
Hari ini adalah hari sibuk di dunia keluarga Pratomo. Bagaimana tidak, semua heboh untuk acara pengajian yang dilaksanakan untuk acara double wedding dua cicit keluarga Sultan yang gesrek itu.
Hoshi dan Safira sudah duduk manis ikut acara pengajian yang dilakukan oleh kelompok pengajian para dokter rekan kerja Arum Giandra dan Rani Pradipta. Oma Alexandra dan Oma Luna juga mengundang kelompok pengajiannya karena Yanti dan Haura lebih banyak tinggal di New York dan Singapura.
Pagi ini Hoshi dan Safira memakai baju senada warnanya. Hoshi mengenakan baju Koko biru navy sedangkan Safira gamis warna senada lengkap dengan kerudung bewarna sama dengan aksen hiasan pinggirnya bewarna emas pemberian dari Tamara Al Jordan.
Para kaum wanita keluarga Pratomo ikut dalam acara pengajian itu begitu juga Levi dan Nathan pun mendampingi istri masing-masing. Kaum pria Pratomo lainnya memilih mengikuti dari luar karena tidak cukup ruangannya yang penuh dengan ibu-ibu.
Usai acara pengajian dilanjutkan acara pemberian nasihat pernikahan baik dari Levi ke Hoshi maupun Nathan ke Safira.
"Safira, Daddy ... " Nathan sedikit tercekat karena bagaimanapun melepaskan putri satu-satunya ke pria lain membuatnya ada rasa tidak ikhlas tapi ini yang namanya siklus kehidupan. "Daddy dan mommy sebenarnya sedikit tidak ikhlas kamu sama Bagas tapi mau sekarang ataupun nanti, toh kamu menikah juga."
Levi dan Yanti melotot ke arah Nathan. "Lu tuh bener nya ikhlas kagak sih?" bisik Levi ke sepupunya.
"Ikhlas kok Vi cuma tahu sendiri kan anak wedhok itu beda rasanya sama anak Lanang melepasnya" balas Nathan.
"Ehem!" Suara deheman Alexandra, Miki dan Rhea membuat kedua pria Asia tampan itu kembali fokus.
"Safira, bukan Daddy dan mommy nggak ikhlas kamu sama Bagas, bukan, tapi sebagai orangtua ada rasa kehilangan. Kami yang merawat kamu dari lahir hingga sebesar ini eh...diminta oleh pria lain. Ada rasa gimana gitu" ucap Nathan sambil menatap putri cantiknya. "Daddy berharap kamu bisa meniru cara mommy mu dalam kehidupan berumahtangga nanti dengan Bagas dan Daddy harap ceroboh mu bisa hilang setelah menikah sama Bagas nanti."
"Dad, soal aku ceroboh mbok jangan diumbar. Kan malu sama ibu-ibu pengajian" gerutu Safira yang tanpa sadar mic yang dipegangnya sudah dalam tombol on.
Tentu saja semua orang disana tertawa mendengar ucapan gadis itu yang melongo ketika menyadari semua orang mendengar gerutuannya.
"Oh astaghfirullah! Ini mic nya sudah nyala tho?" wajah cantik Safira tampak panik.
Hoshi hanya bisa memegang pelipisnya. "Tobat deh!"
***
Usai acara nasehat pernikahan dan permohonan ijin calon pengantin kepada orang tua, dilanjutkan dengan acara sungkeman. Hoshi dan Safira meminta restu baik dari orangtuanya masing-masing maupun dari opa, Oma, Oom dan Tantenya yang jumlahnya cukup banyak.
Acara sungkeman adalah acara paling mengharukan bahkan Eiji sendiri tidak bisa menahan air matanya ketika Hoshi melakukan sungkem ke Opa gesreknya.
"Ya Allah Toyib junior, akhirnya lu nikah juga ye. Opa kagak nyangka ada yang bisa ngadepin mulut cabe lu" ucap Eiji sambil memeluk cucu tampannya.
"Opa! Tidak usah pakai logat Betawi kenapa!" sungut Hoshi.
"Lha memang kenape?" balas Eiji tidak mau kalah.
"Norak!" Hoshi bergegas pindah sungkem ke Ayame sebelum Eiji membuka mulutnya.
Duncan dan Rhea yang melihat kerusuhan keluarga Reeves hanya bisa tersenyum simpul. "Heran aku sama Eiji. Selalu berbuat ulah!" kekeh Duncan.
