Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Setelah Resepsi



Dua hari dihabiskan Hoshi dan Rina di apartemen milik pria cantik itu. Soal makan pun Taufan yang mengantarkan semua bahan makanan ke apartemen karena pasangan pengantin baru itu ogah mengaktifkan ponsel masing-masing. Bahkan Hoshi sampai memakai ponsel jadul yang hanya bisa telpon dan SMS hanya untuk berkomunikasi dengan Taufan.


Senin pagi ini, Hoshi pun sudah bersiap kembali ke kantor Giandra Otomotif Co karena dirinya memang tidak mengambil cuti lama. Rina bertanya kenapa suaminya tidak mengambil cuti panjang sekalian honeymoon.


"Rencananya aku mau ajak kamu honeymoon setelah idul Adha bulan depan jadi sekalian lah cuti lama" jawab Hoshi.


"Memangnya kamu mau ajak aku kemana?" tanya Rina sambil menyiapkan sarapan.


"Kamu maunya kemana? Dubai? Tokyo? New York? Manchester? London?"


"Bagaimana kalau kita ke Dubai lalu ke London?" usul Rina.


"Memang kenapa?" tanya Hoshi bingung.


"Soalnya aku mau lihat kastil milik Oma Rain" cengir Rina.


"Astagaaa! Hanya itu?"


Rina mengangguk semangat.


"Oke. Kita ke Dubai dan London" putus Hoshi.


***


Keduanya kini sudah bersiap-siap untuk kembali bekerja dan ponsel masing-masing pun sudah menyala. Sontak suara notifikasi bertubi-tubi masuk ke dalam ponsel mereka.


Hoshi tertawa terbahak-bahak melihat pesan yang dikirimkan oleh Eiji.


Dasar cucu durjana, durhakim! Sembarangan nyuruh Opa mu beliin bensin? Memangnya kamu masih SMA ? Pulang kamu !


Rina hanya menggelengkan kepalanya membaca pesan Opa gesrek Hoshi. Rina tahu meskipun suaminya dan opanya sering berseteru, tapi mereka saling sayang satu sama lain.


"Tiger, nanti pulang kerja kita ke rumah papa Levi dan mama Yanti ya sebelum mereka kembali ke New York" pinta Rina sembari menuju pintu apartemen.


"Iya, paling terjadi huru hara di rumah." Hoshi mengambil kunci mobil Mercedes milik Eiji dan merangkul pinggang istrinya lalu keluar bersama.


Ketika berbalik setelah mengunci pintu, keduanya terkejut melihat Haris dan Freya berada di seberang mereka. Apartemen sepupu Hoshi itu memang posisinya bersebrangan.


"Aaaaaahhhh! Anak nakal!" teriak Freya sambil menghampiri Hoshi dan memukuli bahunya. "Dicariin nggak tahunya ngumpet disini!"


"Dih cewek Ghostbuster! Pedes tahu! Ingat! Elu lagi bunting!" protes Hoshi.


"Hamil, cumi! Bunting mah kucing!" balas Freya judes.


Haris hanya tersenyum melihat istri bar-barnya heboh dengan sepupunya. "Cerdik kali kau, Quinn. Pilih tempatnya."


"Kalian nggak ada yang nyangka kan?" cengir Hoshi sambil menggandeng Rina sedangkan Haris merangkul bahu istrinya yang masih mode judes.


"Gue akui. Smart move, mulut cabe" kekeh Freya.


"Elu tuh lagi hamil muda, jangan batin gue. Soalnya gue nggak tanggung jawab kalau anak lu mirip sama gue gara-gara elu sebel ma gue" cengir Hoshi.


"Eh cumi!" bentak Freya ketika keempatnya masuk ke dalam lift. "Kagak ya! Yang jelas bakalan mirip sama gue dan Haris."


"Asal nggak ikutan jirihnya Haris saja" gelak Hoshi durjana.


"Iiissshhh kalau nggak inget aku hamil, udah aku banting kamu!" geram Freya.


"Kamu tuh nggak bisa ngalahin aku, Fre" seringai Hoshi.


Rina dan Haris saling berpandangan.


"Jangan dipisah!" seru keduanya sambil menatap pasangan masing-masing.


***


Acara ke rumah keluarga Reeves akhirnya dibatalkan karena Levi, Nathan, Kresna dan Abrisam hendak melakukan acara pembubaran panitia pernikahan ganda antara Hoshi dan Rina serta Safira dan Bagas di mansion Neville.


Beberapa opa Oma sudah pada kembali ke negara masing-masing namun para Oom, Tante serta para sepupu Hoshi dan Safira masih berada di Jakarta semua.


Para sepupu paripurna itu langsung menggoda keempat orang pengantin baru itu yang membuat Rina dan Safira memerah wajahnya. Apalagi Benji marah-marah ke Hoshi yang dengan cerdiknya mengganti mobilnya.


