HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
KECELAKAAN KELUARGA ARUNA



Setelah mengirimkan pesan, Jay menaruh ponselnya kembali di meja kecil samping kasur. lalu dia mencium Naya yang masih tertidur dan kemudian bergegas masuk ke kamar mandi.


Naya pun bangun dengan tubuhnya sedikit kesakitan, ia juga menyadari bahwa sang suami sudah bangun duluan. Naya bangun pelan-pelan dari tidurnya dan ingin mandi setelah Jay.


Jay pun selesai mandi dan keluar, ia melihat Naya yang sudah bangun dan duduk di sofa.


"sayang kamu sudah bangun" ucap Jay yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya di lilit oleh handuk di pinggangnya


"iya, aku juga mau mandi" ucap Naya yang berjalan pelan-pelan menuju kearah Jay, tepatnya ke kamar mandi.


"mau aku bantu?" tanya Jay


"gak perlu, sana pakai baju" ucap Naya cepat dan membuat Jay tersenyum.


Naya pun sudah masuk ke kamar mandi, sedangkan Jay bersiap-siap untuk ke kantor.


kurang lebih setengah jam Naya pun selesai mandi dan melihat sang suami yang sudah rapi dengan setelah jas.


"kenapa mengunakan jas?, mau kemana?" tanya Naya yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


"sayang hari ini aku akan ke kantor" ucap Jay yang duduk di sofa kamarnya dan menunggu Naya.


"ke kantor?, tidak-tidak, tidak boleh kamu masih sakit" ucap Naya cepat


"sayang ada urusan penting yang harus ku selesaikan" ucap Jay yang menghampiri Naya


"tapi lihat luka yang ada di tubuh kamu, bagaimana ada hal yang lebih penting dari kondisi kamu sendiri" ucap Naya yang khawatir.


"sayang ini masalah besar, luka ini sudah mendingan" bujuk Jay


"kamu tidak pernah mendengarkan aku" ucap Naya yang menuju walk in closet untuk memakai pakaian


"bukan begitu sayang" ucap Jay yang mengikuti Naya


Naya mengunakan pakaiannya tanpa menghiraukan keberadaan Jay. sampai Naya selesai menggunakan pakainya Jay masih membujuk Naya.


"sayang please dengerin aku" ucap Jay


"apa lebih penting pekerjaan dari pada kesehatan mu sendiri?" tanya Naya yang sudah kesal dan membuat Jay juga kesal


"cobalah untuk mengerti ucapan ku dan istirahatlah" sambung Naya lagi


"ini bukan masalah lebih penting yang ini atau yang itu, tapi ini masalah yang harus aku selesaikan Naya" ucap Jay dengan suara sedikit membentak


"aku mengerti ucapan mu, tapi ini bukan saatnya aku untuk istirahat sekarang, ada masalah besar yang harus ku selidiki" sambung Jay lagi yang membuat Naya terdiam.


"aku minta izin pada mu untuk menyelesaikan masalah ini, seharusnya kamu mengerti itu" ucap Jay lagi dengan keras


"jadi menurut mu aku tidak pernah ngertiin kamu?, aku ngelarang kamu demi kesehatan kamu juga" ucap Naya dengan matanya yang sudah penuh dengan air.


"jika kamu tidak suka aku melarang kamu, maka besok aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Naya yang keluar dari kamar meninggalkan Jay.


"agggghhhh, aku harus tau tentang masalah daddy dan orang tua kamu Naya" ucap Jay yang frustasi.


Naya duduk di meja makan dengan tatapan kosong, Jay yang baru turun dari tangga tak membujuk ataupun menegur Naya. Jay langsung melewati Naya yang duduk di meja makan. walaupun dia tau bahwa sang istri sedang menunggunya makan.


"Donny ayo berangkat" ucap Jay dengan tatapan ke depan


"kamu tidak makan?, Naya sepertinya menunggu mu makan" ucap Donny yang juga duduk di meja makan.


"aku tidak lapar, ayo" ucap Jay yang langsung melewati Naya yang duduk di meja makan dan membuat Naya sedih menitikkan air mata.


Donny langsung mengikuti Jay dan masuk ke mobil yang sudah ada Jay di kursi belakang.


"ada masalah apa Jay?" tanya Donny yang melihat jay melalui kaca


"tidak ada" jawab Jay singkat


"jika ada masalah selesaikan baik-baik dengan istri mu Jay, dia masih muda jadi emosionalnya naik turun" ucap Donny yang tau Jay dan Naya sedang ribut kemudian fokus menyetir kembali.


("aku benar-benar merasa bersalah karena telah membentak Naya tadi, tapi hari ini aku benar-benar harus mengetahui apa yang menimpa daddy dan orang tua Naya dulu"batin Jay)


Naya mengambil ponselnya di saku dan mengirim pesan untuk Naya.


LOVE ❤


Sayang aku minta maaf karena telah membentak mu tadi, tapi ini benar-benar masalah penting yang harus aku selesaikan.


aku tau kamu khawatir terhadap kondisi ku, tapi ada hal yang lebih penting untuk ku dari pada kondisi ku sendiri.


saranghae, aku akan menjelaskan semuanya nanti.


itulah isi pesan yang di ketik oleh Jay untuk istrinya di rumah.


satu jam kemudian Jay sampai ke kantornya. dia dan Donny langsung masuk ke ruang CEO yaitu ruang Jay.


di sana sudah di penuhi oleh semua anggota Jaytrack yang menunggu kedatangan Jay dan Donny. Jay pun duduk di sofa besar yang ada di ruangannya.


