HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
KESEDIHAN NAYA



"aduhhh pokoknya ceritanya panjang deh, nanti aku ceritain semua, kita masuk ke ruangan dulu" ucap Naya yang menarik tangan ke-dua sahabatnya.


"ups... ada bit..ch nih" sindir Alena


"kau bilang apa tadi" sahut Naura yang emosi


"bit...ch, kau tuli?" sahut Alena lagi sambil di iringi tawa teman-temannya


"jaga mulut kalian" bentak Naura


"hahahaha tapi kenyataan gitu Naura, sepupunya sendiri udah bilang gitu" sahut Gebby


"kau gak bilang sama teman-teman kau ini" sahut Flora


"kau mendingan diam" sahut Reva


"kenapa emang itu kenyataan kok, dia udah gak tinggal lagi di rumah keluarga nya Alena, di pergi di jemput om-om dan om-om itu juga ngancam keluarganya Alena" ucap Jenny


"udah deh lo mending ngaku aja sama kita, kasih tau juga sama dua teman lo ini, dan kasih tau juga berapa harga lo semalam" ucap Alena sambil tersenyum sini


"gak tau balas budi banget sih, orang tua mu pasti sangat menyesal mempunyai anak seperti mu, ups aku lupa mereka kan sudah mati jadi mana tau kelakuan anaknya hahaha" sindir Gebby


"aku pernah dengar dari keluarga aku, kalau keluar Aruna itu sebenarnya bunuh diri bukan kecelakaan biasa, mereka bunuh diri karena kebanyakan korupsi" ejek Flora


plakkkkk...plakkk"kalian pikir aku diam, dan aku menerima semua omongan kalian, berhenti mencaci orang tua aku, mereka meninggal murni karena kecelakaan bukan bunuh diri" ucap Naya yang menampar Gebby dan Flora


"silahkan bully aku, tapi jangan bawa-bawa ibu dan ayah aku" bentak Naya yang mulia mengeluarkan air matanya


"dan kamu Alena coba kasih tau sama mereka apakah aku tidak membalas budi keluarga mu, aku tidak membalas kebaikan ke keluarga mu walaupun bagaimana perlakuan kalian terhadap ku, aku tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mewah kalian" teriak Naya lagi yang air matanya sudah penuh di matanya


"dan kau berdua jangan bawa-bawa orang tua ku yang sudah gak ada, urus saja hidupmu sendiri, dan apa ini didikan orang tua mu yang masih hidup, mem-bully orang?, apa itu lebih baik?" ucap Naya pada Gebby dan Flora


"itu kenyataan Naya, orang tua mu itu penjahat mereka mungkin sudah masuk ke neraka sekarang, itu bayaran atas kejahatan yang mereka lakukan dulu" bentak Alena


"jangan sembarangan kalau ngomong" ucap Naura yang mendorong Alena.


"itu kenyataan, buktinya apa ada berita atau pun hal-hal yang menyebut tentang keluarga Aruna sekarang?, seolah-olah semuanya hilang seperti di telan oleh bumi" teriak Alena yang membuat kepala Naya sakit


"diam... berhenti menghina orang tua aku Alena" teriak Naya yang memegang kepala nya


"Nay sudah kita pergi sekarang" ajak Reva


"kamu pikir ayah mu itu baik, dia seorang maniak yang selalu ingin melecehkan seorang gadis, ibu mu, ibu mu penggila kekayaan yang selalu memaksa ku untuk bekerja sampai ingin menjual ku untuk uang"teriak Naya yang menunjuk kearah Alena


"mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi, dan kau Alena terserah apa yang mau kau bilang sama semua orang, yang jelas jangan pernah ikut campur urusan aku" ucap Naya yang kemudian pergi


Reva dan Naura mengikuti Naya yang pergi, sedangkan Alena dan teman-temannya terkejut dan bengong melihat Naya yang berani membentak mereka.


di ruang Naya terlihat begitu marah dan juga sedih mendengar perkataan Flora dan Gebby, Reva terus menenangkan Naya, Hendry pun masuk ke ruangan untuk mengajar, dia melihat Naya yang matanya sembab karena menahan tangis dan menahan marah,namun Hendry tetap melanjutkan untuk mengajar.


proses mengajar pun selesai Naya dan teman-temannya pergi ke kantin, di sana Naya menceritakan semuanya dari awal dia harus bekerja pada Jay sampai saat Jay menolongnya


"jadi aku~~~~ dan sekarang aku tinggal di rumah pak Anderson dan sekarang aku akan bekerja di mansion nya" ucap Naya yang menceritakan semuanya pada Reva dan Naura.


