
Percakapan yang dilakukan oleh Han Yu Ri dan suaminya telah didengar oleh Graciella secara diam-diam dari balik kursi putar yang berada di pinggir kolam renang khusus untuk anak-anak di rumah kediaman Wijayakusuma. Hal ini secara tidak langsung telah mendatangkan rasa tak nyaman di hati gadis kecil itu.
"Aku tak mau sekolah ke luar negeri.. Aku mau sekolah di sini agar Aku bisa selalu dekat sama Oma dan Kakak Irene. " batin Grace.
Grace berlari ke ruangan dalam rumah untuk ia bisa menemui kakaknya yang sedang membaca buku di perpustakaan pribadi mereka di lantai atas yang berdekatan dengan ruang musik dan kesenian pribadi mereka.
"Kak Irene.. " panggil Grace dengan tergesa-gesa kepada Irene gadis kecil usia sepuluh tahun dan manis segera mengangkat wajah dari buku yang sedang dibaca oleh gadis kecil berambut ikal itu.
"Ada apa kamu berteriak-teriak seperti itu, Grace adikku sayang? " tanya Irene ramah dan penuh kasih sayang terhadap adiknya itu.
"Aku tadi barusan tidak sengaja mendengarkan percakapan antara Mama Han Yu Ri dengan Papa Lee Seung Gi yang ingin memisahkan kita berdua dengan aku akan disekolahkan ke kota Barcelona sedangkan Kakak Irene, kamu akan di sekolahkan ke kota Yogyakarta." jawab Grace nada panik.
"Ah,tak mungkin mereka ingin memisahkan kita, adikku? Bukankah Oma sudah bilang kalau kita berdua akan selalu bersama-sama baik di sekolah maupun di rumah kita sampai kapanpun juga kepada Papa dan Mama kita yang baru itu? " tanya Irene kaget.
"Iya, bagaimana ini aku tak mau berpisah dengan mu, Kak Irene? Aku pokoknya akan melaporkan hal ini kepada Oma setelah Oma pulang dari rumah sakit. " kata Grace tegas.
Namun harapan Grace dan Irene tidak terwujud karena Oma mereka yakni ibu kandung dari Bayu Putra Wijayakusuma telah meninggal dunia di rumah sakit karena operasi jantungnya itu telah gagal.
"Kalian harus mendengarkan perkataanku yang menjadi ibu tiri kalian berdua dimulai dari hari ini dan seterusnya, karena itu aku mau kau Grace pergi bersekolah di Barcelona dan Irene harus bersekolah di Yogyakarta semua itu demi masa depan kalian berdua sebagai anak-anak kandung dari Bayu Putra Wijayakusuma mendiang Papa kalian. " kata Han Yu Ri sesudah Nyonya besar Wijayakusuma di makamkan di pemakaman yang sama dengan makam dari Tuan besar dan Tuan Muda Wijayakusuma di daerah Bogor.
"Ma.. Aku tak mau pergi jauh dari kakak Irene ku dan begitu juga sebaliknya Kak Irene tak mau kehilanganku yaitu adiknya tersayang." kata Grace yang memeluk erat Irene pada hari dirinya harus ikut Papa tirinya yaitu pamannya sendiri ke Barcelona.
"Harus mau karena aku tidak mau dengar kata tidak mau yang keluar dari mulut kalian berdua..! Camkan baik-baik ya?! " perintah dari Han Yu Ri.
Lee Seung Gi menyeret Grace keluar dari rumah kediaman Wijayakusuma untuk masuk ke dalam helikopter yang sudah siap untuk menerbangkan anak itu ke Barcelona.Sedangkan Irene di paksa harus ikut salah seorang pelayan tua rumah kediaman Wijayakusuma oleh Han Yu Ri yang tak mau direpotkan harus mengurusi dua orang anak dari mendiang suaminya yang pertama itu.
