
Margaretha yang melihat kekasihnya telah jatuh di tangan Devano Wandani mengambil senapan milik Allesandro Felipe yang diarahkan kepada Devano Wandani dengan tepat sekali.
"Kau tembak dia.. Maka aku akan menembakmu juga.. " ancam Margaretha.
Dorr!
Pihak kepolisian Belanda telah lebih cepat dan tepat menembak mati Margaretha dan menarik Devano Wandani dari tubuh Allesandro Felipe yang di tarik dan diborgol oleh mereka.
"Tuan Wandani, terimakasih atas kerjasamamu yang telah menyelamatkan turis asing kami dari kedua pembunuh gelap ini. " kata salah seorang dari pihak kepolisian Belanda kepada Devano Wandani.
"Ya, sama-sama. Aku juga mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah menyelamatkan Aku dan keluargaku dari orang-orang tak tahu diri itu. " kata Devano Wandani nada lega sekali.
"Dev, ada laporan mengenai Bayu sepupumu itu yang telah ditenggelamkan di dalam box di laut oleh mereka rupanya telah diselamatkan oleh pihak kepolisian Hongkong yang sebenarnya usai mereka mendapatkan laporan orang hilang dari pihak rumah sakit tempat Irene di rawat. " kata Ruby Yolanda istrinya yang segera masuk ke pelukannya.
"Syukurlah, tapi bagaimana keadaan Bayu di sana? " tanya Devano Wandani yang mengambil HP istrinya untuk menjawab telepon genggam dari pihak kepolisian Hongkong yang sedang berbicara dengan pihak keluarga Wijayakusuma di kantor kepolisian Hongkong kota Kowloon.
Allesandro Felipe dijebloskan ke penjara untuk di hukum seumur hidupnya oleh pihak kepolisian Peru usai pria ini di kirim pulang ke negara asal oleh pihak kepolisian Belanda yang juga telah memulangkan jenazah Margaretha ke pihak negara Peru untuk di makamkan di negara asal wanita itu sendiri.
Devano Wandani mengirim pulang istri dan anak -anaknya ke Graha nya di kota Los Angeles, USA di hari berikutnya. Sedangkan, Devano Wandani sendiri pergi ke Hongkong untuk menjenguk Bayu yang sedang di rawat inap di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit Irene di rawat.
"Bagaimana keadaan Bayu sekarang ini, Tante Lisa? "tanya Devano Wandani begitu pria ini tiba di rumah sakit di kota Kowloon kepada Mama kandung Bayu Putra Wijayakusuma.
" Dia masih koma, Dev. Hhh malang sekali nasib putraku itu.. "Jawab Tante Lisa Wijayakusuma yang menggendong balita perempuan cantik yang bernama Graciella Princess Wijayakusuma.
" Oh, sabarlah, Tante Lisa. Ku yakin bahwa Bayu akan sembuh seperti sediakala karena dia itu laki-laki yang tangguh buktinya dia mempunyai putri yang cantik seperti Grace. "kata Devano Wandani menghibur Tantenya.
" Dia bukan hanya mempunyai seorang putri saja tetapi dua orang putri yaitu Irene yang berada di ruang Iccu dari Anita Yuen. "kata Tante Lisa yang menunjuk ke arah wanita muda di bangku ruang tunggu pasien di luar kamar pasien Bayu.
" Wah, Bayu banyak rezekinya di mana-mana. Ia pasti akan selamat."kata Devano Wandani yang memilih untuk mencabut tuntutannya terhadap Bayu untuk sepupunya terbebas dari hukuman di larang meninggalkan negara Indonesia agar hubungan mereka sebagai saudara misan tetap terjaga dengan baik sampai kapanpun jua.
Devano Wandani juga mencarikan obat terbaik untuk kesembuhan Irene melalui tim dokter spesialis leukimia yang didatangkan dari rumah sakit kota Las Vegas ke rumah sakit di kota Kowloon.