"jadi apa yang kalian ketahui?" tanya Jay


"kalian bertiga, coba cek data ini" ucap Tirta pada Young, Clayton dan Andy


"baik Hyung" sahut mereka bertiga dan langsung berkutik di depan laptop masing-masing.


"saat kecelakaan keluarga Aruna terjadi, dengan sengaja seseorang merusak semua CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian" ucap Ten


"tapi mereka tidak tau di pohon besar dekat kejadian ada sebuah CCTV juga yang merekam semuanya" sambung Ten lagi


Zeus memutar video tersebut dan di saksikan oleh semuanya.


POV ON ISI VIDEO:


*sekitaran jam 13.10 mobil keluarga Aruna melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba di persimpangan jalan saat mobil keluarga Aruna ingin terus berjalan lurus ada mobil besar dari sisi lain yang melaju dengan cepat dan menabrak mobil keluarga Aruna sampai terpental jauh.


tak sampai di situ saat mobil keluarga Aruna sudah terpental jauh dan setengah hancur, tiba-tiba ada mobil besar lagi dari sisi lainnya yang juga meluncur begitu cepat dan kembali menabrak mobil keluarga Aruna sampai hancur.


Robert Aruna dan Shella Aruna selaku orang tua dari Naya terpental keluarga dengan darah yang bercucuran dan tak sadarkan diri, Naya juga terpental keluar dengan luka di kepalanya. pada saat Naya yang masih berumur 8 tahun, dia menyadari kedua orang tuanya terluka parah, dan saat dia melihat dia mobil besar itu berhenti dan 4 orang turun dari dua mobil itu, Naya langsung berbaring telungkup seolah-olah dia juga pingsan.


"mereka semua sudah mati" ucap salah satu pria bertubuh besar itu.


"kita apakah mereka bertiga" tanya pria lainnya


"biarkan saja, mereka juga sudah mati. biarkan orang-orang yang menemukan dia, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap pria itu lagi


"iya benar, biarkan mereka di sini saja. biarkan semuanya seolah-olah kecelakaan biasa" ucap pria itu dan kemudian mereka pun pergi.


pada saat itu di jalan tesebut memang sangat sepi, tak ada satu orang pun yang lewat. Naya yang menyadari orang-orang tersebut sudah pergi, dia langsung bangun dan menghampiri kedua orang tuanya.


dengan darah yang terus keluar dari kepalanya, Naya berusaha memanggil kedua orang tuanya yang terpental memang tak saling jauh satu sama lain.


"eomma...appa" panggil Naya


"eomma bangun" ucap Naya yang membangunkan ibunya


"appa bangun" ucap Naya yang kembali berlari pada ayahnya.


pada saat itu Naya benar-benar tak menangis sedikitpun, dia mencari cara supaya ada yang menolong ayah dan ibunya.


Naya berdiri dan menatap kedua orang tuanya, namun teringat kata gurunya.


"oh guruku bilang kalau ada yang terluka harus menelpon bantuan dengan nomor 911" ucap Naya yang berlari kearah mobil yang sudah hancur.


Naya tanpa peduli sedikitpun dengan darah di kepalanya, ia masuk ke dalam mobil yang hancur itu lewat sela-sela jendela dan meraih tas ibunya. Naya berhasil mengambil tas ibunya dan langsung berlari lagi ke dekat ayah dan ibunya.


"eomma, appa, aku akan menelpon bantuan untuk kita" ucap Naya yang mengambil ponsel ibunya.


Naya pun menekankan ponsel ibunya dan menelpon.


"halo, saya Kanaya Aruna, ada orang jahat yang menabrak kami, oemma dan appa ku sudah tak sadarkan diri, tolong kami" ucap Naya pada ponsel dengan suara yang sudah sedikit gemetar menahan tangis.


"aku tidak tau di mana ini, yang jelas di sini jalannya memiliki 4 persimpangan" jelas Naya lagi setelah mendapat respon dari orang tersebut.


"baiklah aku tidak akan mematikan ponselnya" ucap Naya yang menaruh ponselnya dekat ibunya dan tak mematikannya.


pada saat itu Naya sudah duduk berjongkok, kepalanya sudah mulai pusing dan Naya juga sudah menangis.


"eomma, appa, kepala ku sangat pusing tapi aku tidak boleh tertidur juga nanti eomma dan appa tidak ada yang jagain" ucap Naya yang sudah berjongkok dan menangis.


"oemma kenapa oemma tidak bernafas, jantung eomma juga tidak berbunyi, kata ibu guru manusia tidak bisa hidup jika tidak bernafas dan jantungnya tidak bergerak" ucap Naya yang menghampiri eomma nya dan merasakan nafas dan mendengarkan detak jantung ibunya.


"oh appa juga begitu, apa orang dewasa jika tertidur begitu" ucap Naya yeng berlari pada ayahnya dan melakukan hal yang sama.


dan beberapa saat kemudian Naya mulai pusing dan terjatuh di jalan.


"ah eomma, appa Naya sangat pusing...." ucap Naya lirih dan kemudian pingsan.


sekitar lebih dari satu jam akhirnya polisi dan ambulans datang, mereka langsung membawa Naya beserta ke-dua orang tuanya ke rumah sakit.*


POV OFF


semua anggota Jaytrack yang menyaksikan video tersebut menangis melihat kejadian tersebut, di tambah lagi mereka menangis melihat perjuangan Naya kecil untuk menjaga kedua orang tuanya termasuk untuk meminta bantuan.


"dari kecil dia memang sangat tangguh....


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


maaf jika ada kata yang typo...


...****************...


...****************...


...****************...