Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Tarawih



Hoshi hanya bisa menatap Opanya kesal. Lagi-lagi bikin ulah! Kapan keluargaku seperti keluarga lainnya ya Tuhan! Kegesrekan keluarga Eiji Reeves itu seperti mendarah daging. Kalau saja Daddy nggak sok cool ikutan Oma, bisa-bisa gen Opa kuat banget. Sebenarnya Opa Buyut Alexander itu dulu punya dosa apa sih bikin Opa Eiji jadi aneh bin antik begini?


"Kamu kenapa Hosh?" tanya Yanti melihat perubahan wajah putranya.


"Hanya ngedumel, ma. Kesal Opa dan Daddy bikin acara sendiri! Padahal aku sudah merencanakan harus gimana tapi kalian berdua suka seenaknya sendiri!" Hoshi pun memanyunkan bibirnya.


"Eh Hosh, mau melamar besok atau habis lebaran, kan sama saja intinya. Kamu meminta Rina menjadi istri kamu! Lagipula, bagus kan habis lebaran kamu langsung halalkan Rina terus pas idul Adha bisa barengan" ucap Eiji santai.


"Iya tahu! Tapi kan aku ingin lamarannya spesial bukan model dadakan begini, Opaaaa!"


"Sudah, sudah. Kita disini lamaan, biar aku dan Yanti bertemu dengan Abrisam dan Chitra sedangkan Hoshi dan Rina, cari seserahan sesuai dengan keinginan keduanya. Gimana?" Levi berusaha menengahi karena tahu karakter putranya jika sudah jengkel akan lebih sadis mulutnya meskipun Hoshi tidak pernah melawan Yanti maupun Ayame, tapi putranya itu berani mengajak debat Opa dan dirinya.


"Iya Rina, besok papa mama mu ada di rumah kan? Biar Oom Levi dan Tante ketemu disana saja ya?" senyum Yanti.


"Iya Tante. Kalau Minggu, papa dan mama ada di rumah karena biasanya diserahkan ke asisten supaya papa mama bisa istirahat."


"Jadi nanti kalau kamu pulang, tolong bilang sama papa dan mamamu, kami akan kesana sekitar pukul tujuh malam" ucap Yanti lagi.


"Baik Tante. Nanti biar Rina sampaikan."


Hoshi hanya menatap datar ke gadis di sebelahnya dan Rina tahu betapa kesalnya pria cantik itu karena harus merubah semua rencananya.


***


Keenam orang yang dikenal tiga generasi itu, melangkah bersama menuju mesjid dekat kediaman keluarga Reeves. Mesjid yang sudah direnovasi berkat sumbangan keluarga Sultan itu menjadi mesjid yang indah.



"Pak Eiji, pak Levi, mas Quinn" sapa imam masjid itu ketika melihat tiga pria Reeves datang.


"Pak Lukman, apa kabar?" sapa Eiji ramah. Beberapa tetangga rumah keluarga Reeves pun mendatangi masjid untuk bertarawih dan saling menyapa satu sama lain.


"Alhamdulillah baik, pak Eiji."


"Pak Eiji, pak Levi, mas Quinn" sapa para orang yang datang. Ketiga generasi Reeves itu pun membalas sapaan mereka. Meskipun Eiji dan Levi jarang di rumah, tapi para tetangga tahu bagaimana keluarga Sultan itu bukanlah keluarga sombong.


Hoshi sendiri jika tidak sibuk, berusaha hadir acara kerja bakti bapak-bapak. Bagaimana pun, Hoshi mendengarkan nasihat sang mama bahwa harus baik dengan tetangga meskipun jarang bertemu dan Hoshi meneruskan tradisi itu.


Para bapak-bapak itu pun mengobrol dengan keluarga Sultan yang dikenal bukan keluarga sombong bahkan tanpa ragu membantu untuk kebaikan di daerah mereka tinggal. Keluarga Reeves memang memilih rumah bukan lingkungan perumahan tapi lebih mirip semi kampung karena saat itu Alexander Reeves suka dengan lokasi tanahnya.


Sedangkan di bagian wanita, Bu Lukman menyapa Ayame, Yanti dan Rina. Bahkan Ayame dan Yanti memperkenalkan Rina sebagai calon istri Hoshi. Banyak gadis-gadis disana yang mendengar langsung patah hati. Tidak sedikit yang naksir Hoshi apalagi jika pria itu keluar rumah untuk berangkat kantor, tak jarang berpapasan. Meskipun wajahnya jutek, tapi Hoshi tetap mengangguk sopan dan jika acara kerja bakti, dia bisa ramah dengan para bapak-bapak bahkan bisa tertawa lepas membuat banyak gadis-gadis terkesima.


