
"Jelaskan pada Oom. Apakah kamu g@y atau bise*ksual?" tanya Abrisam setelah mematikan video yang disetelnya.
Wajah Yudha memucat. Sial! Semua rahasiaku terbongkar! Yudha menatap wajah Rina yang memberikan raut jijik kepadanya.
Damn it! Rencanaku berantakan!
"Well, Yudha. Saya menunggu jawaban kamu." Abrisam menatap Yudha tajam.
Abrisam Kareem, Bokapnya Rina.
Yudha menelan salivanya susah payah.
"Saya memang bise*sual tapi sejak bertemu Rina, saya ingin berubah" ucap Yudha.
Abrisam menghela nafas panjang. "Kejadian itu dua bulan setelah kamu pacaran dengan Rina lho. Itu adegan kamu ciuman dengan pacar kamu saat kamu di Manchester. Kalau kamu mau berubah, tentunya kamu bertekad dong!"
"Oom dapat dari mana? Bisa saja tanggalnya salah" elak Yudha.
"Data mungkin salah, tapi meta data tidak. Video kedua itu kejadiannya di Dubai setelah kamu pulang dari Jakarta, tiga bulan setelah kamu pacaran dengan Rina. Total saya memiliki dua puluh video yang menunjukkan perilaku kamu."
Yudha melongo. Dua puluh? Berarti ada yang mengikuti aku!
"Siapa mata-mata Oom? Apakah dari keluarga Arimbi? Kepo sekali mereka" ucap Yudha dengan nada menyebalkan yang membuat Abrisam dan Rina saling memandang.
Ternyata aslinya begini ya. Hilang sudah Yudha jaman SMA yang jadi sahabat Bima. - batin Rina.
"Mau mata-mata dari keluarga Arimbi atau siapapun, namanya bangkai pasti akan terkuak juga. Jadi saya putuskan, kalian batal menikah karena saya tidak rela putri saya bersanding dengan manusia macam dirimu. Tobatlah, Yudha. Bersihkan dirimu." Abrisam merasa kasihan dengan perilaku menyimpang pria yang sebenernya dikaruniai fisik bagus.
"Makanya saya butuh Rina untuk membuat saya sembuh, Oom!"
"Kamu butuh aku supaya tidak tertangkap berbuat maksiat kan Yudha? Hukumannya di uni emirat Arab adalah hukuman mati bagi kaum seperti kamu dan kamu membutuhkan aku sebagai tameng. Iya kan?" Rina menatap Yudha berapi-api.
Yudha hanya diam saja sebab memang itulah rencananya. Dia akan aman jika ada istri sah disisinya dan bisa bebas menemui kekasihnya di Dubai.
"Tapi aku benar-benar mencintaimu, Rina" ucap Yudha sendu.
"Aku juga mencintaimu..." Wajah Yudha sumringah. "Dulu." Yudha pun manyun kembali. "Ini aku kembalikan cincinmu. Berikanlah pada orang yang benar-benar kamu sayangi dan menerima kamu apa adanya dan maaf, orang itu bukan aku."
Rina meletakkan cincin tunangannya diatas meja di depan Yudha. Meskipun dalam hati dia ingin mengamuk tapi dia masih waras karena Rina adalah sahabat Arimbi yang merupakan anggota keluarga Pratomo.
Yudha mengambil cincin itu dan memasukkannya ke dalam saku jaketnya.
"Tampaknya hubungan kita sebatas sampai disini, Rina. Soal ibuku, kalian tidak usah khawatir. Akan aku beritahu sendiri." Yudha pun berdiri. "Terima kasih atas perhatianmu selama ini Rina. Oom Abrisam, saya minta maaf sudah membuat anda sekeluarga kecewa."
Abrisam pun berdiri. "Kembalilah ke jalan yang benar, Yudha. Kamu anak baik yang salah jalan. Pikirkan ibumu."
Yudha hanya tersenyum tipis. "Terimakasih. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam."
Yudha pun keluar dari ruang VIP itu meninggalkan Abrisam dan Rina yang masih termangu.
"Papa berhutang banyak pada Hoshi. Jika anak itu tidak care sama kamu, entah penyesalan seperti apa yang akan papa rasakan menyerahkan kamu ke pria macam Yudha."
Rina mengangguk. "Apalagi barangnya dia sudah dipakai sana sini... Astaghfirullah."
