
Klek
"sudah tidak ada orang”tanya Jay yang mengeluarkan kepalanya dari pintu
" kalau masih ada orang tak mungkin aku mengetuk pintu "ucap Jackie cuek
"kau urus wanita itu, aku mau menemani istri ku" ucap Jay yang membuat Jackie melihat kearah kamar Jay
"aku tidak mau mengurus paus terdampar itu" ucap Jackie yang melihat giska tergeletak di lantai
"urus saja aku tidak mau tau" ucap Jay dan masuk ke kamar Naya.
"seenaknya saja, huhff aku harus mengurus paus yang terkena jaring ini" ucap Jackie yang melihat giska mengunakan baju tipis.
di kamar Naya, Jay langsung memeluk Naya yang sedang belajar tentang materi di kampusnya, karena Naya memang sudah beberapa jati tak masuk kuliah karena malu.
"kamu ngapain" ucap Jay yang memeluk Naya dari belakang
"aku sedang belajar materi yang tertinggal" ucap Naya yang berbalik menghadap Jay.
Jay menatap Naya begitupun dengan Naya, namun tiba-tiba Naya menampar pipi Jay.
plakkkk...
"awww Naya, kenapa?" tanya Jay yang memegang pipinya
"itu pipi yang di pegang oleh tante itu tadi kan, aku tidak suka" ucap Naya yang membuat Jay gemas.
"jadi kamu cemburu?" tanya Jay sambil tersenyum
"tidak, aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka saja" sahut Naya yang salah tingkah
"itu namanya kamu cemburu baby kecil" ucap Jay sambil mencubit hidung Naya.
"hey bolehkan aku meminta hak ku malam ini" tanya Jay lembut pada Naya
"ba..bagaimana dengan tante itu" tanya Naya gugup
"Jackie sudah mengurusnya" ucap Jay
Naya terdiam mendengar ucapan Jay., Naya yang melihat Naya yang terdiam pun merasa bahwa Naya tak akan mau memberikan hak itu pada Jay, namun Jay tak mau memaksa Naya.
"sudahlah kalau kamu tak mau, mungkin kamu belum siap, ayok tidur saja aku ingin tidur dengan mu malam ini" ucap Jay
Naya yang mendengar Jay mengatakan itu, ia pun merasa bersalah.
"ayok" ucap Naya yang menarik tangan Jay
"aku akan memberikan hak itu pada anda" ucap Naya yang malu namun membuat Jay tersenyum.
"Naya kamu serius?" tanya Jay yang tak percaya.
"iya" ucap Naya malu
Jay yang kesenangan langsung memeluk Naya dan juga mencium Naya, Jay mengangkat Naya ke kasur dalam keadaan belum melepaskan ciuman dari Naya.
"aku berjanji tidak akan membuat mu kesakitan Naya" ucap Jay pada Naya
Jay dan Naya pun melakukan hubungan suami istri pada malam itu, mereka saling menikmatinya walaupun pertama Naya menangis karena merasakan kesakitan.
Jay terus menenangkan Naya, sehingga Naya merasa nyaman dengan pergerakan yang di lakukan oleh Jay.
setelah melakukannya malam itu, Jay dan Naya tidur dan saling berpelukan dalam selimut.
jam pun menuju pukul 6 pagi. Naya terbangun dan matanya langsung melotot saat melihat jam di dinding kamarnya.
"baby besar bangun" ucap Naya panik sambil membangunkan Naya
"aaaa tidak, aku tidak mau bangun, aku cuma mau memelukmu baby kecil" ucap Jay yang merengek manja dan masih memejamkan matanya memeluk Naya
"tidak, tidak cepat lah bangun ini sudah pagi, bagaimana kalau ada yang melihat mu tidur di sini" ucap Naya yang membuat Jay langsung bangun
"yaampun aku lupa, baby kecil aku pergi dulu" ucap Jay dan langsung bangun dan akan pergi
"aaaaaa" teriak Naya
"ada apa, kamu kenapa, apa ada yang sakit, maafkan aku jika terlalu kasar semalam" ucap Jay bertubi-tubi karena panik mendengar Naya teriak
"bu..bukan begitu, anda tidak bisa keluar dalam keadaan begitu," ucap Naya
"bagaimana jika ada yang melihat anda te.lan.jang. begitu" ucap Naya sambil menunjuk kearah Jay
"ya ampun, aku lupa" ucap Jay yang menyadarinya dan langsung mengenakan baju seadanya.
