Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Sakit



Ayrton akhirnya mendapatkan nama dokter yang akan menangani Yudha berdasarkan rekomendasi dari temannya yang dokter di rumah sakit Al Zahra.


"Namanya dokter Atifa Syarief? Perempuan?Emang nggak ada dokter cowok Ay?" pendelik Hoshi.


"Menurut temanku, dokter Atifa paling bagus mas. Toh sekarang kan jaman sudah berbeda mas, cewek juga pintar-pintar lho! Lihat saja semua sepupu perempuan kita."


"Bukan itu cumiii! Ini periksa aneh-aneh lho! Barang cowok!" pelotot Hoshi.


"Mas, coba tanya Dhita deh! Dia kan anak kedokteran pasti sudah pernah melihat barang cowok" gelak Direndra yang langsung membuat Hoshi menoleh dengan wajah garang. "Demi medis mas, demi medis!"


"Nggak ada dokter lain apa?" gerutu Hoshi.


"Coba aku yang ajak Yudha ke rumah sakit tanpa memberitahukan dokternya perempuan. Gimana?" tawar Rina.


Semalam usai melihat Yudha pulang, keenam orang itu pun memutuskan untuk pulang juga. Apalagi Enzo harus beristirahat cukup untuk latihan balapan esoknya.


Dan pagi ini, kelimanya berada di istana Al Jordan membahas soal jadwal pemeriksaan untuk Yudha.


"Aku sudah membuat janji dengan dokter Atifa dan kalian bisa bertemu dengannya nanti pukul satu siang di rumah sakit Al Zahra." Ayrton menatap ponselnya.


"Ini lagi malah main janjian !" hardik Hoshi kesal.


"Sudah-sudah. Yudha sudah oke nanti bertemu di Al Zahra" ucap Rina menengahi keributan Hoshi dengan adik-adiknya.


"Beneran deh, mas Hoshi tuh bakalan cepat tua kalau muring-muring terus!" komentar Benji sambil bermain ponselnya. "Aduuuhh!" Benji mengusap dahinya yang ditoyor oleh Hoshi.


"Sembarangan! Aku tuh awet muda tauk!" cebik Hoshi kesal.


"Iisshh mas Hoshi bar-bar!" sungut Benji sambil mengusap keningnya.


"Nanti aku antar saja mas" ucap Direndra. "Ayrton tidak mungkin ke rumah sakit tanpa diikuti wartawan karena dia Emir Al Jordan."


***


Tepat jam setengah satu, Hoshi, Direndra dan Rina sudah sampai di lobby rumah sakit Al Zahra menunggu kedatangan Yudha. Tak lama, pria itu datang dengan wajah tegang dan sedikit pucat.


"Are you okay?" tanya Direndra concern.



Direndra Al Azzam Blair


"I don't know, Emir Al Azzam" jawab Yudha ke arah pria tampan itu.


"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa, Yud" sahut Hoshi sembari memeriksa pekerjaan yang dikirimkan oleh Taufan melalui iPad nya. Bara sudah mengijinkan Hoshi untuk menyelesaikan urusannya dengan Yudha.


"Iya" jawab Yudha lemah dengan nada tidak yakin.


Tak lama seorang suster datang menghampiri Direndra untuk mengatakan dokter Atifa sudah siap menerima pasien spesial permintaan Emir Al Jordan.


Yudha pun masuk dengan ditemani Hoshi yang memasang wajah datar. Betapa terkejutnya Yudha ketika mengetahui dokternya adalah seorang perempuan.


"Selamat siang tuan. Kalau boleh tahu, yang mana Emir Al Jordan?" sapa dokter cantik itu ramah.



"Saya sepupunya Ayrton dan Enzo Al Jordan, Paramudya Quinn, sedangkan pasiennya ini Yudha Hadiprojo." Hoshi menunjuk ke Yudha yang tampak gugup.


"Baik Tuan Quinn. Tuan Hadiprojo, Perkenalkan syaa dokter Atifa Syarief, ada keluhan apa?" tanya Dokter cantik itu.


Yudha tampak kelu dan tidak bisa berkata apapun dan hanya melirik ke Hoshi yang seolah tidak membantu juga.


"Ngomong sendiri cumi! Kamu berbuat, kamu bertanggungjawab!" hardik Hoshi judes yang membuat dokter Atifa tersenyum.


"Saya...ingin memeriksa kesehatan ... saya" bisik Yudha.


"Kehidupan sek*sual anda bagaimana tuan?" tanya dokter Atifa lembut.


"Saya... " Yudha melirik ke arah Hoshi. Dan lagi-lagi pria cantik itu mengacuhkan dirinya. "Saya memiliki... kehidupan yang... sedikit...bebas."


"Banyak kau itu! Tidak sedikit tahu!" cebik Hoshi sarkasme.


"Panggil Yudha saja" pinta Yudha.


"Baik Tuan Yudha. Kita memang tidak bisa memeriksa tanpa tes darah tapi tanda-tanda itu bisa dilihat. Setelah saya periksa luar, anda akan saya rujuk ke laboratorium untuk ambil darah karena dari situ saya bisa membuat keputusan pengobatan seperti apa yang terbaik untuk anda."


