I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 30.



Devano menyelipkan anak rambut yang berjuntai di pipi istrinya ke belakang telinga istrinya usai ia merapikan posisi tidur yang benar untuk istrinya yang suka tidur dengan sembarangan saja.


"Untung kamu mempunyai seorang suami yang pengertian seperti ku coba kalau suami orang lain, ah bagaimana nasibmu? "


Devano menowel hidung mancung Ruby dengan sentuhan jemarinya dengan lembut sekali lalu sesekali Devano menciumnya istrinya dengan kasih sayang tulus sekali.


Dering telepon genggam berbunyi di meja dekat tempat tidur. Devano mengambil hp dan jalan keluar dari kamarnya agar tak mengganggu ketenangan istrinya yang sedang tidur dengan nyenyak sekali.


"📱 Bayu, ada apa kamu tengah malam begini meneleponku? " omel Devano pada sepupunya di Indonesia melalui hpnya.


"📱Dev, bantu aku cari Ayumi istriku yang hilang dari rumahku semenjak dua hari lalu sampai hari ini belum kembali ke rumahku, " pinta Bayu.


"📱cari sendiri, istrimu. Jangan minta bantuan ku lah karena aku bukan polisi.. " kata Devano yang mengakhiri percakapan di hpnya begitu saja.


Lalu tak sengaja Devano mendengar suara orang menangis di ruangan lain di rumahnya yang luas dan ia pun segera mencari orang yang sedang menangis melalui CCTV di hpnya.


"Ahhh, Vivian.. " kata Devano yang cepat pergi ke taman belakang rumahnya untuk menemui gadis sepupunya yang sedang menangis seorang diri di ayunan di taman belakang rumahnya.


"Vi... Kenapa kamu menangis sendirian di sini? " tanya Devano yang mengejutkan Vivian Wandani yang menengadah untuk menatapnya.


"Dev, aku masih merindukannya meskipun aku harus berusaha untuk melupakannya.. " jawab Vivian Wandani yang menangis begitu menyayat hati sekali.


"Ahh, Vi.. Aku tahu betapa beratnya untuk kita bisa melupakan seseorang yang kita cintai tapi kita harus lihat masa depan kita untuk songsong masa depan yang lebih baik. " Kata Devano yang mendekati Vivian Wandani lalu memeluk Vivian Wandani dengan kasih sayang.


"Dev, tolong aku untuk bisa melupakannya.. " kata Vivian Wandani yang menumpahkan isi hati dan kesedihannya kepada Devano.


"Aku akan membantu mu tapi dengan cara lain. " kata Devano yang membelai lembut punggung Vivian Wandani.


"Cara apa? " tanya Vivian Wandani di antara isak tangisnya.


"Mengirim mu untuk kuliah di London untuk kau bisa melupakannya dan membuka dirimu untuk pria yang lebih baik daripada Bayu, ah asal kamu tahu saja barusan dia kelimpungan mencari istri nya yang kabur dari rumahnya dua hari lalu tapi dia menghamili gadis lain.. Lihat dia sangatlah tidak layak untuk menjadi seorang yang dapat mendampingimu. " kata Devano menceritakan tentang Bayu yang tidak pantas untuk Vivian.


"Dev, baiklah.. Aku terima beasiswa untuk kuliah di London darimu. Ahh, ku yakin bahwa lima tahun yang akan datang aku pasti sudah lebih baik.. " kata Vivian Wandani yang memandangi wajah tampan Devano dengan kekaguman dan kebanggaan hatinya memiliki seorang kakak laki-laki sepupu seperti Devano.


"Nah, gitu dong baru namanya kamu seorang Wandani sejati.... " kata Devano yang mengajak Vivian Wandani untuk kembali ke ruangan dalam rumah Wandani yang megah dan mengantarkan sepupunya ke kamar sepupunya.


