
Petang ini pukul tujuh malam, dua mobil mewah Range Rover dan Mercedes Benz C-Class merah datang ke kediaman Kareem. Tidak ada yang istimewa di acara malam ini karena semalam Levi meminta agar acara santai saja sekalian berbuka puasa bersama.
Chitra pun memesan beberapa menu yang dia dan Rina yang tidak bisa masak sekaligus apalagi mereka juga harus berdandan. Beruntung catering langganan Chitra semalam langsung menyanggupi permintaan pelanggannya meskipun tengah malam baru memesan dadakan.
Dan kini tepat keluarga Reeves datang, begitu juga makanan siap dihidangkan. Chitra bersyukur semuanya sudah tampak rapi.
Abrisam sendiri sudah siap dengan jas lengkap tapi minus dasi sedangkan Chitra mengenakan gaun terusan dibawah lutut bewarna senada dengan jas suaminya yaitu biru navy. Rina sendiri memilih memakai gaun panjang bewarna hitam tanpa lengan dan rambutnya ditata bergelombang.
Mobil Mercedes Benz C-Class itu pun berhenti di halaman rumah keluarga Kareem yang cukup luas meskipun masih kalah dibanding rumah milik keluarga Reeves. Dari mobil warna merah itu turun Hoshi mengenakan jas bewarna coklat dengan kemeja hitam tanpa dasi sedangkan dari Range Rover turun Eiji dan Ayame serta Levi dan Yanti.
"Abrisam" sapa Eiji ramah.
"Pak Eiji. Alhamdulillah sehat ya pak" kekeh Abrisam.
"Gimana nggak sehat, tiap hari ribut sama si Toyib senior dan junior. Obat itu!" gelak Eiji durjana yang membuat Levi dan Hoshi manyun.
"Eh? Siapa Toyib senior dan junior?" tanya Abrisam bingung.
"Tuh anak dan cucuku" cengir Eiji.
"Astaghfirullah!" Abrisam tersenyum.
"Diamkan saja, Sam. Semakin kamu tanggap semakin ngelunjak nih aki-aki" sahut Levi judes.
"Eh cu..." Suara Eiji menghilang ketika mata coklat Ayame menatap tajam ke arah suaminya.
"Alhamdulillah pawangnya bisa menjinakkan" gumam Hoshi cuek. "Oom Abrisam, maaf jika nanti besanan sama papa tapi darting sama Opa. Saya tidak menanggung apalagi BPJS kalau Oom pusing ngadepin Opa."
"Cucu durhakim durjaksa dan durpengacara bener nih Toyib junior!" umpat Eiji.
"Mas Eiji! Ingat kita tuh bertamu, di rumah orang, bukan di rumah sendiri!" Ayame mencubit lengan suaminya.
"Lha kan nanti Abrisam jadi besannya Levi kan jatuhnya anak juga. Makanya harus siap-siap kalau besok resmi lah!" jawab Eiji cuek sambil mengusap-usap bahunya yang panas dicubit istri cantiknya.
"Ya Allah Dad! Rusuhnya dikurangi lah! Ayo Sam, tinggalkan saja tuh Toyib paling senior!" Levi lalu menghela Abrisam yang tidak tahan menahan tawa.
***
Di ruang tamu sudah berkumpul kelima anggota keluarga Reeves dan di hadapan mereka Abrisam dan Chitra duduk di sofa panjang sedangkan Rina duduk di sofa tunggal yang dekat dengan Hoshi.
"Assalamualaikum. Pak Abrisam, Bu Chitra... Sebentar kok rasanya nggak enak ya?" gumam Levi. "Non formal saja ya Sam?"
Abrisam terbahak. "Wa'alaikum salam. Mana enaknya deh yang penting maksud."
"Okelah ini kan acara keluarga inti dulu saja kalau bawa keluarga besar, pusing kamu nanti." Levi berdehem. "Aku seperti déja vu waktu ke rumahmu dulu Yan."
Yanti tersenyum teringat saat ditodong Eiji dan Ayame dengan lamaran absurdnya. "Sayang bapak sampun sedha ( meninggal ), kalau belum senang bisa ketemu keluarga Rina."
