HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
DETIK-DETIK BERAKHIRNYA DRAMA



"anda suami saya kan, jadi anda berhak melakukan apapun terhadap saya termasuk mendorong saya ke kolam" ucap Naya


"kamu benar, kamu adalah istri saya, dan saya akan melakukan apapun terhadap kamu dan itu hak saya" ucap Jay


"aku tidak akan melepaskan mu sekalipun, sehingga kamu tau bahwa kamu sedang berhadapan dengan seorang Jay Anderson" ucap Jay yang smirk


malam pun tiba, di kamar giska berpamitan pada Jay dengan alasan akan pulang ke rumah orang tuanya.


"Jay malam ini aku harus pergi" ucap giska yang duduk atas pangkuan Jay


"kamu mau kemana?" tanya Jay yang mengusap kepala giska


"aku sangat rindu dengan mama ku, jadi aku ingin menemuinya" ucap giska yang berbohong dan terus meraba-raba tubuh Jay


("hahaha, gisaka, giska, mama mana yang ingin kau temui"batin Jay yang tertawa")


"baiklah kamu boleh menemuinya, titipkan salam ku pada mama mu" ucap Jay yang memainkan rambut giska


"bilang pada ibu mu terimakasih telah melahirkan wanita secantik dirimu" ucap Jay lagi yang membuat giska tersenyum malu.


"baiklah akan ku sampaikan nanti pada mama ku" ucap giska


"aku akan meminta beberapa pengawal untuk mengikuti mu" ucap Jay sambil tersenyum


"ah, Jay tidak usah, kamu tidak perlu khawatir, lagi pula kan musuh-musuh kamu tidak tau kalau kamu sebenarnya mencintai aku, yang mereka tau istri kamu adalah gadis miskin itu" ucap giska


("berani sekali kau menghina istri ku"batin Jay)


"tidak-tidak aku tetap akan menyuruh pengawal untuk menjaga mu " ucap Jay yang ingin mengerjai giska


"tidak Jay aku tidak mau di kawal, aku yakin nanti jika mama ku mengetahui bahwa aku di kawal dia pasti akan bertanya aku kenapa, aku gak mau buat mama aku khawatir Jay" rengek manja giska


"baiklah terserah pada mu saja, tapi kamu harus janji akan pulang secepatnya kesini" ucap Jay


"iya Jay, aku gak mungkin ninggalin kamu lama-lama" ucap giska yang tangannya mengalungi leher Jay.


"baiklah kamu akan berangkat sekarang?" tanya Jay


"iya Jay, aku akan pergi sekarang" ucap giska


"tapi Jay aku butuh sedikit uang, untuk..." ucap giska yang langsung di sela oleh Jay


"anything for you" ucap Jay yang menunjukkan ponselnya


"Aaaaa Jay kau memang sangat perhatian, kalau begitu aku pergi dulu" ucap giska yang tersenyum dan memeluk Jay


giska pun pergi dan meninggalkan Jay sendiri sendiri di kamar.


"yessss" ucap Jay


"baby kecil sepertinya malam ini dan seterusnya kita akan selalu bersama" ucap Jay sambil tersenyum


"tinggal menunggu mereka masuk jebakan" sambungannya lagi sambil smirk.


Jay mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"pastikan mereka sudah menangkap giska, dan besok datanglah ke mansion, suruh semua anggota Jaytrack untuk datang" ucap Jay pada ponselnya


"drama akan di buka besok" ucap Jay lagi sambil tersenyum dan mematikan ponselnya


setelah Jay mematikan ponsel dari seseorang tadi yang menelpon margin.


"margin datanglah ke kamarku dan bawakan air" ucap Jay pada ponselnya yang menelpon margin.


setelah beberapa menit margin pun datang dan membawakan air minum untuk Jay.


tok..tok...ketukan pintu kamar Jay yang di ketuk oleh margin


"tuan, saya membawa air minum yang anda minta" teriak margin dari luar


klekkkkk Jay membuka pintu kamarnya


"taruh airnya di atas meja itu, dan bersihkan juga meja itu" ucap Jay dan meminta margin untuk masuk ke kamarnya.


Jay pun masuk ke kamarnya dengan di ikuti oleh margin di belakang, setelah pintu kamar tertutup Jay langsung menekan penyadap suara di kamarnya.


"margi lakukan rencana terakhir mu dan jangan sampai gagal" ucap Jay cepat pada margin


"baik tuan" ucap margin


"sekarang bawa sampah itu dan keluarlah" perintah Jay.


beberapa menit setelah margin keluar, margin mengirim pesan untuk Jay


isi pesan dari margin


"tuan semuanya telah selesai, silahkan menikmati waktu anda dengan nona Naya" isi pesan margin


"benar kata Jackie, gaji mu harus di naikan" ucap Jay sambil tersenyum setelah membaca pesan dari margin.


