HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
MENGAKHIRI DRAMA



Sore pun tiba, Jay pun berpamitan pada Naya. entah kenapa Naya pun merasakan perasaannya yang tak enak.


"Naya aku akan pergi sebentar" ucap Jay di kamar Naya


"pergi?, bukannya jika anda pergi tidak pernah bilang pada ku, ini kenapa mesti bilang" tanya Naya dengan polos


"Naya jangan memanggilku dengan sebutan anda lagi" ucap Jay yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"lagian apa salahnya jika suami pamit pada istri nya" ucap Jay lagi


"ya kan aku cuma nanya doang" sahut Naya


"sensi amat sih, faktor u kali ya" ucap Naya pelan namun masih bisa di dengarkan oleh Jay


"kamu bilang apa"tanya Jay yang mulai kesal


"Naya, mood aku sudah cukup hancur tadi pagi, tolong sore ini perbaiki mood aku" ucap Jay


"baiklah-baiklah, tuan suami mau kemana" tanya Naya yang mendekati Jay


"suami aja, gak usah pakai tuan" ucap Jay lagi


"baiklah, mau kemana?, mau ke kantor? bukan kah hari ini libur?" tanya Naya bertubi-tubi


"aku tidak ke kantor" ucap Jay


"lalu mau kemana?" tanya Naya


"Naya, sore ini aku akan mengakhiri segala drama yang ada di rumah tangga kita, aku mau kita hidup aman dan bahagia selalu" ucap Jay yang memegang kedua pipi Naya


"rencana kami berjalan dengan lancar, giska sudah di tahan oleh kekasih ataupun selingkuhannya aku tidak mengerti dengan hubungan mereka, yang jelas aku akan ke sana" ucap Jay


"mau ngapain, mau nyelamatin dia?" tanya Naya sewot dengan cepat.


"tidak sayang, tentu saja tidak itu tidak akan mungkin terjadi" ucap Jay


"lalu buat apa ke sana" tanya Naya pelan dan membuang pandangannya dari Jay


"sayang, mereka itu mafia jahat, mereka itu akan berbahaya untuk kamu, makanya aku ingin menjebak mereka di sana" jelas Jay


"mafia jahat?, bukankah jika ke sana akan berbahaya?" tanya Naya


"mungkin sedikit, tapi aku akan berhati-hati. lagian kamu juga sudah taukan bahwa suami mu ini juga seorang mafia" ucap Jay yang tersenyum dan mencubit pipi Naya


"tapi anda kan mafia baik, mereka mafia jahat" ucap Naya dengan raut khawatir


"suami, bukan anda" ucap Jay yang mencubit pipi Naya


"iya maksudnya itu, kalian semua kan mafia baik" ucap Naya lagi


"semua mafia akan sama jika sudah berhadapan dengan musuhnya sayang, lambat laun kamu akan mengerti" ucap Jay yang tersenyum.


"ya udah aku berangkat dulu ya, telpon kedua sahabat mu untuk datang ke sini, biar kamu tidak bosan" ucap Jay yang kemudian mencium Naya kemudian ingin pergi


"bisakah anda tidak pergi" ucap Naya yang menarik jas yang di kenakan oleh Jay


"entah kenapa perasaan ku tak enak jika anda ke sana, tolong pergi" ucap Naya lagi dengan raut wajah yang murung


"hey kamu tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja, polisi juga akan datang untuk membantu ku" ucap Jay yang memeluk Naya


"benarkah?" tanya Naya


"benar sayang" jawab Jay sambil tersenyum


"tapi, bagaimana jika anda terluka" ucap Naya yang di pelukan Jay


"aku tidak sendiri Naya, semua anggota ku akan pergi juga" ucap Jay


"benarkah?" tanya Naya


"iya sayang,,, dari tadi benarkah mulu" ucap Jay yang mencubit hidung Naya


"ya udah aku pergi dulu ya, biar aku cepat kembali ke sini" ucap Jay yang kemudian di anggukin oleh Naya


Naya mengantar Jay sampai ke mobil di luar mansion.


"pulanglah dengan cepat" ucap Naya


"iya, aku akan pulang dengan cepat" ucap Jay yang mengelus pipi Naya dan kemudian mencium Naya di depan anggota Jaytrack


anggota Jaytrack spontan membuang wajah mereka karena melihat aksi Jay. Jay pun masuk ke mobilnya dengan menyetir sendiri. sedangkan anggota Jaytrack lainnya mengikuti Jay dari jauh.


"tenang Naya, suami mu aman bersama kami" ucap Tirta yang memegang kepala adiknya.


"kami akan melindunginya tenang saja" ucap Jhonny juga


"Naya kami pergi dulu" ucap Jake


"kami akan segera kembali" ucap Jackie dan di anggukin oleh Haekal dan kemudian mereka masuk ke mobil.


"Naya kamu berhutang penjelasan pada ku, nanti jelaskan semuanya" ucap Haekal yang juga masuk ke mobil


"oppa, Berhati-hatilah. aku menunggu kalian kembali" teriak Naya di pintu mansion.


dengan perasaan yang masih khawatir Naya masuk kembali ke mansion.


