
Ruby menaruh dirinya di tempat tidur setelah ia selesai mandi dan membersihkan diri setelah ia dan suaminya pulang dari belanja di sejumlah toko di pusat perbelanjaan di Macau.
"Ahhhh, pegal sekali tubuh ku... Ahh, santai... " Kata Ruby memejamkan sepasang matanya untuk tidur.
Tetapi suara dering HP suaminya yang di taruh di atas meja sebelah tempat tidur begitu bising sekali di telinganya membuatnya harus bangun dan mengambil HP Devano lalu berjalan keluar dari kamar.
"Dev, ini HP mu bunyi trus tuh berisik sekali. " Kata Ruby menyodorkan HP milik suaminya kepada suaminya yang sedang asyik menonton pertandingan sepak bola di TV.
"Ya, terimakasih Say. " Jawab Devano tersenyum kepada Ruby yang sudah kembali ke kamar.
Devano menerima panggilan telepon genggam dari Bayu Putra Wijaya sepupu luarnya yang berasal dari Indonesia.
"📱 Halo,ada apa Bay? "
"📱 Mau curhat nih"
"📱Curhat mengenai apa sih tengah malam gini? Ganggu tahu? "
"📱Kalau kamu di tinggal nikah oleh Ruby yang memilih cowok lain? Gimana perasaan mu, coba? Dan, kau bertemu dengan gadis lain yang memberikan syarat untuk sukses dengan cara menikahinya? Apa jawaban mu? "
"📱 Menolaknya.. Karena aku bukan jenis cowok murahan yang di beli untuk jabatan. " Jawab Devano santai.
"📱kau sih enak karena kamu memiliki segala yang kau inginkan telah berada di genggaman tangan mu.Ahhh, sedangkan aku sungguh sial sekali nasibku yang di tinggal nikah oleh Vivian tunangan ku sendiri yang menikah dengan orang lain yang sudah di pilihkan oleh kedua orang tuanya. " Kata Bayu yang terlihat mabuk di klub malam di Ibukota Jakarta.
"📱 Yang benar kamu bicara, Bay? Masa sih keluarga O'om Luis membatalkan pertunangan mu hanya sepihak saja?? " Tanya Devano tak percaya bahwa O'om nya sungguh bertindak di luar batas.
"📱 Benar, Dev. Jika kamu tak percaya padaku.. Ya, kau cek saja melalui HP mu yang canggih itu untuk kamu bisa lihat kebenaran dari ucapanku barusan kepada mu. " Jawab Bayu yang seperti menangis karena patah hati.
"📱 Oke, aku telepon O'om Luis.. Sekarang juga. " Kata Devano yang memutuskan percakapannya dengan Bayu untuk menghubungi O'om nya yang tinggal di Singapura.
O'om Luis tak menjawab telepon dari Devano yang menghubungi Vivian langsung namun di jawab oleh seseorang yang mengejutkan hatinya yang memegang HP sepupunya itu.
"📱Halo Devano Wandani yang terhormat.. Apa kamu terkejut karena melihat ku yang menjawab telepon genggam sepupumu yang cantik ini? "
"📱Alesandro Felipe sebenarnya kamu dan orangtua mu mau apa dengan melakukan hal yang sangat tak masuk akal sehat ku? " Tanya Devano yang tidak menyukai suami sepupunya.
"📱Aduh kau jangan berpikiran sempit mengenai kami yang ingin menjalin hubungan keluarga denganmu melalui hubungan ku sebagai suami sepupumu. Ayolah, Devano.. Kita bisa berbisnis lebih baik lagi kedepannya setelah hubungan kita semakin baik. "
Devano tak menghiraukan HP nya lagi dengan fokus pada TV untuk menonton pertandingan sepak bola favoritnya sambil tiduran di sofa panjang di ruang keluarga.
*****
Dublin, Irlandia Utara.
Soledad Zevanya menerima pernyataan resmi dari Tuan Besar Gao yang melamarnya dengan penuh keromantisan yang tidak pernah ia dapatkan dari laki-laki lain sebelum ia jumpa dengan Tuan Besar Gao.
