Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Rencana Double Wedding



Bima mendatangi kantor mertuanya dengan wajah jutek dan tanpa menyapa Taufan yang duduk di mejanya, suami Arimbi Giandra itu main masuk ke ruang kerja Hoshi.


Hoshi yang melihat iparnya datang dengan hawa marah, hanya mengacuhkan Bima yang jarang akur dengannya.


"Eh muka cewek! Apa benar kamu sudah tunangan dengan Rina? Kenapa nggak undang-undang? Rina itu masih sepupu jauh aku, cumiii! Seenaknya saja!" Omel Bima sambil duduk di kursi depan meja kerja Hoshi.


"Kalau masuk itu salam dulu kampret! Bukan langsung gedubrakan main selonong Boim gitu Werkudara! Memang kamu nggak pernah dilakukan diajari sopan santun?" sungut Hoshi kesal sambil mengacuhkan calon ayah itu.


"Emosi dodol! Bisa-bisanya elu main lamaran kagak woro-woro ke keluarga besar? Kita baru tahu besoknya, brengsek!"


"Karena aku maunya lamaran itu private saja, cumi! Cukup keluarga inti saja soalnya kalau lamaran model duo F atau elu sama saja aku bikin rombongan sirkus pada datang! Apalagi elu, Benji, Direndra pasti pada rumpi! Malas gue!"


"Bah! Bilang saja elu ... " suara Bima terpotong ketika pintu ruangannya dibuka oleh pria ganteng.


"Quinn! Apa benar habis lebaran elu ma gue mau ijab qobul bareng?" seru Bagas yang main masuk ke dalam ruang kerja Hoshi.


Hoshi melotot judes ke arah Bagas. "Eh Oom-oom meshum pedofil! Elu kalau ngomong yang bener ya! Siapa juga mau ijab qobul sama elu! Jijay gue! Masih normal jelek-jelek begini cumiii!" umpat Hoshi kesal.


Bagas melongo. "Gue salah kalimat ya?"


"Salah, kampret!" seru Hoshi dan Bima bersamaan.


"Ya maaf." Bagas nyengir sambil menggaruk kepalanya.


***


"Jadi Opa Eiji meniru Opa Javier untuk mengadakan double wedding lagi antara kamu sama Rina terus Bagas dan Safira. Memang Safira sudah setuju nikah sama kamu?" tanya Bima.


"Mengingat kesehatan para opa dan Oma tuh membuat kita semua memikirkan praktisnya untuk menikah rombongan. Meskipun aku sendiri lebih suka sendiri lah dengan gaya sendiri tapi mau gimana?" Bagas menatap ke kedua calon iparnya.


"Elu udah periksa kesehatan lu? Mengingat dulunya elu kayak apa, Gas." Hoshi terkekeh.


"Sialan lu Quinn! Alhamdulillah gue sehat semuanya bahkan hasil laboratorium ku, aku kasih lihat ke Safira."


"Tapi Fira belum selesai kuliahnya lho Gas, tinggal beberapa semester lagi kayaknya" gumam Hoshi.


"Kurang empat semester lagi dan aku sudah membicarakan dengan si clumsy kalau aku tidak keberatan dia stay di Singapura untuk menyelesaikan studinya" senyum Bagas. "Toh Jakarta - Singapura dekat, aku bisa kesana weekend sampai Clumsy lulus."


"Nggak disangka malah Fira yang nikah duluan. Aku kira malah Fayza dan Pramana" ucap Hoshi.


"Fayza itu adiknya Freya kan?" tanya Bima.


"Iya, dia setahun lebih tua dari Safira" jawab Hoshi.


"Pacarnya Fayza siapa Quinn?" tanya Bagas.


"Pramana, adiknya mas Pandu suaminya mbak Reana. Mereka sudah pacaran dua tahun belakangan ini kalau nggak salah."


"Oh yang kemarin bareng cowok manis itu ya, yang rambutnya sama-sama blonde seperti Freya?" tanya Bima.


"Yup."


"Sepupumu itu dikasih gen apa sih? Kok good looking semua?" tanya Bima.


"Kita kan memang bibitnya premium semua. Nanti kalau anakmu lahir, tahu sendiri kuat gen siapa" cengir Hoshi.


"Apa anakku dan clumsy jadi kayak mommynya nggak ya nanti?" gumam Bagas.