"Ten langsung telpon polisi saat aku sudah 5 menit berada di dalam markas Jung" ucap Jay pada ponselnya.


"baiklah, bersiap-siaplah, aku sudah sampai dan langsung masuk ke markas mereka" ucap Jay lagi di ponselnya.


Jay pun sampai ke markas mafia Jung, di sana sudah banyak anggota mafia Jung yang menyambut Jay dengan arahan pistol.


"di mana bos kalian" ucap Jay yang baru keluar dari mobil


"masuk" bentak salah satu anggota mafia Jung


Jay masuk markas Jung dengan di ikuti oleh anggota mafia Jung. Jay sampai di sebuah ruangan yang di mana ada Giska yang terikat, ada Scott dan ada Jung juga tentunya.


"Jay, tolong aku" teriak giska dengan penampilan yang berantakan sambil terikat di sebuah kursi


"oh tuan Anderson, selamat datang di markas terbesar mafia Jung" ucap Jung yang semuanya duduk kemudian berdiri.


"Jay tolong aku" teriak giska


"kenapa tuan Anderson?, matamu terus melihat ke arah wanita ini, apa kau mengenalnya" ucap Scott pada Jay


"saya rasa, anda lebih mengenalnya dari pada saya" sindir Jay pada Scott


"bahkan tuan Jung sepertinya juga sangat mengenal wanita itu" sindir Jay lagi pada Jung.


giska yang mendengar ucapan dari Jay merasa khawatir, ia takut kalau Jay sudah mengetahui hubungannya dengan Jung dan Scott.


"hahahaha tuan Anderson, kau sangat pandai dalam menyembunyikan raut khawatir di wajah mu itu" ejek Jung


"wanita yang sangat kau cintai, bahkan kau lindungi sampai kau mengkhianati anggota mu dengan menikahi adik dari anggota mu demi wanita ini, sekarang dia dalam genggaman ku" sabung Jung


"di mana adik dan anggota ku yang kau sekap?" tanya Scott


"setelah kau memberitahukannya pada ku, maka kau boleh membawanya" ucap Scott lagi


"beritahu dia tuan Anderson, setelah itu baru kau boleh mengambil kekasih mu itu" ucap Jung


"dari mana anda tau masalah saya dengan anggota saya?" tanya Jay


"baiklah jika kalian sudah tau masalah di Jaytrack" sambung Jay


"huhffff, harus ku beritahukan kabar buruk pada anda tuan Scott" ucap Jay yang membuat Scott mulai khawatir


"yang menyekap anggota mu adalah anggota Jaytrack, dan yah, seperti yang kalian ketahui bahwa aku bukan lagi ketua Jaytrack sekarang, jadi aku gak tau di mana anggota mu di sekap" ucap Jay


"jangan berbohong" teriak Scott


"buat apa aku berbohong" sahut Jay santai


"lagian jika kalian meminta ku untuk datang ke sini supaya membebaskan anggota Scott, itu hal yang salah" ucap Jay lagi


"sialan" teriak Scott yang mengeluarkan pistolnya


"pertama kau menyekap adik dan anggota ku, kedua kau mengambil wanita kami" teriak Scott yang mengarahkan pistolnya ke arah Jay, dan membuat giska terkejut dengan pernyataan Scott.


"tunggu wanita kalian?, aku tidak pernah mengambil wanita kalian" ucap Jay yang berpura-pura tak tau


"aku bukan tipikal yang suka mengambil milik orang. jadi wanita mana yang ku rebut dari kalian, giska?, giska adalah wanita yang di jodohkan dengan ku dan kami juga saling mencintai, apa salahnya dengan itu?" ucap Jay yang terus bertanya


"iya giska adalah kekasih ku" teriak Scott yang sudah emosi


"Scott, giska kekasih ku" ucap Jung yang mengingatkan hal tersebut


"wow, giska apa ini?, kau menduakan ku?, oh tidak-tidak kau menjadikan aku yang ke tiga?" tanya Jay pada giska


"engga Jay engga, dengerin aku dulu, aku tidak mencintai mereka. merekalah yang suka padaku dan mengaku menjadi kekasih ku" ucap giska yang masih terikat


"apa yang kau katakan giska, setelah semua yang kau terima dari ku, dan kau malah mengatakan hal tersebut" ucap Jung


"giska kau yang selalu menghubungi untuk selalu bertemu, apa uang yang terus ku berikan tidak cukup" teriak Scott.


"wow, aku sudah terlalu sakit hati sekarang, aku mengkhianati anggota sekaligus sahabatku sendiri dengan menikahi gadis itu demi melindungi mu dari mereka, tapi ini balasannya giska?" ucap Jay yang terus berakting


"Jay... jangan percaya pada mereka. kamu, kamu orang pertama di hati ku Jay, tolong lepasin aku Jay dan kita akan hidup bahagia di kota lain" ucap giska


"walaupun aku seorang pengkhianat sekarang, tapi aku tetap muak dengan pengkhianatan. kau menghancurkan hatiku giska" ucap Jay dengan raut sedih


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


Maaf jika ada kata yang typo...


......................


......................