
Los Angeles, USA.
Setelah mengantarkan jenazah istrinya ke area pemakaman di salah satu kawasan pemakaman terbaik di kota Las Vegas. Devano Wandani pun mengajak anak-anaknya pulang ke rumah di kota Los Angeles. Ia menolak untuk mengurus segala urusan pekerjaannya sebagai presiden direktur utama PT Wandani Group. Ia memilih untuk melewati hari berkabung bersama dengan tiga orang anaknya untuk memberikan hiburan dan cinta untuk anak-anaknya.
Terbesit sebuah pemikiran yang mengingatkan dirinya mengenai kematian istrinya di rumah sakit di kota Las Vegas. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di benaknya namun ia tak tahu apa dan kenapa dia mencurigai kematian istri nya itu bukanlah karena penyakit kanker usus stadium akhir.
"Apa aku harus mencari orang yang melakukan otopsi jenazah Ruby sebelum Ruby di masukan ke dalam peti jenazah dan diantar ke rumah duka untuk di semayamkan di sana. " Pikir Devano Wandani.
"Tapi, tak mungkin ada orang yang ingin aku menderita batin kehilangan orang yang paling ku cinta di dunia ini. " Kata Devano Wandani yang menelepon sepupunya yang tinggal di Jakarta, Indonesia.
"📱Bay, kamu ada dimana sih? Kok ramai sekali di telingaku..? " Tanya Devano Wandani kepada sepupunya itu.
"📱Gue lagi di luar rumah. Kenapa? "
"📱Ya, oke.. Aku mau curhat nih tentang Ruby yang mengganjal di benakku setelah aku pikir kembali di rumah. "
"📱Ya? "
"📱Aku tak tahu apa yang membuat hatiku ini bilang bawa orang yang dimakamkan di pemakaman sana bukanlah istriku melainkan orang lain namun aku tak tahu kenapa aku bisa memiliki perasaan dan pemikiran seperti itu. "
"📱Ya coba kamu cek dirimu ke psikiater untuk masalah psikologi mu yang masih belum bisa merelakan istrimu yang telah tiada. Ayolah, Dev.. Buka pandangan mu dan hatimu untuk gadis yang waktu itu aku kenalkan kepada mu untuk jadi pengganti Ruby di rumahmu. "
"📱Aku tak mau mengganti Ruby sampai kapan pun dengan gadis manapun di dunia ini. Bagiku hatiku untuk selamanya. "
Devano Wandani menutup pembicaraannya di hpnya dengan wajahnya tak suka dengan usul dari sepupunya itu. Ia membuka laptopnya untuk bekerja dari rumahnya sendiri sambil menikmati secangkir kopi susu di ruang kerja pribadinya.
******
Guangzhou, China.
Eduardo Xi mengabaikan istrinya yang sama sekali tidak pernah menghiraukan keberadaan dirinya di rumah mereka yang mewah dan serba lengkap. Ia melihat istrinya sedang asyik dengan hape-nya dari kaca ruang kerjanya.
"Angela sungguh keterlaluan sekali. Dia sejak pulang dari Las Vegas usai jumpa dengan Devano Wandani sialan itu di sana. Ia semakin tak menghargai ku sebagai suaminya bahkan ia sekarang asyik mengobrol dengan temannya di belakang ku. "Kata Eduardo Xi geram sendiri.
Eduardo Xi semakin kesal karena tak ada kabar baru dari Phiip Gao yang katanya akan antarkan Soledad Zevanya kepadanya sesudah dia telah mengantarkan Ruby kepada pria yang menjadi koleganya itu.
" Apa dia mengkhianati ku? " Pikir Eduardo Xi.
Eduardo Xi sudah berkali-kali mencoba hubungi Phiip Gao namun yang di hubungi tak pernah aktif atau membalas pesannya. Hal ini semakin memicu emosi jiwa pada diri Eduardo Xi.
"Dia kenapa melirik ku begitu sinis? " Tanya Angela pada dirinya sendiri dari ruang spa nya di rumah mewah mereka.
"Mungkin, Tuan Eduardo Xi cemburu melihatmu terus menerus berhubungan dengan temanmu si Regan Bao di hpmu. " Jawab adik misan nya yang tinggal di rumahnya sebagai teman hiburan nya.
