HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
MELAMPIASKAN SEMUANYA



Mendengar cerita dari Tirta, Jhonny dan Kelvin Naya mulai mengeluarkan air matanya, dia menyesal telah menyalahkan Jay tadi.


"Saat kamu masih di ruang operasi mommy Jay datang, Jay marah besar. Naya percayalah pada ku bahwa Jay sangat mencintai mu" ucap Jhonny.


"Aku benar-benar tidak tahu kalau Jay menanggung dan mengalami masalah yang begitu besar" ucap Naya.


"Jay tak akan membebankan orang sekitarnya dengan masalah yang ia dihadapi, makanya dia berusaha untuk menyelesaikan semuanya dan hidup bahagia dengan mu Naya" ucap Kelvin.


"Oppa, aku ingin menyusul Jay, dia pasti sangat sedih mendengar ucapan ku tadi" ucap Naya yang ingin melepaskan infusnya.


"Tidak-tidak kamu istirahat saja, Donny sudah menyusul Jay mungkin sebentar lagi Jay akan kembali datang kesini" ucap Tirta


"Tapi aku harus minta maaf pada Jay, perkataan ku tadi pasti menyakiti perasaannya" ucap Naya.


"Naya, Donny akan kembali kesini dengan membawa suami mu" ucap Kelvin.


Di sisi lain setelah Jay keluar dari ruangan Naya dengan penampilan yang acak-acakan, dia berjalan menuju ke parkiran mobil dengan tatapan kosong dengan matanya yang merah.


Donny mengejarnya dari belakang, dan terus memanggil Jay namun Jay tak meresponnya dan terus berjalan hingga masuk ke mobilnya.


"Jay kau mau kemana, buka pintu mobilnya" ucap Donny yang menggedor kaca mobil Jay.


Tanpa merespon ucapan dari Donny, Jay langsung menancapkan gas mobilnya.


"Jay" teriak Donny.


"Donny kenapa kau di sini?" tanya Ten yang baru datang ke rumah sakit dengan Teil dan juga Yudha.


"Kita kejar Jay sekarang" ucap Donny yang langsung masuk ke mobil Ten.


"Hey ada apa?" tanya Teil yang kebingungan


"Cepatlah" ucap Donny yang duduk di depan.


Mereka pun langsung masuk ke mobil dan mengejar mobil Jay.


"Donny bisa kau jelaskan pada kami apa yang terjadi?" tanya Yudha yang duduk di belakang.


"Naya marah dengan Jay setelah mengetahui dia keguguran, dia menyalahkan Jay untuk semua yang terjadi" ucap Donny


"Naya meminta Jay untuk pergi dan menjauh dari hidupnya, makanya Jay pergi dan aku gak tau dia akan kemana" ucap Donny.


"Ten percepat mobil mu" ucap Teil.


Ponsel Donny pun berbunyi.


"Ada apa Jhon?" tanya Donny yang mengangkat panggilan dari Jhonny.


("Dimana Jay, Naya ingin bertemu dengannya untuk minta maaf"ucap Jhonny)


"Aku sedang mengikutinya sekarang, aku gak tau dia akan kemana" ucap Donny


("hah, apa maksudnya mu?"tanya Jhonny yang sedikit terkejut)


"Jay pergi dengan amarah dan aku akan mengikutinya" sahut Donny.


("Bilang pada Jay, kami telah menceritakan semuanya pada Naya. Naya merasa sedih dan sama sekitar tak menyalahkan Jay atas apa yang mommy nya lakukan, jadi cepat bawa Jay ke sini karena Naya terus ingin bertemu dengannya "ucap Jhonny).


"Baiklah "ucap Donny dan mematikan panggilannya.


Di mobil Jay, dia menyetir dengan cepat. Sepanjang perjalanan ia hanya bisa mengingat ucapan Naya yang mengatakan membenci Jay.


"Aaaghhhh Naya" teriak Jay.


"Andai kamu tau kalau aku juga menderita, aku juga hancur karena kehilangan anak ku, bukan hanya kamu" teriak Jay.


"Baiklah jika kamu meminta ku untuk menjauh darimu maka aku akan melakukannya, aku akan menjauh dari mu walaupun sulit aku akan berusaha Naya" teriak Jay.


Jay kemudian menambah kecepatan mobilnya sehingga Donny, Ten, Teil dan Yudha kehilangan jejak dari mobil Jay. Jay berhenti di sebuah Bar ternama,dia masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh pemilik Bar tersebut.