"Dev, terimakasih atas waktumu untuk hiburan mu dan nasehat mu untuk ku. Sekarang aku ingin tidur.. Selamat malam sepupuku yang baik hati.. " kata Vivian Wandani yang membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk ke kamarnya lalu mengira kalau Devano akan meninggalkan pintu kamarnya untuk kembali ke kamar sepupunya sendiri.


"Hmmm, saatnya aku membalas dendam pada kalian berdua.. Devano kau harus mendapatkan pembalasanku.. " kata orang itu yang menyeret Devano ke tempat tidur di kamar Vivian Wandani dan menaruh Vivian Wandani di sana setelah memblokir kamera CCTV di area koridor maupun kamar Vivian Wandani.


"Selamat bersenang-senang, Devano.... " kata pria yang menyeringai licik di luar kamar tidur Vivian Wandani.


Devano terbangun dari pingsannya dan melihat Vivian Wandani seperti melihat Ruby Yolanda istrinya dan begitu juga dengan Vivian Wandani yang melihat Devano seperti Bayu mantannya.


"Cantiknya dirimu.. " kata Devano mendekatkan dirinya kepada wanita berbaring di sampingnya lalu membuka seluruh pakaian yang dikenakan oleh wanita itu dan mulailah Devano melakukan hal itu di luar kesadarannya terhadap Vivian Wandani sepupunya sendiri.


"Aaaahh... "


Vivian Wandani mengeluarkan suara manisnya merasakan gairah yang selama ini tak pernah ia dapatkan dari orang dicintainya dan kini ia telah mendapatkan kebahagiaan itu dari seseorang yang menyentuhnya begitu lembut luar biasa.


"Ruby.. Aku sangat mencintaimu.. " kata Devano yang meracau sambil mengguncang tubuh dari wanita di bawah tubuhnya di tempat tidur yang sangat besar dan hangat.


"Bayu..Ouuhh... " gumam Vivian Wandani juga meracau menatap laki-laki yang berada di atas tubuhnya.


Mereka tanpa sadar telah melakukan hal itu di malam hari itu hingga menjelang pagi harinya barulah mereka tertidur pulas dengan wajah penuh peluh yang membasahi mereka.


Sorotan cahaya matahari membangunkan Ruby dari tidurnya di kamar lainnya dan terbangun dari tidurnya dengan terkejut karena Ia tak menemukan suaminya yang biasanya menyapa dirinya dengan senyuman dan ciuman mesra sambil memakai baju kerja di hadapannya.


"Dev.. Lho tumben dia tak ada di kamar ini.. Apa dia sudah turun ke bawah untuk sarapan pagi? " pikir Ruby yang segera turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan merapikan dirinya.


Lalu sekitar sepuluh menit kemudian, Ruby pun meninggalkan kamarnya untuk menuju ke lantai bawah untuk pergi ke ruang makan namun ia tak sengaja melihat pintu kamar Vivian Wandani agak terbuka sedikit hingga ia penasaran ingin lihat sepupu dari suaminya itu sedang apa di kamar itu?


"Ahhh? Tak mungkin..! " teriak Ruby yang telah membuka lebar pintu kamar Vivian Wandani dan mengejutkan Devano dan Vivian Wandani yang langsung terbangun dengan wajah tercengang..


"Ehh...! A.. Apa yang telah terjadi pada kau dan aku, Vivian? " tanya Devano yang menyingkap selimut lalu memakai baju dan celana panjang dengan cepat kemudian mengejar Ruby yang menangis dan marah besar menemukannya di kamar Vivian Wandani dalam keadaan telanjang bulat di samping Vivian Wandani yang juga sama-sama telanjang bulat.


"Dev, kau keterlaluan sekali berselingkuh dengan sepupu mu sendiri di rumah ini..?! " teriak Ruby yang menampar Devano dengan emosi.


"Ruby, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa ada di kamar Vivian. " kata Devano yang cepat cari tahu apa yang telah terjadi pada dirinya dan Vivian Wandani melalui CCTV di hpnya sendiri dan menemukan kenyataan bahwa dirinya dan Vivian Wandani telah melakukan hubungan intim pada malam hari itu.


Bersambung!!