"ya ampun Nay aku minta maaf ya semuanya gara-gara aku kamu harus bekerja di rumah pak Anderson" ucap Reva yang merasa bersalah


"tapi syukur deh kamu udah keluar dari rumah om dan tante mu itu, dan syukur lah pak Anderson tepat waktu menolong kamu" ucap Naura


"Nay pokoknya kalau kamu butuh bantuan kamu kasih tau sama kita ya, kita bakal selalu ada buat kamu" ucap Reva yang memeluk Naya


"makasih ya Reva, Naura kalian sudah mau jadi sahabat aku" ucap Naya yang memeluk kedua sahabatnya.


"iya kita juga senang bisa sahabatan sama cewek baik kayak kamu Nay" ucap Reva


"ya udah deh Nay kalau kamu gak bisa ikut gak apa-apa kok, kapan-kapan aja kita jalan bareng" ucap Naura


"iya, kamu jangan buat marah pak Anderson, soalnya kan pak Anderson itu di kenal sebagai penguasa hebat yang tak pernah suka di bantah" sahut Reva


"iya, oh ya aku izin pulang cepat ya, aku tiba-tiba gak enak badan" bohong Naya


"mau kita antar aja gak Nay" tanya Reva yang khawatir


"gak apa-apa kok, kan aku bawa sepeda jadi aku pulang sendiri saja, tolong izin kan aku ya" ucap Naya yang kemudian meninggalkan kedua sahabatnya di kantin.


Naya mengambil sepeda nya dan keluar dari kampus. Naya tak menuju ke mansion Jay dengan air mata sudah mulai mengalir di pipinya Naya mengayuh sepadannya menuju tempat pemakaman kedua orang tuanya.


setelah mengayuh sepeda cukup lama akhirnya Naya sampai di tempat pemakaman kedua orang tuanya.


"annyeong eomma, appa" sapa Naya di malam orang tuanya


"aku kangen dengan kalian, aku sekarang tak tinggal lagi di rumah tante jessica dan om Eric, Naya sekarang di tinggal di rumah pak Anderson" cerita Naya di makam ayah dan ibunya


"aku tak tau apa yang terjadi dulu, aku sama sekali gak ingat masa kecil ku, yang aku ingat eomma dan appa sudah meninggal dan aku di bawa oleh tante jessica


kalian tau om Eric?, dia selalu ingin melecehkan ku, tante jessica ingin menjual aku, aku takut sekarang, tapi aku juga merasa senang karena pak Anderson walaupun menyebalkan tapi dia selalu menolong ku"sahut Naya


"aahaah..kenapa kalian berdua juga tidak mengajak ku bersama kalian, aku tak bisa terima jika mereka menghina eomma dan appa, aku akan sangat marah, ingin sekali ku jahit mulut mereka supaya tidak ngomong yang enggak-enggak tentang kalian "sahut Naya yang menarik nafas kasar dan mulai mengeluarkan air matanya


(" bu apa yang sebenarnya terjadi sama kalian, apa benar kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa, apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku tak bisa mengingat kejadian itu lagi")batin Naya yang menangis di makan kedua orang tuanya.


"Naya kangen sama eomma dan appa" ucap Naya lagi sambil menangis


waktu sudah sore Naya belum juga balik ke mansion. di mansion Jay panik karena Naya yang belum pulang, semua anggota Jaytrack berkumpul di mansion Jay.


"apa kemarin mafia black melihat Naya bersama kalian" tanya June


"engga, aku yakin tak ada satupun anggota mafia black yang melihat Naya bersama kami" sahut Mark


"lalu kemana Naya" sahut Ten


"tadi di kampus aku melihat mata Naya yang sembab dan wajahnya terlihat sedang menahan amarah" sahut Hendry


...----------------...


...----------------...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo