
"apa kalian tidak mengingat sesuatu?" tanya Kelvin yang membuat Jay,donny dan Johnny kebingungan
"apa maksud kau Vin?" tanya Johnny yang kebingungan
"apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Jay
"kalian benar-benar tidak ingat?" tanya Kelvin balik yang membuat mereka bertiga semakin bingung
"begini saja, Jay sebaiknya nanti malam kau bawa gadis itu ke mansion mu" ujar Kelvin
"aku memang akan membawa dia ke mansion ku nanti malam" ujar Jay
"aku tak akan membiarkan dia tinggal bersama orang sialan itu lagi" ucap Jay tanpa sadar dan menyenderkan badannya di sofa.
"wow, Jay tanpa sadar kau mengakuinya lagi"ejek Jhonny sambil tersenyum
"kau sebaiknya dia..." ucap Jay yang terpotong karena Naya sudah kembali dan membawa makanan.
"permisi" ucap Naya yang kesulitan membuka pintu ruangannya karena memegang banyak kantong makanan
"pak Donny tolong bantuin saya" ucap Naya
"nona kenapa anda membelikan banyak sekali makanan?" tanya Donny yang membantu Naya
"bukan kah kalian berempat, jadi saya beli yang banyak untuk kalian, lagian pak Donny ini bukan menggunakan uang saya jadi tak masalah"ucap Naya sambil berjalan ke arah meja dengan full senyum
Kelvin dan Johnny yang melihat kelakuan Naya hanya tersenyum.
"wah gadis kecil, kau sangat tau kalau kami juga lapar" ucap Kelvin yang excited dan Naya membalas nya dengan senyuman
melihat naya yang tersenyum kearah Kelvin Jay menjadi jengkel
"aku cuma meminta kamu untuk beli makanan hanya untuk ku saja, buka untuk mereka juga" ucap Jay yang kesel
"sudah lah Jay kau tidak boleh pelit begitu, lagian kau harus terlihat royal kan untuk memikat nya" ujar Johnny sambil senyum dan memainkan matanya ke arah Jay
"sudah-sudah berhenti berdebat, pak Donny duduklah apa kau tidak pegel hanya berdiri di situ" ujar Naya yang menghentikan perdebatan para pria ini dan melihat Donny yang berdiri.
Donny pun akhirnya duduk dan Naya pun mengeluarkan makanan nya dari kantong dan menaruhnya di atas meja.
"saya membelinya di restoran yang terkenal enak dan mewah, di Gwanghwamun Ichungjib" ucap Naya yang menaruh kantong makanannya di meja dan mengeluarkan nya satu per satu
"saya membeli Jineo Manchan, Janggeum Manchan, dan Jineo-byul Manchan. ini sangat terkenal enak di restoran tersebut" ucap Naya dan tersenyum
"wah kau benar-benar memiliki selera yang bagus nona" ucap Donny yang mulai ngiler melihat makanan yang di keluarkan oleh Naya
"kalau begitu makanlah, jangan sampai dingin nanti tidak enak lagi" ucap Naya
"kau tidak makan?" ucap Kelvin
"tidak pak, kalian makan saja saya akan kembali ke kafe untuk bekerja dan saya akan makan di sana" ujar Naya
"dan ini saya kembalikan kartu ini" ucap Naya yang menaruh black card di meja
"aku tidak mau makan" ucap Jay tiba-tiba
"hah, kenapa?" tanya Naya
"ini sudah lewat jam makan siang ku, dan gara-gara kau aku juga batal meeting" ucap Jay yang berbohong.
Kelvin dan Johnny yang tersenyum mendengar penuturan dari Jay, mereka tau Jay berbohong dan mereka tau dengan jelas bahwa itu hanya Akal-akalan Jay supaya Naya tidak pergi.
"itu karena saya harus mengantri nya" ucap Naya
"aku tidak peduli" ucap Jay yang acuh
"pak Anderson tolong jangan mempersulit saya lagi, saya harus kembali bekerja supaya saya tidak di pecat" ucap Naya lagi yang membujuk Jay
"itu bukan urusan saya, lagian bukan kah kamu sudah bekerja pada saya, kenapa masih bekerja di cafe kecil itu, apa gaji dari ku masih kurang" ucap Jay sombong
"bukan begitu, sa.." ucap Naya yang kembali di potong oleh Jay
"keluar dari kafe itu atau aku akan menyuruh Donny menghancurkan kafe itu" ujar Jay
"maaf gadis kecil, tapi apa yang di bilang sama Jay itu untuk kebaikan kamu, supaya kamu tidak terlalu lelah dalam bekerja, dan kamu hanya perlu bekerja di mansion Jay saja, bukankah kamu juga berkuliah" sahut Johnny yang membela Jay dan membuat Jay menahan senyumnya.
