
Semua anggota Jaytrack yang menyaksikan video tersebut menangis melihat kejadian tersebut, di tambah lagi mereka menangis melihat perjuangan Naya kecil untuk menjaga kedua orang tuanya termasuk untuk meminta bantuan.
"dari kecil dia memang sangat tangguh" ucap Hendry
"setelah di bawa ke rumah sakit keluarga Aruna di nyatakan meninggal, sedangkan Naya yang masih hidup langsung di bawa oleh tante dan om nya" jelas Tirta
"lalu apa sangkut pautnya kejadian yang menimpa ku dan kejadian yang menimpa Naya?" tanya Jay dengan mata yang sudah memerah
"pelakunya sama" ucap Ten cepat
"daddy mu meninggal karena serangan jantung, itu semua tak benar" sambung Teil
"racun Arsenik merupakan senyawa kimia yang sangat berbahaya dan bisa mematikan fungsi jantung, jadi itulah yang menjadi penyebab daddy mu meninggal Jay" ucap Teil
yang membuat Jay terkejut
"Racun itu memang sangat susah di deteksi, sampai pada saat kami menemukan dokter yang menangani daddy mu dulu, dia asing kan karena mengetahui daddy mu meninggal bukan karena serangan jantung biasa" balas Ten
"siapa pelakunya?, Clarissa?" tanya Jay yang sudah sangat marah dan matanya memerah
"iya, dia dan ayahnya Scott yaitu tuan Seno" ujar Zeus
"mereka berdua juga turut andil dalam membunuh kedua orang tua Naya dan juga orang tua Tirta" ucap Teil lagi
Jay menatap Tirta dengan rasa bersalah.
"Nyonya Clarissa berselingkuh dengan tuan Seno, karena daddy mu mengetahui itu, dia memberi obat lumpuh pada daddy mu" jelas Ten
"hubungan nyonya Clarissa dan tuan Seno berlangsung selama 1 tahun lebih, dan kemudian keduanya mencintai orang lain yaitu keluarga Aruna.
Tuan Seno menyukai nyonya shella Aruna dan nyonya Clarissa menyukai tuan Robert Aruna" jelas Ten lagi yang membuat Jay terdiam membeku.
"mereka berdua berusaha untuk memisahkan tuan Robert dengan nyonya shella namun tak berhasil, karena kekuatan dan kepercayaan mereka berdua sangat kuat" ucap Tirta tiba-tiba
"karena itulah mereka membayar orang untuk membunuh keluarga Aruna. satu bulan setelah kejadian daddy dan mommy ku mengetahui kebusukan mereka. kemudian mereka membunuh daddy ku, lalu juga mommy ku" ucap Tirta yang menunduk
"maafkan aku Tirta" ucap Jay yang merasa bersalah pada Tirta
"ini bukan salah mu Jay, kau bahkan membencinya juga, kita harus menghukum mereka atas perbuatan mereka" ucap Tirta
"perusahaan Aruna diambil alih oleh tuan Seno dan Nyonya Clarissa. namun perusahaan itu di pegang oleh tuan Seno. mereka berdua masih berhubungan sampai sekarang" jelas Tirta lagi
"akan ku bunuh dia dengan tangan ku" ucap Jay yang sudah sangat marah dan ingin pergi namun langsung di tahan oleh Jhonny
"gak gini caranya Jay" ucap Jhonny
"kau tenanglah" sahut June
"iblis itu sudah membuat daddy ku meninggal, orang tua Tirta, orang tua istri ku, semuanya dia bunuh. maka hari ini aku yang akan membunuhnya" ucap Jay yang emosi dan mengeluarkan air matanya
"jay tenang lah" sahut Kelvin
"gimana akau bisa tenang setelah mengetahui kelakuan bejat iblis itu" teriak Jay
"diam dan duduklah" bentak Jhonny
"aghhhhh sialan, kenapa aku harus lahir dari rahim iblis seperti dia kenapa, bagaimana aku bisa menanggung dosa yang telah dia perbuat pada Tirta dan Naya" ucap Jay yang sudah menangis.