Abrisam memeluk putrinya. "Jodohmu sepertinya si mulut pedas wajah jutek deh Rin."
"Papaaaa... Aku tidak cocok sama Hoshi!"
"Menurut papa cocok. Penjajakan dulu saja. Apalagi Hoshi gentle bilang mundur kalau Yudha memang baik. Papa salut sama anak itu."
Rina hanya terdiam.
***
Yudha keluar dari restoran RR's Meal dengan wajah kesal. Semua rencananya berantakan gara-gara video yang menunjukkan hubungannya dengan kekasih bulenya.
Hanya ada satu nama yang membuatnya marah.
Hoshi Paramudya Quinn Reeves.
Pantas pria itu percaya diri sekali mengatakan aku akan menggali kubur ku. Brengsek!
Yudha melihat Hoshi turun dari mobil Audi nya dan tanpa basa-basi, dia langsung memberikan tinju ke pria cantik itu.
"Brengsek kamu ya! Ini cara kamu tikung Rina!" bentak Yudha emosi.
Hoshi pun berdiri dan menyentuh bibirnya yang berdarah.
"Ini cara aku kasih tahu seperti apa calon eh mantan calon suaminya Rina! Kamu itu seperti tidak bersyukur tukang gali!" balas Hoshi.
"Brengsek kau Quinn!"
Kedua pria itu adu jotos di parkiran tapi karena Hoshi lebih menguasai ilmu beladiri, tak lama Yudha pun terkapar.
"Quinn!"
Hoshi melirik ke arah Bagas Hadiyanto yang datang bersama beberapa koleganya akan makan siang di RR's Meal. Setelah meminta asistennya mengurus rekan bisnisnya untuk masuk ke dalam restoran lebih dulu, Bagas menghampiri Hoshi.
"Stop it Quinn. Dia bisa mati!" Bagas menarik lengan Hoshi.
Sakit ya bang?
Hoshi hanya pasrah ditarik oleh Bagas. Dan disana tampak Rina dan Abrisam yang melihat Yudha terkapar.
"Hoshi! Apa yang terjadi?" tanya Abrisam.
"Quinn dihajar pria ini dan dia membalasnya" jawab Bagas. "Kamu, bawa pria ini ke rumah sakit!" perintah Bagas ke pengawal bayangan Hoshi.
"Baik Tuan." Dua pengawal Hoshi menggotong Yudha yang terkapar untuk dibawa ke rumah sakit.
Rina menghampiri Hoshi sedangkan Abrisam mengikuti pengawal bayangan Hoshi.
"Papa ke rumah sakit ya Rin, kamu urus Hoshi disini." Abrisam masuk ke dalam mobil Mercedes nya mengikuti mobil Pajero hitam itu.
"Aku tinggal dulu ya Quinn." Bagas menatap Rina. "Aku ada meeting, tolong titip bocah ini."
Rina mengangguk. Bagas pun membenarkan jasnya lalu masuk ke dalam restauran. Hoshi mengambil jas mahalnya yang terjatuh saat tadi ditinju Yudha.
"Are you okay, Hosh?" tanya Rina sambil memegang pipi pria yang merah. Gadis itu melihat bibir pria itu berdarah.
"Better. Setidaknya sudah aku balas." Hoshi menatap Rina lembut.
"Thanks Hoshi" Rina tersenyum ke pria itu. "Kamu menyelamatkan aku dari kesalahan memilih pasangan hidup."
"Kamu bagaimana?" tanya Hoshi. "Patah hati? Kalau iya, makan enak yuk!"
Rina cemberut. "Kamu ingin aku tambah gendut?"
Hoshi merangkul Rina seperti ke Arimbi. "Bukannya aku sudah pernah bilang suka cewek bohay?"
Rina menyikut rusuk Hoshi.
"Reseh lu!" umpat gadis itu.
"Sekarang kamu bilang reseh, nanti bilang sayang, baby, cintaku, pujaan hatiku..."
Rina melepaskan diri dari Hoshi dan berjalan dengan langkah lebar-lebar dengan kesal. Pria itu! Benar-benar menyebalkan!
"Woiii cewek Arab! Aku kok ditinggal?" teriak Hoshi. "Sakit ini Rin. Rina! Rina Maliha Kareem! Woi!"
Rina menulikan telinganya dan bergegas masuk ke dalam restaurant.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Bonus bang Hoshi lagi