Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Resepsi



Acara resepsi dua pasang pengantin yang berbeda karakter itu pun dilaksanakan di sebuah hotel berbintang lima yang langsung dibooking oleh Abrisam Kareem dan Kresna Hadiyanto untuk bisa menampung hampir 5000 undangan.


Pernikahan keluarga Sultan itu membuat banyak wartawan disana apalagi mendengar semua keluarga besar klan Pratomo hadir termasuk para Emir dari Dubai. Foto-foto sepupu Hoshi dan Safira yang paripurna banyak wira Wiri di dunia Maya karena wartawan ada yang diundang dan banyak tamu undangan yang memposting di akun sosial medianya.


Bagas dan Safira datang terlebih dahulu ke pelaminan yang didampingi oleh Nathan dan Haura Pratomo serta Kresna Hadiyanto dan adik perempuannya karena istrinya sudah meninggal.


Levi dan Yanti Reeves serta Abrisam dan Chitra Kareem pun datang mendampingi Hoshi dan Rina yang malam ini memakai tema internasional. Hoshi dengan tuxedo lengkap sedangkan Rina dengan gaun internasional nya.



Duh manisnya si mulut cabe.



Neng Rina



Gaunnya yang sempet bikin gegeran


Hoshi tidak menyangka gaun yang dipilih istrinya ternyata tampak cantik dikenakan olehnya.


"Ternyata gaunnya bagus, cewek Arab" ucap Hoshi sambil tersenyum manis.


"Kan aku sudah bilang! Dasar muka pucat nggak percaya!" ucap Rina sambil manyun.


"Jangan manyun lah! Jelek tahu!" bisik Hoshi.


"Yang bikin gue manyun siapa?" balas Rina sambil melirik judes.


"Sekarang elu manyun tapi tar mende*sah keenakan" seringai Hoshi jahil.


PLAK!


"Ya ampun! Rin! Sakit!" Hoshi mengusap-usap bahunya yang dikeplak Rina.


"Meshum!" desis Rina dengan wajah memerah.


"Kalian berdua bisa anteng nggak sih di pelaminan?" omel Levi kesal sedangkan Kareem dan Chitra hanya bisa tersenyum simpul.


"Beneran deh nih berdua. Baru saja ijab tadi pagi sudah ribut lagi!" timpal Yanti yang heran melihat keduanya bagaikan Tom and Jerry, Daffy Duck dan Bugs Bunny tapi bisa seperti Raden Panji dan Dewi Sekartaji kalau lagi akur.


"Ih memang Daddy dan mama nggak pernah gelut gitu?" cebik Hoshi.


"Kamu tuh!" pendelik Levi jengkel.


"Rina, jangan KDRT ke Hoshi ya" ucap Chitra yang harus menahan tawa karena keluarga besannya benar-benar slengean dan gesrek.


"Habis, dia duluan!" adu Rina.


Eiji dan Ayame yang melihat keributan di pelaminan hanya bisa memegang pelipis mereka.


"Astaghfirullah anakku, cucu dan cucu menantu kenapa jadi heboh sendiri? Diajeng Aya-aya, apakah ini karma karena aku terlalu kreatif rusuhnya?" Opa tampan itu menatap melas ke istrinya yang berdarah Jepang Indonesia Belanda itu.


"Menurutmu?" Ayame bertanya balik.


"Kayaknya sih iya" gumam Eiji.


"Alhamdulillah sadar diri, pak!" kekeh Ayame.


"Oh Diajeng Aya-aya, tega sekali dengan kakangmas" rengek Eiji ke pasangan hidupnya yang sudah mendampinginya hampir setengah abad.


"Aku tuh selalu tega padamu mas Eiji" senyum Ayame sambil mengusap wajah suaminya.


"Itulah kenapa aku mencintaimu, Diajeng Aya-aya" Eiji mengambil tangan Ayame dan mencium punggung tangannya yang sudah keriput dimakan usia.


"Apa itu?"


"Dari dulu sampai sekarang, kamu selalu tega memarahiku karena bagiku lebih suka melihatmu marah dan judes daripada menangis."


Ayame tertawa. "Astaga, suamiku semakin kacau saja."


"Eiji Adipramana Reeves kalau nggak kacau, bukan Eiji namanya" seringai Eiji.


***


Bagas dan Safira hanya bisa tertegun melihat pelaminan sebelah yang ribut sendiri.


"Si Quinn kalau nggak gegeran kok nggak afdol ya?" komentar Bagas ke Safira yang malam ini tampak cantik dengan rambutnya yang disanggul tinggi dan gaun pengantinnya berbeda dengan yang tadi pagi dipakai ijab.


"Mas Hoshi memang begitu. Bagus deh dapat mbak Rina yang memang galak" kekeh Safira sambil memegang buket bunga mawar putih yang diberikan oleh Bagas sebelum menuju ke pelaminan.


"Gila, undangan segitu banyak, 30% dikuasai keluarga besarmu" gumam Bagas yang melihat bagaimana semua klan Pratomo hadir dan menyambut para koleganya. "Lho Mariana sama siapa itu?"


Safira pun mencari lihat siapa gadis yang disebut oleh suaminya. "Mariana siapa Oom?"


Bagas mendelik. "Oom? Seriously?"


"Eh...Mas Bagas" cengir Safira. "Mariana siapa?"


"Sepupuku. Dia seorang desainer untuk rumah butik milik Carolina Herrera di Singapura. Itu yang mengenakan gaun hijau."


Safira melihat seorang gadis cantik dengan gaun hijau gliter dengan lengan model Sabrina yang didampingi oleh seorang pria yang sangat dikenalnya.



Mariana Hadiyanto



"Oh itu bang Ayrton Schumacher, sepupu aku yang tinggal di Dubai."


Bagas melongo. "Salah satu Emir itu?"


"Iya. Memang kenapa mas?"


"Wah, memang Ayrton usia berapa?" tanya Bagas lagi.


"Bang Ayrton sekarang 24 tahun. Kenapa mas?"


Bagas menepuk jidatnya. "Mariana lebih tua dari Ayrton."


"Memangnya Mariana usia berapa?"


"Mariana itu usianya sama dengan ku."


Safira melongo.


***


Acara resepsi pun meriah ketika Rhea memberikan permainan pianonya untuk kedua cucunya yang membuat semua hadirin terpaku dengan lincahnya Oma cantik istri dari Duncan Blair itu.


Suara applaus pun terdengar di ballroom tempat pesta pernikahan itu dilangsungkan.


"Fay, gantian kamu yang main" pinta Rhea ke cucu perempuannya yang sedang berdiri bersama kekasihnya Pramana.


"Lho? Aku harus main Oma?" tanya Fayza bingung. "Kok nggak Mas Rama atau mas Abi atau mbak Reana?"


"Fayza, Oma minta kamu yang main" ucap Rhea penuh penekanan.


Fayza pun berpamitan ke Pramana yang memberikan tepukan pelan di bahu kekasihnya itu. Rata-rata generasi kelima Pratomo bisa memainkan alat musik piano dan gitar tapi yang fasih seperti Eiji dan Rhea hanya Fayza.


"Aku main lagu apa Oma?" bisik gadis berambut pirang dan bermata biru yang mirip dengan Freya, sang kakak. Fayza lebih tinggi dari Fryea yang cenderung tidak terlalu tinggi tapi sintal sedangkan dirinya seperti sang mama tinggi semampai bagaikan model.


"Terserah, asal yang romantis." Rhea memeluk cucunya sebelum kembali ke tempat duduknya bersebelahan dengan Duncan.


Fayza menatap Pramana lalu ke pelaminan tempat sepupu dan sepupu iparnya menunggu gadis itu bermain piano.


"Well, karena dadakan jadi saya main lagu yang sedang saya suka saja."


Dari jari jemari lentiknya Fayza memainkan lagu Love Is milik Vanessa Williams dan Brian Mcknight, lagu lawas favoritnya.


Love breaks the chains


Love aches for every one of us


Love takes the tears and the pain


And then turns it into the beauty that remains


Suara Fayza terdengar merdu membuat para undangan kagum dengan gadis cantik itu. Setelahnya Fayza mendapatkan applaus bahkan para pengantin memberikan standing applaus buat si bungsu dari Ashley Sky.


Acara pun dilanjutkan lagi dengan acara lempar buket bunga pengantin. Para jomblowati pun sudah bersiap sedangkan para jomblowan memilih dibelakang para gadis-gadis itu.


"Kalian tidak pada maju?" ledek Hoshi melalui mic ke para sepupu prianya yang masih jomblo.


"Masih pengen jomblo cumi!" teriak mereka tanpa filter membuat para undangan melongo melihat para pria-pria paripurna itu cuek sikapnya.


Safira pun bersiap. "Siap ya! 1...2..3!" buket bunga mawar putih itu dilemparkannya ke belakang dan suara sorak Sorai terdengar riuh.


"Mariana?" seru Bagas tidak percaya ketika melihat siapa yang mendapatkan buket itu.


Mariana Hadiyanto hanya tersenyum malu dengan wajah memerah tapi tidak dengan Ayrton. Wajahnya tampak tersenyum manis.


Dan setelahnya giliran Rina yang melemparkan buket bunga mawar merahnya. "Are you ready?" Rina pun berbalik. "1...2...3!"


Suara jeritan ramai membuat Rina berbalik dan kemudian tertawa. Bukan para gadis yang mendapatkan melainkan Patrick Rogers yang menangkap buket itu.


"Oke! Patrick! Kapan elu nikahi Faranisa?" goda Hoshi yang sukses membuat Patrick dan Faranisa salah tingkah.


***


Yuuuhhuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***



Grup chat Klan Pratomo sudah hadir.


Klik icon biru bertuliskan grup Klan Pratomo minta join nanti aku accept.


Khusus membahas para anggota keluarga Sultan gesrek yaaa...