
"Jay... jangan percaya pada mereka. kamu, kamu orang pertama di hati ku Jay, tolong lepasin aku Jay dan kita akan hidup bahagia di kota lain" ucap giska
"walaupun aku seorang pengkhianat sekarang, tapi aku tetap muak dengan pengkhianatan. kau menghancurkan hatiku giska" ucap Jay dengan raut sedih
"Jay, percayalah padaku. mereka, mereka terlalu terobsesi denganku, makanya mereka ingin mengatakan hal itu supaya hubungan kita hancur" teriak giska yang membuat Scott emosi dan menembak giska
"mereka ingin melihat mu hancur dengan memisahkan kita" teriak giska lagi
"jay percayalah pada ku, merekalah yang terus mengemis cintaku Jay, aku hanya mencintai kamu" teriak giska sambil menangis dan terus berusaha lepas
"dasar, ja..la..ng..dorrr...dorrr...dor.." teriak Scott yang sudah emosi lalu menembak giska yang membuat Jung marah
"giskaaaaaa" teriak Jay yang ingin berlari ke arah giska namun di tahan oleh anggota Jung
"Scott kau gila?, seharusnya dia yang kau bunuh bukan giska, giska adalah pemuas ku" teriak Jung
"aku benci pada ja..la..ng itu karena telah mengkhianati aku, bahkan dengan mu, aku sudah sangat marah saat mengetahui kau juga memiliki hubungan dengan wanita itu, namun aku menahannya emosi ku demi mengetahui keberadaan adik dan anggota ku" teriak Scott yang sudah di selimuti emosi
"aku juga marah saat mengetahui kau memiliki hubungan dengannya, tapi kau tak perlu membunuhnya. setidaknya dia bisa menjadi pemuas untuk kita" teriak Jung
"kalian benar-benar keterlaluan, kalian sudah mengambil giska dari ku, lalu kalian juga membunuhnya" teriak Jay yang sudah berakting marah
"jadi kau ingin ikut wanita itu?, maka kau harus mati juga bersamanya" teriak Jung
"kau sekarang bukan lagi mafia yang tangguh tanpa anggota mu"sambung Jung
" ya aku bukan lagi mafia sekarang, berarti aku tidak punya masalah lagi dengan kalian kan, aku akan pergi. hidupku sudah hancur sekarang, jadi jangan mencoba menghancurkannya lagi"ucap Jay lesu dan ingin pergi
"hahahaha tuan Anderson yang gagah, pemberani, dan pintar dalam menyusun taktik sekarang hancur hanya karena ja..lang" ucap Scott
"kau sudah masuk ke sini dengan sendirinya, maka kau akan di keluarkan dari sini dengan keadaan tak bernyawa" ucap Jung
"matilah kau Anderson sialan,, dorrr....dorrr" teriak Jung dan menembak Jay sebanyak dua kali.
peluru itu masuk ke perut dan satu lagi masuk ke bahu Jay. Jay yang mendapatkan tembakan tiba-tiba dari Jung terkejut dan tak sempat mengelak nya lagi.
Jay terjatuh dengan darah yang mengalir dari perut dan bahunya. Jung yang melihat Jay sudah tergeletak di lantai mulai tertawa, sedangkan Scott masih marah karena Jay belum beritahukan keberadaan adik dan anggotanya.
"hahahha ini lah akhir dari ketua Mafia Jaytrack, semua mafia akan tau, ketua mafia Jaytrack mati di tangan ku, dan semua mafia akan tunduk pada ku" ucap Jung
"brengsek, beritahu aku di mana adik dan anggota ku yang kau sekap" bentak Scott yang menghampiri Jay yang sudah tergeletak.
polisi pun tiba di markas Jung.
"jangan bergerak" teriak kepala polisi dan mencondongkan pistol ke arah anggota Jung dan juga Jung.
Scott yang melihat polisi masuk pun terkejut, ia langsung menutup wajahnya dengan jas yang di kenakan nya lalu menembak salah satu polisi dan lari dari markas Jung.
Jung juga ingin melarikan diri namun tidak berhasil. Jung sudah di borgol dan di masukan ke mobil tahanan bersama anggotanya, sedang jasad giska sedang di evakuasi.
anggota Jaytrack berlari masuk ke markas Jung, mereka melihat giska yang tak lagi bernyawa dan sudah di masukan me dalam kantong jenazah.
kemudian pandangan mereka beralih ke Jay yang sedang di cek oleh polisi.
"tuan Anderson, anda bisa mendengar saya?" tanya kepala Polisi yang ternyata ayah Naura yaitu Farhan Yasa
"Jay" teriak mereka bersamaan
"Hyung" teriak mereka bersamaan
"segera panggil ambulan" ucap pak Farhan
"pak Yasa, saya yang menghubungi anda, Jay Anderson adalah sahabat sekaligus saudara kami jadi kami akan membawanya ke rumah sakit" ucap Ten cepat dan panik
"pak Yasa, jika menunggu ambulan akan lebih lama lagi, nyawanya gak akan tertolong" sahut Tirta untuk meyakinkan.
"baiklah mobil saya akan membuka jalan untuk kalian, supaya kalian cepat sampai" ucap pak Farhan
"angkat Jay masuk ke mobil" perintah Tirta
anggota Jaytrack pun mengangkat Jay masuk ke mobil mereka.
