HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
PENYIKSAAN NAYA



Naya mulai berpindah tempat, saat ia keluar dari semak-semak itu, Scot melihatnya.


"Itu dia" teriak Scott


"Kejar dia, tangkap dia" teriak Scott pada Eric


"Tolong.....tolong...." teriak Naya yang sudah menangis


brughhh Naya terjatuh dan akhirnya ia kembali di tangkap oleh Scott dan om Eric.


"Sialan kau bocah, plakkkk, mau kemana lagi kau hah" bentak Eric yang menampar Naya


"Bawa dia ke rumah itu" ucap Scott.


Om Eric membawa Naya menuju ke rumah kosong itu lagi.


"Om, aku mohon lepaskan aku, perutku sakit" ucap Naya yang menahan sakit.


"Tidak akan, cepat masuk" ucap Eric yang langsung mendorong Naya.


Naya sudah terlihat pucat karena menahan sakit di perutnya.


"Tuan, apa sekarang saya sudah bisa melakukannya?" tanya Eric dengan tersenyum licik


"Tidak, aku akan segera menghabisi dia dan mengirim jasadnya kepada suami tercintanya" ucap Scott sambil tersenyum.


"Ta..tapi tuan izinkan saya bermain dengannya sekali saja" ucap Eric yang memohon


"Lalu kau akan membuat dia kabur lagi?" tanya Scott dan Eric langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Minggir sana" ucap Scott yang mendorong Eric.


"Hai nyonya Anderson" ucap Scott yang memegang dagu Naya.


"Kenapa wajah mu begitu pucat, apa yang kamu takuti" ucap Scott yang mengusap pipi Naya, namun Naya menghindarinya.


"Jangan menyentuh ku" ucap Naya yang membuang pandangannya.


"Hahahaha, aku bebas menyentuh mu di mana saja nyonya" ucap Scott yang meraba paha Naya.


"Cuiiihhhh, jangan pernah menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu" ucap Naya yang meludah ke wajah Scott.


"Plakkkk, kurang ajar, rasakan ini, bugghhhh,,, bugghhhh" ucap Scott lagi yang emosi kemudian menampar dan memukul memukul Naya.


"Aku akan membunuh kamu dan membuat suami kamu menjadi hancur" ucap Scott yang mencengkram pipi Naya dengan keras.


Naya hanya bisa menangis dan menahan sakit, pipinya sudah merah dan mengeluarkan darah dari sudut bibir.


("Jay aku mohon tolong aku, kamu dimana. aku sudah tidak tahan lagi, perutku benar-benar sudah sangat sakit. tolong aku dan anak kita Jay"batin Naya)


"Kau ingin mengatakan pesan terakhir untuk suami mu?" tanya Scott


"Cepat katakan biar aku merekamnya dan mengirimnya ke suami mu" ucap Scott sambil tersenyum dan mengambil ponselnya.


"Cepat bicara, kau ingin bilang apa pada suami tercinta mu itu" teriak Scott sambil merekam dan Naya hanya terdiam.


"Cepat katakan sesuatu atau aku yang akan memaksa mu berbicara" teriak Scott namun tak ada respon apapun dari Naya kecuali hanya menatap benci Scott.


"Heh ja..lang cepat sampaikan pesan terakhir mu, biar tuan Scott merekamnya" ucap Eric yang menarik rambut keponakannya.


"Om lepaskan om" teriak Naya yang memegang kepalanya


"Tidak, cepat katakan pesan terakhir mu biar tuan Scott menyampaikannya pada suami sialan mu itu" ucap Eric yang menarik rambut Naya semakin kencang


"aaaaaa om sakit, lepaskan" teriak Naya yang menangis


"Katakan" teriak Eric


"Aku tidak akan mengatakan apapun untuk pesan terakhir pada suami ku, karena apa?, karena suami ku akan datang dan menolong ku, dia akan datang bersama oppa-oppa ku" ucap Naya yang sedikit teriak.


"Suami ku akan datang dan menghukum kalian semua, dia akan menghajar kalian di saat dia melihat ku begini karena ulah kalian" Teriak Naya.


"Sialan, plakkk. bruggghk" maki Eric yang menampar Naya sehingga kepalanya terbentur dan mengeluarkan darah.


"Kau memang tak tau untung, dasar anak sialan. apa yang aku dapatkan dari merawat ja..lang seperti mu" teriak Eric.


"Hahaha, kau sangat lucu om Eric, kau menanyakan apa yang kau dapatkan dari merawat aku, heh, apa kau lupa kau mendapatkan banyak uang dari ku, bahkan kau cuma hidup sebagai pecundang yang hanya menikmati untuk dari anak yatim piatu ini" ucap Naya dengan lemas dan juga sedikit tertawa mengejek om nya.


"Kurang ajar, bruggghhh" teriak Eric yang kembali menendang Naya.


"Tuan cepat bunuh saja anak sialan ini" teriak Eric pada Scott


"Tanpa kau suruh, aku juga akan melakukannya" ucap Scott yang mengeluarkan pistolnya.


"Kau dan om ku sama saja, Sama-sama pecundang. Om ku hanya bisa menikmati uang hasil kerja keras keponakannya, dan kau hanya bisa menyakiti ku untuk menghancurkan suami ku" ucap Naya yang sudah sangat lemas.


"Kau sendiri tak berani berhadapan dengan suamiku makanya kau melakukan ini" ujar Naya lagi.


"Brengsek, berani sekali kau berkata seperti itu, dorrr..." ucap Scott yang emosi kemudian menembak Naya dan mengenai bahunya.


Naya hanya bisa menangis manahan pedihnya luka tembakan yang di buat oleh Scott.


"Sekarang kau akan mati karena aku akan membuat peluru ini masuk ke jan...." ucap Scott yang terhenti karena terkejut.


brakkkkkkk suara pintu di tendang.....


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


maaf jika ada kata yang typo...


...****************...


...****************...