"Tak mungkin..Karena aku tahu orang seperti apa Eduardo Xi ? Dia itu terlalu sombong dan munafik menjadi satu di dalam dirinya. Ahh, dia tak pernah bisa dibandingkan dengan Devano Wandani kekasihku yang selalu menjadi cinta di dalam hatiku meskipun ia selalu menolak ku semenjak aku hamil anak dari ayahnya sendiri yang tergila-gila kepada ku, ya sudah aku pun memanfaatkan laki-laki tua yang akhirnya beri aku separuh kekayaannya kepada Ahma ku yang mendirikan perusahaan Lan Grup di kota Ningbo dan kota Guangzhou. "Kata Angela Lan yang menceritakan masa lalunya kepada saudari misan nya.
" Ehh, siapakah Papa kandung dari seorang pria yang bernama Devano Wandani? Bukankah dia anak tunggal dari Tuan Benny Wan dan Nyonya Lilian Bong? Kenapa kamu bisa pernah hamil anak dari Papa kandung nya Devano Wandani? " Tanya Lina misan luar Angela Lan.
"Jackie Cheung suami luar Lilian Bong yang dulu pernah dilarang menikah dengan pria yang tak selevel dengan keluarga besar Wandani oleh Papanya yang bernama Andy Peter Wan yakni almarhum Tuan besar Wandani senior yang telah menyebabkannya harus meninggalkan suaminya untuk menikah dengan Benny Wan yang juga ayah kandung dari adik tirinya yang belum lama ini meninggal dunia karena kanker leukimia. Dan, aku pernah jumpa dengan Jackie Cheung di kota Yilan yang membuat ku hamil anaknya yang juga calon adik tiri dari Devano Wandani sendiri. Ahh, hal ini membuat aku kehilangan pria yang paling ku cinta. " Jawab Angela Lan getir.
"Hmm, rahasia keluarga Wandani berkaitan erat dengan keluarga Lan rupanya. "Kata Victoria Lan menganggukkan kepalanya usai mendengarkan kisah cinta yang pahit dari pengalaman Angela Lan sepupunya sendiri.
" Lalu dimana anakmu yang kau dapatkan dari Jackie Cheung? "Tanya Victoria Lan usai diam selama lima menit.
" Meninggal dunia karena keguguran akibat aku stres memikirkan cintaku yang gagal yang telah membuat aku terjebak pernikahan dengan pria sialan Eduardo Xi. "Jawab Angela Lan muram.
" Sayang sekali. "Kata Victoria Lan memandangi Eduardo Xi dengan kekaguman yang besar.
"Kau jangan pernah jatuh hati kepada laki-laki miskin seperti dia nanti hidupmu bagai neraka dunia seperti yang aku alami sekarang ini. Lihat saja semua yang di pakainya itu adalah uang Ahma ku bukan uangnya. Dia sepupu luar dari Devano Wandani yang di blacklist namanya dari anggota keluarga besar Wandani sehingga ia miskin tak punya apa-apa bahkan istrinya yang katanya sedang hamil telah meninggalkannya karena istrinya tak tahan hidup susah dengan nya. " Kata Angela Lan meremehkan Eduardo Xi yang di matanya sebagai seorang pria tak ada gunanya sama sekali.
"Ahh, parah sekali dia.. Aku batal deh jatuh cinta kepada orang miskin seperti dia. " Kata Victoria Lan yang juga mencemooh Eduardo Xi.
"Aku tak tertarik dengan cowok itu, Angela Lan. Aku tertarik pada pria yang memakai setelan jas merek terkenal dunia yang di galeri foto mu di HP mu. " Kata Victoria Lan menunjukkan foto Devano Wandani di layar HP Angela Lan kepada Angela Lan.
Bersambung!!
Nb:
Devano Wandani
Ruby Yolanda
Bayu Putra Wijayakusuma
Vivian Wandani
Eduardo Xi
Soledad Zevanya
Philip Gao
Angela Lan
Frank Sinatra
Isabel Juliette
Ayumi Kanazawa
Allesandro Felipe
Margareth Brown's