
Malam ini kelima pria paripurna dengan seorang gadis cantik sudah berdandan dengan tema leather jacket. Sampai-sampai Hoshi membelikan jaket kulit untuk Rina karena gadis itu tidak punya.
Ayrton dan Enzo sudah menyiapkan dua buah mobil Range Rover terbaru milik mereka berdua dari hasil jerih payah mereka sendiri. Enzo membelinya dari hasil balapan sedangkan Ayrton dari hasil bekerja di AJ Corp bersama sang Opa Senna.
Melihat cucu-cucunya hendak berjalan-jalan keliling Dubai, Senna dan Kai memberikan banyak wejangan seperti biasa. Bukannya mereka tidak percaya tapi lebih menghindari dari keributan apalagi mereka membawa nama Al Jordan dan Al Azzam Blair.
"Kayaknya paling aman aku, mbak Rina dan mas Hoshi deh" kekeh Benji sambil memakai jaket kulitnya yang terpaksa dia beli di mall.
"Kamu kan memang nggak beken" kekeh Direndra.
"Oh karena kamu masih di bawah umur belum 21 tahun, no alcohol ya" ucap Enzo.
"Ginger ale saja cukup" jawab Benji.
"Kalian kalau mau minum bir, Opa kasih toleransi satu botol saja. Jangan pesan aneh-aneh cukup bir !" pesan Senna. Opa satu itu tidak melarang para cucunya karena dia tahu, semakin dilarang semakin penasaran. Lebih baik diijinkan dengan perjanjian. "Apalagi kalian nyetir nanti. Siapa yang bagian nyetir, jangan minum alkohol."
"Baik opa" jawab mereka serempak.
***
Hoshi dan Rina berada dalam satu mobil bersama dengan Direndra sedangkan Ayrton, Enzo dan Bryan di dalam mobil satunya. Mereka kini menuju Hilton Hotel Al Habtoor City.
Direndra yang menyetir Range Rover milik Ayrton yang bewarna hitam, sedangkan Enzo menyertir Range Rover nya yang bewarna putih.
"Mas Hoshi" panggil Direndra kepada pria yang duduk di sebelahnya.
"Kenapa Ndra?"
"Apa benar Faranisa dilamar anak senator?" tanya Direndra.
"Kok kamu tahu?"
"Dua Minggu lalu Nisa ada fashion show disini dan kami diminta Oom Fuji mengawal Nisa tapi kami juga melihat ada pria tampan yang menemani Nisa" jawab Direndra. "Dia bilang namanya Patrick...
"Rogers" sambung Hoshi. "Iya aku tahu. Patrick memang sudah melamar Nisa tapi dia berjanji tidak akan mendekati Nisa sampai anak itu pasti. Kok bisa di Dubai bareng Nisa ?"
"Kata Nisa, Patrick tunangannya dan Oom Fuji sama Tante Seira sudah oke."
"Berarti Nisa sudah mendapatkan petunjuk."
"Mas Hoshi tidak apa-apa kalau Nisa sama Patrick bukan temannya Spongebob?"
"Kalau mereka sudah suka, mau apa? Apa Opa Mamoru dan Oma Ingrid sudah oke? Opa Javier protes nggak? Kamu kan tahu sendiri Opa Javier sok jadi pengawas merangkap tukang biro jodoh!"
"Setahu aku sih Opa dan Oma nggak komplain tapi entah kalau Opa Javier. Selama kita belum dengar Patrick dipanggil sama Opa Javier, anggap masih belum lolos screening." Hoshi menoleh ke arah adik sepupunya yang dulu lahir prematur.
"Kalau aku lihat sih, Patrick bucin banget sama Nisa. Tapi mereka masih muda lah. Nisa saja belum ada dua puluh umurnya."
"Lho mas Rajendra dan mbak Aruna kan juga nikah muda. Arimbi sama Werkudara apa kabar?" Hoshi menatap Direndra.
"Iya sih, mas Jendra tuh juga parah, pacaran kok dari TK" kekeh putra Aidan Blair dan Thara Azalea.
"Tapi aku salut lho sama mas Jendra dan mbak Aruna, awet meskipun mbak Aruna bar-bar seperti itu." Hoshi melirik ke arah belakang melalui spion.
"Apa? Kamu juga mau bilang aku bar-bar?" pendelik Rina ke arah spion juga.
"Makanya aku suka dan sayang sama kamu, cewek Arab. Kamu bukan tipe cewek lembek! Cukup agar-agar jelly yang lembek, kamu jangan" cengir Hoshi.
"Ya Allah mas, rayuan gombalmu nggak banget!" gelak Direndra.
"Memang kok, Ndra. Masmu satu ini payah kalau ngerayu gombal tapi fasih ngata-ngatain orang. Tuh Safira sampai nangis kejer dimarahi habis-habisan sama si mulut cabe ini!" cebik Rina sambil bersedekap.
"Kalau Safira nggak bikin kesalahan fatal, nggak mungkin lah aku bakalan ngamuk kayak gitu!" bantah Hoshi.
"Mas, kasihan lho Fira kamu maki-maki gitu" sahut Direndra.
"Tapi ada hasilnya kan? Sekarang sudah mulai berkurang cerobohnya."
"Tapi itu kan hasil didikan Bagas, mas, bukan dikau" kekeh Direndra.
"Justru aku triggernya, makanya jadi waras kan Fira" eyel Hoshi.
"Astagaaa! Hoshi! Adikmu nggak gila tahu!" hardik Rina.
"Waras itu dalam arti disini jadi benar, bahasa Jawa, Rin bukan bahasa Indonesia." Hoshi berbalik ke arah Rina yang duduk di belakang. "Googling kalau nggak percaya."
Rina hanya menggelengkan kepalanya. Benar-benar unik si mulut cabe. Selain fasih bahasa Jepang, Perancis, Jerman, dia juga fasih bahasa Jawa hasil didikan eyang Heri.
Tidak lama kedua mobil mewah itu sampai di Hotel Hilton dan langsung mencari parkiran di lantai yang dekat dengan The Office. Setelahnya, keenam orang itu pun turun. Enzo dan Ayrton Al Jordan pun mendatangi penjaga karena mereka sengaja tidak melakukan booking tempat dulu.
Salah seorang manajer melihat Enzo dan mengenalinya sebagai salah seorang selebriti, mengijinkan pria itu masuk bersama dengan para saudara-saudaranya. Manajer The Office terkejut melihat orang-orang yang ikut bersama Enzo tidak lain adalah Ayrton Al Jordan, Direndra Al Azzam Blair dan Paramudya Quinn yang banyak dikenal sebagai pengusaha.
"Saya tidak tahu kalau tuan Al Jordan akan datang bersama dengan saudara-saudaranya" ucap manager itu sambil menunjukkan tempat duduk lounge yang agak memojok.
"Mau minum apa gentlemen and lady?" tanya manager itu.
"Club Soda Dan ginger ale dua" jawab Ayrton. "Sementara itu dulu. Oh, sama camilannya, seafood plater."
"Baik Tuan Al Jordan." Manager itu pun mengundurkan diri.
"Club Soda? Nggak sekalian coca cola?" ledek Hoshi.
"Sementara mas. Nanti baru pesan yang berat" cengir Enzo.
"Gila yang datang, orang-orang berduit semua" gumam Benji yang membuat keempat pria disana melotot.
"Elu kan juga punya duit, Ben! Kartumu saja platinum!" ledek Direndra.
"Tapi aku kan tidak seperti kalian yang punya black card" cengir Benji.
"Aku juga nggak punya black card, paling tinggi platinum" senyum Rina.
"Kamu nggak usah mikir. Tar nikah sama aku, dapat black card kok" goda Hoshi yang membuat semua adik-adiknya melongo.
"Ben, serius ini mas Hoshi?" selidik Enzo tidak percaya.
"Macan kalau sudah ketemu pawangnya auto jinak mas" kekeh Benji geli melihat perubahan sikap Hoshi ke Rina.
"Ampun deh! Kayaknya aku lebih suka lihat mas Hoshi gelut sama mbak Rina daripada seperti ini deh!" sahut Ayrton.
Dua orang pelayan datang membawakan pesanan para pria tampan itu dan meletakkannya di atas meja.
Lime Club Soda with kick
Ginger Ale
Seafood plater with tar-tar sauce
Setelah semua pesanan datang, keenamnya pun minum dan mulai memakan pesanannya sampai Benji melihat Yudha bersama dengan pacar bulenya beserta beberapa pria dan wanita. Total ada sekitar delapan orang.
"Mbak Rina, mantanmu datang tuh!" ucap Benji sambil menunjuk ke arah Yudha duduk.
"Lho, itu bukannya pangeran Kamil dari Abu Dhabi? Yang pakai kemeja biru tua" celetuk Ayrton dengan suara tertahan. Keenamnya melihat satu-satunya pria khas timur tengah yang memakai baju warna biru karena lainnya memakai baju warna putih, abu-abu atau krem dan melongo ketika pria itu mencium pria di sebelahnya.
"Astaghfirullah Al Adzim!" ucap keenamnya dengan nada tertahan.
Pusing ya Bang Hoshi?
Bagaikan perawan diantara cogan paripurna ya neng...
Direndra Al Azzam Blair
Enzoooo...kenapa elu pakai jas sih?
Sabar ya Ben... Masih belum cukup umur kamu
Ayrton tuh songongnya perpaduan antara emak n babehnya... Sabine n Karl Schumacher
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Maaf terlambat
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️