
Di saat yang sama mansion Philip Gao juga telah di bobol oleh para pasukan kepolisian Dublin yang telah mendapatkan laporan secara detail mengenai sindikat gelap yang telah dilakukan oleh Philip Gao dari Devano Wandani secara langsung melalui emailnya.
Soledad yang di sekap di ruangan bawah tanah oleh Frank Sinatra berhasil di selamatkan oleh pihak Devano Wandani yang juga ikut dalam pencarian dan penangkapan terhadap Philip Gao yang telah menukar dan menculik istrinya dari rumah sakit di kota Las Vegas, USA.
"Tuan Wandani, silakan anda serahkan urusan ini kepada kami pihak berwenang di kota Dublin ini. Anda bisa menangani urusan anda sendiri. " kata pihak kepolisian kota Dublin kepada Devano Wandani yang mengajak Soledad untuk pergi menemui pihak kepolisian kota Dublin di luar ruangan penyekapan wanita itu sesudah wanita itu telah diselamatkan oleh pihaknya.
"Baik, Tuan Mark, saya serahkan penanganan masalah Philip Gao kepada Anda dan tim anda. " Kata Devano Wandani yang segera mengajak Soledad pergi dari mansion Philip Gao dengan helikopter pribadinya.
"Tuan Wandani, kita akan pergi ke perkebunan Tuan Evander untuk anda bisa bertemu dengan istri anda, Nyonya Ruby Yolanda Wandani di sana. Sedangkan untuk Nyonya Soledad Zevanya, anda bisa berjumpa dengan bayi anda juga di sana. " Kata tim pengacara Devano Wandani kepada Devano Wandani dan Soledad Zevanya di helikopter.
"Iya, teman. Aku sudah tak sabar untuk jumpa isteri ku lagi. " Jawab Devano Wandani nada serius.
"Dev, benarkah putraku sudah di selamatkan dari pihak penculiknya yang di sewa oleh Frank Sinatra sepupuku yang biadap itu? " tanya Soledad Zevanya nada sedih.
"Ya, benar Soledad. Putramu sudah aman di tangan Istriku, dan aku juga tahu kalau anakmu adalah anaknya Eduardo Xi You You sepupuku yang tinggal di kota Guangzhou, China. " Jawab Devano Wandani nada sungguh-sungguh kepada Soledad Zevanya.
"Terimakasih banyak Dev kau sungguh orang yang baik. " kata Soledad Zevanya menangis.
"Ya, sama-sama Soledad. Aku harus membayar hutang ku kepada mu dengan cara aku harus mempertemukan mu dengan putramu dan juga pria yang kau cintai, yaitu sepupuku yang bodoh itu agar kau bisa memulai kehidupan yang baru dan bahagia. " Kata Devano Wandani nada ramah dan tulus kepada Soledad Zevanya.
Melalui petunjuk arah menuju ke perkebunan Richard Evander yang di dapatkannya dari tim detektif nya. Devano Wandani berhasil bertemu dengan Ruby Yolanda Wandani istrinya di rumah Richard Evander.
"Ruby.. Istriku.. "
Devano Wandani merangkul istrinya dengan penuh kerinduan yang mendalam begitu dirinya dapat melihat istrinya dalam keadaan sehat dan selamat.
"Devvvvv.. Aku pikir kita takkan pernah bisa berjumpa lagi... " Kata Ruby Yolanda Wandani yang menangis di pelukan Devano Wandani.
"Iya, Ruby. Tapi, kau harus ingat aku pasti bisa menemukan kebenaran dari kejanggalan pada jenazah yang ku kira awalnya adalah dirimu tapi nalar ku mengatakan bahwa ia bukanlah kamu, karena itu aku melakukan penyelidikan ulang terhadap kasus mu ini dan akhirnya aku dapat mengetahui kebenarannya dengan jelas sekali sehingga aku bisa menghukum mereka yang telah menyakiti mu dan menyakiti hati anak- anak kita yang merindukanmu."Kata Devano Wandani menjelaskan bahwa ia mengetahui semua penderitaan yang dialami oleh Ruby Yolanda Wandani selama terpisah tak wajar dari Devano Wandani dan anak-anak mereka.
