
Bima terkejut ketika mendengar Rina dan Yudha membatalkan rencana pernikahan. Bahkan sekarang sahabatnya waktu SMA itu sudah pergi ke Dubai tanpa berpamitan dengan dirinya.
Ada apa? Bima begitu penasaran hingga pekerjaan di bengkel membuat dirinya tidak konsentrasi. Apa gara-gara si muka cewek? Main tikang tikung? Bima sungguh menjadi curious George sekarang tinggal bawa pisang.
Merasa gemas sendiri, akhirnya Bima memutuskan untuk ke kantor mertuanya untuk bertemu dengan Hoshi.
"Bang Jono, aku titip bengkel ya!" ucap Bima kepada tangan kanannya.
"Mau kemana pak Bima?" semenjak Bima menikah dengan Arimbi, Jono membahasakan Bima dengan panggilan 'pak' untuk formalitas kepada pelanggan.
"Sungguh mati aku penasaran..." dendang Bima sambil lalu.
"Lha dia malah nyanyi dangdut" kekeh Jono.
Bima memilih naik Range Rover nya menuju kantor Bara Giandra.
***
"Hoshi tidak ada? Kemana?" tanya Bima ketika sampai di ruangan Hoshi.
"Tuan Reeves ke Surabaya, tuan Baskara, bersama dengan Taufan Abisatya. Ada peninjauan lokasi proyek disana" ucap Hani, asisten sementara Hoshi disaat dirinya dan Taufan tidak ada di tempat.
"Bah! Malah hilang!" sungut Bima. "Ya sudah, Hani. Thanks." Calon Daddy itu memilih untuk pergi ke gedung PRC group untuk mengajak istrinya makan siang.
***
"Bleeeehhh! Panasnyaaaa" keluh Hoshi yang sekarang sudah melepaskan jas dan hanya memakai kemeja hitam yang digulung ke siku. Dasinya sendiri sudah disimpan di saku celana kantornya.
Taufan sendiri juga sama dengan bossnya, jasnya dia sampirkan di lengannya dan tetap mengawasi lokasi yang hendak dijadikan bengkel baru Giandra Otomotif Co.
"Pak Quinn, kita akan mulai ground breaking Minggu depan dan sekarang fase pembersihan" lapor Taufan.
Hoshi memeriksa semuanya termasuk dengan para arsitek dan kontraktor PRC group yang menghandle. Meskipun tahu PRC group Surabaya dipegang oleh Oomnya, Mark Neville yang terkenal teliti tapi Hoshi tetap harus tahu semuanya.
Setelah selesai berdiskusi dengan para tim, Hoshi dan Taufan memutuskan untuk mendatangi Mark Neville di kantor PRC group Surabaya.
***
"Akhirnya sampai juga ke Surabaya. Gimana Quinn?" sapa Mark ketika Hoshi datang bersama Taufan.
"Puanaaasss!" keluh Hoshi. "Lebih parah dari Jakarta dan Bangkok."
"Oom malah seneng disini daripada di Manchester. Payah cuaca sana, dingin banget kalau musim dingin. Kayaknya Oom memang pecinta hawa panas deh."
"Saya sih nggak masalah cuaca apa saja tapi Surabaya kebangetan panasnya menurutku" sahut Hoshi.
"Papa dan Opamu gimana kabar Quinn? Masih reseh?" tanya Mark sambil tertawa.
"Seriously Oom, mereka berdua nggak reseh dan bikin gegeran, kayaknya nggak afdol" sungut Hoshi.
"Kamu sendiri gimana? Sudah ada cewek yang kamu incar?"
"Masih on progress Oom, doanya saja."
"Apa keluarga oke?"
"Oke lah. Masih teman dekat Arimbi kok."
"Semoga lancar pedekatenya."
"Aamiin, Oom."
Setelahnya Hoshi dan Mark Neville membicarakan berbagai macam bisnis termasuk hubungan kerjasama antara PRC group dan Giandra Otomotif Co.
