
Di hari itu juga mereka sekeluarga pergi liburan ke sebuah desa kecil di negara Swiss yaitu desa Lauterbrunen yang merupakan sebuah desa indah di lembah Swiss yang terletak jauh dari Sungai Aare.
"Wahhhh.. Indah sekali pemandangan alam di sekitar pedesaan ini..! " Seru Ruby Yolanda yang menggandeng tangan ketiga orang anaknya bersama dengan Devano Wandani berjalan kaki menuju ke arah vila pribadi Keluarga Wandani.
"Lihat ada biri-biri, kuda, domba dan sapi.. " kata Ziko gembira.
"Iya, juga ada pegunungan Alpen yang indah luar biasa bak lukisan cakrawala.. " kata Lisa gadis kecil usia tiga tahun lebih memotret pegunungan itu dengan sukacita menggunakan kameranya sendiri.
"Wahhh, ada kebun buah strawberry juga ada aneka jenis cokelat.. " kata Brenda kembarannya di dekat Mama dan Papanya yang tersenyum penuh cinta kepada mereka bertiga.
"Iya, semua yang ada disini adalah milik kita semua, jadi silakan kalian bersenang-senang di vila kita. " sahut Devano Wandani memeluk tiga orang anaknya yang tertawa bahagia bersama di pelukannya.
"Papa, nanti ajari kami bermain ice skating ya di pegunungan Alpen atau bermain salju.. " kata Ziko, Brenda dan Lisa bersamaan dengan suara riang gembira kepada Devano Wandani.
"Iya, tentu saja, pokoknya Papa akan ajak kalian semua dan juga Mama bersenang-senang di sini sampai puas. " jawab Devano Wandani yang menerima ciuman di pipi oleh ketiga orang anak nya.
"Hmm, suamiku, kau mau minum kopi atau tidak untuk istirahat sejenak sebelum bermain dengan anak-anak di luar vila? " tanya Ruby Yolanda di beranda vila dengan senyuman manisnya untuk seorang Devano Wandani.
"Kopi buatanmu yang paling ku suka di seluruh dunia ini. " jawab Devano Wandani menciumnya lembut sambil terkekeh melihat anak-anak kecil tertawa sekitar mereka.
"Ehh, kau jangan menciumku di depan mereka? Aku kan jadi malu.. " kata Ruby Yolanda menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu berjalan masuk ke dalam vila.
"Haha lihat Mama kalian malu sama Papa.. " kata Devano Wandani dengan senyumannya itu kepada anak-anaknya yang melompat ke atas gendongannya.
Ziko di gendong di belakang punggungnya dan si kembar Brenda dan Lisa di kedua tangan kuat nya lalu ia mengajaknya bermain di rumput di luar vila dengan gembira sekali.
Sementara itu, Ruby membuatkan secangkir kopi untuk Devano Wandani, secangkir susu hangat untuk anak-anak mereka dan menaruh sepiring biskuit rasa kelapa di nampan yang dibawanya ke beranda vila dan ditaruh di meja kecil.
"Wahhh, seru sekali mereka bermain sampai lupa waktu untuk jajan sore. " kata Ruby Yolanda yang melambaikan tangan kepada Suami dan anak-anaknya yang segera berlari ke arahnya dan berebut mengambil cangkir dan makanan di meja.
"Sabar, sabar, jangan berebut sebab kalian ada bagiannya juga kok.. " kata Ruby Yolanda dengan senyuman sabar melihat keluarganya semanis ini.
*****
Dublin City, Irlandia Utara.
Eduardo Xi mengajak Soledad Zevanya istrinya dan putranya yang bernama Edward Xi untuk temui Mama kandung Soledad Zevanya yang kini tinggal di panti jompo untuk dibawa pulang ke rumah mereka yang baru.
"Mamaaa...! " panggil Soledad Zevanya memeluk Mamanya yang menangis di pelukannya.
"Soledad.. Anakku.. Akhirnya kita bisa bertemu kembali.. " kata Chancitha Fernandez Mama kandung Soledad Zevanya.
"Dia? Dan anak ini siapa kamu, Soledad? " tanya Chancitha Fernandez Mama kandung Soledad Zevanya tersenyum ramah kepada Eduardo Xi.
