
Buat yang baca kisah Anandhita Ramadhan dan David Hakim Satrio ( My Boyfriend is Not a Transgender ), setting ceritanya itu enam tahun setelah kisah Hoshi dan Rina ya. Banyak spoiler disana yang aku tidak bisa ceritakan disini. Biar nggak pada bingung juga kok jadinya Bagas nikah sama Safira 😁😁😁
Oke kembali ke lambe cabe level 100.
Hoshi yang menerima laporan dari pengawal bayangan yang dikirimnya untuk mengawasi Rina merasa geram mendengar si tukang gali kubur pulang ke Jakarta.
"Ada apa Hosh?" tanya Freya.
"Kamu naik apa kesini?" tanya Hoshi.
"Naik mini Cooper. Kenapa?"
"Antar aku ke plaza Senayan." Wajah Hoshi tampak mengeras dan kesal.
"Rina Kareem?" goda Freya.
"Ayo, Freyaaaa!" Hoshi menarik tangan sepupunya.
"Ish iyaaa iyaaaa! Makanya tho langsung lamar biar nggak muring-muring kamu!" omel Freya. "Kayak aku ini lho!"
"Kemaki!" umpat Hoshi yang membuat Freya terbahak.
Keduanya pun masuk lift meninggalkan Taufan yang bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
***
Rina merasa senang melihat kekasihnya datang setelah sekian lama berkutat dengan penggalian minyak di pantai lepas.
"Jadi Direndra Al Azzam itu sepupunya Arimbi?" tanya Yudha sambil memakan steaknya.
"Iya, kan Oom Aidan punya dua anak, Direndra dan Alaric. Opa Hasyim Al Azzam sudah minta ke Oom Aidan dan Tante Thara kalau Rendra jari pewaris Emir Al Azzam."
"Direndra di Dubai. Alaric juga?"
"Nggak, Alaric di Inggris sekolah di Cambridge." Rina memasukkan saladnya ke dalam mulutnya.
"Aku bertemu dengan Ayrton Schumacher di Dubai. Dia sekarang yang memegang AJ Corp disana" ucap Yudha.
"Oh anaknya Oom Karl dan Tante Sabine. Aku sampai geli pas tahu namanya diambil dari nama pembalap Ferrari. Opa Senna, cucunya namanya Ayrton" kekeh Rina.
"Aku tahu keluarganya Arimbi jadi semua tapi nggak menyangka orang hebat semua" ucap Yudha. "Bima beruntung mendapatkan Arimbi. Eh katanya Bima menolak mengurus perusahaan papanya Arimbi ya?"
"Iya, Bima menolak soalnya dia sendiri sudah pusing urus bengkel dan toko emasnya."
"Oom Prayogha sehat Rin?"
"Alhamdulillah sehat. Usaha ayam gepreknya juga berhasil."
"Oom Prayogha dan Bima itu bakat bisnis soalnya, kalau aku bakat gali minyak" kekeh Yudha. "Terus kalau Bima tidak mau meneruskan perusahaan Oom Bara, siapa yang memegang sekarang?"
Rina hanya terdiam.
"Rin? Memang siapa yang akan menggantikan Oom Bara?"
Rina menghela nafas panjang. "Hoshi..." bisiknya.
"Siapa?"
"Aku!"
Rina dan Yudha mendongakkan kepalanya melihat Hoshi berdiri disana bersama dengan Freya.
"Aku yang akan menggantikan Oom Bara. Masalah?"
Freya dan Rina sama-sama menepuk jidatnya.
Kumat deh songongnya!
***
Hoshi dan Freya duduk di hadapan Rina dan Yudha sembari makan siang. Wajah dan aura tidak bersahabat Hoshi tampak terpancar membuat Freya harus menepuk paha Hoshi berusaha agar sepupunya menahan diri.
"Udah berapa kuburan elu gali?" tanya Hoshi cuek.
"Kilang minyak, Hoshi. Bukan kuburan" kekeh Yudha santai.
"Pokoknya itu lah!" balas Hoshi cuek.
"Yudha baru saja ketemu sama Rendra dan Ayrton di Dubai" ucap Rina yang membuat Hoshi menatap gadis itu.
"Ohya? Gimana kabar duo durjana itu?" tanya Hoshi ke arah Rina.
"Hosh, tanyanya ke Yudha, bukan ke Rina" Freya memegang wajah Hoshi dan mengarahkan ke Yudha.
"Oh, mereka baik kok. Aku dengar AJ Corp mau merger kan perusahaan minyak milik Al Azzam."
