
Malam pun tiba, di meja makan hanya ada Jay dan Naya. Naya bahkan tak berbicara sedikitpun dengan Jay.
"Kamu masih marah?" Tanya Jay
"Enggak marah cuma kesel aja"jawab Naya dengan santai sambil makan.
"Sayang aku tidak bermaksud membuat kamu kesel" ucap Jay
"Kamu masa milih dekat sama Haekal di bandi dekat dengan aku" ucap Naya yang terus makan
"Sayang bukan begitu maksud ku" ucap Jay
"Sudah makan saja, tidak perlu berbicara, aku sangat lapar" ucap Naya yang kembalikan menyantap makanannya.
Setelah makanannya habis Naya langsung masuk ke kamar tanpa bicara dengan Jay. Jay yang melihat Naya masuk ke kamar hanya membuang nafas dengan kasar. Jay kemudian juga ikut masuk ke kamar.
Sesampainya di kamar Jay melihat Naya yang tidur di atas kasur, Jay tak mau menganggu Naya, dia memilih untuk duduk di sofa dan membuka laptopnya. Disaat Jay tengah fokus dengan laptopnya, Naya bangun dan menghampiri Jay kemudian duduk di pangkuan Jay sambil memeluk leher Jay.
"Sayang kamu kenapa" tanya Jay yang menutup laptopnya.
"Aku hanya ingin memeluk suami ku" ucap Naya yang mengendus leher Jay.
"Sayang kamu tidak boleh dekat-dekat dengan Haekal, aku cemburu" ucap Naya lagi.
"Sayang Haekal cowok, bagaimana bisa kamu cemburu aku dekat dengan Haekal" ucap Jay yang mengelus rambut sang istri.
"Tetap saja aku tidak suka, aku cemburu" rengek Naya.
"Baiklah kau tidak akan dekat-dekat dengan Haekal lagi" ucap Jay yang membuat Naya mengeratkan pelukannya dan mencium leher Jay.
"Sayang kenapa kamu terus menggoda ku" ucap Jay yang menahan hasratnya.
"Aku hanya ingin bermanja-manja dengan kamu sayang" ucap Naya yang membuat bekas merah di leher Jay.
"Wow sepertinya kamu menciptakan sesuatu di sini" ucap Jay yang menunjuk kearah lehernya dan tersenyum.
"Itu tanda bahwa kamu milik aku bukan milik orang lain" ucap Naya sambil tersenyum.
"Ayo tidur dan peluk aku, aku sangat ngantuk" ucap Naya dengan nada manjanya.
"Ayo" ucap Jay.
Mereka pun pergi menuju kasur dan tidur, Jay memeluk Naya dengan erat, begitupun dengan Naya.
Pagi pun tiba Jay terbangun lebih awal karena harus ke kantor. Ia langsung bangun mencium Naya singkat dan langsung beranjak ke kamar mandi.
Saat di kamar mandi betapa terkejutnya Jay saat melihat dirinya di kaca. Jay melihat leher dan dadanya penuh dengan tanda merah yang ia yakini Naya lah pelakunya.
"Wow, jadi semalam aku bukan mimpi, jadi benar Naya melakukan ini padaku" ucap Jay yang memegang leher dan dadanya yang penuh dengan tanda.
"Kenapa dia menjadi agresif seperti ini, tapi aku suka" ucap Jay sambil smirk.
"Sayang..." teriak Naya di luar kamar mandi dan menggedor pintu kamar mandi.
"Sayang buka pintunya cepat" teriak Naya lagi
"Sayang ada apa?" tanya Jay yang membuka sedikit pintu.
Tanpa menjawab ucapan Jay, Naya langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan membuat Jay terkejut.
"Sayang kenapa kamu masuk ke sini?" tanya Jay yang terkejut karena ulah Naya
"Aku mau mandi bersama mu" sahut Naya.
"Wowo sayang, sepertinya semenjak kamu hamil, kamu menjadi sangat agresif" ucap Jay yang tersenyum.
"Baiklah katakan padaku sekarang, hukuman apak yang harus aku berikan pada semut yang berani mengigit ku semalam" ucap Jay yang menunjukkan leher dan dadanya pada Naya.
"Hehehe ayo mandi nanti kita telat ke kantor" ucap Naya yang nyengir
"Kita?" tanya Jay yang kebingungan
"Iya kita, kita akan ke kantor kam hati ini" ucap Naya
"Tidak sayang, hanya aku, kamu tetap di rumah istirahat" ucap Jay
"Jadi kamu gak mau ke ikut ke kantor?, kenapa kamu malah punya istri kayak aku" ucap Naya yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Hey tidak begitu sayang, aku hanya ingin kamu istirahat di rumah" ucap Jay yang memegang kedua pipi Naya.