"Oh, mereka berdua adalah suamiku dan putraku yang bernama Eduardo Xi You You dan Edward Xi Huan Yu. " jawab Soledad Zevanya tersenyum bahagia memperkenalkan suami dan putranya kepada Mamanya.
"Mama apakabar? Perkenalkan saya adalah Eduardo Xi You You suaminya Soledad Zevanya dan menantu mu. " kata Eduardo Xi tersenyum sopan memperkenalkan dirinya sebagai suami Soledad Zevanya kepada Chancitha Fernandez Mama kandung Soledad Zevanya di hadapannya yang memberikan senyuman keibuan.
"Baik, baik sekali, Nak. Terima kasih banyak.. Ayo kita pulang ke rumah kita yang baru lalu kita bisa berbicara banyak dengan kekeluargaan di rumah kita yang baru." jawab Chancitha Fernandez di depan Eduardo Xi.
"Iya, Ma. Mari.. " kata Soledad Zevanya dengan cepat menggandeng tangan Mamanya berjalan keluar dari panti jompo.
Eduardo Xi dengan langkah cepat membukakan pintu mobil untuk Chancitha Fernandez dan juga putranya masuk di jok belakang dan menutup pintunya kembali sebelum membukakan pintu depan untuk Soledad Zevanya masuk dan duduk di jok sampingnya. Dimana ia duduk di jok depan setir.
Kemudian ia mengendarai mobil menuju ke arah jalan raya dengan santai sekali untuk keluarga kecilnya dapat menikmati suasana hati yang penuh cinta dan kebahagiaan yang baru sampai mobil berhenti di depan pintu sebuah rumah yang bercat putih dan bertuliskan.
"Rumah Kediaman Eduardo Xi, "
Eduardo Xi membukakan pintu mobilnya untuk istri, Mama mertua dan putranya lebih dahulu sebelum membawakan koper ke dalam rumah mereka yang baru.
"Ma, ini adalah kamarnya Mama. " kata Soledad Zevanya mengantarkan Mamanya ke kamar tidur khusus untuk Mamanya tempati di lantai bawah.
"Iya, Nak, terimakasih banyak. " kata Chancitha Fernandez tersenyum bahagia melihat putrinya hidup bahagia bersama seorang suami dan juga putra yang baik dan hangat.
"Ma, ini koper barang pribadi Mama yang sudah Saya taruh di lantai depan tempat tidur Mama, ya? " ucap Eduardo Xi sopan kepada Chancitha Fernandez sambil menaruh koper mertuanya di tempat Mertuanya bisa menemukan barang dengan mudah.
"Iya, Nak, terimakasih banyak kamu sungguh baik sekali kepada Mama. " jawab Chancitha Fernandez merasa bersyukur mempunyai anak menantu sebaik Eduardo Xi.
"Iya,Mama sama-sama.Silakan Mama istirahat dulu di kamar ini sampai jam makan malam tiba karena khusus untuk merayakan berkumpulnya keluarga kita dengan lengkap.., aku akan masak makanan untuk kita, " kata Eduardo Xi tersenyum kepada Chancitha Fernandez yang mengangguk pelan dan memahaminya.
Soledad Zevanya membantu Mamanya rapi-rapi di kamar tidur Mamanya sambil mengajak main putranya yang duduk di lantai kamar tidur Mama nya. Sedangkan, Eduardo Xi sibuk memasak di dapur dengan sukacita sekali.
"Aku akan membuat masakan ala Irlandia Utara untuk mereka. " kata Eduardo Xi yang memotong sayuran-sayuran di talenan di meja dapur sambil mencuci daging sapi di wastafel dengan amat terampil sekali seperti seorang chef saja.
*****
Jakarta, Indonesia.
Bayu Putra Wijayakusuma yang dipulangkan ke Jakarta oleh Devano Wandani dari Korea Selatan tercengang karena dia tak jadi di penjara oleh sepupunya itu melainkan di hukum untuk jadi seorang pria yang bertanggungjawab kepada istri dan anaknya juga keluarganya.
Bersambung!!