HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
MEMULAI PENGUNGKAPAN



Naya hanya bisa menangis manahan pedihnya luka tembakan yang di buat oleh Scott.


"Sekarang kau akan mati karena aku akan membuat peluru ini masuk ke jan...." ucap Scott yang terhenti karena terkejut.


brakkkkkkk suara pintu di tendang dengan keras yang membuat Scott dan Eric terkejut.


Brukkkkh tubuh Alden di lempar oleh Yudha dalam keadaan babak belur dan juga luka tembakan di beberapa sisi tubuhnya.


"Alden" ucap Scott yang langsung berlari kearah Alden.


"Naya" teriak Jay yang melihat tubuh naya terkulai lemah di lantai dan ingin berlari ke arah Naya namun di tahan oleh Scott


"Jika kau berani mendekati istrimu, maka peluru ini akan menembus jantung nya" bentak Scott yang mengarahkan pistol kearah Naya.


"Sialan kau Scott, masalah kau dengar ku, bukan dengan istri ku" teriak Jay yang emosi


"Hahaha, sekarang di depan semua anggota mu katakan pada ku, siapa duluan yang harus ku tembak, kau atau istri kau itu" ucap Scott yang tersenyum meremehkan.


"Hari ini, hari ini akhir dari ketua mafia ternama, mafia Jaytrack" teriak Scott sambil tertawa.


"Scott, akan ku habisi kau dengan pistol ku ini" teriak Jay yang mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya kearah Scott.


"Turunkan pistol mu Jay, atau engga istrimu aku mati di tangan ku" teriak Scott


"Dorrrr...dorr..." Scott menembak kearah Naya namun di tembak kearah dinding.


"Aaaaaa" teriak Naya yang menutup kupingnya karena ketakutan


"Scott" teriak Jay dan Tirta yang emosi.


"Hahahaha tunduklah di depan ku Jay, berlututlah di kaki ku Jay, atau engga peluru ini benar-benar akan menembus jantung dia" teriak Scott


Jay yang tak mau istrinya kenapa-kenapa memilih untuk mengikuti perkataan Scott. Jay melempar pistolnya dan ingin berlutut di depan Scott, namun semuanya tak terjadi karena Yudha.


"Sebaiknya biar dia dulu yang mati" ucap Yudha yang memegang Jarvis.


"Jarvis" ucap Scott yang terkejut melihat Jarvis yang juga babak belur.


"Hyung tolong aku" ucap Jarvis yang merupakan adik angkat Scott


"Sialan lepaskan dia" teriak Scott


Jay yang melihat Scott sedang fokus kearah Yudha yang memegang Jarvis, dia langsung berjalan kearah Naya dan memeluk Naya.


"Sayang" ucap Jay yang langsung memeluk tubuh Naya.


"Jay, aku takut Jay haaaaaa" ucap Naya yang menangis dalam pelukan Jay.


"Kamu gak perlu takut ya, ada aku di sini" ucap Jay yang memeluk Naya.


"Ki..kita ke rumah sakit sekarang" ucap Jay yang mengangkat tubuh Naya.


"Dorrrr...berhenti di situ Jay" ucap Scott yang menembak kearah atas.


"Kau Jay, kau menghancurkan hidupku dari kecil" teriak Scott


"Kau mengambil mommy ku" teriak Scott lagi


"Bukan aku yang merebut dia dari mu" teriak Jay


"Tapi daddy mu yang berselingkuh dengan wanita itu" teriak Jay


"Jika kau merasa bahwa kau korbannya, kau salah yang menjadi korbannya daddy ku" teriak Jay yang masih mengendong Naya dan mulai mengeluarkan air mata.


"Wanita itu dan daddy mu membunuh daddy ku demi perselingkuhan yang mereka buat" teriak Jay.


"Keluarga mu yang telah membunuh daddy ku" teriak Jay yang sudah emosi.


"Ja..Jay... a..aku.. sakit" ucap Naya yang kemudian pingsan.


"Naya...Naya bangun" teriak Jay.


"Jay bawa Naya ke rumah sakit sekarang" teriak Jhonny


"Diam di sana, jika kau bergerak kau akan mati" teriak Scott


"Jay bawa Naya ke rumah sakit" ucap Kelvin yang memegang Scott


"Lepaskan aku, sialan" teriak Scott yang memberontak


"Angkat tangan" teriak polisi yang baru datang dengan anggota Jaytrack Dream.


