HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
JAY NGAMBEK



Setelah Jay menyelesaikan mandinya dan Naya pun menyelesaikan mandinya, keduanya sudah berada di meja makan. Jay masih terdiam karena merasa kesal dan memperhatikan Naya yang asik makan.


"margin"teriak Jay yang membuat Naya melihat kearah Jay


"ada apa tuan?" tanya margin pada Jay


"bereskan ini saya sudah kenyang?" ucap Jay dengan ekspresi datar


"tapi tu.." ucap margin yang langsung di sela oleh Jay


"bereskan" ucap Jay yang tak terbantahkan


margin langsung membereskan meja di depan Jay, dan hanya menyisakan beberapa makanan yang di depan Naya. Naya yang menyaksikan sikap sang suami merasa keheranan.


"anda kan belum makan" ucap Naya pelan karena takut ada penyusup yang mendengar.


Jay hanya menatap Naya.


"makanlah, nanti anda sakit" ucap Naya


"makan pun akan tetap membuat ku sakit" sahut Jay dengan nada kesal


"sakit batin" ucap Jay pelan namun samar-samar masih bisa di dengar oleh Naya.


"hah anda bilang apa?" tanya Naya


"aku tidak bilang apa-apa, kamu makan saja" ucap Jay yang masih cemberut dan pergi.


"aneh sekali, ada apa dengannya" ucap Naya heran dan melanjutkan makannya.


Naya terus menyantap makanannya, sedangkan Jay dengan perasaan masih kesal duduk di ruang tengah.


"kenapa dengan wajah mu, apa kekasih mu belum kembali" sindir Donny tiba-tiba


"diam kau" ucap Jay


"tuan semuanya sudah beres" ucap margin yang menghampiri Jay dan menyerahkan sebuah kunci.


"terimakasih margin" sahut Jay dan mengambil kuncinya


"ini" ucap Tirta yang bari tiba dan melempar sebuah amplop coklat ke atas meja.


"semuanya sudah selesai Jay" ucap Tirta sambil tersenyum


"aku juga sudah menemukan apa yang kamu suruh juga" ucap Donny namun masih belum mendapatkan respon apapun dari Jay


"kau kenapa Jay, kau sedih karena kekasih mu di sekap" ucap Tirta yang mengejek Jay


"diam" ucap Jay dengan tatapan tajam


"Hyung kau sudah datang" ucap Jake yang turun dari tangga


"baru, aku baru sampai" sahut Tirta yang sudah duduk


"Hyung, sebaiknya jangan terlalu menganggu Jay Hyung" ucap Jackie


"kenapa, ada masalah, Jay kau sakit" tanya Tirta bertubi-tubi


"Jay Hyung sedang ngambek" ucap Jake sambil tersenyum


"ngambek?, Jay? kenapa?" tanya Tirta lagi yang keheranan


"sepertinya Jay Hyung tidak mendapatkan jatah dari Naya semalam, makanya pagi ini darahnya naik turun" ucap Jackie yang duduk di sofa depan Jay


"pffftttthhh hahahahaha" suara tawa Tirta dan Donny pecah


"diam kalian semua" teriak Jay yang membuat Naya pun datang ke tempat Jay.


"ada apa ini, kenapa anda berteriak" ucap Naya yang keheranan


"oh oppa kenapa kalian duduk dekat begitu, bagaimana kalau para penyusup melihatnya, dan Donny oppa" ucap Naya yang terkejut saat melihat Donny


"kenapa Naya, kamu melihat aku seperti melihat setan saja" ucap Donny sambil tersenyum


"banyak hal yang tidak kamu tau Naya" sahut Tirta sambil tersenyum dan membuat Naya kebingungan


"sekarang apa rencana mu lagi Jay" tanya Tirta


"aku tidak mau kehilangan anggota ku, setelah aku menjelaskan semuanya pada mereka, baru aku akan pergi ke sana" ucap Jay.


"mereka akan sampai sebentar lagi" ucap Jake


Krukk...krukk....


"apa?, bunyi perut siapa itu?" tanya Tirta


"Jay Hyung kau tidak makan cuma gara-gara tak mendapat jatah semalam" ejek Jackie


"bukan suara perut ku" ucap Jay yang salah tingkah


"tidak, aku tidak lapar" jawab Jay cuek dan membuat Naya langsung pergi.


Naya pergi menuju dapur dan meminta makanan pada margin, setelah mengambil makan ia kembali ke ruang tengah.


"oppa sana minggir" ucap Naya yang menggeser kan Donny yang duduk di samping Jay


"yak" ucap Donny yang kesal dan membuat Tirta, Jake dan Jackie tersenyum.


"makan" ucap Naya yang menyuapi Jay, namun dengan wajah kesal Jay menggeleng kepalanya dan membuat Naya kesal.


"anda ini sudah tua, ke apa masih bersikap seperti anak kecil" teriak Naya yang kesal


"baru kali ini juga dia bersikap seperti itu" sahut Tirta yang tersenyum


"diam kau Tirta, dan kamu, kenapa memarahiku" ucap Jay


"itu karena anda gak mau makan, tapi perut anda sudah berbunyi" teriak Naya


"itu gara-gara kamu" balas Jay cepat


"makan" teriak Naya


"tidak" teriak Jay


"ayok makan jangan seperti anak kecil" ucap Naya lagi


"aku tidak ma..." ucap Jay yang terpotong karena Tirta yang memasukkan makanan ke mulut Jay yang membuat Jay langsung mengunyah makanannya.


"makan, jangan berisik" ucap Tirta


"kenapa kau yang menyuapi aku" ucap Jay sambil mengunyah makanan


"kau sangat berisik Jay"sahut Donny


"sini sendok nya" ucap Jay yang merebut sendok di tangan Tirta


"suapi aku" ucap Jay yang sedikit gengsi


"sudah tua gengsian lagi" ucap Naya yang mengambil makanan dengan sendok


"kamu bilang apa" ucap Jay


"ayok makanlah baby besar" ucap Naya sambil tersenyum


mendengar Naya memanggil Jay baby besar, Tirta, Jake, Jackie dan Donny tertawa.


Naya terus menyuapi Jay makan dengan telaten hingga suapan terakhir.


"sudah, minumlah aku akan memindahkan ini" ucap Naya pada Jay


"suruh maid aja yang pindahin kamu di sini saja" ucap Jay


"tidak apa-apa aku akan memindahkannya sendiri" ucap Naya yang tersenyum dan pergi untuk memindahkan piring makan Jay.


"kau tak pantas di sebut baby besar Jay, kau pantas di sebut baby tua" ucap Donny


"hahahaha" tawa Tirta pecah


"aku setuju dengan mu Donny" ucap Tirta yang tertawa


"bughhhh, diam kau" ucap Jay yang melemparkan bantal sofa ke Tirta


"dan kau gaji mu bulan ini di potong 75%" ucap Jay yang membuat Donny terkejut


"eh kalian sudah datang" ucap Jake yang melihat anggota Jaytrack sudah di mansion Jay.


"kenapa lagi kita di panggil kesini" tanya Hendry dengan tatapan tajam


"duduklah Hen" ucap Johnny dan duduk di samping Tirta.


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


maaf jika ada kata yang typo...


......................


......................