Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Lebaran Ala Keluarga Pratomo 2



Hoshi berjalan mencari Rina dan tampak gadis itu sedang berbincang dengan mamanya Yanti, Falisha dan Davina


"Cewek Arab!" panggilnya.


"Ya Allah Hoshi! Mbok manggilnya yang mesra kenapa sih?" hardik Yanti yang gemas putranya tidak ada sisi romantis sama sekali.


"Itu sudah paling mesra, mama" ucapnya cuek.


"Apa muka pucat?" balas Rina.


"Astaghfirullah, kamu pun sama?" seru Yanti sambil menepuk jidatnya.


Davina dan Falisha tertawa.


"Apa benar kamu ingin kita ijab qobul nya memakai bahasa Arab?" tanya Hoshi ke Rina dengan wajah gusar.


"Lho kan aku keturunan Arab, sudah sewajarnya kan kamu ijab qobul dengan bahasa Arab?" jawab Rina dengan wajah polos.


"Kamu kan tahu sendiri aku paling payah bahasa Arab. Ngaji dan baca Al Quran tak apa tapi ngomong Arab payah!"


"Anggap saja lagi ngaji."


"Beda atuh neng!"


"Sarua atuh cumi!"


"Aku tidak tahu kehidupan rumah tangga mereka bagaimana. Sebab kalau Falisha dan Aji, adem-adem saja nggak ramai macam Hoshi dan Rina" kekeh Davina.


"Rumah tangga kami bakalan sakinah mawadah warahmah, Tante Davina" sahut Hoshi cuek.


"Aamiin tapi yang Tante maksud apa rumah tangga kalian akan ramai seperti ini?"


"Iyalah, no gelut no life Tante" ucap Hoshi sambil melirik judes ke Rina.


"Mas Hoshi, mulai sekarang belajar ijab qobul pakai bahasa Arab ya" kekeh Falisha yang bahagia mendengar rencana Rina mengerjai Hoshi.


"Kalian berdua bersekongkol kan?" Hoshi memicingkan matanya ke arah Falisha dan Rina bergantian.


"Kalau iya kenapa?" cengir Falisha. Kapan lagi ngerjain si mulut cabe?


"Falishaaa!" seru Hoshi kesal.


"Kamu kenapa Quinn?" tanya Aji, suami Falisha yang datang bersama dengan Haris dan Freya.


"Kasih tahu tuh istrimu! Bikin jutek saja !" Hoshi pun pergi meninggalkan semuanya di meja makan.


Aji, Freya dan Haris tertawa terbahak-bahak mendengar bahwa esok Hoshi harus membaca ijab qobul dengan bahasa Arab.


"Tante Yanti, serius tuh si mulut cabe harus begitu?" tanya Freya.


"Serius lah!" sahut Yanti cuek.


***


Hoshi manyun di halaman belakang sambil merokok dan membaca tata cara ucapan ijab qobul dengan bahasa Arab. Sejujurnya dia tipe orang yang mudah mengingat segala sesuatu tapi ini posisinya adalah ucapan sakral. Salah sedikit artinya bakal berbeda.



"Iiissshhh dasar cewek Arab! Ngerjain gue banget!" omelnya sambil menghembuskan asap rokoknya.


"Siapa ngerjain elu?" sebuah suara membuat Hoshi menoleh dan tampak Travis Blair dan Abi O'Grady mendatangi pria cantik itu.


"Calon bini gue lah!" sahut Hoshi cuek.


"Ijab qobul bahasa Arab?" kekeh Abi.


"Yoi!"


"Masih mending bahasa Arab, Hosh. Lha si blonde satu ini apa kabar?" ledek Travis. "Lamaran cincin gelinding, ijab qobul malah salah posisi jari pasang cincin. Untung Gandari maklum, kalau nggak dah dipecat jadi laki."


"Brengsek lu Vis. Gue gugup tahu!" sungut Abi.


"Bayu seneng ya dapat adik kembar" ucap Hoshi.


"Iya tuh, Rea lama dapat anaknya eh sekali dikasih kembar, Radeva dan Raveena. Padahal jarang kan ortu kembar punya anak kembar juga."


"Duo R tapi mirip ke Rea daripada ke Pandu" kekeh Travis.


"Gennya Rea lebih kuat kayaknya" senyum Abi.


"Mbak Rahajeng belum hamil bang?" tanya Hoshi ke Travis.


"Siapa bilang? Puji Tuhan, sudah jalan tiga bulan. Kami baru tahu sepulang dari Singapura kemarin."


"Wah, congratulations!" seru Abi dan Hoshi sambil menepuk bahu sepupu tampannya yang berprofesi sebagai pengacara.


"Thanks Bro. Keluarga kita makin banyak lagi ya" senyum Travis.


"Oom James dan Opa Neil bahagia dong" ucap Hoshi.


"Bahagia lah apalagi kalau misal nanti anakku cewek yang lahir."


