
Semua pandangan beralih pada Jay dan Giska.
"Jay ada apa ini?, kenapa ini terjadi" tanya Teil
"kalian kalau kesini cuma menghakimi Jay, mending pergi aja" ucap Giska dengan lancang.
"kau terlalu banyak bicara Giska, akan lebih baik kau diam saja" ucap Luck yang membuat Giska kaget dengan keberadaan Luck di mansion Jay
"kamu mengenalnya?" tanya Jay lembut
"di...dia orang yang pernah merayuku dulu" ucap Giska yang gugup dan berbohong
"hahaha, Giska, Giska kau sangat pandai dalam berbohong" ucap Luck sambil tertawa
"Luck dia milikku jadi jangan pernah rayu dia ataupun berani merebutnya dari ku" ucap Jay yang membuat anggota Jaytrack lainnya terkejut.
"terserah kau saja" ucap Luck dengan ekspresi yang sudah mulai marah
"heh, kau sepertinya sangat mencintai wanita ini Jay" ucap Hendry yang tersenyum remeh
"Jay aku tidak suka berada di sini, aku tidak nyaman karena ada mereka" ucap Giska yang memeluk lengan Jay
"tunggu dulu sebentar ya, aku akan menyelesaikan masalah aku dengan mereka, dan aku pengen kamu di sini Giska karena cuma kamu satu-satunya yang masih berada di samping ku" ucap Jay pada Giska.
"tolong jangan membuat dia tak nyaman" ucap Jay lagi.
"menjijikan" ucap June
"jaga omongan mu June" ucap Jay emosi
"sepertinya Jaytrack kehilangan ketua yang bijaksana" sindir William yang melihat kearah Jay
"Aku akan pulang, kita sudah menentukan endingnya bahwa Jaytrack akan bubar karena pengkhianatan seorang ketua pada anggota pentingnya" sindir Yudha sambil smrik.
"aku sudah mengatakan bahwa aku tidak mengkhianati adiknya Tirta, aku tidak mengkhianati gadis itu, aku menyelamatkan dia dari saudara-saudaranya yang serakah. dan sebagai gantinya, untuk melindungi Giska dari musuhku" ucap Jay dengan emosi dan nada keras
"jika kau ingin melindunginya dari saudaranya yang serakah, kau bisa meminta Tirta yang menjaganya. tak perlu kau tahan dia di mansion lalu kau nikahi dia untuk melindungi wanita mu.ra.han itu" ucap Luck dengan nada kasar dan menunjuk kearah Giska
"berani sekali kau menyebutku wanita mu.ra.han" ucap Giska pada Luck
"kalian semua tak tau diri, jika kalian datang kesini hanya untuk buat Jay marah sebaiknya kalian pergi dari sini" teriak Giska
"kalian dengar apa kata Giska, sebaiknya kalian pergi dari mansion ku" ucap Jay yang sukses membuat semua anggota Jaytrack kecewa dan marah.
"wah kau sangat lucu Jay" ucap Yudha sambil tersenyum sinis
"sebaiknya kita pergi, kita tidak boleh mengganggu pasangan yang ingin berduaan saja" ucap Teil dan ingin pergi namun terhentikan.
"aku akan mengajak Naya pergi dari rumah ini" ucap Tirta sambil turun dari tangga dan membawa koper Naya
"tak akan ku biarkan kau menyakiti adikku seperti tadi" ucap Tirta yang sudah berada di depan Jay
"apa maksud mu Tirta?, seperti tadi?, Jay menyakiti Naya lagi tadi?" tanya Kelvin bertubi-tubi dan menghampiri Jay dan Tirta
"Jay jangan bilang kau menyiksa Naya tadi" ucap Johnny yang juga mendekati Jay
"iya dia menceburkan kepala adikku ke dalam bathtub" ucap Tirta yang membuat semua anggota Jaytrack terkejut dan Giska yang tersenyum senang.
"apa, apa itu benar Naya?" tanya Hendry
"aku tidak peduli apa yang dilakukan oleh tuan Anderson padaku sekarang, lagian hidupku sudah hancur sekarang, aku tak tau siapa lagi yang dapat aku percaya" ucap Naya dengan tatapan kosong dan air matanya yang mengalir.
("*nona akting anda sangat bagus, bahkan anggota tuan Jay semua kasian melihat anda"batin margin sambil menutupi senyuman)
("lihatlah akting adikmu Tirta, mungkin aku harus bersabar menerima pukulan lagi sekarang, aku tak bisa melawan anggota ku sendiri "batin Jay yang sangat pasrah)
(" kapan lagi anggota Jaytrack dapat memukul mu Jay "batin Tirta)
(" tamat sudah pipi Jay Hyung"batin Jake)
("entah kenapa aku melihat aura gelap sedang menguasai tempat ini, Jay Hyung siapkan tubuhmu"batin Jackie*)
"Naya kamu masih bisa percaya padaku, hidupmu tidak akan hancur" ucap Haekal yang menghampiri Naya
"terimakasih Haekal, tapi bagaimana bisa aku mempercayai orang lain lagi, bahkan belum sehari aku resmi menjadi istri orang, tapi orang itu malah mengkhianati ku" ucap Naya dengan lesu dan air mata yang masih mengalir di pipinya.
