
di ruangan Jay rawat
Di ruangan Jay, Naya sedang menyuapi Jay makan dengan raut wajah yang cemberut dan membuat Jay yang melihatnya gemes.
"nih wajahnya gemes banget sih kalau lagi cemberut" ucap Jay yang mencubit pipi Naya
"orang cemberut di bilang gemes, dasar aneh" jawab Naya
"hahaha, kamu lucu tau kalau lagi cemberut" ucap Jay sambil tertawa
"buggghhh aneh" ucap Naya yang memukul lengan Jay
"awwww sayang sakit" ucap Jay yang memegang lengannya
"hah, maaf... sakit banget ya" ucap Naya khawatir dan mengelus lengan Jay
"ya pasti sakit Naya, udah di perban kamu pukul lagi" ucap Jay yang membuat Naya sedih
"maaf" ucap Naya yang merasa bersalah.
Jay yang melihat Naya bersedih pun langsung menarik Naya ke atas nya.
"kamu gak perlu minta maaf sayang, aku yang minta maaf karena udah buat kamu khawatir" ucap Jay yang memeluk Naya
"anda tidak perlu minta maaf" jawab Naya
"Naya berjanjilah bahwa kamu akan selalu bersama saya sampai kapanpun" ucap Jay
"anda juga harus berjanji untuk tidak terluka lagi" ucap Naya
"itu pasti sayang" ucap Jay yang mencium Naya.
"baiklah sekarang habiskan makanannya supaya bisa minum obat" ucap Naya
"tidak berikan saja obatnya sayang, aku sudah tidak lapar" ucap Jay
"tapi anda belum menghabisi makanannya" ucap Naya yang langsung di cium oleh Jay
"cup itu hukuman kalau kamu manggil aku dengan sebutan anda lagi" ucap Jay setelah mengecup bibir Naya
"aku lebih suka kalau kamu memanggilku dengan sebutan suamiku sayang" ucap Jay yang mengelus pipi Naya
"baiklah suamiku, sekarang ayok makan lagi" ucap Naya sambil tersenyum
"tidak-tidak, berikan saja obatnya pada ku sayang" ucap Jay
"tapi makanannya belum habis" ucap Naya
"aku sudah kenyang Naya" ucap Jay kekeh
"baiklah aku akan mengambil obatnya" ucap Naya yang berdiri dari pangkuan Jay dan mengalah dengan suaminya.
"iya sayang" ucap Jay
Naya mengambil obat Jay dan memberikannya kepada Jay.
"sekarang istirahatlah" ucap Naya
"sebentar lagi, aku masih ingin melihat mu" ucap Jay
"sayang..., kamu pasti lelah banget, jadi tidurlah. kamu bisa melihat aku lagi besok dan kapanpun kamu mau" ucap Naya yang membujuk Jay.
Jay yang mendengar Naya memanggilnya sayang langsung tersenyum senang.
"sepertinya besok aku mau sakit terus deh, biar kamu manggil aku sayang terus" ucap Jay sambil tersenyum
"hey, jangan aneh-aneh" ucap Naya
"sekarang cepat berbaring dan tidurlah" ucap Naya
Jay pun mulai membaringkan tubuhnya di brankar yang besar itu.
"sayang sini" ucap Jay yang menepuk tempat di sampingnya
"hah??, tidak-tidak, aku bakal tidur di sana saja" ucap Naya yang menunjuk kearah sofa yang di tutup oleh pembatas kasur Jay.
"engga, kamu gak boleh tidur di situ" ucap Jay
"kenapa?, sayang aku gak mau nanti kamu kesempitan dan gak nyaman" ucap Naya yang mengelus pipi jay untuk pertama kalinya.
"tidak Naya, kamu tidur di sana, di sana tertutup, aku tidak bisa melihat kamu" ucap Jay
"lagian ini gak bakalan sempit sayang. Naya ayolah suami mu ini ingin memeluk diri mu" ucap Jay
"haaahufffhh, baiklah. nanti kalau kamu merasa tidak nyaman katakan pada ku" ucap Naya yang menarik nafas dengan kasar.
Naya pun mulai membaringkan tubuhnya di samping Jay, tepatnya di dalam pelukan Jay.
"gimana Giska?, apa dia baik-baik saja?" tanya Naya tiba-tiba yang berada di dalam pelukan Jay
"di sudah tidak ada, kekasihnya sendiri membunuhnya" jawab Jay yang memeluk Naya dan memejamkan matanya.