Naya berpikir sejenak, di berpikir apa yang di bilang oleh Johnny benar, dia akan kesulitan dalam menjalani kuliah nya kalau bekerja di dua tempat,
hhhuuffh suara nafas Naya yang kasar
"baik lah saya akan keluar dari kafe, saya akan pergi ke kafe untuk berpamitan pada bos ku" ucap Naya
"Donny akan melakukan nya untuk mu" ucap Jay
"sebaiknya kau duduk di sini, sebentar lagi ikut aku di mansion ku, dan mulai nanti malam kau akan tinggal di mansion ku"ucap Jay yang membuat Naya terkejut
"eh pak Anderson, bukan begitu saya harus pamitan kepada tante dan om saya terlebih dahulu, saya juga harus mengambil beberapa barang-barang saya" ucap Naya
"kau tidak perlu berpamitan pada mereka, lagian tante dan om mana yang tega berbuat jahat pada keponakan nya" sindir Jay
"dan untuk pakaian dan perlengkapan mu nanti akan di belikan oleh Donny" sambung Jay lagi
"saya gak mau di bantah, duduk di sini dan tunggu saya" ujar Jay yang tak terbantahkan
"pak Anderson saya mohon, jangan begitu, setidaknya izinkan saya mengambil beberapa barang-barang saya" ujar Naya yang memelas
"saya harus mengambil foto orang tua saya dan barang peninggalan orang tua saya" ujar Naya dengan raut sedih
melihat Naya dengan raut sedih Johnny, Kelvin dan Donny melihat kearah Jay untuk mengizinkan Naya untuk mengambil barang-barang nya.
"baiklah saya izinkan, tapi jangan lama dan secepatnya balik ke sini" ucap Jay
"baik Pak, saya akan segera kembali ke sini" ucap Naya yang kesenangan dan langsung pergi
"Jay kau jangan terlalu mengekang nya" ujar Johnny
"kalau kau sering membuat dia takut,maka dia makan menjauh dari mu secara perlahan" ucap kelvin
"saya setuju dengan mereka berdua pak" ujar Donny
"kalian gak perlu mengajariku" ucap Jay yang kemudian terdiam memikirkan ucapan dari Johnny dan Kelvin.
"kau memang susah di bilangin Jay" ucap kelvin yang melanjutkan makannya.
("kenapa aku jadi khawatir begini, apa bener aku menyukai gadis itu, perasaan ku benar-benar kalang kabut gara-gara gadis itu, aku jadi mengkhawatirkan nya tanpa sebab"batin Jay)
Donny seolah-olah tau bahwa sahabat sekaligus atasannya lagi mengkhawatirkan Naya, ia pun mencoba menenangkan Jay.
"pak Anderson, Anda tenang saja pasti nona akan baik-baik saja" ucap Donny pada Jay yang membuat kelvin dan Johnny melihat ke arah Jay
"Jay kau mafia yang paling di takuti dalam berbagai kalangan, kenapa kau menjadi gelisah seperti ini. tenang saja, jika gadis kecil mu kenapa-napa, kau bisa membuat orang itu menghilang dari bumi ini hanya dengan jentikkan jarimu" ejek Kelvin
"diam lah dan lanjutkan saja makan mu" ucap Jay kesel
Johnny yang melihat tingkah Jay hanya tersenyum sambil melanjutkan makannya.
sekitar 20 menit akhirnya Naya sampai ke rumah tantenya. dia sangat takut untuk memasuki rumah tersebut, dia teringat akan kejadian semalam.
ia takut jikalau om dan tante nya akan menjualnya, setelah berdiri di luar beberapa saat, akhirnya Naya memberanikan diri untuk masuk ke rumah.
terlihat rumah sepi, seperti tidak ada orang di dalam, di satu sisi Naya sangat senang karena dia tak perlu takut, dan di satu sisi lagi dia gelisah karena tak dapat berpamitan pada tantenya.
Naya terus melangkah menuju ke kamarnya, di saat dia sampai di ruang tamu ia terkejut mendengar suara seseorang
"kau sudah pulang?"
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...