"kau ketua mafia besar Jay, kau tak akan menangis seperti ini" ucap Jhonny
"bagaimana aku tidak menangis, aku menangis karena menyesal, karena takut, karena malu. bagaimana kalau Naya mengetahui siapa penyebab kematian orang tuanya, dia pasti akan meninggalkan ku, dia pasti aku minta cerai dari ku" ucap Jay yang putus asa
"Jay, Naya tidak akan meninggalkan mu, aku akan menjamin itu semua. kamu juga tidak perlu merasa malu pada ku, aku tidak pernah menyalahkan mu atas semua kejadian yang di lakukan orang nyonya Clarissa" jelas Tirta yang menghampiri Jay
"maafkan aku Tirta, maafkan aku" ucap Jay yang memeluk Tirta
"kita sama-sama korban Jay" ucap Tirta yang membalas pelukan Jay
"hyung kami telah berhasil" ucap Young
"benarkah?" tanya Ten
"ini awal rencana kita Jay, kita bisa membalas mereka dengan mengambil kembali perusahaan Aruna sekarang" ucap Tirta yang merangkul Jay
"setelah perusahaan Aruna sudah di tangan kita, maka kita akan menghukum perbuatan mereka" ucap Tirta
"iya kau benar, aku akan membuat iblis menderita selamanya" ucap Jay dengan amarah.
"lalu sekarang apa?" tanya Kelvin
"aku dan beberapa anggota lainnya akan masuk ke perusahaan itu dengan menyamar sebagai karyawan atau pekerja di sana. lalu aku akan mencuri beberapa berkas dengan klien penting" jelas Teil
"kami siap membantu Hyung" ucap Jaytrack Dream barengan
"kami juga" ucap anggota Jaytrack lainnya
"terimakasih semuanya" ucap Jay
"kita ada keluarga dulu Jay Hyung menolong kami, sekarang waktu nya kami menolong Jay Hyung" ucap Reyhan dan di anggukin oleh yang lain
"aku sudah bilang jay bahwa Jaytrack bukan hanya mafia biasa, tapi kita ini keluarga" ucap Jhonny yang merangkul Jay
"orang yang menentang mu, maka mereka juga menentang kami" ucap Yudha
"kalau begitu sebaiknya kau pulang lah Jay" ucap Tirta
"kau benar Tirta, Jay memang harus pulang dan menyelesaikan masalahnya dengan Naya" ucap Donny
"tadi pagi sepertinya mereka bertengkar" ucap Donny lagi
"pulanglah Jay" ucap Jhonny
"Hendry bawa anggota Dream ke kampus mu untuk mendaftar kuliah dan tempatkan mereka di ruang yang sama dengan Naya" ucap Jhonny
"baiklah, ayok ikut aku" ucap Hendry pada anggota dream
"aku, Tirta, June dan Kelvin akan mengurusi masalah Klien besar di yang bekerja sama dengan Seno. dan yang lainnya ikut Teil untuk masuk ke perusahaan Seno" ucap Johnny
"Donny antarkan Jay pulang ke mansion, setelah itu kau langsung ke kantor ku" ucap Tirta
"ayo Jay" ajak Donny
saat berada di mobil pandangan Jay hanya keluar dia tak bicara sepatah katapun. Donny yang tau betul bagaimana perasaan Jah saat ini hanya bisa menenangkan Jay.
"aku akan selalu membantu mu Jay, Kita sudah berteman dari kecil jadi aku tau betul bahwa saat ini kau sedang sangat hancur" ucap Donny yang fokus menyetir
mendengar ucapan Donny, Jay mulai menundukkan kepalanya. air mata seorang Jay Anderson telah tumpah lagu hari ini.
"kau sudah lama menahan tangis mu, jadi hari ini menangislah" ucap Donny yang semakin membuat Jay menangis.
Donny yang melihat Jay yang menangis juga ikut sedih. Donny tau betul perasaan Jay, bahkan Jay yang terkenal tegas dan mengerikan di kalangan mafia menangis karena mengetahui kenyataan pahit di hidupnya.
"kita sudah sampai Jay" ucap Donny pada Jay
"terimakasih Donny, kau segeralah datang ke perusahaan Tirta" ucap Jay yang mengusap wajahnya dan turun dari mobil.
Jay masuk ke dalam dan berpapasan dengan margin
"tuan anda kenapa?" tanya margin
"tidak, aku tidak apa-apa. dimana Naya?" tanya Jay pada margin
"dia ada di taman belakang tuan" ucap margin
"baiklah aku akan ke sana" ucap Jay yang ingin pergi
"terimakasih margin" ucap Jay dan langsung pergi.
Jay pergi menuju taman belakang mansion dan melihat Naya....
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada kata yang typo....
......................
......................