"apa, bagaimana bisa seorang kekasih membunuh wanitanya" ucap Naya yang terkejut
"itu bisa saja terjadi sayang, giska pacaran dengan 2 laki-laki yang saling berteman, apalagi dia mengaku mencintai ku di depan dua laki-laki tersebut" ucap Jay yang terus memejamkan matanya
"aku kan cuma bertanya" jawab Naya
"aku gak suka dengan pertanyaan mu" balas Jay membuat Naya terdiam
"oh ya sayang jika ada wanita paruh baya yang bernama Clarissa Anderson menemui mu maka jangan hiraukan dia" ucap Jay yang membuka matanya dan menatap Naya
"kenapa?, dan nama belakangnya sama dengan mu, bukankah berarti dia keluarga mu juga" tanya Naya yang kebingungan
"dia mommy ku, dia orang jahat, dia juga yang membuat aku kehilangan daddy ku. hubungan kami memang sudah memburuk saat aku dan daddy mengetahui bahwa dia berselingkuh" jelas Jay
"Naya dengarkan aku baik-baik, jika dia sengaja bertemu dengan, atau dengan tidak sengaja menemui mu, jangan percaya apapun yang ia ucapkan, semua yang di bilang pasti hanya untuk membuat mu menjauh dari ku" ucap Jay dengan serius
"dia wanita licik, dia bisa saja melakukan apapun demi menghancurkan aku, dan dia kaan melakukannya melalui mu" jelas Jay yang membuat Naya hanya menganggukkan kepalanya
"Naya dari dulu aku selalu meyakinkan bahwa wanita itu hanya menginginkan harta para laki-laki,mereka hanya ingin memeras para laki-laki untuk kesenangan mereka, hal itu sama seperti nyonya Clarissa dan juga Giska" ucap Jay
"tapi semenjak aku mengenalmu untuk pertama kali, aku jadi yakin bahwa kamu adalah wanita yang berbeda, kamu tak akan melihat harta, kamu hanya akan melihat cinta yang tulus. aku berharap bahwa kamu akan selalu bersama ku sampai kapanpun" ucap Jay yang matanya mulai memerah karena menahan tangis
"ini pertama kalinya aku melihat seorang Jay Anderson seorang CEO dan juga seorang yang mengaku Mafia hampir menangis" ucap Naya yang mengelus pipi Jay.
"aku tidak tah apa ya g terjadi antara kamu dengan nyonya Clarissa itu, aku juga tak butuh harta kamu, yang akan aku pastikan bahwa, aku akan selalu bersamamu" jawab Naya yang masih mengelus pipi Jay
"jujur aku sangat beruntung bertemu dengan mu, bertemu dengan Tirta oppa dan juga oppa-oppa lainnya. mereka terutama kamu, kalian semua menjaga aku dengan tulus, bahkan tante dan om ku saja hanya memanfaatkan aku" ucap Naya lagi
"aku berjanji bahwa aku akan selalu bersama mu sampai kapanpun. ini rumah tangga kita, hanya akan ada kita saja tidak ada orang lain" sambung Naya yang tersenyum
"iya ini rumah tangga kita hanya ada kita dan anak kita kelak" ucap Jay yang tersenyum
Jay langsung memeluk Naya, dan kemudian mencium Naya. ciuman Jay dan Naya tak berlangsung lama kerena di ganggu oleh si biang rusuh di Jaytrack
"kleeeek, Jay Hyung aku ing...." ucap Haekal yang membuka pintu ruangan jay tiba-tiba dan kemudian langsung membalikan badannya karena melihat Jay dan Naya sedang berciuman.
"hah,,, miane,, hyung maafkan aku" ucap Haekal yang kaget dan langsung membalikan badannya
"Haekalllllll"teriak Jay yang kesal sedangkan Naya bersembunyi di pelukan Jay karena malu
mendengar teriakan Jay. Johnny dan Tirta yang ada di depan ruang rawat Jay langsung masuk kedalam, dan begitupun dengan anggota Jaytrack yang lain, saat melihat Jhonny dan Tirta masuk kedalam ruang rawat Jay buru-buru mereka pun langsung berlari juga ke ruang rawat Jay.
kleekkkkk
"ada apa?" tanya Tirta dan Jhonny barengan
"apa yang terjadi" tanya Teil yang melihat kearah Jay
"bocah itu..." ucap Jay yang kesal
"hyung, dia berulah lagi?" tanya Reyhan
"dia... dia menganggu ku dan Naya" jawab Jay
"sudahlah, tidak perlu di besar-besarkan" ucap Naya yang tidak lagi bersembunyi
"tapi dia sudah menganggu kita sayang, aku sangat kesal padanya, dia selalu menganggu kita saat sedang berci.." ucap Jay yang mulutnya langsung di tutup oleh tangan Naya dan membuat anggota Jaytrack kebingungan
"Haekal apa yang kamu lakukan" tanya Jhonny
"ah Hyung aku benar-benar tidak tau bahwa Jay Hyung dann Naya sedang berciuman, jadi aku masuk hanya itu" ucap Haekal yang membuat anggota Jaytrack tertawa, sedangkan Naya merasa malu dan menutup wajahnya
ppptttffff hahahahhahhaa tawa anggota Jaytrack pecah
"Jay, aku pikir kau dalam bahaya sehingga kau berteriak seperti tadi" ucap Jhonny
"kau hanya gagal dalam sebuah ciuman, kenapa memarahi anak kecil ini" sambung Jhonny
"Jhonny ajak anak mu untuk keluar" ucap Kelvin sambil tertawa
"ayok son" ajak Jhonny pada Haekal
"tunggu dulu Hyung ada masalah yang harus aku sampaikan pada jay Hyung" ucap Haekal yang panik
Jhonny yang selalu membela Haekal
kesayangan Jhonny
CEO sekaligus Mafia Hot
yang berhasil menaklukkan seorang Jay Anderson