***
"Rina membatalkan pernikahan?" Arimbi melongo ketika mendengar suaminya bercerita. "Mas tahu dari mana?"
"Instagramnya Yudha." Bima membuka akun instagramnya dan memperlihatkan postingan Yudha yang hanya layar gelap warna hitam bertuliskan 'Jika belum jodoh mau gimana?'
"Mas sudah DM Yudha?" tanya Arimbi.
"Sudah tapi belum dibalas.. dibaca doang."
"Tapi apa yang membuat mereka membatalkan? Apa si muka cewek itu menikung?" tanya Bima.
"Akan aku tanyakan pada Rina nanti."
***
"Dia punya someone di luar sana, Rimbi. Dan Hoshi yang memberi tahukan padaku dan papa" jawab Rina saat Arimbi mengajaknya ngopi di sebuah cafe di plaza Senayan.
Arimbi sengaja mengajak Rina pergi saat sore pulang kantor. Sengaja Arimbi meminta Freya dan Haris mengedropnya di tempat toko Rina.
"Apakah gadis itu cantik?" tanya Arimbi.
Rina menatap sahabatnya dengan wajah sedih. Dirinya tetap menutupi apa yang terjadi karena sudah menjadi perjanjian antara dirinya, Hoshi dan kedua orangtuanya. Keluarga Kareem tetap ingin menjaga nama baik Yudha Dimata keluarga lain yang datang saat acara lamaran.
"You can say that, Rimbi."
"Ohh poor Rina tapi kalau memang sudah memiliki selingkuhan mending cut saja apalagi kalian baru lamaran belum menikah" ucap Arimbi.
"Iya. Alhamdulillah diberi petunjuk sebelum aku ijab qobul. Nggak kebayang aku tahunya sudah ijab qobul." Mata hijau Rina tampak menunjukkan rasa jijik yang membuat Arimbi bisa meraba bahwa Yudha sudah berbuat jauh.
"Terus kamu dengan Hoshi gimana?" goda Arimbi.
"Nggak gimana-gimana" jawab Rina cuek.
"Yakin?" Arimbi mengerlingkan matanya.
"Hu um." Kayaknya.
***
Hoshi memutuskan menginap di hotel Shangrila Surabaya bersama Taufan. Meskipun Mark Neville mengajaknya untuk tidur di apartemen miliknya tapi Hoshi menolaknya.
Mark Neville adalah seorang duda dengan seorang putri bernama Natasha yang masih kuliah di Cambridge. Istri Mark, Anne, meninggal tiga tahun lalu akibat kanker payu*dara. Sejak saat itu Mark memutuskan untuk tidak menikah lagi dan lebih memilih menikah dengan pekerjaannya meskipun putrinya mengijinkan ayahnya menikah lagi.
Dan kini Hoshi berada di kamarnya sedangkan Taufan berada di kamar lainnya. Diambilnya ponselnya dan langsung menelpon gadis yang sama-sama judes seperti dirinya.
"Assalamualaikum muka pucat" sapa gadis itu.
"Wa'alaikum salam cewek Arab. Lagi ngapain?"
"Barusan pulang. Tadi diajak ngopi sama Arimbi. Bima tahu aku tidak jadi menikah dengan Yudha."
"Apa yang kamu bilang?"
"Yudha punya orang lain dan Arimbi menyimpulkan gadis itu cantik. Aku iyakan soalnya aku tidak yakin Bima akan diam saja mendengar sahabat SMA nya berubah seperti itu."
"Lebih baik begitu. Jika Bima tahu akhirnya setidaknya bukan dari kamu dan keluargamu maupun aku."
"Aku ngantuk, Hosh." Hoshi mendengar suara Rina menguap
"Have a nice dream, cewek Arab."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek soalnya aku juga dah ngantuk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Bonus Bang Hoshi
Sang Asisten, Taufan Abisatya