"Tirta bawa adik mu pergi, kita akan melindunginya bersama" ucap Ten
Tirta pun membawa Naya pergi namun di tahan oleh Jay
"jika kau membawa dia pergi dari sini, maka aku akan melaporkan kalian semua ke polisi" ucap Tirta yang membuat Haekal murka
("Haekal berani sekali kau, sayang lihat lah karena akting mu bahkan Haekal berani memukul ku, rasanya emang tidak sakit, tapi aku sangat kesal karena Haekal yang memukul ku, anak kecil yang memukul seorang ketua Mafia "batin Jay)
"Jay,, kau tak apa?" teriak Giska sambil memegang pipi Jay
("berani sekali tante itu memegang pipi suami ku, lihat saja nanti kalau dia bertemu dengan ku, akan ku suruh dia untuk membersihkan pipinya dari kuman itu"batin Naya yang kesel)
"apa kau tak waras, kau cuma anak kecil berani sekali memukul Jay" teriak giska yang membentak Haekal
"jangan membentak Haekal ahjumma" ucap Naya yang datang pada Haekal
"apa kau bilang, ahjumma, berani sekali kau" bentak giska
"kau pikir aku takut, aku tak takut sama sekali padamu" ucap Naya
"kau bangga karena dapat mengambil nya dari ku, hahahaha kau sangat lucu" ucap Naya sambil menertawakan giska
"kau hanya serangga kecil yang masuk ke rumah orang dan berdiri di tubuh orang itu, jika orang itu tidak tahan lagi maka ia akan membunuh serangga kecil seperti mu, dan aku akan tamat" ucap Naya
"oppa pulanglah, aku akan tetap di sini melayani SUAMI KU DENGAN SEPENUH HATI" ucap Naya yang mengambil kopernya dan pergi ke kamar kembali.
"Naya" panggil Tirta namun tak di gubriskan oleh Naya.
"baiklah jika begitu, Jake, Jackie, Naya adalah adik kalian juga, jadi kalian tinggallah di sini untuk melindungi Naya" ucap Tirta
"baik Hyung" sahut Jackie dan Jake
"tidak, Jay aku tidak setuju mereka di sini" ucap Giska
"ini bukan urusan anda, sebaiknya anda urusi saja keriput di wajah anda itu" ucap Jackie spontan.
"Jay lihatlah, mereka terus menghina ku, bagaimana aku bisa tenang tinggal bersama mereka"ucap giska
"hey kamu tenang saja, kamu akan selalu berada di sisiku, jadi tidak ada kesempatan untuk mereka untuk membuat mu tidak tenang" ucap Jay
"sebaiknya kita ke kamar, ini sudah malam, kamu harus tidur" ucap Jay yang mengajak giska
Jay dan giska pergi masuk ke kamar Jay. sedangkan anggota Jaytrack sangat kesal.
"apa ini, aku benar-benar akan meninggalkan Jaytrack sekarang" ucap Zeus
"sudahlah sebaiknya kita pergi dari sini, dan aku mohon untuk saat ini tolong jangan keluar dulu dari Jaytrack" ucap Tirta lesu
"kenapa?, Tirta, Naya adik angkat mu, dan di juga menjadi adik angkat kami" ucap William
"kami tak bisa tinggal diam saat Jay menyakiti Naya" ucap William lagi
"tapi jika kalian keluar dari Jaytrack, yang akan menjadi korbannya adikku Naya" ucap Tirta
"sudahlah sebaiknya kita balik, Jackie, Jake kalian jaga Naya, kabarin kami jika Jay menyakiti Naya lagi" ucap Jhonny dan pergi
"pasti Hyung" ucap Jake.
semuanya pun pergi dari rumah Jay, sedari tadi Jackie terus memperhatikan seorang maid yang merekam kejadian tadi, namun Jackie hanya diam dan pura-pura tak tau.
di kamar Jay
"giska kamu tunggu di sini, aku akan mengambil bahan kerja ku di raung kerja" ucap Jay
"Jay aku mau ikut kemanapun kamu pergi" ucap giska sambil merayu dengan dengan mengelus dada Jay
("mu.ra.han. sungguh mu.ra.han."batin Jay yang jijik dengan kelakuan giska)
"giska dengarkan aku, ruang kerjaku berada di dekat kamar yang akan di tempatin oleh Jackie dan Jake, jika kamu mengikuti aku ke sana, mereka pasti akan menghina ku lagi" bujuk Jay
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada kata yang typo...
...----------------...
...----------------...