"Jadi Bu Ayame udah dapat cucu menantu ya?" tanya Bu Lukman yang sedikit kesal karena Hoshi tidak sedikitpun melirik putrinya.


"Iya Bu Lukman, Quinn sudah kenal dengan Rina dari kecil dan insyaallah mereka sudah berniat untuk menikah setelah Lebaran besok" senyum Ayame.


Bu Lukman menatap sedikit sinis ke arah Rin yang sedang mengobrol dengan Yanti. "Ternyata seleranya mas Quinn yang berdarah Arab ya. Kenapa nggak suka cewek Indonesia?"


Ayame hanya tersenyum sopan meskipun tahu orang di hadapannya tampak tidak suka dan sopan.


"Rina itu blasteran. Ayahnya memang keturunan Arab sedangkan ibunya wong Jowo" jawab Ayame.


Bu Lukman tetap menatap tidak suka ke Rina apalagi gadis itu tampak sangat akrab dengan Yanti.


***


"Kata papa sih, masjid ini dulu biasa banget dan setelah opa membeli tanah disana yang sekarang jadi rumah kita, Opa dan Opa Jeffry membantu mendesain. Hingga ke mas Levi, masjid ini sudah direnovasi dan dibongkar menjadi lebih luas apalagi tanah di belakang itu sudah diwakafkan sama keluarga Lukman, ibunya yang lagi ngobrol sama Oma, jadi tambah besar lah. Alhamdulillah bisa menampung banyak jamaah disini."


Rina melirik ke arah bu Lukman yang wajahnya menunjukkan ketidak sukaan padanya.


"Tapi kayaknya dia nggak suka aku deh" bisik Rina ke Yanti.


"Soalnya dia ngarep anaknya jadi pasangannya Hoshi padahal kan kamu tahu sendiri, anak judes itu gimana. Dia sudah memilih kamu karena sudah tahu sepak terjangnya kamu lagipula opa Eiji sudah suka sama kamu sejak kecil. Mau gimana?" kekeh Yanti.


"Memang anaknya yang mana Tan?" Rina mengedarkan pandangannya.


"Oma Ayame" sapa seorang gadis cantik sambil mencium punggung tangan Ayame.


"Halo Sarita. Apa kabar?" sapa Ayame ramah.


"Nah itu anaknya" bisik Yanti.


"Alhamdulillah baik Oma. Sarita sekarang sudah diangkat menjadi asisten manajer di bank Arta Jaya" senyum gadis yang bernama Sarita itu.


"Alhamdulillah, Oma ikut senang mendengarnya" ucap Ayame. Safitri berpamitan untuk menemui Yanti sedangkan Bu Lukman melanjutkan obrolannya dengan Ayame.


"Tante Yanti" Sarita lalu menghampiri Yanti dan mencium punggung tangan Yanti. "Mas Quinn ikut kan tarawih?"


"Ikut disana di kelompok pria. Ohya Sarita, kenalkan ini Rina Kareem, calon istrinya Quinn." Yanti menepuk pelan paha Rina yang tertutup mukena dan mereka semua sudah duduk diatas sajadah.


Sarita menatap Rina dengan wajah terkejut dan mata tidak suka. "Calon istri? Yang benar Tante" tawa Sarita dengan nada sedikit mengejek.


"Masa Tante bohong. Di rumah Allah tidak boleh berbohong" senyum Yanti yang geli melihat wajah pias Sarita. Sejak Hoshi kecil memang gadis itu sudah mengejar-ngejar putranya tapi Hoshi mengacuhkan.


"Paling baru pacaran doang belum sampai serius" senyum Sarita yang entah kenapa tampak menyebalkan.


"Memangnya kalau baru pacaran tidak boleh serius menuju pernikahan?" balas Rina yang sudah sebal dengan gaya kecentilan Sarita ditambah sok SKSD ( Sok Kenal Sok Dekat ) dan SDSB ( Sok Dekat Sok Baik ).


Sarita mencondongkan tubuhnya. "Lihat saja, aku akan merebut Quinn darimu" bisik Sarita di sisi telinga Rina.


"Coba saja kalau bisa. Tapi jika kamu dipermalukan oleh Quinn, jangan mewek!" balas Rina dingin.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Bang Dapid masih di-review dari semalam belum lolos


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️