"Cerdas kan gue?" kekeh Hoshi jumawa.


"Nyebelin lu mas!" ucap si bontot.


"Mas Bagas, lu nggak kasar kan sama adik gue?" selidik Anarghya dan Adrian, putra Bara Giandra dan Arya Ramadhan ke arah Bagas yang malam ini memakai kemeja hitam



"Kenapa kalian kepo?" tanya Bagas bingung.


"Dih, urusan gue sama Clumsy lah" gelak Bagas durjana.


"Jiaaahhh, dia makin nyebelin!" sungut Adrian yang masih kuliah di Swiss. Pria yang memiliki wajah cantik seperti kembarannya Anandhita itu memang sengaja memilih liburan semester ke Jakarta demi menghadiri pesta pernikahan kedua sepupunya.



"Apaan bawa Clumsy?" tanya Safira yang memakai outfit dengan warna sama milik suaminya.


"Elu nggak dinakalin sama Oom satu ini kan?" tanya Adrian.


"Lho memang kenapa kalau dinakalin? Wong enak kok" jawab Safira asal yang membuat dua sepupunya melongo sedangkan Bagas tertawa terbahak-bahak.


"Astagaaa! Safiraaaaa!"


***


Acara pembubaran panitia pun diikuti dengan sebuah pengumuman dari Arjuna dan Sekar. Keduanya mengumumkan bahwa Rama dan Astuti akan melangsungkan pernikahan pada bulan Desember tahun ini.


Tentu saja membuat para keluarga besar disana heboh bahagia apalagi mereka semua tahu bahwa Astuti sama seperti Aji yang tuna rungu.


Rama menyatakan bahwa dirinya bersyukur kedua orangtuanya menerima Tuti dengan tangan terbuka meskipun calon istrinya memiliki kekurangan.


"Fisik boleh kurang tapi hati dan inner beauty berlebih dan satu yang membuat aku setuju Astuti bersama Rama. Setidaknya anak kesed ( malas ) ini rajin mandi dan semoga seterusnya seperti itu" ucap Arjuna yang membuat para sepupu Rama tertawa terbahak-bahak karena tahu kebiasaan buruk pria ganteng yang wajahnya mirip dengan opa Elangnya adalah malas mandi.


"Nggak ada acara ngeles nggak usah mandi karena sudah ganteng ya, boy!" ledek Sekar yang membuat para Oom dan Tante Rama tertawa.


Rama hanya nyengir sambil menatap Astuti yang menunduk malu.


Bima dan Arimbi serta Aji dan Falisha adalah orang yang paling berbahagia mendengar Rama benar-benar serius dengan gadis manis itu. Begitu juga dengan Rina yang memang sudah mengenal Tuti sejak remaja dan tahu gadis itu paling kalem dari mereka berempat kalau sedang kumpul jaman SMP.


"Akhirnya mas Rama lepas masa jomblo juga" gumam Hoshi sambil mencium pucuk kepala Rina.




"Aku bahagia Astuti masuk ke keluarga kamu, Tiger. Astuti anak baik meskipun dari keluarga sederhana" senyum Rina.


"Hei, kami tidak pernah melihat kekayaan seseorang yang penting hati nya, cewek Arab."


Rina menepuk paha suaminya. "Iya, aku tahu itu, Tiger. Jangan manyun lah!"


"Ohya, kayaknya Ayrton juga lagi jatuh cinta tuh" bisik Hoshi ke Rina.


"Kok tahu?" balas Rina sambil melihat sepupu Hoshi yang merupakan salah satu dari empat Emir di Dubai itu lebih asyik bermain dengan ponselnya.


"Kan kelihatan kemarin dia nempel terus sama saudaranya Oom meshum itu. Apalagi pas gadis itu mendapatkan buket bunga dari si ceroboh. Kelihatan tuh si Ayrton tersenyum macam orang bodoh."


Rina mendelik. "Kok orang bodoh?"


"Bukankah begitu? Orang kalau jatuh cinta, terkadang seperti orang bodoh suka senyum-senyum sendiri." Hoshi menatap Rina sambil tersenyum. "Macam aku ini lah."


Rina tertawa.


"HOSHI!" panggil Eiji yang membuat sang cucu memutar matanya malas.


"Njih Opa" jawab Hoshi sambil menghampiri opanya.


"Nih! Nota bensin! Ganti ya!" Eiji menyerahkan selembar kertas nota pembelian bahan bakar untuk Audi milik Hoshi.


"HAAAAHH? Minta ganti?" seru Hoshi.


"Salah siapa ngerjain Opa, hah?" balas Eiji judes.


"Dasar Opa durjana!"


"Kamu juga cucu durhakim!"


Dan kedua opa dan cucu itu pun harus dipisahkan oleh Levi dan Bara agar tidak terus ribut.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️