
Naya terus melangkah menuju ke kamarnya, di saat dia sampai di ruang tamu ia terkejut mendengar suara seseorang
"kau sudah pulang?" ucap om Eric yang membuat Naya terkejut
"hah, ak..aku" ucap naya yang berjalan mundur
"hahaha, kau pulang di saat yang tepat Naya" ucap om Eric yang mulai mendekati ku
"kau pulang di saat istri dan anakku sudah pergi berbelanja dan menghabiskan uang yang kau berikan, istri ku mengambil semua uangnya tanpa memberikannya untuk ku sedikit pun" ucap om Eric
"dan istri ku tak memberi kan ku uang itu karena aku gagal menjual mu, ini semua salah mu"ucap om Eric dengan marah
"dan sekarang kau harus menggantikannya, kau harus membayarnya dengan tubuhmu" ucap om Eric sambil tersenyum devil.
Naya yang ketakutan berusaha melarikan diri namun berhasil di tangkap oleh om Eric dan di lempar kan tubuh naya ke atas sofa
brukkkk..... suara Naya yang terjatuh ke atas sofa karena di lempar oleh om Eric, om Eric langsung menindih tubuh Naya dia memaksa mencium Naya namun tak bisa karena Naya yang terus melawan.
"om hentikan, lepaskan Naya hiks...hiks.."teriak Naya sambil menangis
" diam kau, diam"bentak om Eric yang masih menindih tubuh Naya
"sudah dari lama aku ingin melakukan ini, tapi selalu gagal tapi hari ini aku akan melakukannya hingga berhasil" ucap om Eric yang terus memaksa membuka baju Naya
"tidak,, hiksss,,, lepaskan saya,,, hiksss" teriak Naya sambil menangis
brughhh suara Naya menendang aset om Eric hingga om Eric kesakitan dan dia pun berlari ke dalam kamarnya.
"akhhhhh, silakan kau Naya" teriak om Eric yang kesakitan karena tendangan dari Naya.
Naya langsung berlari ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya
blamm suara pintu kamar Naya yang di tutup oleh Naya dan kemudian mengunci nya. Naya sangat ketakutan dan gemetaran di dalam kamarnya.
tok.tok..tok... bunyi ketukan pintu yang dilakukan oleh om Eric
"Naya kurang ajar kau, buka pintunya" teriak om Eric
"Naya kalau kau tidak membukanya akan ku dobrak pintu ini" ucap om Eric yang semakin marah
Naya di kamar yang mendengar ucapan om Eric sangat ketakutan, dia mengambil ponselnya dengan tangan yang gemetaran dan menekan tombol panggilan.
Naya benar-benar tak tau siapa yang harus ia telpon, akhirnya dia menelpon nomor terakhir yang ada dalam daftar panggilan nya.
pov telpon Naya
"ha..halo.. to..tolong saya,,, hikss,,, hikss,, tolong saya" ucap Naya gemetaran sambil menangis
"om.. om Eric ingin melecehkan saya...hiks..tolong saya.. tolong saya mohon.." tangis Naya yang semakin pecah
"saya di rumah, tante saya,...tolong saya... hiks..." sahut Naya lagi
"cepat.. saya moh....ahhhh" ucap Naya yang kemudian berteriak saat pintu di dobrak
brakkkkkk suara pintu yang di dobrak oleh om Eric.
pov Jay
Jay, Donny, Johnny dan Kelvin sedang mengobrol, tiba-tiba ponsel Jay berdering
"halo" sapa Jay di ponsel
"Naya kau kenapa" tanya Jay panik saat mendengar Naya menangis dan ketakutan.
"kau di mana sekarang" ucap Jay yang semakin panik dan wajahnya yang memerah karena menahan marah
"Naya.. Naya... kau tak apa-apa" tanya Jay yang mendengar Naya berteriak
Jay langsung mematikan panggilannya dan mengambil jasnya
"Donny kau tau di mana rumah tantenya Naya?" tanya Jay sambil memakai jasnya
"tau, kenapa emangnya, apa yang terjadi" tanya Donny dengan kebingungan
"ada apa Jay" tanya Johnny yang mengikuti Jay keluar dari kantor
"kita harus ke sana sekarang Naya dalam bahaya, si brengsek itu ingin menyentuh gadis ku" ucap Jay tanpa sadar.
mereka pun langsung melajukan mobil mereka untuk menolong Naya, Johnny dan Kelvin juga mengikuti mobil Jay dan Donny
brummmmmm suara mobil yang di bawa dengan kecepatan yang sangat tinggi.
back to author...
