Hoshi, My Tiger

Hoshi, My Tiger
Konfrontasi



"Astaghfirullah Al Adzim" ucap keenam orang disana yang melihat pangeran Kamil kenalan Ayrton mencium mesra Yudha.


Benji sampai-sampai menutup mata karena melihat live show di hadapannya meskipun di kampus banyak yang seperti itu tapi Benji tetap mengikuti pendidikan Bryan dan Briana.


"Oh my God!" ucap Ayrton tidak percaya melihat pangeran yang biasa dikelilingi banyak wanita itu, malah mencium seorang pria!


"What the hell?" desis Enzo. "Ay, dia itu kan putra mahkota keluarga Abdullah dari Abu Dhabi. Kok bisa sih?"


Sebagai anak yang lahir di Dubai dan pewaris gelar Emir Al Jordan, Enzo dan Ayrton terbiasa berkumpul dengan para Emir lainnya. Direndra sendiri baru bergabung setelah menyelesaikan pendidikannya di Harvard.


"Aku tidak tahu, Zo. Tapi seingat aku, dulu keluarga kita juga memiliki anggota keluarga yang g@y. Kalau tidak salah Opa buyut Sean dan Opa buyut Brandon yang sahabat opa buyut Mike Cahill dan Oma buyut Nabila Pratomo." Ayrton pun membuka folder khusus keluarga besar mereka.


"Iya memang, tapi mereka berdua tidak menyenggol dan berniat negatif dengan kita. Bahkan aku dengar cerita dari Oma Rhea, keduanya lah yang menolong Oma buyut Nabila disaat-saat terpuruknya saat rahimnya diambil" sahut Hoshi.


"Aku mau datangi Yudha." Rina pun berdiri lalu berjalan menuju ke kursi tempat Yudha dan teman-temannya. Hoshi beserta Ayrton dan Enzo mengikuti gadis itu sedangkan Benji dan Direndra tetap berada di sofa mereka.


"Oh bagus ya Yud. Kukira kamu bakalan tobat, ternyata tidak" ucap Rina sarkasme.


Yudha yang sedang berciu*man terkejut melihat siapa yang datang dan wajahnya memucat saat tampak Hoshi di belakang Rina bersama dengan dua pria tampan.


"Wah, wah... Yang Mulia Pangeran Kamil bin Abdullah. Apa kata ayah anda jika melihat anda seperti ini?" ucap Enzo sambil bersedekap.


Dilihat dari urutan tahta, Enzo lah yang berhak menjadi Emir Al Jordan karena ayahnya Reyhan Al Jordan pewaris Emir karena Senna Al Jordan hanya memiliki anak perempuan, Sabine yang menikah dengan Karl Schumacher.


Karena Ayrton menggunakan nama belakang ayahnya, jadi secara garis keturunan, dia hanya menjadi pewaris kedua jika Enzo gagal atau meninggal dengan catatan Enzo belum menikah. Jika sudah menikah dan memiliki anak laki-laki, maka anak Enzo yang berhak menjadi pemimpin Al Jordan.


Meskipun demikian, Enzo dan Ayrton saling membantu jika salah satu absen di acara kerajaan atau pemimpin klan. Hal yang sama terjadi di Direndra. Karena Emir Hasyim Al Azzam hanya memiliki Thara Azalea, maka ketika Direndra lahir, Hasyim melakukan rapat klan untuk menunjuk cucunya sebagai pewaris Emir Al Azzam meskipun ayahnya adalah seorang Blair.


Karena tidak ada pewaris langsung, maka Direndra dan Alaric adalah pewaris gelar Emir Al Azzam.


"Astaga, pangeran Enzo Al Jordan? Pangeran Ayrton?" seru Kamil sambil mengusap bibirnya yang barusan berciuman French Kiss dengan Yudha.


Semua orang disana terkejut mendengar nama 'Al Jordan' disebut dan mereka baru melihat wajah Enzo yang dingin begitu juga saudaranya Ayrton.


"Halo Yudha. Kita ketemu lagi. Oh, preman-preman yang kamu kirim, tidak berguna bahkan mereka merugikan aku! Dan sudah waktunya aku meminta ganti rugi sepatu Salvatore Ferragamo harga $1700 milikku yang terkena darah salah satu premanmu!" Hoshi menatap tajam ke Yudha mengacuhkan tatapan para teman-temannya.


Berbeda dengan teman-teman Yudha, Ayrton dan Enzo melirik ke arah kakak sepupunya dengan perasaan sebal.


Cumi satu ini malah hitung-hitungan sepatu pulak! - batin Enzo.


Uang segitu receh banget bambaaannggg! - sungut Ayrton. Pria tampan satu ini lebih cenderung pendiam tapi tidak berlaku jika bertemu dengan Hoshi yang selalu membuatnya darting.


"Apa maumu Quinn? Uang ganti rugi sepatumu? Akan aku bayar dua kali lipat!" hardik Yudha.


"Oh, aku tidak butuh uangmu. Aku hanya ingin nyawamu!" seringai Hoshi yang langsung mendapat keplakan di bahunya oleh Rina. Ayrton dan Enzo hanya memegang pelipisnya masing-masing sedangkan Benji dan Direndra berlagak tidak kenal.


"Tapi sebelum itu, kamu hutang penjelasan kepada Rina alasan kenapa kamu berubah bajigur begini!" Hoshi tetap menatap Yudha dingin.


"Kamu pergilah dengan mereka. Aku akan menunggumu disini" ucap pangeran Kamil lembut yang membuat keempat orang disana merasa jijik.


Astaga dragon ball!


"Tapi... Quinn ingin nyawa saya, my prince" sahut Yudha.


What the hell? Menjijikkan!


"Mereka tidak akan berani macam-macam. Pergilah, kami disini."


Yudha pun berdiri dan ikut bersama keempat orang disana.


"Kalian butuh tempat private? Akan aku mintakan." Enzo pun mencari manajer tadi untuk meminta ruang privat. Setelah berunding, akhirnya Rina, Hoshi dan Yudha berada di ruang private yang belum dipakai.


***



"Nah sekarang, sebelum aku menghajarmu, Rina butuh jawaban dari alasan perilaku menyimpang kamu!" tatap Hoshi tajam.



Tatapanmu bang, beneran syerem


"Apakah kalian berdua pacaran?" tanya Yudha.


"Bisa dibilang begitu" jawab Rina tegas. "Dan bukan salah Hoshi menikung tapi kamunya yang merusak semuanya."


Yudha menatap keduanya bergantian.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok soalnya aku sudah ngantuk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Bonus Babang Hoshi