"Tidak kamu pasti berbohong, kamu pasti ingin genit kan dengan staf wanita di kantor mu" ucap Naya yang melepaskan tangan Jay dari pipinya.
"Tidak sayang, itu tidak benar" ucap Jay yang berusaha menjelaskan
"Alah kamu bohong" ucap Naya yang ingin keluar dari kamar mandi lalu langsung di tahan oleh Jay.
"Oke, oke sekarang kita mandi dan siap-siap ke kantor" ucap Jay cepat.
"Jadi aku boleh ikut?" tanya Naya dengan ekspresi senangnya.
"Tentu saja" sahut Jay yang tersenyum.
Mereka pun langsung mandi bersama. Setelah mandi keduanya langsung bersiap-siapa ke kantor.
Naya dan Jay sudah rapi mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan.
"Bu saya akan ke kantor Jay" ucap Naya yang tersenyum.
"Kamu tidak mau istirahat saja di mansion" ucap Margin lagi
"Tidak bu, aku mau bersama Jay terus" ucap Naya
"Tidak apa Margin, dia akan beristirahat di ruangan ku nanti" ucap Jay.
"Baiklah tuan" sahut Margin.
Disaat mereka sedang sarapan, Reva dan Naura datang.
"Naya..." teriak Reva
"Reva... Naura" Ucap Naya yang tersenyum.
"Kamu udah rapi, mau kemana?" tanya Naura
"Aku mau ke kantor Jay" ucap Naya yang tersenyum.
"Oh ya aku mau nunjukin sesuatu sama kalian" ucap Naya yang bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Jay.
Naya menarik dasi Jay dan membuka kancing baju Jay, lalu dia memperlihatkan leher Jay yang merah pada kedua sayangnya yang membuat Jay terkejut dan langsung menutupnya.
"Lihatlah aku menciptakan ini pada leher suamiku" ucap Naya yang kesenangan dan membuat Reva dan Naura saling tatapan kikuk, sedangkan Donny yang ada di sana juga membuat wajahnya.
"Sayang apa yang kamu lakukan" ucap Jay yang merapikan bajunya kembali.
"Aku hanya memperlihatkan padanya, bahwa kamu itu milik ku" ucap Naya
"Hehe, Naya tapi kamu gak boleh nunjukin hasil karya mu yang itu pada kamu" ucap Reva yang tertawa canggung.
"Hehe, benar Nay" sahut Naura.
"Lagian aku melakukan itu semua saat di tidur" ucap Naya
"Dia juga pernah melakukan itu padaku dan mengatakan bahwa itu tanda kepemilikan, jadi aku membuat itu juga dan menandakan bahwa dia milikku" ucap Naya yang membuat wajah jay memerah karena malu.
"ehemmmm, Donny kita berangkat sekarang" ucap Jay yang salah tingkah
"Ba..baiklah" sahut Donny yang juga kikuk.
"Reva, Naura aku pergi dulu ya, aku gak mau suamiku dekat-dekat dengan wanita di kantornya, jadi aku harus mengawasinya" ucap Naya
"I..iya Nay" sahut Reva dan Naura.
"Oh ya nanti malam kalian harus datang ke sini, kita bakal adain acara barbeque-an di sini" ucap Naya
"Sayang kita tidak merencanakan ini sebelumnya" ucap Jay yang terkejut dengan ucap sang istrinya.
"Ini kita sudah merencanakannya" sahut Naya yang tersenyum
"Baik terserah kamu saja" ucap Jaya yang frustasi dengan tingkah Naya.
"Margin siapkan peralatan dan bahan untuk barbeque nanti malam" ucap Jay dan pergi
"Byee Reva, Naura " teriak Naya.
"Wah pengaruh kehamilan membuat Naya sangat agresif" ucap Reva yang menatap kepergian Jay dan Naya.
"Bahkan seorang Jay Anderson kalah dengan istrinya yang sedang hamil" ucap Naura
"Itulah kekuatan cinta" ucap Reva.
"Sudahlah sebaiknya kita ke kampus" ucap Naura dan di anggukin oleh Reva.
"Margin kami ke kampus dulu" ucap Reva dan pergi.
Diperjalanan Naya terus bermanjaan dengan Jay, sehingga membuat Donny seperti setan di sana. Setelah Dua Puluh menit kemudian mereka pun sampai ke kantor Jay.
Semua karyawan di kantor memberi hormat untuk Jaya dan Naya. Saat masuk ke ruangan Jay di sana sudah ada Jhonny, Kelvin dan Tirta. Mereka bertiga kaget melihat Naya datang ke kantor bersama Jay.
"Oppa.." teriak Naya yang langsung memeluk Tirta.
"Kenapa kamu ke sini, kamu tidak istirahat?" tanya Tirta.
...****************...
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...****************...
Maaf jika ada kata-kata yang Typo guysss...
...----------------...
...----------------...
...----------------...