" Mama mu sudah sehat kembali dan telah aku izinkan untuk tinggal di rumahku, maka kamu harus menepati janji untuk menikah dengan ku, Soledad Zevanya sayang. "Kata Tuan besar Gao yang sangat tampan di hadapan Soledad.
" Iya, aku mau asalkan kamu mau menerima ku apa adanya meskipun aku sekarang adalah janda muda yang sedang hamil anak mantan suamiku, maka aku akan menerima lamaran mu kepada ku. "Jawab Soledad Zevanya nada lugas kepada Tuan besar Gao yang telah melihat perut buncit Soledad Zevanya di hadapannya.
" Aku menikahi mu bukan karena cinta melainkan aku ingin menggunakan mu untuk membalas dendam kepada keluarga Wandani yang amat sombong dan congkak. " Kata Tuan besar Gao tanpa basa basi kepada Soledad Zevanya.
"Iya, aku tahu kau tak mungkin menikahi aku tanpa alasan yang jelas dan alasan mu itu sama dengan tujuan ku menerima lamaran mu. " Kata Soledad Zevanya yang ingin kembali ke China untuk membalas dendam kepada Eduardo Xi mantan suaminya yang mengkhianati dirinya demi harta dan kasta.
"Baik.Aku setuju untuk melakukan aliansi hebat dengan mu, Soledad. " Kata Tuan besar Gao yang memanggil pengacaranya untuk siapkan tanggal dan hari yang baik untuk pernikahan nya dengan Soledad Zevanya.
Soledad Zevanya memandangi danau buatan di dalam lingkungan mansion Gao dengan sakit hati sekali terhadap laki-laki yang dicintainya yang telah meninggalkannya dalam keadaan hamil.
"Dulu aku menggantikan posisi Ruby Yolanda di sisi Devano Wandani dan sekarang posisi ku telah digantikan oleh Angela Lan yang menjadi istri resmi dari Eduardo Xi pria yang ku cinta yang juga ayah kandung dari bayi yang sedang aku kandung ini. Sungguh hidupku sangat menyedihkan sekali..! " Teriak batin Soledad.
Tatapan mata Soledad Zevanya jatuh kepada Tuan besar Gao yang sedang berduaan dengan wanita lain yang sangat sepadan dengan Tuan besar Gao yang elegan dan memiliki kasta yang sama tingginya dengan kasta Devano Wandani dan Eduardo Xi.
"Sialan.. Kenapa aku terlahir jadi wanita miskin yang hanya bisa di manfaatkan oleh laki-laki kaya raya seperti mereka??? " Tanya Soledad Zevanya pada dirinya sendiri.
"Karena kamu orang yang berambisi untuk jadi orang kaya sehingga kamu terperosok ke dalam permainan hidup orang-orang kaya. " Jawab Frank sepupunya yang berdiri di pinggir danau buatan seraya tersenyum kepadanya.
"Diam kamu, Frank. Kau jangan membuat aku makin kesal dengan ketidakadilan dunia ini pada ku.. Apa yang salah kepada diriku? Ahhhh! " Kata Soledad Zevanya yang memandangi wajahnya yang telah kembali ke wajahnya dahulu sebelum wajahnya dulu di ganti seperti wajahnya Ruby Yolanda karena ulah Devano Wandani.
"Kau cantik, Soledad. Aku dari dahulu sangat mengagumimu hanya saja kau sepupuku yang membuat aku harus menjauhimu. " Kata Frank dengan nada getir di dalam hatinya sembari menatap bayangan diri Soledad Zevanya yang jatuh ke air danau buatan di dalam kawasan mansion Tuan besar Gao.
Soledad Zevanya membayangkan Eduardo Xi di sampingnya yang berubah menjadi bayangan Frank sepupunya sehingga hatinya semakin pedih luar biasa karena cinta yang menyakitkan baginya.
Bersambung!