Richard Evander menyerahkan bayi laki-laki yang selama ini tinggal di rumahnya kepada Soledad Zevanya yang langsung memeluk bayinya yang menangis begitu keras di pelukannya.
"Dev, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya usai menjemput Ruby dari rumahku? " tanya Richard Evander hati -hati kepada Devano Wandani yang masih memeluk Ruby Yolanda Wandani di dekatnya dan istrinya.
"Membawanya pulang ke rumahku lah lebih dulu sebelum aku mengantarkan Soledad Zevanya dan anaknya kepada si berengsek Eduard Xi You You dengan cara ku sendiri meskipun aku harus menghadapi Nenek Lan si tua bangka licik itu. " Jawab Devano Wandani geram.
"Ya, kau harus menghukum mereka semua agar tak ada seorangpun lagi yang berani untuk menyakiti keluarga mu. " Kata Richard Evander nada mendukung keputusan yang tepat dari Devano Wandani.
"Tentu saja, aku juga ingin tahu apa yang mereka inginkan dariku dengan mereka lakukan hal yang kotor dan keji terhadap keluargaku? Aku Devano Wandani takkan pernah membiarkan mereka bahagia di atas penderitaan keluargaku.. " kata Devano Wandani mengepalkan tinjunya dengan rahangnya mengeras.
"Ruby, kau harus semangat untuk meraih impian mu bersama dengan keluarga mu.. Pokoknya kau harus maju terus dan aktif lagi di dunia entertainment mu sebagai aktris Hollywood... " Kata istri dari Richard Evander yang menatap Devano Wandani untuk mengizinkan Ruby balik ke kariernya.
"Aku sudah mengizinkannya untuk bermain film baru tapi dengan aku partnernya.. " Kata Devano Wandani yang mendapatkan senyuman sinis dari Ruby Yolanda Wandani.
"Emmm, percuma kau bicara soal karierku itu, Julie. Dia takkan pernah mau mengizinkan aku berakting kembali di dunia perfilman Hollywood seorang diri"kata Ruby Yolanda Wandani yang mendapatkan ciuman tegas di bibirnya dari Devano Wandani tanpa sungkan di hadapan Richard Evander dan istri serta Soledad Zevanya dan para timnya yang berdiri di depan rumah dan perkebunan Richard Evander yang asri.
" Devanooooo....! " teriak Ruby Yolanda Wandani yang kaget di cium begitu saja oleh suaminya di hadapan semua orang.
"Hehehe.. Aku cuma mengungkapkan betapa pentingnya dirimu bagiku dan aku memberitahu mereka bahwa aku mencintaimu...! Itu saja, kok. " Kata Devano Wandani yang cengengesan lihat ekspresi malu -malu Ruby Yolanda Wandani.
"Hahaha tak apa-apa, Ruby. Kami sudah biasa melihat orang-orang di sini juga suka sekali mengekspresikan perasaan mereka dengan mencium pasangannya di depan siapa saja dan dimana saja. " Kata Richard Evander yang hati nya sakit juga melihat Ruby Yolanda Wandani di cium mesra oleh Devano Wandani yang telah di ketahui wataknya suka semaunya.
"Tuh, yang punya rumahnya saja tak ribut , kok. Kamu sebagai istriku jangan ribut gitu dong. " Kata Devano Wandani cuek.
Ruby Yolanda Wandani mencubit gemas kedua pipi Devano Wandani karena wanita itu sangat mengenal suaminya yang suka sekali melakukan apapun tanpa beban juga tanpa rasa sungkan terhadap orang lain.
"Ruby, yuk sebaiknya kita pulang dulu ke villa kita bersama dengan Soledad Zevanya dan anaknya sebelum kita pulang ke rumah kita di Los Angeles pada esok lusa usai aku memastikan bahwa pihak kepolisian kota Dublin memberikan aku kabar gembira mengenai nasib dan takdir Philip Gao yang harus dipastikan berada di penjara seumur hidupnya. " kata Devano Wandani yang mengangkat istrinya lalu di bawa ke helikopter pribadinya dengan diikuti oleh Soledad Zevanya dan timnya tanpa pamit undur diri dulu kepada Richard Evander dan istri.
Bersambung!!