Dokter yang menangani Bayu telah menyatakan bahwa mereka sudah berusaha untuk menolong Bayu namun takdir berkata lain untuk Bayu harus meninggalkan Mamanya, anak-anaknya dan juga wanita-wanita yang dimilikinya untuk selamanya.
"Aku akan melakukan ritual kremasi untuk Bayu untuk abu Jenazahnya bisa dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di sana." Kata Tante Lisa dengan tegar ketika melihat Bayu di tutup kain putih setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter yang menanganinya.
"Iya, Tante Lisa. Aku akan selalu mendukung apa pun keputusan mu untuk Bayu. " kata Devano Wandani yang selalu menemani Tante Lisa baik untuk Bayu yang telah meninggalkan mereka untuk selamanya.
Sebagai gantinya adalah Irene telah berhasil di sembuhkan dari penyakit kanker darah putih dan tersenyum bahagia di tempat tidur pasien di kamar yang lebih baik daripada ruang iccu. Anak itu menerima kenyataan bahwa ia dan Graciella Princess Wijayakusuma adalah satu ayah yang sama dengan nama belakang Wijayakusuma juga.
"Kau juga adalah keponakan dari Uncle Devano Wandani untuk selamanya. "kata Devano Wandani ramah dan hangat kepada anak-anak di hadapannya itu.
" Dev, bolehkah aku mengusulkan agar hubungan kita selalu terjaga untuk selamanya yaitu aku ingin menjodohkan Graciella dengan Zicco putra sulung mu itu dari sekarang untuk masa depan cucu ku ini? " pinta Tante Lisa sebelum pulang ke Indonesia kepada Devano Wandani di bandara internasional Hongkong.
"Hmm, Tante Lisa. Aku baru saja ingin utarakan pendapat ku mengenai Graciella cantik ini tetapi Tante Lisa sudah bicara lebih dulu sebelum aku. " jawab Devano Wandani sopan.
"Oh, baiklah. Aku akan menanyakan soal masa depan Graciella kepada mu setelah anak ini agak besar usianya dan Zicco putra mu sudah paham tentang cinta. " kata Tante Lisa yang memahami Devano Wandani yang tak ingin menjodohkan Graciella princess Wijayakusuma dengan Zicco Wandani karena pria ini harus berdiskusi dahulu dengan istrinya sebelum memutuskannya.
"Terimakasih atas pengertian Tante Lisa untuk masalah jodoh anak-anak yang menurutku kalau soal jodoh tergantung pada pilihan anak-anak itu sendiri setelah mereka dewasa dan mengerti tentang cinta dan kehidupan orang dewasa yang akan mereka lihat dan jalani sendiri. " kata Devano Wandani dengan sopan kepada Tante Lisa.
"Ya, Dev. Kami pulang dulu.. Sampai jumpa lain kesempatan.. " kata Tante Lisa yang berjalan ke arah lorong menuju ke pesawat terbang yang telah menunggu untuk mengantarkannya dan cucu-cucunya pulang ke Indonesia.
"Dev, aku juga ucapkan terimakasih atas semua bantuanmu kepada putriku sehingga putriku bisa sehat dan ceria lagi. " kata Anita Yuen tulus hati kepada Devano Wandani usai wanita itu bisa memberikan hak asuh Irene kepada Tante Lisa sebagai pihak ayah kandung Irene.
"Iya, sama-sama Anita Yuen. " kata Devano yang berpamitan dengan wanita itu sebelum berjalan menuju ke pesawat pribadinya di bagian utara bandara internasional Hongkong.
"Ahh, aku harus membuka pintu hatiku untuk pria yang lebih baik daripada Bayu. " kata Anita Yuen yang berjalan ke arah keluar dari area bandara internasional Hongkong.
Anita Yuen tersenyum menatap langit biru di luar bandara internasional Hongkong seakan-akan ia mendoakan agar semua orang bahagia di masa depan mereka semuanya termasuk dirinya juga.
Bersambung!!