"ummmachhn...ummmachhn...ummmachhn...ummmachhn...aku keluar dulu sayang bye" ucap Jay setelah mencium seluruh wajah Naya.
Jay pun melihat sekitar, namun syukurnya tidak ada orang, dia pun langsung kembali ke kamarnya dan melihat giska yang masih tertidur di kasur dengan lingerienya yang sudah tak berbentuk tergeletak di lantai.
Tiba-tiba ponsel Jay masuk chat dari Jackie
"aku tidak melakukan apa-apa pada paus itu, aku hanya mengangkatnya, dan margin lah yang membuka dan merobek jaring dari paus itu, naikan gaji margin" isi pesan dari Jackie
Jay yang membacanya hanya tersenyum,
"kalian benar-benar dapat di andalkan" ucap Jay sambil tersenyum senang.
ia pun masuk ke kamar mandi untuk mandi.
jam pun menunjukan jam 8 Jay membangunkan giska dan menyuruhnya untuk mandi. selesai giska mandi dia langsung mengajak giska turun untuk sarapan pagi.
semuanya pun berkumpul di meja makan untuk sarapan. giska terlihat segar pagi ini, namun tidak dengan Naya yang merasa kesakitan karena ulah Jay.
("baby kecil pagi ini kamu terlihat sangat cantik, aku sangat menyukai mu"batin Jay yang melihat Naya)
pagi itu giska ingin mengerjai Naya
"ambilkan makanan itu untuk aku" perintah giska pada Naya.
"anda tidak bisa ambil sendiri" sahut Jake
"kalian diam, kalian hanya tamu yang menumpang di sini" ucap giska
"hah, anda menyindir diri anda sendiri" sindir Jackie
"brakkk, kau tak usah ikut campur urusan ku" ucap giska sambil memukul meja makan
"giska semalam pasti kau sangat lelah kan, sebaiknya makan dulu" ucap Jay
"iya aku sangat lelah semalam, Jay kau benar-benar hebat dalam hal itu" ucap giska dengan percaya diri dan melihat ke arah Naya seolah-olah mengejeknya.
("iya suami ku memang sangat kuat, aku saja sampai kesakitan sampai sekarang karena menghadapi nya semalam "batin Naya yang melirik kearah Jay)
(" aku memang hebat dalam hal membuat istri ku men.de.sah semalam"batin Jay)
mereka pun menyelesaikan sarapan paginya, dan Jay pun pergi ke kantor dengan Donny.
giska menghampiri Naya
"wah, gadis mu.ra.han. kau masih bisa tinggal di sini saat Jay mengatakan bahwa kau hanya di jadikan tameng untuk melindungi ku. sungguh tak punya malu" ucap giska yang menghampiri Naya yang duduk dekat kolam.
"hahaha, tante kau memang suka menyindir diri sendiri ya. aku tidak tau malu?, bukan kah itu sifat anda" sahut Naya
"berani sekali kau" teriak giska yang ingin menampar Naya namun tertahan eh suara Naura
"berani anda menampar sahabat saya, aku saya hajar anda habis-habisan" ucap Naura
"Naya kamu tidak apa-apa" ucap Reva yang menghampiri Naya
"aku tidak apa-apa kok" sahut Naya
"siapa yang mengizinkan kalian masuk ke mansion ini" bentak giska
"bukan urusan anda halmeoni" ucap Reva yang mengejek giska
"kau berani sekali" bentak giska
"omo..omo lihatlah keriput di wajahnya sedang berkelahi dengan tempelan bedak yang tebal" sahut Naura
"pergi kalian dari sini" teriak giska yang sudah sangat emosi
"apa tuan Anderson buta sehingga mau dengan wanita tua seperti anda, lihat lah sabahat kami, masih sangat muda dan cantik siapapun bakal jatuh hati padanya" ucap Reva lagi
"berengsek" teriak giska dan ingin mendorong Reva ke kolam, namun malah giska yang di dorong oleh Naya
byurrrrrr
"anda cuma tamu di sini, ini mansion suami ku, jika anda berani menjahati sahabat saya di mansion ini, akan ku seret anda keluar dari mansion ini" ucap Naya mengajak kedua sahabatnya pergi.
"lihat aja kau nanti, aku akan melaporkan mu pada Jay" teriak giska yang benar-benar kesel.
di kamar Naya
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
maaf jika ada kata yang typo
...****************...
...****************...
...****************...