Han Yu Ri memikirkan cara untuk mendapatkan kekayaan dari keluarga suaminya yang pertama usai mertuanya meninggal dunia dan ia harus mencari tahu siapa pengacara hukum keluarga Wijayakusuma.
"Sial, aku tidak bisa menemukan surat wasiat dari ibu mertua ku itu. " kata Han Yu Ri dengan raut wajahnya tampak kesal setelah wanita itu membongkar laci tiap ruangan-ruangan di rumah keluarga Wijayakusuma.
Wanita itu memegangi perutnya yang buncit lalu melihat bagian kedua pahanya mengeluarkan darah dan ia langsung tahu bahwa dirinya akan segera melahirkan maka ia segera menghubungi ambulans dari rumah sakit terbaik di Jakarta yang dikenalnya itu melalui rekomendasi dari mendiang ibu mertuanya dahulu.
Han Yu Ri melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan wajah anaknya itu mirip sekali dengan mendiang suami pertamanya, dan hal ini menimbulkan rasa cemburu di hati Lee Seung Gi suaminya yang sekarang ini atau suami keduanya itu.
"Aku harus bisa menyingkirkan bayi laki-laki itu dari Han Yu Ri dengan secepatnya sebelum Han Yu Ri siuman dari obat bius pasca melahirkan anak itu." kata Lee Seung Gi yang secara diam- diam menukar bayi laki-laki Han Yu Ri dengan bayi perempuan milik orang lain yang ditaruh di ruang bayi di rumah sakit itu usai tim dokter dan perawat rumah sakit itu dibungkamnya dengan sejumlah uang senilai lima milyar rupiah.
"Baiklah, kami akan menjaga rahasia penukaran bayi laki-laki milik Nyonya Han Yu Ri dengan bayi perempuan milik Nyonya Adisucipto yang telah dilakukan oleh Anda di ruangan bayi yang telah kami lihat di CCTV. " kata tim dokter kepada Lee Seung Gi.
"Terimakasih banyak dan semoga kalian semua bisa menjaga mulut kalian rapat-rapat usai aku membayar kalian dengan mahal. " kata Lee Seung Gi nada tegas dan sorotan matanya itu sangat tajam mengancam keselamatan para tim dokter dan perawat rumah sakit tersebut yang telah melakukan kerjasama dengannya.
Lee Seung Gi kembali menemui Han Yu Ri yang masih belum bangun dari tidur yang nyenyak di tempat tidur pasien. Ia menggunakan waktunya untuk mengerjakan pekerjaannya di laptopnya di sofa samping jendela kamar tidur pasien istrinya itu.
*****
Los Angeles, USA.
Devano Wandani yang telah mendapatkan kabar dari Jakarta tentang meninggalnya Ibu kandung dari Bayu Putra Wijayakusuma segera memesan tiket pesawat untuk pergi ke Jakarta melalui salah seorang dari staffnya di kantornya ketika ia sedang bekerja di perusahaannya sendiri yang bergerak dibidang pariwisata dan perhotelan.
"Eric, tolong kamu pesankan satu tiket pesawat terbang untuk penerbangan internasional ku ke Indonesia secepatnya agar aku bisa segera tiba di rumah duka tempat Bibiku di semayankan di salah satu dari rumah duka daerah Jakarta. " kata Devano Wandani melalui telepon kantornya di meja kerjanya kepada salah seorang dari staff kantornya.
"Iya, Tuan. " jawab Eric dari ruangan kerjanya di luar ruangan kantor Devano Wandani.
Lalu Devano Wandani menelepon salah seorang sepupunya yang lainnya yang tinggal di Jakarta dan menanyakan soal anak-anak dari Bayu Putra Wijayakusuma yang tinggal di rumah kediaman Wijayakusuma karena Ia merasakan firasat tak nyaman di benaknya untuk kabar terbaru dari anak-anak sepupunya yang paling dekat dengan dirinya di masa lalunya.
Bersambung!!