Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Eiji v Hoshi



Dua orang yang mendapatkan buket bunga mawar dari kedua pengantin itu mendapatkan sorotan dari banyak pihak terutama Patrick Rogers, pria berkebangsaan Amerika seorang pengusaha perusahaan game.


Saat ini acara resepsi sudah selesai bahkan Rina sendiri sudah berganti sandal jepit yang memang disimpan di balik kursi pelaminan, begitu juga dengan Safira yang lebih suka memakai sandal hotel.


Hoshi dan Bagas sudah melepaskan jas dan tuxedonya meninggalkan kemeja putih yang digulung hingga ke siku. Keduanya tampaknya masih kepo dengan nasib Mariana dan Patrick.


"Kalian berdua kagak urus bini masing-masing?" tanya Abi ke Bagas dan Hoshi.


"Masih juga jam sebelas malam. Kita ala Cinderella saja, jam dua belas kabur" sahut Hoshi cuek.


"Jangan bilang kalian niru aku dan Aji" ledek Haris, suami Freya. Hoshi dan Bagas hanya nyengir penuh arti.


Bagas lalu menghampiri Mariana yang sedang dikerubuti oleh saudara-saudaranya dari pihak keluarga Hadiyanto.


"Alamat lu nikah secepatnya tuh Na" kekeh Bagas ke Mariana yang masih duduk dengan wajah memerah karena ledekan banyak orang.


"Nikah sama siapa Gas? Kamu tahu sendiri kenapa" senyum Mariana yang tampak sumbang.


"Kalau ada yang mau sama kamu, gimana?" goda Bagas.


"Alhamdulillah" jawab Mariana lugas.


Dari jauh Ayrton Schumacher tampak memperhatikan interaksi Bagas dan Mariana yang tampak serius. Ada rahasia apa sebenarnya?


Tak lama satu persatu tamu dari pihak keluarga Rina dan Bagas pun berpamitan pulang meninggalkan para anggota keluarga klan Pratomo saja. Kresna Hadiyanto sendiri sudah berpamitan pulang bersama Chandra dan istrinya.


Mariana sendiri pulang bersama dengan kedua orangtuanya setelah tadi mengobrol sebentar dengan Ayrton dan saling bertukar nomor ponsel.


Interaksi Ayrton dan Mariana sendiri tidak lepas dari pengawasan para tetua klan Pratomo termasuk Javier dan Senna yang saling berpandangan.


"Kalian nggak usah mikir macam-macam deh!" ancam Agatha Arata dan Fatimah Al Jordan saat melihat suami masing-masing seperti satu server.


"Sen, suruh Karl selidiki siapa gadis yang membuat Ayrton seperti itu" titah Javier mengacuhkan Omelan istrinya.


"Tanpa kamu suruh, Karl dan Sabine sudah meminta bantuan Bryan" cengir Senna.


"Oh astaga kalian berdua tuh!" Fatimah hanya bisa menepuk jidatnya.


***


"Kamu mau kemana Toyib junior?" panggil Eiji melihat Hoshi menggandeng Rina sambil tangan lainnya menenteng sepatu Jimmy Choo bewarna silver.



"Jeez Opa nih! Jalan-jalan sama istri" jawab Hoshi asal.


"Jalan-jalan kemana? Kamu nggak mau interogasi Patrick the friendly ghost?" tanya Eiji.


"Casper tuh the friendly ghost kalau Patrick bukan temannya Spongebob. Opa tuh sukanya ngadi-ngadi deh!" sungut Hoshi gemas.


"Yang penting maksud. Eh kamu kok jalan-jalan? Harusnya nikmati malam pertama dong! Pasangan aneh" gumam Eiji.


Hoshi menatap Opanya dengan wajah manyun. "Apa ya kudu diperjelas tho Opa Eiji Adipramana Reeves yang gesrek?"


"Oh, ya udah sana unboxing" ucap Eiji. Hoshi tidak menyia-nyiakan kesempatan kabur bersama Rina yang sedari tadi diam saja sambil menahan tawa.


"Eh tunggu! Toyib junior!" teriak Eiji. "Kamu belum dikerjain supaya nggak unboxing!"


Namun Hoshi dan Rina sudah masuk ke dalam lift. Tentu saja teriakan Eiji membuat semua orang menoleh ke arah pianis legenda itu.


"Astaga Toyib senior itu benar-benar deh!" omel Levi kesal dengan ulah sang Daddy.


Bagas dan Safira yang masih tertinggal disana hanya saling berpandangan. Memangnya mau dikerjain apaan sih?


"Berhubung si mulut cabe kabur dan kamu masih ketinggalan disini, so kamu ikut kita Gas" seringai Abi sambil menarik Bagas dari sisi Safira lalu membawanya pergi bersama dengan para sepupunya yang pria.