Jay pun masuk ke kamar Naya.


klekkkkk suara pintu yang di buka oleh Jay, terlihat di kamar Naya yang sudah berbaring di kasurnya dan terbalut selimut dari kepala sampai kaki.


"oh, apakah Naya sudah tidur" ucap Jay pelan


saat Jay mulai mendekati kasur Naya ia pun mulai menyadari bahwa Naya hanya pura-pura tertidur. Jay yang mengetahui itu tersenyum dan berniat ingin menjahili Naya.


"euhhhhmmm" deheman Jay


"sepertinya Naya sidah tidur, jadi aku bebas melakukan apapun padanya" ucap Jay sambil tersenyum


"eeehhh enak aja kalau ngomong" ucap Naya yang membuka selimutnya


"apakah anda ini seorang Casanova?" tanya Naya yang menutupi tubuhnya dengan selimut


"hahaha, kenapa berpura-pura tidur baby kecil" ucap ucap Jay sambil tertawa saat melihat wajah cemberut dari Naya


"gak usah ketawa di sini, sana keluar" ucap Naya yang mengusir Jay


"baby kecil kamu mengusir ku" tanya Jay yang duduk di kasur Naya


"iya aku mengusir anda, sana pergi" ucap Naya lagi


"kenapa?,perasaan aku tidak membuat kesalahan pada istri kecil ku ini" ucap Jay yang mencubit pipi Naya


"istri kecil anda ini sangat marah karena akting anda tadi" ucap Naya yang membuat Jay gemas melihatnya


"ya ampun Naya jangan bilang kamu marah gara-gara tadi" ucap Jay dan mendapat anggukan pelan dari Naya


"ya ampun sayang... kan itu cuma akting doang" ucap Jay yang memeluk Naya.


"akting apaan, bagaimana kalau tadi Donny oppa gak datang pasti anda sudah menampar aku" ucap Naya yang masih cemberut di pelukan Jay


"itu tidak akan terjadi sayang, semuanya yang terlihat masih banyak menyimpan rahasia besar" ucap Jay yang membuat Naya kebingungan


"maksudnya apa?" tanya Naya


"sudah,.. ayok tidur aku ingin memeluk istri kecil ku ini" ucap Jay yang tidur dan menarik Naya ke dalam pelukannya


"tapi anda belum menjawab pertanyaan aku" ucap Naya


"Naya jangan panggil aku lagi pakai sebutan anda, sekarang panggil aku sayang" ucap Jay yang masih memeluk Naya


"oh ya lusa kamu sudah boleh ke kampus, kamu tidak mungkin meninggalkan banyak materi" ucap Jay yang memeluk Naya dan sudah memejamkan matanya


"sepertinya aku tidak mau ke kampus lagi, aku malu pasti semua orang akan mengejek dan mengatai aku wanita tidak benar" ucap Naya yang juga memeluk Jay


"jika ada yang berani mengatai istri kecil ku, maka hidup dia tidak akan tenang" ucap Jay


"Naya percayalah apapun yang akan ku lakukan nanti ini semua demi kamu" ucap Jay


"iya aku percaya, tapi apakah kita tidak keterlaluan membuat tante itu dalam bahaya" ucap Naya


"sayang aku sudah mengatakannya berkali-kali, dia itu wanita jahat, kalau kita tak menyingkirkan dia terlebih dahulu, maka dia yang akan menyingkirkan kamu, aku tidak mau terjadi hal buruk pada mu Naya, itu janji ku pada oppa mu" ucap Jay


"lagian wanita itu akan hancur oleh dua kekasihnya sendiri" ucap Jay lagi


"sudah, sebaiknya tidur saja, kamu terus bicara dari tadi dan membuat aku tidak bisa tidur" ucap Jay yang mengeratkan pelukannya.


Naya dan Jay pun tertidur lelap dalam keadaan saling pelukan.


keesokan harinya.


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo


...----------------...


...----------------...


...----------------...



intinya jangan membuat Jackie marah ygy (Jackie: jangan pernah menyentuh saudara atau peluru ini akan tembus ke tubuhmu)


m



(Jake : senyum ku manis bukan, makanya lihatlah senyuman ku untuk terakhir kalinya kamu hidup)



(Haekal: aku menjadi saksi atas perlakuan Jay Hyung yang selalu mencium Naya, mataku sudah kotor)



(Reyhan: aku benci mengatakannya, tapi kali ini aku setuju dengan si perusuh Haekal)



(Mark: sebagai adik yang baik aku hanya mengikuti apa kata Hyung ku)



(Clayton : bungkam saja mulutnya dengan uang)



( Andy: aku masih kecil, jadi jangan bahas masalah itu di depan ku)