"bawa mereka semua ke kantor" perintah oak Farhan
"saya akan membuka jalan untuk tuan Anderson, dan satu lagi mobil bawa jasad itu ke rumah sakit juga" ucap pak Farhan yang langsung menuju ke mobil polisinya
"Jackie, Jake dan Haekal kalian jemput Naya" ucap Tirta yang melemparkan kunci mobil Jay ke Jackie
"baik Hyung" ucap Jackie
Jackie langsung menyetir menuju ke mansion untuk menjemput Naya.
di mansion sejak kepergian Jay tadi Naya menjadi tidak tenang, firasatnya mulai tak enak. sudah dari sore Naya gelisah, dia terus keluar masuk untuk melihat Jay sudah kembali atau belum.
malam pun Naya masih menunggu Jay di luar mansion, di duduk di depan mansion dan menunggu kepulangan Jay.
"Naya, masuklah ini sudah malam" ucap margin yang menghampiri Naya
"Naya, tuan Jay akan pulang sebentar lagi, kamu tidak perlu khawatir dia tidak akan kenapa-kenapa" ucap margin yang mencoba menenangkan Naya.
"tapi bu, perasaan ku tidak enak sejak tadi sore, dan malam ini pun perasaan ku tambah tidak enak lagi, aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya" ucap Naya
("kamu mulai mencintainya nak, saya berharap kalian bahagia selamanya. tuan Jay dari kecil menderita karena mommy nya sendiri, apalagi setelah daddy nya meninggal, saya tak lagi melihat kebahagiaan atau pun senyum pada raut wajah tuan Jay, tapi semenjak ada kamu, kehidupan tuan Jay menjadi lebih cerah"batin margin yang terus menatap Naya)
"Naya, kamu tidak perlu khawatir saya yakin tuan akan baik-baik saja" ucap margin lagi
"ayok masuk, tuan pasti akan sangat marah jika melihat anda di luar" sambung margin lagi
"tapi bu..." ucap Naya yang masih engan untuk masuk ke mansion
"percayalah pada ibu, ayo masuk" ucap margin lagi dan membantu Naya untuk berdiri.
saat Naya ingin masuk ke dalam mansion Naya melihat mobil Jay yang sudah kembali, spontan ia langsung berlari ke mobil tersebut.
"tuan suami, anda sudah kemba..." ucap Naya yang dengan ceria namun terpotong saat melihat bukan Jay yang keluar dari mobil.
"oppa kenapa kalian menggunakan mobil suami aku, di mana dia?" tanya Naya yang kebingungan
Jackie, Jake dan Haekal saling tatapan.
"kenapa kalian saling tatapan gitu, apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Naya yang sudah panik
"Naya ayo ikut kami" ucap Jake dengan pelan
"kemana?, di mana suami ku" tanya Naya lagi
"Naya nanti kami jelaskan di jalan, ayok masuk dulu ke mobil" ucap Haekal
"tidak aku ingin menunggu suami ku di sini, nanti kalau dia pulang dan aku tidak ada pasti mood dia hancur lagi" ucap Naya
"Naya, Jay Hyung masuk ke rumah sakit karena tembakan dari Jung" ucap Jackie yang membuat Naya terkejut dan air matanya langsung keluar
"a..ap...apa" ucap Naya yang hampir terjatuh namun di tahan oleh margin
"margin kami harus membawanya" ucap Jackie dan di anggukin oleh margin
"ayo Naya" ucap Jackie yang memegang Naya masuk ke mobil.
dalam perjalanan menuju rumah sakit, di dalam mobil Naya tak bisa mengeluarkan suara sama sekali, hanya air matanya yang terus mengalir dengan tatapan kosong.
"Naya kamu jangan khawatir ya, Jay Hyung tidak akan kenapa-kenapa" ucap Jake yang memenangkan Naya.
"iya Naya, Jay Hyung orang yang kuat, dia pasti akan baik-baik saja" ucap Haekal lagi
"apa dia tetap akan baik-baik saja saat peluru masuk ke tubuhnya" tanya Naya dengan tatapan kosong dan air mata terus mengalir
"Naya..." ucap Jake
"Jackie oppa bisakah kita lebih cepat" ucap Naya pada Jackie
tanpa menjawab Naya Jackie menambah kecepatan dalam menyetir. setelah lama keheningan terjadi di mobil, mereka pun sampai do rumah sakit.
Naya langsung berlari masuk ke rumah sakit, dengan rasa khawatir ia pun berlari mencari ruangan Jay. Reyhan yang melihat Naya pun langsung memanggilnya.
"Naya" panggil Reyhan
"oppa, di mana suami ku" ucap Naya
tanpa menjawab dengan wajah menunduk Reyhan menunjuk ke sebuah ruangan. Tanpa membuang waktu lagi Naya lagi berlari dan masuk ke dalam.
di dalam ruangan betapa terkejutnya Naya saat melihat semua orang di sana murung, bahkan ada yang menangis.
dia melihat ke atas brankar ada seseorang yang tertidur dan tubuhnya di tutup dengan kain.
"Naya, oppa minta maaf karena tidak bisa menjaga Jay dengan baik" ucap Tirta dengan raut wajah yang lesu dan sukses membuat tangisan Naya pecah.
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada kata yang typo...
......................
......................