"HAAAAHH?" Bagas pun panik. "Safiraaaaa!"


"Maap Oom, aku tidak bisa melawan kakak-kakakku" cengir Safira.


"Bi, jangan diajak mabuk lho ya!" teriak Rhett.


"Cuma cobain bir punya O'Grady" sahut Abi cuek.


"Oh astaga!" ucap Kaia.


Patrick Rogers sendiri sedang dalam interogasi Fuji Al Jordan dan Sheira Hayami bersamaan dengan Faranisa.


***


Bagas kini berada di sebuah lounge hotel yang memang disewa oleh semua pria generasi kelima Pratomo dan mereka semua memesan minuman beralkohol.


"Kamu sudah pernah mencoba bir buatan keluarga Daddy ku belum?" tanya Abi sambil memberikan segelas besar bir warna hitam.


"Belum karena sudah lama aku tidak minum minuman keras lagi." Bagas menatap horor ke gelas besar itu.



"Joey Bianchi menikah dengan...?"


"Georgina O'Grady keponakannya Oom Rhett" jawab Joey yang ikut gabung. "G dokter gigi dan kami satu tempat bekerja di Bellevue New York."


"Hoshi tidak bisa dihubungi" ucap Luca.


"Curang tuh mas Hoshi. Semua dioffline" omel Benjiro yang sibuk mentracking kakak sepupunya.


"Coba Audi nya di cari Ben" sahut Travis.


"Audinya malah masih ada di parkiran hotel" lapor Alaric. "Lha si cabe setan naik apa ya?"


"Jangan bilang pakai Mercedes punya Opa Eiji" gumam Adrian Ramadhan.


"Mati aku!" seru Benji.


"Kenapa Ben?" tanya Luca.


"Aku tidak tahu kode komputer Mercedes opa Eiji."


***


Hoshi dan Rina sampai di sebuah apartemen mewah yang satu lantai dengan apartemen milik Haris dan Freya. Sengaja Hoshi memilih apartemen disana tanpa sepengetahuan keluarganya karena dia tahu pasti akan mencari apartemen miliknya yang lama.



"Kamu sengaja membeli apartemen disini?" kekeh Rina sambil melihat-lihat apartemen milik Hoshi.


"Untuk mengelabui para musuh, kamu harus berada di dekat musuhmu agar mereka tidak curiga." Hoshi membawa koper milik mereka berdua menuju lantai dua tempat kamar mereka berada.


"Apartemen mbak Freya dan Haris kan bukan disini tho?" tanya Rina sambil mengikuti suaminya.


"Freya kan hamil anak pertama dan Haris ingin apartemen yang lebih luas jadi mereka membeli disini."



Rina menatap suka dengan nuansa coklat putih di kamar mereka. Pelan, dia mulai membuka lemari baju disana dan dirinya terkejut terdapat beberapa baju yang dia pilih saat hendak seserahan tapi tidak jadi dibeli.


"Tiger? Ini baju?" tanya Rina bingung.


"Kamu kan sudah pegang itu tapi nggak jadi beli kan? Ya sudah aku ambil saja" senyum Hoshi.


Rina menatap Hoshi dengan tatapan hangat. "Ternyata kamu tuh bisa romantis."


Hoshi menatap Rina lembut. "Aku romantis dengan caraku sendiri, cewek Arab."


Rina pun mendekati Hoshi. "Lalu, apartemen ini dibeli oleh siapa? Mengingat semua sepupumu tukang tracking orang."


"Taufan yang beli tapi pakai uang aku."


Rina menaikkan sebelah alisnya. "Taufan Abisatya? Asisten kamu? Lalu uangnya?"


"Aku transfer lah. Apartemen ini masih atas nama Taufan sayang."


Rina tertawa. "Taufan kaya dong punya aset."


"Minggu depan sudah balik nama ke aku. Hanya seminggu ini saja menjadi milik Taufan." Hoshi memeluk Rina. "Aku kasihan sama Bagas."


"Kenapa?" Rina pun membalas pelukan Hoshi.


"Dia pasti diseret oleh semua sepupu durjana ku" gelak Hoshi.


***


Eiji terdiam melihat Mercedes Benz C-Class merahnya tidak ada di tempat parkir dan hanya ada Audi milik Hoshi. Pria paruh baya itu hanya bisa merengut ketika melihat sebuah kertas diselipkan di kaca jendela Audi itu dengan ditindih wiper.


Opa, Hoshi pinjam mobilnya ya. Pakai saja Audi Hoshi. Ohya, jangan lupa diisi bensinnya, Hoshi lupa.


"Hoshi Paramudya Quinn Reeves!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Unboxing nya sabar Yaaaa 😁😁😁


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️