brakkkkkkk
"ahhhhh" suara Naya yang terkejut saat pintu kamarnya di dobrak
"hahaha mau kemana kau gadis sialan" ucap om Eric
"dari kecil aku merawat mu dan aku tidak mendapatkan apapun, dan hari ini kau harus membayar semuanya" ucap om Eric yang semakin mendekat ke arah Naya
"setelah aku menggunakan mu, maka akan ku jual kamu untuk mendapatkan uang yang banyak hahahaha" ucap om Eric yang menarik Naya ke atas kasus nya
"lepaskan kan.... tolong...hikssss..tolonggg" teriak Naya yang menangis
plakkkk plakkkk suara tamparan yang dilakukan oleh om Eric, dia menampar kedua pipi Naya hingga mengeluarkan darah di sudut bibir Naya
"akkkhhhhh" teriak Naya yang kesakitan
"rasakan itu, makanya diam jika tidak mau di tampar" ucap om Eric yang tersenyum jahat
"lepas kan saya.... hikssss... ibu...ayah.... tolong Naya... Naya takut..." teriak Naya yang sudah tak sanggup melawan dan masih berada di bawah tindihan om Eric
"terus lah memanggil ibu dan ayah mu yang sudah mati itu, percuma saja mereka tidak akan bisa menolong mu" ucap om Eric
"lepaskan,, bughhh..bughh..lepas..." teriak Naya sambil memukul badan om Eric yang menindih nya
"dasar gadis sialan, ku tam" ucap om Eric yang terpotong karena kedatangan Jay, Donny, Kelvin dan Johnny
"Naya" teriak Jay yang sudah di kuasai oleh emosi saat melihat kondisi Naya yang berada di bawah tindihan om Eric dalam keadaan darah yang mengalir di sudut bibirnya
"kurang ajar" teriak Jay yang menarik dan menendang om Eric sampai tersungkur ke dinding kamar Naya
Jay ingin mengambil pistol nya namun di tahan oleh Johnny
"tahan Jay dengan kau mengeluarkan pistol mu, kau akan membuat gadis kecil mu tambah ketakutan" ucap Johnny dan Jay pun melihat kearah Naya kemudian mengurungkan niatnya
Naya yang melihat Jay datang langsung berlari ke arahnya dan memeluk Jay
"hikks...saya takut" ucap Naya yang memeluk Jay
"kau aman sekarang, kita akan ke mansion ku" ucap Jay dan mengendong Naya ala bridal style dan Naya pun menenggelamkan wajahnya ke dada Jay
"Donny ambil barang-barang Naya, dan kalian berdua urus si tua bangka ini" ucap Jay yang menatap om Eric dengan tatap maut
"mau kau bawa kemana keponakan ku" ucap om Eric yang ingin mengejar Jay yang membawa Naya, namun di tahan oleh Johnny
"Donny bereskan barang-barang gadis kecil itu dan bawa ke mobil, biar dia kami yang urus" ucap Johnny sambil tersenyum sinis
"iya biar aku yang memakan daging tua bangka ini" ujar Kelvin
"baiklah" sahut Donny yang kemudian mengambil beberapa barang Naya, dan foto Naya bersama orang tuanya.
"kalian berani masuk ke rumah ku dan membawa keponakan ku, akan ku laporkan kalian pada polisi" ancaman om Eric
"biar saya yang menelpon polisi sekarang, dan membuat laporan saya masuk ke rumah orang tanpa izin, untuk menyelamatkan seseorang gadis kecil yang akan di lecehkan oleh om nya sendiri, atau om pura-pura nya"ucap Kelvin sambil tersenyum devil
" kalian..."ucap om Eric yang terpotong
brughhhhh suara om Eric yang terpental ke dinding karena di tendang oleh kaki panjang Johnny
"wah badan mu sungguh enteng pak tua, sehingga kau terpental begitu jauh hanya kerena tendangan kecil ku" ejek Johnny
"Luck tadi menelpon ku, dan dia menagih hutang nya padamu" ucap Kelvin dengan tersenyum dan membuat om Eric terkejut
"si...siapa kalian sebenarnya" ucap om Eric yang ketakutan
"sebenarnya kami tidak mau berurusan dengan tua bangka seperti mu, tapi karena kau telah menganggu gadis kecil milik Jay Anderson dan kami pun tidak bisa tinggal diam" ucap Johnny yang membuat om Eric terkejut
"a..apa.. J..Jay Anderson" ucap om Eric yang ketakutan
"kau takut?" tanya Kelvin
"begini saja, kami akan memberikan kau kesempatan sampai besok untuk lari kemana pun kau mau, tapi kalau kau berhasil kami temukan lagi, kau tak akan selamat"ucap Kelvin dengan tersenyum ala psikopat.
" Donny kita pergi sekarang "ucap Johnny
" ayok"sahut Donny yang berjalan ke depan dan membawa tas besar yang berisi barang-barang Naya
mereka pun keluar dari rumah tersebut dengan meninggalkan om Eric yang ketakutan setelah mendengar nama Jay Anderson, dan Kelvin pun tak lupa mengambil sebuah foto yang berada di meja di ruang tamu dan ia bawanya.
pov Jay dan Naya
...****************...
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
maaf jika banyak kata yang typo...
...----------------...
...----------------...
...----------------...