Scott terkejut melihat kedatangan polisi, polisi langsung memborgol Scott, Eric, Alden, Devan dan Jarvis.


"Lepaskan aku" teriak Scott


"Ikut kami" bentak ketua polisi yaitu pak Yasa.


"Baik tuan" ucap pak Yasa.


Mereka semua langsung menuju ke rumah sakit, Jay begitu panik melihat kondisi Naya yang pingsan dan terlihat pucat.


"Sayang,, Naya bangun" ucap Jay yang menangis dan menepuk pipi Naya


"Aku mohon bangun, kamu gak boleh ninggalin aku, Naya aku mohon" ucap Jay lagi


"Donny tambah lagi kecepatannya, kenapa begitu lelet" bentak Jay


"Jay kau sabar dulu, Donny juga sudah berusaha untuk cepat" ucap Tirta


"Bagaimana aku bisa sabar Tirta, Naya tidak sadarkan diri" teriak Jay.


"Aku akan berusaha cepat lagi" ucap Donny.


Kurang lebih satu jam mereka pun sampai ke rumah sakit.


"Dokter tolong istri saya" teriak Jay


Naya di baringkan di atas brankar kemudian langsung di masukkan kedalam ruang operasi.


"Mohon menunggu di sini" ucap dokter dan menutup pintu.


"Bhukk..bhukkhhh aaaghhhh" teriak Jay yang menonjok dinding rumah sakit.


"Jay tahan emosi mu" ucap Jhonny


"Ini semua gara-gara aku, ini semua gara-gara aku Naya begini" ucap Jay


"Bagaimana dengan istri ku di dalam sana, bagaimana dengan anak yang di kandungnya" ucap Jay yang menangis.


Semuanya terdiam, mereka juga memikirkan kondisi kandungan Naya. Sudah hampir satu jam dokter masih belum juga keluar dari ruang operasi, mereka masih menangani Naya.


"Ini sudah lama, kenapa dokter belum keluar" ucap Teil pelan


"Kau benar, Tapi untuk saat ini sebaiknya kita tunggu saja dulu" ucap Hendry.


"Jay" teriak seorang yang memanggil Jay


"Jay kamu harus mencabut tuntutan terhadap Scott" ucap Clarissa yang membuat Jay langsung berdiri.


"Saya mohon tolong cabut tuntutan anda terhadap anak saya Scott" ucap Seno yang juga ikut bersama Clarissa.


"Berani sekali kau ke sini" teriak Tirta


"Tunggu Tirta" ucap Jay.


"Nyonya Clarissa, kenapa anda begitu panik saat Scott masuk ke penjara" ucap Jay yang smirk.


"Bukankah saya anak anda, seharusnya anda panik dan khawatir melihat menantu anda sedang mempertaruhkan nyawanya di dalam" ucap Jay yang menatap Clarissa dengan penuh kebencian.


"Eug..mo..mommy tidak setuju kamu menikah dengan wanita itu. Kenapa mommy harus khawatir terhadapnya, dia bukanlah siapa-siapa untuk ku" ucap Clarissa yang gugup dan salah tingkah.


"Lalu siapa Scott bagi mu, sehingga kamu meminta aku untuk mencabut tuntutan terhadap Scott" ucap Jay yang masih terlihat santai.


"S..S..Scott, Scott anak tuan Seno rekan bisnis keluarga kita, mommy gak enak saat mengetahui kamu menuntut anaknya sampai ke penjara" ucap Clarissa yang masih berbohong


"Rekan bisnis atau rekan kejahatan mu" ucap Jay


"A.a..apa maksud mu" ucap Clarissa yang semakin gugup.


"Berhentilah berpura-pura" teriak Jay.


"Kalian pikir aku tidak tau. Aku sudah mengetahui semuanya, aku sudah mengetahui kebusukan kalian berdua" teriak Jay yang sudah emosi.


"Apa maksud mu Jay, kenapa kamu begini. Kamu tak pernah menganggap ku sebagai mommy mu, aku ini yang melahirkan mu" ucap Clarissa


"Jika aku bisa memilih...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...