"Biar beda lah, dari kemarin cowok melulu kata Opa Neil."


Abi dan Hoshi tertawa.


***


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq." Hoshi mengulang ucapan ijab qobul saat hendak menuju ruang tengah dimana semua orang berkumpul untuk membicarakan rencana pernikahan ganda kali ini.


"Nah tuh si calon pengantin datang" ucap Nathan.


"Eh ada apa ya?" Hoshi memandang ke sekelilingnya bagaiamana semua keluarga besarnya berkumpul di ruang tengah yang luas. "Ternyata cukup ya menampung satu kecamatan Pratomo."


"Cukuplah! Sudah kamu duduk sana sebelahan sama Rina!" perintah Levi yang sudah duduk lesehan. Memang ruang tengah mansion ditata untuk duduk lesehan agar semua orang bisa duduk bersama kecuali yang sepuh-sepuh tetap di sofa empuk.


Levi dan Nathan beserta Yanti dan Haura saling membicarakan tentang susunan acara pernikahan Hoshi dan Safira apalagi dua saudara sepupu itu menolak acara malam Midodareni.


"Kenapa nggak ada?" tanya Rhea ke Yanti dan Haura.


"Biar tidak pada capek, Tante Rhea. Kita tetap adakan pengajian seperti biasa lalu acara siraman di mansion sini saja biar praktis" ucap Yanti.


"Sesuai permintaan Rina, besok ijab qobul khusus Hoshi akan menggunakan bahasa Arab" cengir Levi yang langsung membuat heboh semua orang disana dan Hoshi pun manyun.


Ditambah empat adik sepupunya yang Emir di Dubai tertawa terpingkal-pingkal semakin membuat Hoshi melirik judes ke Rina yang hanya tersenyum manis.


Awas besok malam pertama! Gue bikin elu kagak bisa jalan, cewek Arab!


***


Present Day


Bagas menatap dengan gelisah ke arah para penumpang pesawat Singapore Airlines yang baru saja keluar dari pintu kedatangan. Safira memang memutuskan baru pulang seminggu sebelum acara ijab qobul supaya dirinya bisa menyelesaikan urusannya di kampus.


Tak lama, gadis yang ditunggunya pun datang dan memberikan senyum manis untuk Bagas.



"Hello Clumsy" sapa Bagas sambil mencium kening Safira.


"Halo Oom meshum" balas Safira nyengir.


"Kamu pulang kemana?" tanya Bagas sambil merangkul pinggang ramping Safira.


"Mansion Neville saja. Kan semua pada kumpul disana tho?" Safira mendongakkan kepalanya ke arah Bagas.


"Ya sudah, kita kesana."


***


Hoshi menatap dingin ke arah seorang pegawai Giandra Otomotif Co yang ketahuan menggelapkan mobil Sangaji Yung. Aji, suami Falisha, memang menitipkan mobil milik istrinya di perusahaan milik Bara.



Aji lupa mengambil BPKB Mini Cooper milik Falisha di dalam dashboard setelah mengurus di Samsat untuk pajak lima tahunan nya. Tanpa diduga, seorang pegawai mengetahui my dan menggadaikan ke sebuah BPR.


Tentu saja perbuatan itu segera ketahuan karena pihak BPR menelpon Falisha yang akhirnya ditelusuri ada oknum di perusahaan tempat Hoshi bekerja.


Hoshi merasa malu kepada kedua sepupunya dan bertekad menghajarnya sendiri. Dan kini si oknum itu pun ketakutan di depan pria cantik itu.


"Kamu itu sudah membuat malu saya! BPKB yang kamu curi dan gadaikan itu adalah milik adik saya! Nekad kamu!" bentak Hoshi.


"Maaf pak Quinn...tapi saya kepepet" ucap pegawai itu dengan memelas.


"Karena kamu dikejar-kejar untuk bayar hutang judi kamu kan!" Hoshi melemparkan berkas-berkas bukti kebiasaan judi orang itu. "Salah kamu sendiri! Mulai detik ini, kamu saya pecat tanpa pesangon!"


"Pak Quinn..."


"Saya tidak peduli! Kesalahan kamu sudah fatal! Taufan!" Hoshi memanggil asistennya.


"Iya pak Quinn."


"Urus surat pemecatan orang ini dan pastikan dia pergi dari perusahaan siang ini juga!"


"Baik pak Quinn."


Hoshi berdiri namun setelahnya dia berbalik dan mendekati pegawainya yang tertunduk.


"Saya masih bisa menolerir jika kamu berbuat nekad itu untuk pengobatan baik orang tua kamu atau pun istri atau anakmu. Tapi, kalau buat judi... Tidak ada maaf bagimu! Hentikan kebiasaan burukmu itu karena judi adalah sumber kehancuran hidup kamu, sama halnya dengan selingkuh, zinah, mabuk dan ngedrug!"


Hoshi pun pergi meninggalkan ruang meeting itu.


***


Yuhuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️