"Bang, kalau kak Eiji nggak usil, bukan dia itu berarti" balas Rhea. Hari ini acara pengajian semuanya mengenakan seragam yang dipesan khusus oleh Yanti, Kaia, Keia dan Kristal.
Acara sungkeman yang membutuhkan waktu lama karena banyaknya tetua di keluarga akhirnya selesai dan dilanjutkan dengan acara siraman. Air dari rumah Rina dan Bagas pun sudah datang. Hoshi dan Safira melakukan siraman bergantian dan setelahnya acara makan siang untuk semua orang yang sudah disiapkan RR's Meal atas perintah Aidan dan Rajendra.
***
Hoshi duduk di halaman belakang mansion Neville yang sebelumnya merupakan dua rumah milik Jammie Arata dan keluarga Neville. Oleh Javier dan Raymond dua rumah itu dibongkar dan dibangun ulang setelah Jammie dan Vivienne meninggal, menjadi satu mansion besar yang bisa menampung banyak orang setelah merasa mansion Giandra, Pratomo dan Blair tidak akan cukup menampung banyak anggota keluarga yang semakin banyak.
"Calon pengantin kok malah bengong di belakang?" goda Joey Bianchi dan Luca Bianchi.
"Kalian berdua nggak pulang ke mansion Al Jordan?" Hoshi balik bertanya.
"Sebentar lagi" ucap Luca.
Hoshi menyandarkan tubuhnya di bantalan sofa.
"Gugup Hosh?" tanya Luca.
"Yup."
"Ini kan memang momentum sakral sekali seumur hidup jadi aku ingin sempurna." Hoshi menatap ke sepupunya yang berdarah Italia.
"Kamu kan memang perfeksionis dari kecil" senyum Luca.
"Nah tuh tahu" sahut Hoshi.
"Tapi beneran deh, aku tidak menyangka bahwa Rina yang akan jadi pawangnya si macan satu ini. Secara cewek mana yang betah dengan mulut cabenya. Bahkan Safira saja sampai nangis kejer diomeli sama dia" gelak Joey.
"Makanya aku pilih Rina. Cewek satu itu tahan banting dan bukan cewek lembek mentalnya."
"Tapi memang kaum pria di keluarga kita kalau memilih pasangan wanita itu rata-rata bukan tipe lembek. Apa kiblatnya ke mama dan Oma kita ya?" gumam Luca.
"Georgina apa kabar?" ledek Hoshi. "Cewek rambutnya pendek, tukang berantem, pasien main suntik bius kalau ngeyel."
Joey terbahak. Georgina istrinya adalah seorang dokter gigi brutal dalam arti dia tidak segan-segan membius pasiennya yang banyak gerak saat perawatan gigi.
"G memang brutal" kekeh Joey.
"Sedangkan kaum wanita kita kalau milih suami, cenderung kalem - kalem. Lihat itu Falisha, Aji kalemnya minta ampun. Fara dan Patrick bukan temannya Spongebob, Freya dan Haris, Reana dan Pandu" ucap Luca.
"Kecuali Arimbi" sahut Hoshi. "Werkudara itu cowok reseh! Mulutnya susah dikondisikan."
"Elu apa kabar cumiii!" gelak Joey.
"Hei, jangan ada yang lebih dari aku dong!" balas Hoshi.
"Kalian setelah menikah tetap di Jakarta?" tanya Luca.
"Iyalah, aku kan kerjanya disini, Rina mengurus toko karpet keluarga Kareem jadi kami stay disini."
"Kalian mau tinggal dimana? Rumah Reeves?" tanya Joey.
"Sepertinya iya karena aku kan tinggal disana. Sayang rumah yang sudah dibangun bagus-bagus Opa buyut, Opa dan Daddy nggak aku ruwat. Lagipula jaraknya juga tidak terlalu jauh kantor Giandra Otomotif Co dan tempat Rina membuka usahanya."
"Kita itu kebanyakan aset sampai-sampai kemarin Daddy baru sadar masih punya aset tanah dan villa Bianchi di Turin" kekeh Joey.
"Mungkin karena kita lebih fokus bekerja dan kehidupan berumahtangga jadi sering lupa kekayaan yang kita miliki." Hoshi tersenyum.
"Kita bukan tipe serakah Hoshi, jadi sering kita lupa punya apa saja." Joey tersenyum ke arah sepupu-sepupunya.
"Semoga kita semua seperti ini, tidak serakah, saling membantu satu sama lain dan kehangatan keluarga adalah yang utama" ucap Luca.
"Aamiin."
***
Bonus Keluarga Aidan Blair
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Insyaallah lanjut malam nanti
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️