bogor. " kata Devano nada khawatir dari suaranya yang terdengar oleh Rosa Wandani sepupunya yang menikah dengan pria asal Jepang dan tinggal di Jakarta Timur.


"📱Hmm, meresahkan juga ya usai aku dengar hal ini darimu.Oke, aku akan mengunjungi rumah Wijayakusuma sekarang juga untuk menjenguk anak-anak Bayu sekaligus mengetahui kabar dari orang-orang di rumah itu untuk membantu mu dan menjaga harta kekayaan Wijayakusuma yang seharusnya jatuh ke tangan anak-anak Bayu dengan wali asuh yang benar. " kata Rosa Wandani sepupunya yang terdengar melompat dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi.


"📱Baik, Rosa. Ku tunggu laporan darimu untuk ku secepatnya karena aku akan segera pergi ke Indonesia pada tengah malam hari ini waktu Los Angeles maksudku supaya aku bisa segera tiba di Jakarta dengan tepat waktu sebelum Tante Lisa dimakamkan di daerah Bogor. " kata Devano mengakhiri pembicaraan di HP mereka.


Rosa Wandani menyetir mobilnya dengan cepat dari kawasan kampung rambutan Jakarta Timur ke kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan dan tiba di depan pintu gerbang rumah kediaman Wijayakusuma.


"Selamat datang ke Kediaman Wijayakusuma untuk Anda Nyonya Rosa Wandani." sapa pihak security guard di pintu gerbang kepada Rosa di mobil.


"Sampaikan pesan kedatanganku kepada tuan rumah kalian yaitu Nyonya Han Yu Ri di dalam rumah ini. " kata Rosa Wandani nada tegas pada pihak security guard.


"Lapor, Nyonya Rosa Wandani. Nyonya Han Yu Ri saat ini sedang berada di rumah sakit karena ia semalam melahirkan dengan ditemani oleh Tuan Lee Seung Gi." kata salah seorang dari pihak security guard kepada Rosa Wandani.


"Eh, lalu bagaimana dengan Nona-nona kalian? " tanya Rosa Wandani dengan nada biasa namun tegas.


"Kedua Nona tidak ada dirumah karena mereka dikirim untuk sekolah di luar negeri dan luar kota oleh Nyonya Han Yu Ri sekitar beberapa hari lalu, Nyonya Rosa Wandani. " jawab Security guard.


"Eh, benar-benar mereka itu tak punya hati nurani dengan menyingkirkan anak-anak tak bersalah itu untuk menguasai rumah ini sepenuhnya. " batin Rosa Wandani.


Di rumah sakit, Rosa Wandani membuat pihak rumah sakit berbondong-bondong menyambut kedatangannya di lobi termasuk CEO rumah sakit tersebut yang membungkukan badan di depan Rosa Wandani begitu sepupu dari Devano Wandani ini keluar dari mobilnya.


"Kepala rumah sakit Wijayakusuma bisakah kau memberikan laporan mengenai seorang wanita asal Korea Selatan yang baru saja melahirkan di rumah sakit ini pada kemarin malam kepadaku? " perintah dari Rosa Wandani begitu ia melihat kejanggalan dari wajah tim dokter spesialis kandungan yang berbaris di barisan paling ujung di belakang barisan tim dokter spesialis mata dan lainnya.


"Bisa, Nyonya Rosa Wandani silakan anda ikuti saya ke ruangan kerja saya di lantai tujuh dari gedung ini." jawab kepala rumah sakit dengan sopan dan hormat kepada Rosa Wandani yang segera mengikutinya menuju ke lift.


Setibanya di ruangan kepala rumah sakit, Rosa Wandani mendapatkan laporan mengenai Han Yu Ri yang melahirkan seorang anak perempuan yang ditaruh di ruangan bayi di rumah sakit itu dari kepala rumah sakit.


"Aku mau lihat anaknya. " kata Rosa Wandani.


Kepala rumah sakit membawakan bayi kepada Rosa Wandani yang melihat wajah bayi tak ada miripnya dengan Bayu maupun Han Yu Ri. Ia pun segera meminta penyelidikan ulang dari tim security guard rumah sakit yang tepercaya oleh keluarga Wijayakusuma dan dikenal dengan baik olehnya sebagai pemegang saham rumah sakit tersebut.


Dan, sesudah penyelidikan ulang dilakukan oleh pihak security guard terbaik di rumah sakit itu Rosa Wandani mendapatkan informasi yang luar biasa mengejutkannya.


"Apa? Bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Han Yu Ri ditukar dengan bayi perempuan orang lain? Dan, orang yang melakukan hal itu adalah Lee Seung Gi sendiri..? " tanya Rosa Wandani dengan marah.


"I.. Iya, Nyonya Rosa Wandani.. Kami semua di rumah sakit ini menyatakan minta maaf atas keteledoran kami semua, " jawab pihak rumah sakit yang gemeteran ketakutan melihat Rosa Wandani marah.


"Tidak ada kata maaf untuk kalian semua yang terlibat kasus Penukaran bayi tersebut di rumah sakit ini! Aku tetap akan melaporkan kalian pada pihak kepolisian daerah Jakarta Selatan. " kata Rosa Wandani yang melayangkan senyumannya kepada Devano Wandani yang sudah datang ke rumah sakit tersebut dengan helikopter yang tiba di helipad di atas gedung rumah sakit.


Kini, Devano yang telah memerintahkan staff security guard pribadinya untuk menangkap Lee Seung Gi dan orang-orang yang terlibat kasus Penukaran bayi yang dilahirkan oleh Han Yu Ri.


"Apaaa? Bayiku bukanlah bayiku? Apa maksud dari perkataanmu itu, Devano? " tanya Han Yu Ri dengan kaget sekali ketika ia didatangi oleh Devano Wandani dan Rosa Wandani di kamar pasiennya.


Bersambung!!