
Devano Wandani berjalan di atas pasir pantai di depan cottage nya dengan sesekali menghela napas panjang memikirkan wanita yang selalu ada didalam hatinya meskipun mereka tak bisa lagi bersama untuk selamanya.
"Ruby, aku sungguh merindukanmu dan anak -anak kita, " batin Devano Wandani sambil ambil batu kerikil yang dilemparkan ke laut didepannya itu.
Plung!
"Aduh.. Sakit..! " pekik seorang gadis muda yang mengejutkan Devano Wandani karena wajahnya dan tubuhnya juga suaranya mirip dengan Ruby mantan istrinya.
"Ehh.. " gumam Devano Wandani terbelalak lihat gadis itu keluar dari air laut lalu mendekatinya secara perlahan-lahan dan memarahinya dengan sikap ketus sekali.
"Apa kamu yang sudah melemparkan batu kerikil kepada ku? " tanya gadis itu galak.
"Iya, aku tak sengaja. " jawab Devano Wandani nada dingin.
"Tak sengaja katamu? Tapi, kamu tak mau minta maaf kepada ku..?! " bentak gadis itu.
"Iya, lalu kau mau apa?" tanya Devano Wandani nada dingin seraya menarik gadis itu untuk dekat kepadanya lalu menciumnya dengan cepat.
"Ihh.. Lepaskan aku..! " bentak gadis itu yang mendorong Devano Wandani dengan kasar lalu berlari ke arah lain.
Devano Wandani membalikkan tubuhnya untuk melihat Vivian istrinya yang berdiri di depan pintu cottage nya dengan airmata kemarahan di sepasang mata indah istrinya itu.
"Kau menghina ku sekali, Devano. Kau menikah dengan ku untuk tanggungjawabmu saja lalu kau memperlakukan aku semena-mena seperti ini dengan kamu mencumbu mesra dengan wanita lain di hadapanku.. " kata Vivian yang menangis pilu.
"Siapa suruh kau memilih aku untuk menjadi suamimu? Jadi, kau harus menerima resikonya dengan lapang dada. " kata Devano Wandani nada dingin kepada Vivian.
Lalu Devano Wandani menghubungi stafnya di sekitar pulau ini untuk mendapatkan informasi mengenai gadis cantik yang barusan di cium olehnya itu melalui ponselnya.
"Emm, dia bernama Kim Soon Hee atau Sandy Kim, usianya dua puluh satu tahun, kelahiran kota Seoul, golongan darah 0,dia juga rupanya kembaran Ruby Yolanda Rolando yang telah lama berpisah sejak kedua orang tua mereka bercerai. " kata Devano Wandani langsung dapat informasi tersebut dengan cepat.
Vivian yang melihat suaminya gencar untuk cari wanita lain untuk menyakiti dirinya segera cari cara untuk membuat suaminya tak dapat jumpa dengan wanita kembaran mantan istri suaminya itu.
"Aku harus menyamar sebagai Kim Soon Hee di kafe nanti malam Devano bisa bertemu dengan wanita kampung itu... " kata Vivian dengan otak cerdasnya.
Vivian sendiri dahulunya mencintai seorang Bayu Putra Wijayakusuma namun setelah dirinya itu diselamatkan nyawanya oleh Devano Wandani dari suaminya yang kejam yaitu Alesandro Felipe mulai ada rasa tertarik dengan Devano Wandani dan ditambah lagi perangkap jitu Philip Gao musuh dari Devano Wandani telah menjebaknya dengan tidur bersama dengan Devano Wandani hingga ia akhirnya dapat menikahi seorang pria hebat seperti Devano Wandani yang terpaksa harus bercerai dengan wanita dicintainya untuk menjaga nama baik keluarga besar Wandani.
"Aku harus mempertahankannya untuk masa depan ku juga meskipun Aku seumur hidup tak pernah bisa memberikannya seorang anak pasca Aku kehilangan rahim ku yang telah rusak oleh keganasan Alesandro Felipe terhadap ku dahulu. " batin Vivian.
