Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Opa dan Cucu



Hoshi dan Eiji harus duduk terpisah karena Ayame dan Yanti tidak mau terjadi keributan receh tidak jelas antara dua orang itu. Levi sampai harus meminta maaf kepada Abrisam besannya dan Kresna Hadiyanto, ayah Bagas, akibat tidak kenyamanan acara gara-gara Daddy dan putranya.


Abrisam yang memang sudah tahu bagaimana kegesrekan keluarga Levi bisa memaklumi sedangkan Kresna hanya tersenyum melihat keluarga besannya yang ramai.


"Pak Abrisam" panggil Kresna saat acara makan malam.


"Pak Kresna" senyum Abrisam.


"Apakah keluarga Safira seperti ini jika berkumpul?" tanya Kresna yang sejujurnya surprise melihat ramai dan hangatnya keluarga besar klan Pratomo itu.


"Kenapa pak Kresna? Terkejut kah?" kekeh Abrisam.


"Sejujurnya, iya. Apalagi kita semua tahu bagaimana pak Javier Arata di dunia bisnis."


"Mereka hanya dingin jika berurusan dengan bisnis dan pekerjaan tapi kalau sudah kumpul keluarga sekarang, akan seperti ini lah kacaunya" gelak Abrisam santai.


"Pak Abrisam memang sudah lama ya mengenal keluarga ini?" tanya Kresna.


"Saya mengenal Bara Giandra terlebih dahulu karena urusan custom mobil lalu putri saya Rina, berteman baik dengan Arimbi putri Bara. Jadi kami memang mengenai dengan baik dan dekat. Rina sendiri biasa kumpul dengan para sepupu Arimbi jadi saat Hoshi ingin menikahi putri saya, tidak ada keraguan pada saya untuk menyerahkan putri saya ke putra Levi."


"Makanya ketika Bagas bilang hendak melamar Safira, saya hanya bisa melongo. Secara kita tahu kelakuan Bagas dulu bagaimana" ucap Kresna pelan.


"Tapi mungkin itu adalah hadiah dari Allah SWT karena Bagas menjadi pribadi yang lebih baik dan berhijrah. Saya tahu cerita soal Bagas dari Rina jadi kami ikut senang jika mendengar ada orang yang bertekad memperbaiki diri."


"Iya, Bagas yang awalnya berhijrah lalu menular ke kakaknya Chandra lalu ke saya meskipun awalnya sulit tapi Alhamdulillah saya sekarang jauh lebih tenang tidak seperti dulu" ucap Kresna.


"Alhamdulillah pak Kresna. Tidak ada yang terlambat untuk memperbaiki diri."


Kresna mengangguk.


***


"Kamu tuh kalau sama Opa kok begitu sih, Hosh?" omel Rina yang tidak enak kepada keluarga suaminya.


"Opa juga durjana! Duitnya banyak saja masih minta ganti!" sungut Hoshi sambil memasukkan saladnya ke dalam mulutnya.


"Ya ampun, suamiku. Itu kode dari Opa yang minta perhatian kamu soalnya sekarang perhatian kamu kan akan terpecah antara istri dan keluarga mu" kekeh Rina.


"Nyebelin." Hoshi pun makin manyun. Rina hanya mengusap-usap bahu suaminya.


***


"Mas Eiji! Kok minta ganti bensin sama Hoshi sih? Memang seberapa habisnya?" omel Ayame kesal melihat keributan suaminya dan cucunya.


"Ini, habisnya segini" ucap Eiji sambil menunjukkan struk pembelian bahan bakar.


Ayame hanya bisa memandang suaminya kesal. "Hanya segini kamu minta ganti? Hoshi setiap memakai Mercedes kamu selalu diisi penuh kalau pulang. Eh ini kamu cuma sekali pakai mobilnya Hoshi pakai acara minta ganti?"


"Lho Hoshi mengisi bensin Mercedes aku kan memang wajib hukumnya, siapa yang pakai wajib isi penuh. Lha kalau ini kan kasusnya beda. Aku dipaksa Hoshi memakai mobilnya dan dia lupa isi bensin! Jadi wajar dong aku minta ganti?" cengir Eiji.


Ayame hanya bisa menghela nafas panjang. Kalau secara logika, suaminya tidak salah tapi secara kekeluargaan kok ya saru ( tidak patut ) minta ganti ke cucu sendiri.


"Karepmu mas. Kalau sampai Hoshi ngambek nggak mau ngomong sama kamu, jangan salahkan aku." Ayame pun berdiri untuk bergabung dengan para keponakannya.