Dokter Atifa pun berdiri untuk mempersilahkan Yudha masuk ke ruang periksa dengan ditemani dua orang suster.


Hoshi sendiri memberikan pesan kepada Bima kalau Yudha bersedia diperiksa di rumah sakit Al Zahra.


📩 Werkudara : Alhamdulillah dia mau berobat muka cewek. Apa sudah tahu bagaimana kesehatannya?


📩 Muka Cewek : Masih periksa luar dan tadi sepertinya harus tes di laboratorium termasuk ambil darah.


📩 Werkudara : Aku akan ijin jeng Arimbi untuk bisa ke Dubai menemui Yudha. Semoga aku tidak emosi untuk menghajarnya.


📩 Muka Cewek : Bini lu lagi hamil, Werkudara! Jangan bikin masalah! Kabari kapan kamu ke Dubai biar dijemput.


📩 Werkudara : Ya iyalah bambaaannggg. Tega kali kau tidak jemput iparmu yang tampan ini.


Hoshi memutar matanya malas. Ipar narsis!


📩 Muka Cewek : Kalau sama elu, gue tega! Tega banget malah!


📩 Werkudara : Gue bilangin ke Jeng Rimbi lho!


📩 Muka Cewek : Lu laki tukang ngadu ke bini!


📩 Werkudara : Biarin! Wek! 🤪🤪🤪


Awas besok kalau ketemu! Gue hajar Lu!


Chat Hoshi dan Bima berhenti ketika dokter Atifa dan Yudha selesai melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana dok?" tanya Hoshi serius.


Wajah dokter Atifa menunjukkan wajah yang prihatin.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tuan Yudha mengidap gonorrhea dan Klamidia. Maaf tapi itu baru pemeriksaan luar dan bisa dibuktikan dengan adanya hasil laboratorium melalui tes darah."


Hoshi menatap Yudha sedih. "Astaghfirullah, Yudha. Itu penyakit berbahaya semua." Dalam hatinya Hoshi bersyukur Rina tidak jadi menikah dengan Rina karena dirinya tidak bisa membayangkan gadis idamannya menderita sakit berbahaya seperti itu.


"Saya memberikan antibiotik dosis tinggi ya tuan Yudha dan saya minta anda rutin berobat dengan saya karena jika anda tidak rutin, anda tidak akan sembuh. Anda masih beruntung ini gejalanya masih ringan tapi saya harus memastikan melalui test darah." Dokter Atifa membuat surat rujukan ke laboratorium.


"Tuan Yudha, saya minta berhenti dari perilaku menyimpang anda. Bukan demi saya, atau demi tuan Quinn, tapi demi diri anda sendiri. Pikirkan orang tua anda, apalagi ibu anda. Saya yakin beliau pasti tidak menyangka anaknya menderita penyakit horor ini."


Yudha menatap nanar ke arah dokter Atifa.


"Apakah bisa sembuh total dok?" tanya Hoshi.


"Insyaallah tuan Quinn tapi karena ini bakteri nya berbeda maka treatment nya pun berbeda meskipun dua-duanya bisa disembuhkan dengan antibiotik. Yang penting sekarang adalah, tuan Yudha menghentikan semua kegiatan sek*sual sama sekali. Puasa!" Dokter Atifa menatap tajam. "Anda sudah terlalu lama bersenang-senang, kini waktunya Anda beristirahat, sembuhkan diri anda dulu."


Hoshi tersenyum tipis. "Aku setuju dengan dokter Atifa. You're too much having fun! Tidak ada pesta yang tidak bubar. Hasilnya apa Yud? Nothing! Kamu malah sakit dan mendapatkan virus berbahaya. Dan jika kamu tidak sadar sampai detik ini, aku hands up. Bahkan aku akan melanggar janjiku pada Bima untuk membantu kamu. Apa kamu tidak tahu kalau Bima sangat mencemaskan dirimu? Dan sekarang aku balik tanya. Jika teman-teman segerombolan kamu selama ini tahu kamu sakit, apakah mereka akan menolongmu? I don't think so!"


Yudha hanya terdiam. Benar kata Quinn, pasti teman-teman dan kekasihku akan menjauhi diriku dan hanya orang yang tulus yang akan membantu aku. Ya Allah, ampuni aku.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Bisakah seseorang terkena dua penyakit kelamin sekaligus? Jawabannya, bisa. Meski terkesan mustahil, nyatanya seseorang memang bisa terkena dua penyakit kelamin sekaligus. Ketika Anda berhubungan se*ks dengan orang yang samapun, kedua penyakit tersebut bisa muncul beriringan.


Jika Anda secara sek*sual memang aktif dan tidak menetap pada satu pasangan saja, risiko terkena dua penyakit kelamin sekaligus mungkin saja terjadi. Pasangan yang tidak sering memeriksa kesehatan kelamin secara teratur, berisiko tinggi untuk tertular. Ingat, penyakit kelamin atau penyakit menular seksual umumnya akan muncul tanpa ada sadari. Virus yang ada di kelamin Anda bisa bertahan lama hingga ditulari virus baru. Maka tak jarang seseorang bisa terserang lebih dari 2 penyakit kelamin dalam satu masa.


Sumber hellosehat.com