Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Terkuaknya Rahasia



"Assalamualaikum cewek Arab. Kamu dimana?"


"Wa'alaikum salam. Di sekolah Falisha. Kenapa?"


"Kamu sudah persiapan apa saja buat nikah?" tanya Hoshi santai.


"Baru dapat gaun pengantin. Besok ke RR's Meal urus katering. Mau tanya apa lagi?" tanya Rina judes.


"Aku akan ke rumah mu nanti malam" jawab Hoshi. "Dan aku ingin bertemu dengan Oom Abrisam serta Tante Chitra. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepada kalian."


Entah mengapa mendengar ucapan Hoshi, perut Rina seperti melilit. Ada apa Hoshi? Kamu jangan membuatku takut.


"Demi kebaikanmu, Rin."


Rina hanya bisa terdiam.


***


Hoshi mendatangi rumah mewah milik keluarga Kareem dan penjaga pun mengijinkan Audi R8 miliknya masuk ke dalam. Pria itu pun disambut pelayan keluarga dan diantarkan ke ruang tamu. Disana sudah ada Abrisam, Chitra dan Rina.


Setelah berbasa-basi sebentar, Hoshi meminta untuk masuk ke ruang kerja Abrisam.


"Memang ada apa Hoshi? Kok kamu seperti rahasiaan gitu?" tanya Abrisam sambil berjalan menuju ke ruang kerjanya bersama pria cantik tapi jutek itu.


"Karena apa yang saya dapatkan, tidak untuk konsumsi publik Oom."


Abrisam, Chitra dan Rina saling berpandangan. Ada apa ini?


Keempatnya pun masuk ke dalam ruang kerja Abrisam yang lumayan besar. Di ruang kerja itu juga tersambung laptop ke TV layar lebar disana. Abrisam menutup pintunya dan semua orang duduk di sofa yang berada di dalam.


"Oom Abrisam, Tante Chitra, Rina, maaf saya lancang. Apa kalian semua sudah yakin akan menerima Yudha sebagai bagian keluarga?" tanya Hoshi hati-hati.


"Hosh, kamu jangan membuat kami takut" ucap Chitra panik.


"Jujur Oom masih ragu dengan Yudha, mengingat kami jarang bertemu karena dia kan bekerja di kilang minyak" ucap Abrisam.


"Apakah Yudha selingkuh, Hosh?" tanya Rina. Jika memang iya, berarti aku bisa membatalkan acara pernikahan kami mumpung belum terlalu jauh.


Hoshi menatap ketiga orang itu dengan perasaa sangat tidak enak tapi kebenaran harus diberitahukan sebelum semuanya terlambat.


"Oom Abrisam, Tante Chitra, saya melakukan ini karena saya sayang dengan Rina dan saya tidak mau Rina akan sakit nanti disaat sudah bersama dengan Yudha. Awalnya saya tidak ada keinginan kepo dengan kehidupan Yudha tapi karena dia pacaran dengan Rina, entah kenapa saya menjadi peduli. Saya ingin Rina mendapatkan pasangan yang baik bahkan saya rela mundur jika Yudha pria terbaik."


"Tapi...?" potong Abrisam penasaran. Pria berdarah Arab itu lebih suka dengan Hoshi meskipun mulutnya pedas, tapi pria cantik ini lebih jujur dan tidak ada yang ditutupi.


"Asal kamu tahu Rin, kalau aku tidak melihatnya sendiri, aku pun tidak percaya." Hoshi menatap Rina sendu. "Maafkan semuanya karena ini akan menjadi tidak nyaman buat siapa pun."


Hoshi berdiri dan menuju meja kerja Abrisam dan memasangkan sebuah flashdisk di laptop dan tampak beberapa file disana. Pria jutek itu lalu menyetel sebuah video dan matanya terpejam tidak mau melihat.


"Astaghfirullah Al Adzim!" seru Chitra dan Abrisam tertahan sedangkan Rina hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka.


Ya Allah!


***


Abrisam menghisap rokoknya untuk menghilangkan rasa terkejutnya. Ya benar! Dia benar-benar terkejut! Sangat terkejut! Chitra sendiri sampai harus minum teh chamomile untuk menetralisir debat jatungnya. Ternyata feeling ibu tidak pernah salah.


"Hoshi, kalau itu bukan kamu yang kasih, Oom. tidak akan percaya. Tapi... Astaghfirullah. Kok bisa anak itu bergaul seperti itu? Apa Oom yang terlalu kuno terlalu kaku ya? Apa karena selama ini Oom melihat Rina bergaul dengan keluargamu yang terkenal lurus jadi Oom... Astaghfirullah, astaghfirullah!" Abrisam menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya ke atas.


