
Jay terus memeluk Naya yang duduk di atas kasur rumah sakit. Naya benar-benar kebingungan dengan tingkah sang suami.
"Baby kecil kamu jangan siksa daddy gini dong" ucap Jay sambil memeluk Naya.
"Hah,, maksudnya gimana?, daddy?, baby kecil?, gimana sih maksudnya?" jawab Naya yang penuh pertanyaan.
"Sayang kamu hamil" Ucap Jay
"Benarkah?, Jadi kita bakal ada baby" ucap Naya dengan penuh kesenangan
"Iya benar, dan sekarang aku lagi ngalamin yang namanya morning sickness" ucap Jay
"Tidak apa-apa, ini demi baby" ucap Naya sambil tersenyum.
Tiba-tiba Jay kembali merasakan mual, dia berlari ke toilet.
"Sayang kamu di sini aja" ucap Jay yang kemudian berlari ke toilet.
Naya menatap Jay yang pergi, satu sisi kasihan tapi di lain sisi Jay benar-benar lucu.
Setelah Jay keluar dari toilet, dokter pun masuk ke ruangan mereka dan mengatakan mereka bisa pulang.
"Bagaimana keadaan anda nyonya Anderson?" tanya Dokter
"Sudah sangat baik" sahut Naya
"Kalau begitu anda ingin pulang?" tanya Dokter tersebut.
"Iya dok, saya ingin pulang saja" ucap Naya
"Baiklah saya akan menulis obat untuk anda, istirahat yang cukup dan perhatikan juga kandungan anda" ucap Dokter
"Dan buat anda tuan Jay, selamat menikmati masa-masa indah anda" ucap Dokter itu lagi sambil tersenyum.
Naya tersenyum mendengar ucapan dari Dokter tadi, sedangkan Jay merasa kesel dan wajahnya cemberut.
"Kenapa wajahnya cemberut gitu?" tanya Naya
"Gak ikhlas ya ngalamin morning sickness buat baby ini" ucap Naya yang memegang perut tipisnya.
"Bukan begitu" ucap Jay.
Perawat pun masuk untuk melepaskan infus Naya. Semua anggota Jaytrack sedang sibuk, Jadi yang menjemput Naya dan Jay di rumah sakit supir Jay yang lainnya.
Selama di dalam mobil Jay terus bermanjaan pada Naya, dia enggan melepaskan Naya dari pelukannya.
Sesampainya di mansion Jay dan Naya langsung di sambut oleh Jaytrack Dream, Margin dan para maid lainnya. Mereka menyabut Naya dan mengucapkan selamat untuk kehamilan Naya.
Semua orang yang ada di mansion merasa senang saat mengetahui Naya hamil. Mereka masak banyak untuk menyambut kehamilan Naya.
"Nona ayo masuk kami sudah memasak makanan kesukaan anda" Ucap Yuna
"ayo" sahut Naya dengan gembira.
Mereka masuk ke dalam dan langsung duduk di meja makan. Naya juga menyuruh semua maid untuk bergabung dengan mereka.
Namu tidak dengan Jay, dia terlihat murung bahkan tidak selera untuk menyentuh makanannya sama sekali.
"Kenapa tidak makan?" tanya Naya
Bukannya menjadi pertanyaan Naya, Jay malah memanggil Haekal.
"Haekal ke sini kau" ucap Jay
"Ada apa Hyung" jawab Haekal
"Duduklah di sampingku" ucap Jay yang membuat semua orang terkejut
"Ke..kenapa Hyung?" tanya Haekal gugup
"Duduk saja, mulai sekarang kau teruslah berada di dekat ku, aku merasa sedikit nyaman jika kamu di sini" ucap Jay tanpa sadar membuat Naya menatap Jay
"Jadi kamu ingin berselingkuh dengan Haekal? tanya Naya yang menaruh sendoknya.
"Bu...bukan begitu sayang" Ucap Jay
"Tidur di luar bersama Haekal" ucap Naya lalu pergi masuk ke kamarnya
"Sayang" teriak Jay yang mengejar Naya
"Apa aku baru saja menjadi orang ketiga tadi" ucap Haekal yang masih ngebug.
"Hahahaha kau telah membuat Naya marah" Ucap Jake
"Tapi jay Hyung yang terus memepetku"Ucap Haekal yang panik.
"Temani Jay Hyung tidur di luar nanti" ucap Mark yang tersenyum.
Di kamar Jay berusaha menjelaskan kepada Naya, di tidak bermaksud menduakan Naya, apalagi dengan Haekal. Tapi keadaannya sedikit membaik jika dekat dengan Haekal.
"Sayang dengerin aku dulu....
...****************...
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
Maaf jika ada kata yang typo....
...----------------...