"Baguslah! Biar nggak saingan antara saudara" sahut Hoshi sambil memasukkan daging ayamnya ke mulutnya.
"Jadi kamu yang akan menggantikan papinya Arimbi?" tanya Yudha.
"Yup."
"Bukannya kamu berada di New York untuk mengurus disana?"
Freya melirik ke arah sepupunya. Mulai deh! Bisa gelut disini.
"Apa itu?" tanya Yudha.
"Aku akan ambil Rina dari sisimu" jawab Hoshi tenang dan serius.
Yudha langsung berdiri dan menarik kerah kemeja Hoshi. "Jangan sekali-kali kamu mengambil Rina dari aku! Brengsek kau Hoshi! Apa tidak ada perempuan lain apa? Rina adalah milikku!"
Hoshi lalu berdiri dan keduanya saling berhadapan.
"Rina, kamu milih tukang gali kubur apa aku?" tanya Hoshi sambil tetap menatap Yudha dingin.
"Aku pilih Yudha, Hosh! Yudha, lepaskan Hoshi!" bentak Rina.
Yudha melepaskan cengkeramannya dan tersenyum penuh kemenangan. "See Hosh? Rina memilih aku. Aku!"
"Sekarang. Tapi aku yakin, Rina akan menjadi milikku." Hoshi membenarkan pakaiannya yang sempat berantakan.
"Percaya diri sekali anda" ledek Yudha.
"Aku adalah orang yang ambisius. Jika aku sudah memutuskan, akan aku dapatkan bagaimana pun caranya." Hoshi pun duduk kembali.
"Tapi untuk kali ini, kamu kalah dengan ku Hosh!"
"Kita tunggu tanggal mainnya" seringai Hoshi licik.
Rina dan Freya saling berpandangan. Bocah satu ini memang tengil dan menyebalkan!
***
Sepanjang jalan Freya hanya diam, kesal melihat sepupunya seperti muka badak, cuek dan pedenya minta ampuuunnn!
"Kamu tuuuuuhhh!" geram Freya kesal.
"Apa?"
"Rina sudah milih sama Yudha. Kamu carilah cewek lain! Memang cewek cuma dia doang?" omel Freya gemas.
"Cuma dia yang gue mau, Frey" ucap Hoshi tegas.
"Astagaaa! Apa perlu aku minta Anandhita mengenalkan teman-teman kuliahnya?" tanya Freya.
"Aku tidak suka bocil. Anandhita masih 20 tahun, sama dengan Safira dan Arga. Ogah!"
"Safira masih disini?"
"Masih. Kemarin ketemu dengan dia sama Bagas Hadiyanto" jawab Hoshi.
Freya mengerem mobilnya mendadak yang membuat Hoshi hampir menatap dashboard.
"Freyaaaa!!! Kamu mau bikin aku benjol?" bentak Hoshi kesal.
"Maaf maaf." Freya bersyukur mereka benar-benar berhenti di lampu merah. "Safira sama Bagas?"
"Iya. Kamu tahu sendiri kan bagaimana anak itu cerobohnya seperti apa? Nah pas acara pernikahan kamu, dia menumpahkan saus kambing guling ke jas Ermenegildo Zegna punya Bagas."
"Oh no. Harga berapa itu?" pendelik Freya sambil menjalankan mobilnya karena lampu sudah hijau.
"$15,000."
Freya bersiul. "Lalu? Bagas minta ganti rugi jasnya?"
"On the contrary, dia meminta Safira mendry clean jasnya supaya ada tanggung jawab."
Freya terbahak. "Aku tidak kebayang kalau akhirnya Bagas berhasil masuk keluarga kita dengan menikahi Safira. Alamat darting tuh dia!"
Hoshi melirik ke Freya. "Apa kamu tidak apa-apa jika Bagas menjadi bagian keluarga kita?"
"Aku lebih respek sama orang yang berhijrah dengan penuh kesadaran daripada orang yang munafik. Belagak baik tapi ternyata malah maksiat di belakang. Bagas bercerita semua kok padaku bahwa dia berusaha menjadi pribadi lebih baik karena kematian Yudistira membuatnya melek juga."
Hoshi hanya tersenyum yang entah kenapa Freya merinding melihatnya.
"Hosh, apa kamu menyimpan sesuatu?"
Hoshi hanya tersenyum menatap Freya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Ohya, spoiler banyak di David dan Anandhita ( my boyfriend is not the transgender )
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Bonus Babang Hoshi