"Awas elu nyicil duluan! Gue hajar Lu!" ancam Hoshi galak.


Bagas terbahak.


***


Rina masih tidak percaya jika cincin bertahta berlian itu melingkar di jari manisnya dengan sangat cantik. Berapa ini harganya. Rina cekikikan sendiri. Sultan mah bebas ya chuy!


Rina tersentak dan terkejut melihat Arimbi dengan perut besarnya sudah berdiri di hadapannya.


"Rimbi! Ngapain kamu kesini bumil?" seru Rina. yang langsung berdiri dan cipika-cipiki ke sahabatnya dari kecil.


"Aku nggak puasa ini makanya lari ke Plaza Senayan sambil ketemu kamu. Puasa nggak Rin?" tanya Arimbi yang memang dilarang Bima berpuasa demi si boy yang ada di dalam perut.


"Kebetulan aku lagi nggak. Yuk maksi."


***


"Jadi Bima nggak kasih kamu puasa?"


Arimbi menggelengkan kepalanya. "Katanya 'jeng, apa kamu tega si boy megap-megap cari maem tapi dapatnya abab?'. Aku ya langsung melotot dong! Yang benar saja!"


Rina terbahak. "Ya ampun mantan preman itu! Makin kesini kok makin absurd."


"Ya udah aku nggak puasa dong apalagi mama juga menyarankan aku tidak puasa karena memang aku sedang hamil jadi bayar fidyah saja. Buat puasa bedug kok jadi ingat jaman kecil ya" kekeh Arimbi. "So, kamu resmi tunangan sama Hoshi tapi kok nggak ramai-ramai?"


"Aku kan sempat bertunangan dengan Yudha dan itu ramai-ramai tapi endingnya ngga jadi kan? Makanya Hoshi bilang sama aku kalau private dan keluarga inti saja biar lebih kerasa lah." Rina tersenyum ke Arimbi.


Dua wanita cantik itu sedang berada di sebuah rumah makan khas Indonesia karena Arimbi ingin nasi kuning.


"Untung kamu dan Hoshi private. Aku tidak tahu jika ramai-ramai, kayak apa rusuhnya dari mas Bima."


"Itu dia yang Hoshi tidak mau. Tapi tho Rimbi, biarpun keluarga inti, tetap saja ramai gara-gara Opa Eiji."


"Pasti Opa Eiji bikin ulah lagi deh" kekeh Arimbi.


"Aku tuh heran ya, Opa Eiji tuh gesreknya kocak, Oom Levi juga tapi kok Hoshi judes ya. Nurun siapa sih?" gumam Rina.


"Opa buyut Alexander sepertinya soalnya kata Opa Ghani, Opa buyut Alexander memang orangnya tegas dan judes ke Opa Eiji tapi lebih. karena Opa Eiji bikin darting banyak orang sih" ucap Arimbi sambil cekikikan.


"Beneran deh Rimbi. Keluarganya Hoshi tuh kalau nggak ribut sepertinya ada yang kurang deh!" Rina menyesap minumannya.


"Mereka kan memang mood booster keluarga besar Rin. Jadi ya begitulah" senyum Arimbi.


***


Safira melongo ketika mendengar ucapan Nathan Pratomo sang Daddy bahwa usai lebaran, dia akan menikah dengan Bagas Hadiyanto bersamaan dengan Hoshi dan Rina.


"Dad? Berarti aku seperti duo F dong?" ucap Safira ke wajah tampan ayahnya.


"Biar para Opa dan Oma yang lagi nggak well bisa kumpul bareng dan nggak bolak balik harus berangkat jauh, princess. Kamu kan tahu kondisi kesehatan mereka gimana." Nathan mengelus kepala putrinya.


"Iya sih. Tapi Dad, aku tuh belum dilamar resmi sama Oom Bagas. Nih lihat, jariku kosong melompong!" Safira menunjukkan kesepuluh jarinya yang lentik.


"Iyalah kosong! Karena Bagas tahu kamu ceroboh makanya mau pasang nanti saja sekalian ijab qobul!" kekeh Nathan yang saat ini berada di Singapura.


"Ih Daddy satu server sama Oom Bagas!" cebik Safira.


"Nggak satu server, sayang tapi lebih ke arah antisipasi."


Safira pun manyun.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️