"Bagaimana kamu bisa tahu Hosh?" bisik Rina. Jujur dibandingkan dengan kedua orangtuanya, dia yang jauh lebih shock.


"Ingat saat Arimbi menikah?" tanya Hoshi ke Rina yang dijawab anggukan gadis itu. "Sejak itu aku mencari tahu, Rin. Memang saat SMA dia anak baik tapi sejak kuliah, dia mulai terseret kehidupan hedonisme dan semakin parah saat sudah bekerja di luar negeri."


"Oom masih bisa paham kalau suka 'jajan' tapi ini..." Abrisam mengusap rambutnya kasar.


"Saya belum tahu motif sebenarnya apa dia ingin menikahi Rina secepatnya. Awalnya saya mengira karena saya berkoar koar hendak menikung Rina tapi saya rasa lebih dari itu."


"Kamu lihat sendiri dimana Hosh?" tanya Chitra penasaran karena setahunya, anak-anak klan Pratomo dikenal nyaris tidak pernah ke tempat aneh-aneh seperti tadi.


"Saat saya dan mas Abi sedang ada kerjaan di Manchester. Malam itu saya merasa suntuk pun berjalan-jalan dan tanpa sengaja saya nyasar ke area yang dikenal daerah merah dan disana saya melihat Yudha."


"Saya pakai masker dan mengikuti Yudha. Itu ada di video pertama, hasil menguntit saya" jawab Hoshi pelan.


"Kapan itu Hosh?" tanya Rina.


"Dua bulan setelah Arimbi menikah."


Rina ingat kalau Yudha bercerita sedang ada pertemuan di London.


"Sejak itu saya mengirimkan pengawal untuk mengawasi Yudha. Maaf Oom, Tante, saya lancang. Tapi jika Oom dan Tante hendak mengkonfrontir Yudha, saya juga siap dengan saksi agar jelas semuanya. Kabari saja kapan Oom dan Tante mau ada pertemuan dengan Yudha."


Abrisam mengangguk. "Lusa Oom akan mengkonfrontir Yudha."


***


Hoshi menatap wajah datar Rina. Jujur pria itu takut jika Rina marah padanya akibat dia membuka kotak Pandora. Keduanya kini sedang berada di kursi taman belakang rumah keluarga Kareem.


"Cewek Arab..." panggilnya.


Rina langsung memeluk Hoshi. "Terimakasih, Hosh. Kamu menjawab semua keraguan aku selama ini."


Hoshi membalas pelukan gadis idamannya itu. "Maaf harus menyakiti dirimu, Rin." Rina menggelengkan kepalanya.


"Aku lebih suka tahu lebih dahulu sebelum semuanya terlambat. Apakah menurutmu Bima tahu apa yang dilakukan oleh sahabatnya?" gumam Rina di dada Hoshi yang masih memeluknya.


Aku rasa Bima tidak mengetahui soal Yudha yang sekarang." Hoshi merengkuh wajah Rina. "Aku tuh sayang kamu Rin. Dan aku tidak rela jika kamu mendapatkan pria macam Yudha." Pria itu lalu memeluk Rina erat.



***


Abrisam dan Rina kini berada di sebuah ruang VIP RR's Meal yang sengaja dipinjamkan oleh Hoshi lengkap dengan laptop dan layar besarnya.


Yudha pun datang dengan percaya diri saat ayah Rina itu memintanya datang dengan alasan ada hal yang harus dibahas.


Setelah saling menyapa, Yudha merasa heran melihat Rina tampak mendung dan tidak bersemangat.


"Ada apa sayang? Kamu sakit?" tanya Yudha perhatian. Rina menggelengkan kepalanya.


"Yudha, ada yang Oom ingin perlihatkan padamu dan Oom minta penjelasan kamu dengan sejujur-jujurnya karena Oom tidak mau ada yang ditutupi hingga menjadi duri dalam daging di rumah tangga kalian nanti."


Yudha hanya mengerenyitkan alisnya. "Baik, Oom."


Abrisam pun menyetelkan video di layar besar ruang VIP itu. Keringat dingin pun mengalir di dahi Yudha saat melihat video itu.


"Jelaskan pada Oom. Apakah kamu g@y atau bise*ksual?" tanya Abrisam setelah mematikan video yang disetelnya.


Wajah Yudha memucat. Sial! Semua rahasiaku terbongkar! Yudha menatap wajah Rina yang memberikan raut jijik kepadanya.


Damn it! Rencanaku berantakan!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Udah terjawab kan?


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Bonus Bokapnya Ega aka Mas Iwan