HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
KEBENARAN



Semua karyawan di kantor memberi hormat untuk Jaya dan Naya. Saat masuk ke ruangan Jay di sana sudah ada Jhonny, Kelvin dan Tirta. Mereka bertiga kaget melihat Naya datang ke kantor bersama Jay.


"Oppa.." teriak Naya yang langsung memeluk Tirta.


"Kenapa kamu ke sini, kamu tidak istirahat?" tanya Tirta.


"Kenapa emangnya aku hanya ingin ikut suami ku bekerja" ucap Naya yang duduk di kursi Jay.


Tirta, Jhonny dan Kelvin kebingungan melihat tingkah Naya.


"Eheummm, sebaiknya kita mulai meeting nya" ucap Jay


"Sayang kamu tetap di sini ya, aku harus ke ruang meeting" ucap Jay


"Baiklah jangan lama-lama" ucap Naya.


Mereka berlima keluar dari ruangan dan meninggalkan Naya di sana.


"Jay kita tidak meeting, kenapa kau mengajak kami ke ruang meeting" ucap Jhonny


"Kita gak mungkin membahas masalah ini jika ada Naya, dia akan syok jika mengetahui yang sebenarnya" ucap Jay


"Jay benar, apalagi Naya lagi hamil" ucap Tirta.


"Oh ya Jay kenapa Naya ikut kamu ke kantor?" tanya Kelvin


"Aku juga tidak tau, kelakuannya benar-benar aneh" sahut Jay


"Bahkan dia menciptakan banyak lukisan di tubuh Jay, dan dia dengan senang hati memperlihatkan itu pada ke-dua sahabatnya" ucap Donny


"Wow bolehkah kami melihatnya" ucap Jhonny yang tersenyum


"Jangan bicara omong kosong" ucap Jay yang langsung masuk ke ruangan meeting.


"Aku sangat penasaran Jay dengan lukisan dari istrimu itu" ucap Kelvin


"Diamlah dan cepat kasih tau padaku apa yang telah kalian selidiki" ucap Jay


"Hahaha, sepertinya kau hanya ingin menikmati lukisan itu sendiri" ucap Jhonny


"Baiklah kita mulai saja" Ucap Tirta


"Lihatlah ini Jay, kami menemukan fakta bahwa, mommy mu..." ucap Tirta yang langsung di sela oleh Jay.


"Bukan mommy ku" ucap Jay datar


"Maksud ku nyonya Clarissa" ucap Tirta.


"Nyonya Clarissa selama ini selingkuh dengan ayahnya Scott, dan bisa di bilang kau dan Scott merupakan saudara satu ibu" ucap Tirta


"Maksud mu?" tanya Jay


"Jadi sebelum kau ada, nyonya Clarissa sempat tinggal di luar negeri, dan daddy mu tetap di sini karena mengurus pekerjaan. Alasan dia pindah ke sana kerena ingin mengerjakan pekerjaan barunya, dan ternyata saat nyonya Clarissa tinggal di LA dia telah mengandung Scot selama 2 bulan"ucap Tirta.


"Dia tinggal di LA bersama Ayahnya Scott. Dan setelah melahirkan, di umur Scott 5 bulan nyonya Clarissa kembali ke Korea" ucap Jhonny


"Dan kau hadir di dunia ini setelah Scot berumur 3 tahun" sambung Kelvin.


Mendengar hal tersebut Jay mengepal tangannya karena marah.


"Berarti sudah lama dia mengkhianati daddy ku" ucap Jay dengan tatapan marah.


"Kau benar Jay" sahut Jhonny.


"Tuan Seno dan nyonya Clarissa pernah pernah berada di posisi saling bosan satu sama lain, itulah yang membuat mereka jatuh cinta pada pasangan Aruna, Yang dimana tuan Seno mencintai nyonya Aruna dan Nyonya Clarissa mencintai tuan Aruna" ucap Kelvin lagi.


"Mereka membuat rencana supaya mendapatkan cinta dari nyonya dan tuan Aruna, namun rencana mereka untuk memisahkan keduanya selalu gagal, itu sebabnya mereka membunuh keluarga Aruna" Sambung Kelvin lagi.


Mendengar hal tersebut wajah Jay sudah memerah dan matanya sudah menampung banyak air.


