
Hari demi hari yang dilalui oleh Devano semakin lama semakin suram baginya pasalnya dia kini menjadi duda muda yang tajir namun kesepian sekali sampai dia mencari kesenangan di luar negeri, yaitu Korea Selatan.
"Dev, ayo minum minuman soju top ini untuk kau bisa menghilangkan rasa kesepian mu.. " kata Bayu sepupunya yang mengajaknya liburan ke Korea Selatan dengan alasan untuk menemani sepupunya berbulan madu dengan membawa istri untuk diperkenalkan kepadanya.
"Suli.. " sapa istri dari Bayu dengan ramah.
"Ohya, salam kenal aku Devano Wandani sepupu dari suamimu ini. " balik sapa Devano Wandani kepada istri dari sepupunya itu.
Lalu Suli memanggil seorang gadis yang wajah dan tubuh juga suaranya persis seperti mantan istri dari Devano Wandani sendiri yaitu Ruby Yolanda.
"Ruby? " panggil Devano Wandani sambil meraih botol soju dan meneguk isinya sampai setengah botol.
"Bukan, aku Sandy. " jawab Sandy terkejut sekali karena Devano Wandani menuangkan isi soju ke mulutnya sampai habis.
"Oh, kau gadis yang pernah jumpa denganku di pulau Jeju sekitar dua bulan yang lalu dan gadis yang tak mau bertemu dengan ku di kafe hotel super s..? " Devano Wandani merangkul gadis itu dengan sebelah tangannya.
"I.Iya..Ehh, kau jangan seperti ini kepada ku.." kata Sandy yang semakin terkejut dengan sikap Devano Wandani selain merangkulnya juga pria itu menciumnya dengan penuh semangat sekali sampai dia kegugupan.
"Emmm... Jangan... " pinta Sandy.
Devano Wandani yang mabuk soju dan mengira kalau gadis di depannya adalah Ruby tak mau mendengarkan permintaan gadis itu dengan ia memanggulnya naik ke lantai atas.
Bayu menarik istrinya untuk tidak ikut campur tangan urusan Devano Wandani yang ingin sekali bersenang-senang dengan wanita barunya agar mereka berdua bisa menghabiskan waktu bulan madu dengan nyaman dan bahagia juga..
Devano Wandani membuka pintu kamar hotel itu lalu menendang pintu sampai mengunci sendiri dan menaruh Sandy di tempat tidur yang mewah dan luas sekali.
"Ja.. Jangan..Kau jangan melakukan hal itu pada ku... " pinta Sandy yang kedua tangannya di ikat gesper Devano Wandani.
Devano Wandani membuka pakaiannya lalu pria itu membuka pakaian yang dikenakannya sendiri dan memulai kegiatan di atas tubuh Sandy yang membuat gadis itu menangis kesakitan untuk pertama kali di dalam hidupnya.
"Ruby, aku mencintaimu tapi kamu malah pergi dari ku.. " kata Devano Wandani mencium bibir dan mulut Sandy sambil kedua tangannya itu membelai seluruh tubuh Sandy secara perlahan -lahan sampai belalainya masuk ke dalam tubuh Sandy.
Sandy menangis merasakan sakit pada bagian itunya namun ia harus melayani Devano sampai puas barulah Devano Wandani melepaskannya dan tertidur pulas di samping nya.
"Kau bajingan gila.. " maki Sandy yang berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan pada kedua tangannya oleh gesper Devano Wandani namun ia tetap tak bisa melepaskan dirinya.
Devano Wandani mengigau dalam tidurnya pada malam hari itu karena dia bermimpi tentang Ruby Yolanda mantan istrinya yang memeluknya hangat, menciumnya dengan kemesraan yang mendalam dan mengucapkan kata.
"Aku mencintaimu, Dev.. "
"Kalau kamu mencintai ku, kenapa kamu relakan diriku kepada orang lain dengan murahnya? " tanya Devano dalam mimpinya.
"Karena aku tak ingin kamu mengalami kesulitan dalam memilih antara aku dengan wanita itu demi nama baik keluarga Wandani yang kau sandang itu.. "
*****
Los Angeles, USA.
