Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Hoshi, My Tiger ( END )



"Kamu sudah berani minta anak orang, harus bertanggung jawab dan Opa yakin kamu adalah pria yang seperti itu, sama dengan opa dan Daddymu."


"Njih Opa." Hoshi menatap Opanya yang tampan meskipun sudah berumur.


"So, kamu mau bayar uang bensin Audi kamu mau cash atau transfer ke rekening Opa?" Eiji mengerlingkan matanya ke arah cucunya yang langsung memasang wajah cemberut.


"Soal duit ajah diingat-ingat!" sungut Hoshi kesal.


"Lho itu wajib diingat, Hosh" kekeh Eiji.


Hoshi hanya menggelengkan kepalanya lalu berdiri hendak meninggalkan opanya.


"Eh? Kamu mau kemana?"


"Kelonan sama Rina" jawab Hoshi asal sambil mengambil ponselnya.


"Eh? Lho kok Opa ditinggal?! Hoshi! Toyib Junior!" teriak Eiji tapi Hoshi sudah masuk ke dalam mansion.


Ghani dan Gozali yang memutuskan keluar menuju halaman belakang melihat keributan itu, hanya bisa tersenyum.


"Kamu kenapa lagi Hosh?" tanya Gozali.


"Biasa lah Opa, bikin bete" jawab Hoshi sambil manyun. "Hoshi masuk dulu Opa Ghani, Opa Gozali."


"Oke Boy" ucap Ghani. Kedua opa yang merupakan saudara angkat itu menuju ke Eiji yang tampak tersenyum-senyum melihat ponselnya.


"Kamu tuh sama Hoshi kalau nggak ribut kok macam sayur kurang garam" ledek Ghani.


"G, tuh si Eiji malah senyum-senyum kayak kesambit" kekeh Gozali.


"Eh iya. Lu kenapa Ji?" tanya Ghani penasaran.


"Cucu tampanku akhirnya membayar uang bensin Audi nya" seringai Eiji sambil menunjukkan bukti transfer Hoshi ke rekening opanya.


"Tapi ada tulisannya yang bikin nih pianis durjana cengar-cengir" ucap Gozali sambil memakai kacamata bacanya.


"Sudah aku transfer Opa. Hoshi sayang Opa. Ooohh pantas nih aki-aki satu sumringah" gelak Ghani yang sekarang memang berkacamata.


"Hoshi baru kali ini bilang sayang sama aku." Mata Eiji berkaca-kaca. "Cucu judesku ternyata sayang aku."


"Ya elah, Hoshi tuh sayang sama kita semua dengan caranya sendiri Ji" ucap Ghani.


"Iya tahu tapi dia kan pelit ucapan sayang ke opanya" balas Eiji.


"Udah jangan melow ah! Nanti dikira Ayame, kita bikin perkara lagi sama elu" senyum Gozali.


Eiji langsung memeluk kedua sepupunya. "I'm so happy."


Ghani dan Gozali hanya bisa menepuk punggung pria paruh baya itu.


***


Hoshi melihat bagaimana Opanya tampak bahagia lalu memeluk Opa Ghani dan Opa Gozali hanya tersenyum terharu. Eiji dan Hoshi memang selalu ribut sejak Hoshi masuk SD bahkan Hoshi berani mengajak debat Opanya.


Pria cantik itu memang bukan tipe orang yang gampang menunjukkan rasa sayangnya ke orang lain dalam ucapan manis tapi semua keluarganya tahu kalau Hoshi sangat mencintai dan menyayangi semua Opa, Oma, Oom, Tante dan sepupu-sepupunya terutama yang perempuan.


"Kamu kenapa?" tanya Rina melihat suaminya tampak melow. Wanita cantik itu melihat ke arah yang ditatap oleh Hoshi dan tersenyum saat mengetahui Eiji tampak bahagia bersama Ghani dan Gozali.


Hoshi sedikit terisak mendengar ucapan Rina. "Aku tahu Rin. Maka dari itu aku turuti apa maunya Opa dan ternyata hanya dengan kalimat sederhana saja bisa membuat Opa bahagia seperti itu."


"Aku tahu kamu itu sebenarnya sayang sekali dengan Opa Eiji, dengan caramu." Rina mengusap wajah suaminya. "Dan Opa tahu kamu bagaimana."


"Kamu tahu apa yang paling aku takutkan di dunia ini?" tanya Hoshi ke Rina.


"Apa itu?"


"Bukan uang, bukan kekayaan, bukan PRC group tapi kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Aku tidak tahu bagaimana rasanya jika Opa dan Oma tidak ada, Daddy dan mama, kamu... " Hoshi sedikit tercekat dengan ucapannya dan Rina melihat mata hitam suaminya mulai keluar air matanya.


"Selama mereka masih bersama kita, manfaatkan waktu bersama Tiger. Jangan berubah sikapmu kepada mereka, karena jika kamu berubah mereka akan bertanya-tanya ada apa." Rina menghapus air mata suaminya.


Sejujurnya baru kali ini dirinya melihat sisi sensitif Hoshi karena selama ini yang dilihatnya adalah Hoshi yang judes, jutek dan pedas omongannya. Ternyata dibalik semua itu terdapat rasa cinta dan sayang yang sangat besar ke semua keluarganya.


"Aku sangat beruntung memiliki istri seperti mu, cewek Arab" senyum Hoshi disela-sela lelehan air matanya.


"Dan aku sangat beruntung memiliki suami seperti mu. Judes, galak, absurd, tapi hangat ke orang-orang yang kamu sayangi." Rina mencium bibir Hoshi lembut dan dibalas oleh pria itu.


"Thank you" bisik Hoshi sambil memeluk tubuh istrinya.


"Love you, Hoshi my Tiger."


Hoshi semakin mempererat pelukannya.


*** END ***


End? Iya beneran End. Serius.


Kisah Hoshi dan Rina masih akan ada di novel upcoming meskipun sebagai cameo.


Upcoming novel



Menceritakan empat saudara sepupu dari Hoshi Reeves.


Direndra dan Alaric Al Azzam Blair adalah putra dari Aidan Blair dan Thara Al Azzam. Sebagai pewaris gelar Emir dari istana Al Azzam membuat kedua kakak beradik itu mau tidak mau membantu Eyang Kakung nya, Hasyim Al Azzam dalam mempertahankan keturunan Al Azzam. Kedua kakak beradik ini memiliki kisah cintanya sendiri.


Ayrton Al Jordan Schumacher adalah putra dari Sabine Al Jordan dan Karl Schumacher. Pria yang menjadi garis kedua penerima gelar Emir Al Jordan itu memiliki kisah cintanya yang cukup pelik dengan Mariana Hadiyanto, sepupu Bagas Hadiyanto yang merupakan suami Safira Pratomo. Perbedaan usia dan kondisi Mariana membuat Ayrton harus bekerja keras meyakinkan gadis itu bahwa mereka memang berjodoh.


Enzo Al Jordan, putra Reyhan Al Jordan dan Paradina Kusumo Hadiningrat, yang memiliki darah biru baik dari sang ayah maupun sang ibu. Pembalap Formula Satu seperti Opanya Senna Al Jordan. Pertemuannya dengan seorang gadis yatim-piatu pengelola penginapan yang bar-bar dan asal njeplak, membuatnya kelabakan.


Insyaallah mulai besok ya yang empat Emir launching.


Terimakasih sudah mendukung si mulut cabe dan cewek Arab.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Love u all