"Baik. Jadi begini. Putra saya Hoshi memang berencana hendak melamar Rina setelah lebaran tapi menurut Opanya lebih cepat lebih baik dan insyaallah setelah lebaran langsung diadakan ijab qobul. Kedatangan kami kemari adalah bermaksud untuk melamar Rina Maliha Kareem menjadi pendamping hidup dan teman debat putra kami Hoshi Paramudya Quinn Reeves." Levi menatap Abrisam serius.
"Dad, teman debatnya nggak usah ditambahin dong!" bisik Hoshi kesal.
"Tapi kamu sama Rina kan sama-sama tukang debat?" ucap Levi dengan gaya bingung yang membuat Hoshi melengos.
"Rin, gimana?" tanya Abrisam ke putrinya.
"Aku ingin mendengar sendiri dari Hoshi, kenapa mau melamar aku" goda Rina yang membuat wajah Hoshi terkejut. Pengen tahu gimana si mulut cabe ngomong di depan kedua orangtuaku.
"Assalamualaikum Oom Abrisam, Tante Chitra. Kedatangan saya malam ini seperti yang sudah dijelaskan semalam kalau saya membawa rombongan keluarga Reeves untuk melamar putri Oom dan Tante." Hoshi menatap serius ke calon mertuanya.
"Rina Maliha Kareem, aku sudah mengenalmu sejak sebelas tahun lalu pada saat kamu masih SMP dan kamu satu-satunya teman Arimbi yang berani mengajak debat aku. Bahkan kamu tidak ada takut-takutnya mengungkapkan uneg-uneg kamu."
Rina menatap Hoshi dengan penuh perhatian.
Semua anggota keluarga Reeves melongo.
"Owalaahhh! Kamu kabur itu buat ciuman sama Rina?" pelotot Eiji kesal.
"Opa, biarkan Hoshi bicara." Hoshi melirik judes ke Opanya.
Eiji pun terdiam menunggu apalagi yang akan keluar dari mulut cucunya. Abrisam dan Chitra tersenyum mendengar penjelasan Hoshi. Tidak salah jika aku berharap Hoshi menjadi pasangan Rina - batin Chitra.
"Ehem... Aku tahu aku salah main tikung tapi aku tidak ikhlas jika kamu bersama Yudha apalagi aku tahu sepak terjangnya. Kamu itu berharga, Rin. Dan bagi aku, kamu adalah kandidat paling sempurna menjadi pasanganku. Aku tidak bisa merayu gombal, tahu sendiri kan rayuanku dibilang receh oleh Direndra."
Rina tertawa pelan. "Tapi rayuanmu memang receh, Hosh."
"Jadi malam ini di depan kedua orangtuamu dan keluarga gesrekku..."
"Heeeiii!" protes Eiji dan Levi bersamaan.
"Aku meminta dirimu, Rina, menjadi calon istriku." Hoshi mengacuhkan protes opa dan daddynya lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru bewarna hitam. Pria itu berdiri dan berlutut di hadapan Rina.
Rina terkesima melihat cincin bertahta berlian yang terdapat di kotak itu.
"Astaghfirullah. Hoshi... Ini?"
"Kenapa? Nggak suka? Bisa ditukar kok."
Rina mengeplak bahu pria itu. "Bukan itu! Ini terlalu indah!"
"Kan cocok denganmu cewek Arab" cengir Hoshi.
"Kapan pasangnya muka pucat?" Rina cemberut sambil memberikan tangan kirinya.
"Oh astaga! Lamaran ini lebih kacau daripada Bima" gumam Eiji.
"Bima sudah opening dulu Dad" kekeh Levi.
Hoshi memasangkan cincin berlian itu di jari manis Rina yang pas ukurannya. "Will you marry me, Cewek Arab?"
"Of course muka pucat" senyum Rina yang langsung mencium bibir Hoshi tanpa memperdulikan orang-orang disana.
"Astagaaa! Kalian berdua tuh!"
***
Yang ngelamar
Yang dilamar
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️