Eiji pun manyun mendengar cucunya bakalan ngambek. Pria yang sering membuat darting para sepupu-sepupunya itu teringat saat Hoshi kecil yang ngambek kalah adu debat dengannya sampai-sampai memilih liburan ke Jakarta daripada ke Tokyo menemui dirinya.


Masa sih sudah nikah, sudah punya istri, bakalan ngambek macam jaman SD ? Eiji bingung sendiri.


Yang paling Eiji takutkan adalah kalau Ayame dan Hoshi ngambek lama dengannya karena bagi Eiji, kedua orang itu adalah berliannya. Bukan berarti Levi tidak berarti bagi Eiji tapi Opa satu itu sebenarnya sayang sekali dengan cucunya yang berwajah cantik tapi bermulut cabe meskipun tidak terlontar dari mulut Eiji.


Ya Wassalam kalau bocah Gedhe ambek kumat. Eiji pun memilih kumpul bersama dengan Ghani dan Gozali.


***


Pandega atau Ega menghampiri Hoshi dan Rina bersama beserta istrinya Anjani. Putra Danisha Giandra dan Iwan Yustiono itu memang termasuk sibuk sebagai seorang dokter anak sedangkan Anjani adalah desainer di Giandra Otomotif Co.


"Kamu tuh kalau nggak ribut sama Opa Eiji kayak nggak afdol ya" kekeh Ega.



"Opa juga yang bikin rumpi" sahut Hoshi ke sepupunya sedangkan Anjani asyik mengobrol dengan Rina.


"Kamu tuh, Opa Eiji, Bima terus siapa lagi nanti kamu ajak gelut?" kekeh Ega yang lebih tua dari Hoshi.


"Yang jelas cukup dua orang itu dulu" cengir Hoshi.


"Bahagia Hosh? Menikah dengan orang yang kenal kamu dari kecil."


"Alhamdulillah. Berkah bisa mendapatkan Rina soalnya cuma dia satu-satunya cewek yang aku care di luar dari keluarga kita."


"Tapi cara kamu carenya itu memang beda sampai terkadang orang bertanya-tanya, elu itu care atau ngajak gelut." Ega tersenyum ke arah sepupunya.


"Membagongkan kan lebih seru" seringai Hoshi.


"Hoshi!" panggil Eiji yang membuat Hoshi bingung.


"Njih Opa. Ada apa?" tanya Hoshi yang melirik ke arah Ega.


"Ikut Opa sebentar." Eiji memberikan kode agar cucunya ikut dengannya.


"Aku ke Opa dulu ya" pamit Hoshi ke Ega.


"No problemo."


Hoshi berpamitan ke Rina dan Anjani yang menjawab dengan anggukan. Pria cantik itu pun berjalan ke arah Opanya yang sudah melambat cara jalannya namun semangatnya masih seperti dulu.


***


"Wonten nopo ( Ada apa ) Opa?" tanya Hoshi setelah keduanya duduk di kursi taman gazebo belakang rumah.


"Kamu tahu kan kalau Opa tuh sayang banget sama kamu" jawab Eiji.


"Iya kah? Rasanya Opa lebih suka ngerjain aku deh" ucap Hoshi sambil manyun.


"Itu tandanya Opa sayang sama kamu, Toyib junior" kekeh Eiji.


"Idiiihh! Bahagia pak?" ledek Hoshi.


"Hosh, Opa sama kamu kan memang jarang akur ya. Mungkin karena kita beda aliran persilatan?"


"Iyalah beda, Opa gesrek aku cool..."


"Kamu tuh mulut cabe setan tahu!"


"Memang!" balas Hoshi sombong.


"Hosh, jaga Rina, jangan sakiti dia. Kamu harus ingat, kamu itu lahir dari seorang wanita yang bersedia menerima bibit kecebong dari seorang pria. Pria itu hanya menyumbangkan kecebong tapi semua dari kecebong itu tumbuh di dalam hingga menjadi kamu di dalam perut itu ada seorang wanita yang rela berkorban segalanya. Mamamu sampai morning sick parah, semua fisik berubah dan membawa kamu kemana-mana jadi kamu jangan sekali-kali menyakiti Rina karena sama saja kamu menyakiti mamamu."


Hoshi mengangguk karena pesan ini pun yang disampaikan Levi meskipun tanpa ada kecebong disana.


"Kamu sudah berani minta anak orang, harus bertanggung jawab dan Opa yakin kamu adalah pria yang seperti itu, sama dengan opa dan Daddymu."


"Njih Opa."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️