Pada pagi hari yang masih berkabut putih yang menyelimuti kota ini membuat Ruby Yolanda tak bisa untuk kembali tidur kembali ke tempat tidur nya karena wanita itu juga sedang memikirkan Devano Wandani mantan suaminya.
"Astaga, semalam aku bermimpi tentang dia lagi. Ahhh, apakah aku masih sayang kepadanya..? " pikir Ruby Yolanda yang langsung turun dari atas tempat tidur untuk berlari ke toilet untuk muntah.
"Huwekk!! "
"Ma.. Mama kenapa? " tanya Ziko putra pertama nya mendatanginya di kamar mandi.
"Tak napa -napa, sayang. Mama baik-baik saja, kok. " jawab Ruby Yolanda menunduk untuk lihat puteranya yang kini berusia enam tahun.
"Oh, tapi kenapa Mama muntah lagi kalau setiap pagi hari seperti sekarang ini? " tanya Ziko yang suaranya itu terdengar oleh Papahnya di kamar sebelah segera mendatanginya juga di kamar mandi dalam kamarnya.
"Cheni, apa kamu sedang hamil lagi? Anak siapa yang berada di rahimmu itu? Apakah anaknya Jaycee Wong pacar barumu? " tanya Tuan Alexander Rolando menatap putrinya dengan penasaran.
"Iya, tapi bukan Jaycee Wong papa bayi di rahim ku ini melainkan Devano Wandani mantan suami ku, Pa. " jawab Ruby Yolanda dengan berani.
"Apaaaa? Kurang ajar sekali dia kembali telah menghamili mu meskipun dia bercerai dengan muuuu...!" teriak Alexander Rolando berang.
"Pa, aku hamil untuk keempat kalinya darinya sebelum kami bercerai dan setelah bercerai aku baru tahu kalau aku sedang hamil anaknya lagi sehingga aku tak pernah bisa menerima cinta dari pria lain. " kata Ruby menjelaskan bahwa ia hamil anak keempat dari Devano Wandani pada waktu sidang perceraian mereka di gelar di kota Beijing.
"Kalau begitu apakah dia tahu tentang kamu di saat itu? Apakah hakim kalian membatalkan perceraian kalian? " tanya Alexander Rolando menatap lekat-lekat putrinya yang meminta Ziko untuk meninggalkan mereka berdua di kamar.
"Tidak, baik dia maupun hakim tidak tahu.. Aku menyembunyikan kehamilan ku dari mereka agar aku bisa bercerai dengannya. " jawab Ruby Yolanda menenangkan hati Papanya yang dia tahu membenci Devano Wandani.
"Bagus.. Pokoknya kamu jangan sampai kasih tahu dia tentang kehamilan mu karena kalau dia tahu maka kamu akan selamanya kembali di kurung di graha nya untuk seumur hidupmu.. " kata Alexander Rolando menarik napas lega.
"Iya, Pa. Papa tenang saja Ruby takkan pernah sudi untuk memiliki suami berengsek seperti dia yang bejat itu.. " kata Ruby Yolanda dengan nada tegas kepada Papanya meskipun hatinya begitu sakit sekali.
"Ruby, apakah Jaycee Wong tahu tentang kamu itu? " tanya Papanya di ruang makan sambil sarapan pagi bersama Mama tirinya dan adik tirinya juga ketiga orang anaknya di kursi mereka masing-masing di ruang makan.
"Tidak." jawab Ruby Yolanda sambil menyuapi sarapan pagi untuk anak-anaknya dengan amat terampil sekali.
"Bagus.Tapi, kau harus secepatnya mengajaknya menikah dengan mu supaya karir mu sebagai aktris Hollywood tak ternoda dengan kehamilan mu itu meskipun semua orang sudah tahu kamu sudah bercerai dengan Devano Wandani mantan suamimu itu. " kata Papanya yang berkali-kali menasehati dirinya untuk menikah dengan pria bernama Jaycee Wong pria pilihan Papanya itu.
Bersambung!