Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Ke Dubai



Setelah didrop oleh Freya, Hoshi kembali ke kantor Giandra Otomotif Co. Di tengah menunggu lift, Hoshi membuka ponselnya dan melihat laporan dari anak buahnya. Wajah pria itu tersenyum smirk. Tunggu tanggal mainnya.


Suara lift terbuka dan tampak Bara bersama dengan Bima disana. Wajah Hoshi yang tadinya tersenyum langsung melengos kesal melihat iparnya yang juga musuh debatnya.


"Bah, si muka cewek disini pula! Ngapain lu?" ledek Bima sambil nyengir.


"Balik kantor lah Werkudara. Elu mau kemana?" tanya Hoshi.


"Makan siang sama bapak mertua. Njih tho papi?" seringai Bima.


"Kamu mau ikut, Hosh?" ajak Bara. Dia sebenarnya agak kesal karena sudah makan tapi karena Arimbi meminta makan bersama gara-gara ngidam ingin ditemani Bara, terpaksalah dia menuruti permintaan putrinya.


"Nggak Oom. Aku habis makan siang bareng Freya."


"Ya sudah, kita pergi dulu." Bara dan Bima pergi meninggalkan Hoshi yang masuk ke dal lift.


***


Rina hanya bisa menatap Yudha yang masih mode marah-marah mengingat ucapan Hoshi di hadapannya jika dia akan merebut Rina. Kini mereka berdua berada di ruang kantor Rina di tokonya.


"Berani-beraninya dia mengklaim dirimu! Memang siapa dia! Apa ada yang terjadi saat aku masih berada di Qatar?" Yudha menatap Rina tajam.


"Tidak ada Yudha. Kan kamu tahu aku sudah memilih kamu." Rina balas menatap Yudha.


"Tapi dia pindah di Jakarta. Tinggal di Jakarta! Segala sesuatu bisa terjadi! Apalagi dia termasuk pria sombong dan nekad!"


"Lalu apa maumu?" tanya Rina kesal. Dirinya sudah benar-benar jengkel dengan Hoshi yang seenaknya ditambah dengan Yudha yang marah-marah.


"Menikah denganku!"


"Hah?" Rina terkejut.


"Kalau kau menikah dengan ku, kamu akan ikut bersamaku di Dubai dan sudah pasti Hoshi tidak bisa apa-apa jika kamu sudah menjadi milikku! Apa dia mau jadi pebinor? Berani dia mempertaruhkan nama baik keluarganya menjadi skandal?"


Rina melongo. Menikah? Iya benar aku sayang dengan Yudha tapi untuk menikah secepat ini dan hanya karena ingin agar tidak dikejar oleh Hoshi, kok tampaknya alasan yang absurd.


"Apa kamu yakin, Yud?" tanya Rina dengan ragu-ragu. Apa kata orangtuanya?


"Yakin! Aku akan bawa ibu menemui kedua orangtuamu, Rin. Secepatnya!" ucap Yudha serius.


Rina hanya mengangguk sembari tersenyum manis.


***


Dua Minggu sejak kejadian Hoshi ribut dengan Yudha, pria jutek itu tidak pernah bertemu dengan Rina lagi. Hoshi benar-benar serius mempelajari semua job desk nya sebagai CTO ( Chief Technology Officer ) di perusahaan Oomnya.


Taufan harus beradaptasi kembali dengan ritme kerja Hoshi yang gila-gilaan dan benar-benar teliti. Semua proyek di Bandung, dia cek sendiri meskipun sudah membaca semua laporannya tapi Hoshi adalah tipe orang yang percaya jika sudah melihat sendiri.


Puas dengan proyek Bandung yang sesuai dengan proposal, Hoshi memutuskan untuk terbang ke Dubai. Bara sendiri tidak melarang keponakannya terbang kesana karena masih ada hubungannya dengan proyek Giandra di Surabaya karena Direndra adalah salah satu investornya.


"Kamu sudah hubungi Rendra?" tanya Bara ketika Hoshi berpamitan hendak ke Dubai malam ini.


"Sudah Oom."


"Oh apa kamu tahu? Rina mau lamaran besok malam" ucap Bara.


Hoshi menatap datar ke arah Oomnya. "Yakin tuh cewek Arab mau nikah sama si gali kubur?"


Bara menggelengkan kepalanya. "Gali minyak Hoshi, gali minyak!"


"Nggak lama dia akan gali kubur kok!" cengir Hoshi dengan pedenya.


"Cih! Ayrton perlu ditatar soal kegesrekan! Oom yakin tuh dia lahir dari rahim Tante Sabine? Kok nggak meyakinkan ya?" cebik Hoshi.


"Kamu mau dihajar sama tantemu? Beneran deh Hosh!"


***


Hoshi tiba di Dubai International Airport pagi hari dan dirinya tersenyum lebar melihat dua sepupunya sudah menjemputnya dengan baju santai.


Direndra dan Ayrton sama-sama berusia hampir 23 tahun, lebih muda satu setengah tahun tahun dari Hoshi. Direndra atau Rendra biasa dipanggil lebih open dan ramai dibandingkan dengan Ayrton yang cool dan tenang.


"Yo, bang!" panggil Rendra antusias kedatangan kakak sepupunya yang mulut cabe.


"Adik-adik durjanaku" ucap Hoshi sambil memeluk Rendra dan Ayrton.


"Ya salam kita dipanggil durjana" kekeh Rendra sedangkan Ayrton hanya tersenyum tipis.



Direndra Al Azzam Blair



Ayrton Al Jordan Schumacher


"So, kabarnya elu kabur dari acara lamaran Rina Kareem. Beneran tuh?" kepo Rendra.


"Ada saatnya cumi, ada saatnya" seringai Hoshi licik.


"Ini nih gue sebel ma kakak gue satu ini! Liciknya itu lhooo!" omel Rendra.


"Kamu tahu sesuatu bang?" tanya Ayrton sambil masuk ke dalam Range Rover milik Rendra yang disopiri oleh salah satu pengawal. Di belakang mereka juga ada satu mobil Range Rover dengan pengawal di dalamnya.


Mengingat bahwa kedua pria tampan itu adalah keturunan Al Azzam dan Al Jordan, kedua kakek mereka tidak bisa melepas mereka tanpa pengawalan ketat.


"Kalian masih dikasih baby sitter?" ledek Hoshi sambil melihat mobil pengawal mereka.


"Masih. Kamu masih belum menjawab pertanyaan ku bang" sahut Ayrton.


"Aku tahu sesuatu, Ayr dan tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya." Hoshi menatap pemandangan Dubai sambil menerawang.


Ayrton dan Rendra hanya saling berpandangan.


Apa lagi yang direncanakan sama mulut cabe satu ini?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Bonus Babang Hoshi