"Eh tuan Anderson" sapa pemilik Bar


"Siapkan aku dua ja..lang" ucap Jay yang terus berjalan ke sebuah ruangan VIP yang ada di sana.


"Baik tuan" ucap pemilik Bar itu.



"Kita kehilangan jejak Jay" ucap Ten


"Di sangat cepat" sambung Teil


"Ini, ikuti ini" ucap Donny


"Tunggu, Jay di sebuah Bar?" tanya Yudha


"Oh Tuhan, Jay di Bar" sahut Teil.


"Untuk apa dia ke sana" ucap Ten


"Sebaiknya kita langsung ke sana saja" ucap Donny.


Ten langsung menancap gas mobil menuju ke Bar yang di datangi oleh Jay. Sesampai di sana mereka langsung masuk ke Bar untuk menemui Jay.


"Tuan Kim" ucap Pemilik Bar yang Menghampiri Donny


"Di mana Jay?" tanya Donny


"Tuan Anderson di ruang...." ucap pemilik Bar tersebut yang langsung disela oleh Donny yang pergi menuju ruang yang di tunjuk oleh pemilik Bar tersebut.


Donny, Teil Ten dan Yudha langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, mereka melihat Jaya yang sedang mabuk dan di kerumunin dia wanita sewaannya.


Brakkkkk Yudha membuka pintunya dengan paksa yang membuat Jay menoleh kearah pintu.


"Keluar kalian" bentak Yudha


"Tidak-tidak, kalian berdua gak perlu keluar. Lanjutkan kerjaan kalian, buka pakaian saya" ucap Jay yang mabuk.


"Keluar" bentak Yudha


"Jay ayo ke rumah sakit" ajak Donny yang menghampiri Jay


"Ke rumah sakit?, buat apa?, apa yang aku harapkan lagi untuk datang ke rumah sakit?" tanya Jay bertubi-tubi dalam keadaan mabuk.


"Kalian keluar aja" ucap Teil yang membuat kedua wanita itu keluar.


"Ehhh kalian berdua mau kemana?" tanya Jay yang berdiri ingin mengejar dia wanita itu namun langsung di tahan oleh Yudha.


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Yudha


"Tidak-tidak, aku tidak akan ke sana. Naya tidak mau melihat aku lagi, Naya sudah membenciku" ucap Jay.


"Jay..." ucap Ten


"Udah Ten, Sudah. Aku hanya ingin menghibur diri ku sekarang. lebih baik kalian semua pergi dan suruh para ja...lang itu ke sini" ucap Jay.


"Naya di rumah sakit" ucap Teil yang sudah kesal


"Dia tak ingin melihat ku, dia membenci ku karena anak kami keguguran. Hahahaha, ini sangat lucu, ini sangat lucu bukan. Bahkan aku juga hancur saat mengetahui anak ku keguguran, tapi dia malah menyalahkan ku untuk apa yang terjadi" ucap Jay sambil tertawa.


"Jay, Naya hanya syok, dia syok setelah mengetahui anaknya meninggal, kamu harus mengerti" ucap Ten


"Jay sebaiknya kita kembali ke rumah sakit" ucap Donny


"Dia sudah membenci ku Donny, Kehilangan anak kami saja membuat dia membenci ku seperti ini apa lagi setelah mengetahui bahwa mommy, mommy ku yang membunuh kedua orang tuanya" teriak Jay yang menangis.


"Aku tak mau terlihat lemah, aku tak mau terus terus tergantung kenyamanan dengan Naya, dengan itu aku akan melupakan Naya, sehingga jika dia ingin meninggalkan ku maka aku akan siap" ucap Jay yang menundukkan kepalanya.


"Naya mencari mu, dia mencari mu di rumah sakit" teriak Donny yang sudah kesal dan membuat Jay langsung melihat kearah Donny


"Naya sudah mengetahui semuanya, Tirta, Jhonny dan Kelvin sudah menceritakan semuanya pada Naya" ucap Donny


"Dan Naya tak membenci mu, dia merasa bersalah karena telah menuduh mu, dia ingin bertemu dengan suaminya yang sedang bermain dengan wanita lain di sini" ucap Donny yang sudah sangat kesal.


Jay yang mendengar ucapan Donny menjadi terkejut.


"Jadi....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....