
*Sorry kemarin terjadi Mislek background dan timing story Dan sudah aku revisi. Kalau mau tahu karakter Hoshi aku ambil dari siapa? Suamiku ... Hehehehe. Suamiku itu 11-12 ma Hoshi kalau sudah keluar bon cabenya*
Para orang tua disana hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua sejoli yang baru saja bertunangan. Hoshi memang menginginkan acara lamaran tidak perlu membawa rombongan sirkus yang pasti akan rusuh tanpa beban.
Tadi selepas sholat ashar, Hoshi sempat mengatakan ingin melaksanakan ijab qobul seperti Levi dulu hanya keluarga inti sedangkan keluarga besar cukup menyumbang dengan nominal yang sudah ditetapkan tapi Eiji dan Levi tidak menginginkan hal itu.
Setelah acara perdebatan akhirnya Hoshi mau mengadakan acara ijab qobul dan resepsi namun dia meminta hanya dihadiri keluarga besar baik dari dirinya maupun Rina.
"Keluarga besar saja sudah satu kelurahan yang datang, belum keluarga Rina" ucap Hoshi tadi sore.
"Kamu tuh mikir dong cumi! Jabatanmu sekarang Chief Technology Officer, CTO. Banyak rekan bisnis Giandra Otomotif Co yang berhubungan sama kamu. Jangan egois lah!" Levi menatap tajam ke putranya.
"Lha Daddy dulu bisa, kenapa aku nggak?"
"Habis itu Daddy dan mama ngadain resepsi khusus rekan bisnis di New York jadi tetap lah!" balas Levi.
Hoshi pun mengangguk. Benar juga. Aku tidak boleh egois karena membawa nama Giandra Otomotif Co.
Dan kini, Hoshi berbahagia bisa mendapatkan gadis yang mampu membuatnya sedikit halus... sedikit lho ya.
"Ehem! Kalian berdua!" dehem Eiji.
Hoshi dan Rina melepaskan pagutannya.
"Kenapa Opa? Pengen? Nanti malam kan bisa" cengir Hoshi.
"Cucu durjana! Abrisam, kita makan sekarang yuk! Aku lapar!" Eiji pun berdiri yang diikuti Abrisam yang hanya tersenyum melihat kerusuhan keluarga Reeves.
Para orang tua itu meninggalkan Hoshi dan Rina yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.
***
"Double wedding?" seru Abrisam dan Chitra bersamaan dengan Hoshi dan Rina.
"Lho, kamu nggak tahu? Javier sudah memanggil Kresna Hadiyanto ke New York untuk acara pernikahan Bagas dan Safira. Kalian itu anak-anak kalau opa atau orang tua yang maju, sampai planet Pluto balik lagi ke tata Surya juga nggak maju-maju!" Eiji menatap serius ke Hoshi dan Rina.
"Opa, bukan kita nggak maju-maju. Kan aku sudah bilang, habis lebaran lamaran dan pasti tidak akan lama ijab. Gimana sih? Dibilang nggak maju-maju" sungut Hoshi. "Kalau Bagas mau nikah sama Safira duluan, ya Monggo."
"Kamu apa nggak inget Opa Javier sakit apa? Kita ini yang sepuh-sepuh itu tidak bisa seperti dulu lagi. Jiwa masih 30an tapi fisik nggak bisa dicolong, Hosh!" jawab Eiji.
Semua orang disana terdiam.
"Tiger, double wedding seperti Falisha dan Freya juga seru. Capeknya sekaligus dan benar kata Opa Eiji, mumpung masih bisa kemana-mana. Toh intinya sama saja, menikah." Rina menggenggam tangan Hoshi.
Hoshi menghembuskan nafas panjang. Opa Javier sakit limfoma, Opa Mamoru dan Opa Joshua kena diabetes stadium dua, Oma Valora harus memakai tongkat setelah terpeleset di kamar mandi. Belum Opa Jeremy, Opa Yuki, Opa Ghani ... Para Oma.
"Gimana Hosh?" tanya Yanti lembut.
"Opa bilang sama aki-aki sok tukang Jodohin orang itu, aku nggak papa double wedding sama si ceroboh dan si Oom-oom pedofil itu. Tapi dengan syarat. Si ceroboh dilarang berbuat ceroboh!" Hoshi menatap tajam Eiji.
"Kalau soal Safira clumsy, ya itu biar urusannya Bagas. Jangan kamu marahin lagi, kasihan Safira" ucap Eiji.
"Kalau mengikuti dan menuruti adat, memang harusnya kita yang punya gawe, Vi. Tapi mengingat pak Javier dan para sepuh-sepuh di keluarga Hoshi yang aku tahu sedang tidak baik kesehatannya, aku dan Chitra tidak masalah sih nikah seperti kemarin duo F." Abrisma tersenyum ke Levi.
"Tapi biaya pernikahan, kami yang menanggung ya Levi, Yanti, karena memang kami yang punya gawe." Chitra menatap ke kedua teman baik mereka.
"Okelah kalau begitu. Aku dan Yanti yang menanggung biaya gedung dan keamanan, kalian yang menanggung katering dan dekorasi serta lainnya. Gimana?" tanya Levi.
"Iya Vi. Biarpun kalian Sultan, kami tetaplah tahu diri" cengir Abrisam.
***
Hoshi dan Rina meminta ijin untuk berjalan-jalan usai acara lamaran sederhana bin simple. Hoshi memang tidak suka acara yang terlalu heboh, baginya keluarga inti tahu dan merestui itu sudah membuatnya tenang.
"Kita mau kemana Tiger?" tanya Rina yang sekarang berusaha memanggil nama Hoshi sesuai dengan artinya, Tiger.
"Jalan-jalan lah. Kemarin kan batal gara-gara dua Toyib itu" sahut Hoshi cuek.
"Kamu tuh iseng banget manggil Opa Eiji dan Oom Levi, Toyib" kekeh Rina.
"Lha mereka tega kok, ya aku tega lah!"
Rina tersenyum. "Hoshi."
"Hmmm."
"Serius kamu jatuh cinta sama aku sejak Arimbi?"
"Sebenarnya aku tidak tahu apa itu jatuh cinta atau bukan tapi aku tidak rela melihat kamu sama pria lain dan setiap dekat denganmu, aku selalu berdebar meskipun aku tutupi dengan mulut cabeku. Jujur mengatakan ikhlas kamu dengan tukang celup itu, membuat hatiku nyesek Rin." Hoshi menoleh ke arah gadisnya.
"Ikhlas di mulut tapi nggak ikhlas di hati" gumam Rina.
"Bettuuullll!" seringai Hoshi.
Rina pun melengos.
"Love you Rina Maliha Kareem" ucap Hoshi sambil mencium pipi gadis itu.
"Love you Hoshi, my Tiger" balas Rina.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Maaf aku harus ke Jakarta karena ortu sakit dan mungkin agak tersendat buat upnya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️