Maka, Vivian malam itu mengendarai mobil ke arah kafe tempat pertemuan Devano Wandani dengan Kim Soon Hee namun sebuah mobil lain entah darimana datangnya telah menabrak ke arah mobilnya sehingga mobilnya terbalik dan meledak di tempat kejadian kecelakaan.
Devano Wandani yang mendapatkan pesan dari pihak polisi pulau Jeju segera datang ke rumah sakit terdekat untuk melihat jenazah istrinya di ruang jenasah dalam keadaan hangus.
"Ahh, Vivian kau sungguh... " kata Devano yang menepuk dadanya sendiri.
Devano pun mengkremasikan Vivian di rumah duka di rumah sakit itu juga,lalu membawanya pulang abu jenazah Vivian ke China untuk di taruh di ruang leluhur keluarga besar Wandani.
"Dev, kau sungguh bernasib sial sekali setelah di ceraikan oleh Ruby, kau pun kini kehilangan istri barumu untuk selamanya. Ahh,uang banyak, ketampanan, kemegahan hidupmu tak dapat membahagiakan dirimu sendiri.. " kata Devano Wandani pada dirinya sendiri sambil menikmati minuman wine di gelas kaca yang berada di atas meja di ruang keluarganya yang mewah.
Bayu Putra Wijayakusuma mendatangi Devano di ruang keluarga. Sinar mata sepupunya itu amat dalam namun sepupunya tak menyalahkan dirinya mengenai nasib naas Vivian yang dahulu adalah wanita yang dicintai oleh Bayu Putra Wijayakusuma.
"Dev, kau jangan menyalahkan dirimu lagi, ayolah kau bangkit dan memperjuangkan sesuatu yang kamu inginkan untuk kembali kepada mu lagi karena kamu masih sangat muda dan panjang sekali jalan hidupmu.. " kata Bayu dengan nada menghibur.
"Bayu, aku tak pernah bisa bersama Ruby lagi. Ia tak mungkin mau menerima aku lagi usai aku berkali-kali membuatnya menderita karena cinta yang disebabkan oleh kebodohan ku. " kata Devano Wandani dalam keadaan mabuk Wine.
"Ya, sudah. Kau cari saja gadis yang lebih baik daripada Ruby untuk mengusir kesepian hatimu itu seperti aku yang sudah mempunyai istri baru yang nyentrik dan aduhai bodinya yang sekarang ini sedang hamil anak kedua ku untuk menjadi adik dari Graciella putriku yang cantik. " kata Bayu Putra Wijayakusuma dengan senyuman di bibir untuk menyemangati dirinya.
"Tidak bisa.. Aku seumur hidupku hanya ingin mencintai seorang Ruby Yolanda Rolando untuk selamanya meskipun kami sudah bercerai tapi aku tetap menjaganya untuk anak-anak kami di pelukannya di rumah kami di Los Angeles. " kata Devano Wandani nada tegas.
"Mmm, masih saja keras kepala dan sesuka hatinya.. " kata Bayu Putra Wijayakusuma nada mencela sepupunya yang sangat bucin berat kepada Ruby Yolanda Rolando.
*****
Seoul, Korea Selatan.
Kim Soon Hee meletakkan tas kerjanya di meja sebelah tempat tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi untuk mandi sesudah pulang dari liburan di pulau Jeju. Selagi mandi. Ia memikirkan pria yang telah mengambil ciuman pertamanya itu sambil menyentuh bibirnya sendiri.
"Eh, kurang ajar cowok ganteng itu.. Dia telah mengambil ciuman pertamaku dengan sikap tak sopan sekali terhadap ku.. " kata Kim Soon Hee manyun sendiri namun wajahnya memerah pada kedua pipinya.
"Sandy, apa kamu sudah pulang dari liburanmu di pulau Jeju? " suara teman satu unit apartemen nya yang baru saja pulang dari kantor.
"Iya.. " jawab Kim Soon Hee dari dalam kamar mandi sambil menggosok rambutnya dengan sampo wangi buah jeruk Jeju ciri khasnya.
"Oh, apa kamu membelikan aku oleh-oleh dari liburan mu itu? " tanya temannya seorang gadis berambut pirang sambil mengambil panci untuk membuat mie instan di dapur.
Bersambung!