"Aku dan Kelvin akan menyerahkan bukti ini ke polisi, supaya tuan Seno dan nyonya Clarissa di tangkap" ucap Jhonny


"Kita harus memperketat penjagaan terhadap Naya, karena Scott sudah mengetahui tentang kau dan Naya" ucap Kelvin


"Dan dialah yang sering mengirim informasi tentang kau dan Naya pada tuan Seno" ucap Tirta


"Siapa itu?" tanya Jay


"Kami belum tau pasti, tapi sebaiknya kemanapun kau pergi bawalah Naya, jangan meninggalkan Naya di mansion sendiri" ucap Kelvin


"Kami akan menyelidiki masalah ini lagi, anggota Jaytrack lainnya juga sedang berusaha merebut perusahaan Naya" ucap Jhonny


"Dan perlu kamu ketahui Giska sebenarnya memang di jodohkan dengan Scott, tapi nyonya Clarissa menjodohkannya dengan mu untuk mengambil semua harta Anderson" ucap Tirta.


"Sialan, mereka mempermainkan daddy ku selama ini" ucap Jay yang sudah tersulut emosi.


"Jay tahan emosi mu" ucap Donny


"Bagaimana bisa Donny, bagaimana bisa. Kenapa aku bisa lahir dari rahim wanita sialan itu kenapa" teriak Jay yang sudah mengeluarkan air matanya.


"Aku menderita selama ini, aku kehilangan daddy ku, daddy di bunuh oleh mereka. Keluarga istri ku juga di bunuh oleh mereka, bagaimana aku harus menahan emosi ku sekarang" teriak Jay


"Jay tak ada gunanya berteriak seperti ini, membawa mereka ke penjara adalah tujuan utama kita sekarang" ucap Tirta


"Aku ingin langsung membunuh mereka dengan tangan ku" ucap Jay


"Tidak Jay, kau tak boleh melakukan itu, istri mu sedang hamil" ucap Kelvin


"Jay sudahlah, kita sudah berjanji untuk menjaga dan membuat Naya bahagia. Kita akan menghukum mereka semua" ucap Tirta


"Aku malu pada Tirta, aku malu pada Naya, apa yang akan ku jelaskan pada Naya nanti, apa aku harus mengatakan bahwa kedua orang tuanya meninggal karena mommy ku yang brengsek itu" ucap Jay.


"Kau tak perlu malu, lagi pula yang melakukan ini bukan kau Jay. Naya tidak akan menghukum mu hanya kerena ulah nyonya Clarissa" ucap Tirta.


"Sekarang kita fokus untuk memburu penjahat itu dan kemudian kau dan Naya akan hidup bahagia" ucap Tirta lagi.


"Tirta benar, takdir memang sudah mengikat kalian Jay, jadi aku yakin kau dan Naya akan bahagia" ucap Donny


"Terimakasih kalian semua telah berada di sisiku" ucap Jay


"Wah lihatlah ketua Mafia kita, dia menangis seperti ini di saat tubuhnya penuh dengan lukisan erotis" ucap Jhonny yang ingin membuat suasana menjadi lebih baik


"Kau benar Jhonny, jika melihat leher Jay, semua orang akan berpikir bahwa seorang Jay Anderson ini merupakan orang yang sangat tegas, galak, dingin dan juga manly. Tapi setelah mereka melihat kau menangis, mereka akan bilang bahwa pemikiran mereka salah" ucap Kelvin lagi.


"Sudah-sudah jangan menggoda adik ipar ku, sekarang ayo kita kembali ke ruangan Jay" ucap Tirta sambil tersenyum.


"Mungkin Naya sudah menghancurkan ruangan Jay karena sudah merasa bosan di sana" Sahut Donny.


Tanpa berpikir lama Jay dan yang lainnya langsung keluar dari ruang meeting dan menuju ke ruangan Jay kembali. Di perjalanan menuju ke ruangan Jay, Jhonny dan Kelvin terus menghibur Jay, namun niatnya yang ingin menghibur malah membuat Jay kesal.


"Jay ayolah tunjukkan pada kamu" ucap Jhonny yang merangkul Jay


"Iya kami sangat penasaran" sambung Kelvin


"Lepaskan aku" ucap Jay yang kesal.


Disaat mereka sampai ke ruangan Jay, mereka sangat terkejut saat melihat ruangan Jay.


"Naya....


...****************...


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


Maaf jika ada kata yang typo....


...----------------...


...----------------...


...----------------...