HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
DIKAMAR JAY



Di kamar Jay


"giska kamu tunggu di sini, aku akan mengambil bahan kerja ku di ruang kerja" ucap Jay


"Jay aku mau ikut kemanapun kamu pergi" ucap giska sambil merayu dengan dengan mengelus dada Jay


("mu.ra.han. sungguh mu.ra.han."batin Jay yang jijik dengan kelakuan giska)


"giska dengarkan aku, ruang kerjaku berada di dekat kamar yang akan di tempati oleh Jackie dan Jake, jika kamu mengikuti aku ke sana, mereka pasti akan menghina mu lagi" bujuk Jay


"aku tak mau mereka menghinamu" sambung Jay yang terus membujuk giska


"baiklah, tapi jangan lama-lama" ucap giska yang masih memegangi dada Jay


"aku sudah tak sabar" sambung giska yang berbisik


"iya, aku akan segera kembali" ucap Jay dan pergi


setelah Jay pergi, giska mengambil ponselnya dan melakukan panggilan vidio dengan mamanya Jay.


"hai tante" sapa giska di ponselnya yang sedang melakukan panggilan video dengan nyonya Clarissa


"Hai giska, gimana?, apa ini hanya rencana Jay?" tanya nyonya Clarissa melalui video call


"lihatlah tante aku berada di kamar Jay, bukan kah dia sangat tidak suka orang lain masuk ke kamarnya?" ucap giska yang tersenyum


"wah giska kau benar-benar hebat, aku lebih setuju Jay bersama mu, aku sangat terkejut saat mendapatkan undangan dari Jay yang ingin menikah dengan gadis itu" ucap nyonya Clarissa


"lagian aku sudah mendengarnya dari orang suruhan ku di situ, dia bilang bahwa Jay menyiksa gadis itu di kamar mandi, sehingga membuat gadis itu hampir kehilangan nyawanya" ucap nyonya Clarissa


"tadi di sini juga terjadi keributan, kakak dari gadis itu sangat marah" ucap giska


"giska kau harus melakukan sesuatu pada gadis itu, buat dia tidak betah di situ, dan buat Jay lebih membencinya sehingga dia di usir dari mansion itu" ujar nyonya Clarissa


"itu yang aku pikirkan, aku akan mengerjai gadis itu besok, aku sangat kesal dengannya karena berani menghina ku di depan Jay, baiklah tante aku akan menelpon mu lagi besok, aku takut Jay datang dan mengetahui kita bekerja sama" ucap giska dan mematikan panggil nya.


di sisi lain Jay yang tadi bilangnya akan ke ruang kerja, ternyata dia datang ke kamar Jackie dan Jake, ia ingin mengambil sesuatu yang ia pesan sebelumnya pada Jackie dan Jake.


tok...tok....ketukan yang dilakukan oleh Jay. klek.... Jake membukakan pintu kamar untuk Jay. dan Jay langsung masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Jackie dan Jake.


"hyung apa kau senang berada satu kamar dengan wanita itu" ejek Jackie yang sedang berbaring di kasur sambil memainkan ponselnya.


"diam kau Jackie, mana obat yang ku pesan" ucap Jay yang kesal


"ini, pengaruh obat ini sangat kuat dan cepat, paling wanita itu bangun dalam waktu yang lama + dalam keadaan badannya yang sakit" ucap Jackie sambil melemparkan bungkus obat tersebut.


"aku hanya akan mengambilnya satu saja untuk malam ini, dan aku akan mengambilnya lagi besok. jika aku menaruhnya di kamar ku, maka akan ketahuan" ucap Jay yang mengambil satu obat itu.


"baiklah aku akan pergi "ucap Jay


"wah Hyung kau sangat buru-buru, apa kau sangat merindukan wanita itu" ejek Jackie lagi


"Jake suruh dia diam atau akan ku buat kalian berdua tidur di luar" ucap Jay dan pergi.


Jay kembali menuju ke kamarnya, di sana dia melihat ada margin di depan kamarnya yang membawakan segelas air untuk Jay.


kemudian saat Jay melihat pantulan kaca di lemari kecil, ia melihat seorang maid suruhan Jung sedang mengintip di sana.


("apa dia lihat saat aku masuk ke kamar Jackie dan Jake, oh tidak-tidak tentu saja tidak, aku sudah memastikannya tadi"batin Jay)


Jay memberi kode pada margin dengan matanya, dan dengan cepat margin langsung memahaminya.


"tuan ini air untuk tuan" ucap margin sopan


"kenapa kau cuma membawa satu air kesini" teriak Jay yang membuat giska keluar dari kamar


"klekk Jay kamu kenapa" tanya giska yang keluar dari kamar Jay


"lihat ini, dia hanya membawakan satu gelas air untuk ku, tapi tidak untuk mu" ucap Jay yang kesal


"nenek tua apa kau tidak menghargai aku di sini, aku pacar dari tuan mu Jay Anderson" teriak giska


Naya yang mendengar keributan di luar kamarnya juga langsung keluar.


(fyi kamar Naya dan Jay samping-sampingan)


"seharusnya kau juga melayani aku di sini" teriak giska lagi


"bawakan aku minum sekarang, cepat" teriak giska


"ibu tidurlah ini sudah malam" ucap Naya yang membuat giska sangat marah


"berani sekali kau mengabaikan ku dan lebih mendengarkan dia" ucap giska yang ingin menampar margin namun di tahan oleh Naya.


"ibu tidurlah" ucap Naya yang masih menahan tangan giska


margin pun pergi menuju kamarnya. Naya langsung menghempaskan tangan giska dan kemudian kembali ke kamarnya.


"Jay lihat dia, dia berani sekali pada ku" ucap giska pada Jay


"sudahlah nanti aku akan menghukumnya lagi" ucap Jay yang menenangkan giska


"ayok kita masuk, aku sudah tak sabar mengulang kembali kejadian saat di apartemen itu" ucap Jay yang membuat giska tersenyum.


mereka pun kembali masuk ke kamar.


"kamu mau ganti pakaian dulu di kamar?" tanya Jay


"aku akan menunggu mu di sini" ucap Jay


"baiklah Jay" ucap giska dan pergi masuk ke kamar mandi.


saat giska masuk ke kamar mandi Jay langsung memasukkan obat tidur ke minuman tadi. giska pun selesai menganti bajunya dengan lingerie yang sangat tipis.


"Jay" ucap giska yang langsung memeluk Jay dari belakang


"kau sudah selesai" ucap Jay yang melepaskan tangan giska di dari tubuhnya


"Jay ayok" ajak giska


"ayok, kamu minum dulu, karena aku gak mau kamu kesakitan atau kelelahan nanti, kau taukan tenaga ku sangat kuat" ucap Jay yang merayu giska dan memberikan minuman tadi ke giska.


setelah meminumnya giska kembali memeluk dan mencium tubuh Jay yang masih mengenakan pakaian, setelah beberapa detik kemudian dia langsung terjatuh karena pengaruh obat tadi.


Jay bahkan tak mengangkat giska ke kasur, ia membiarkan giska tergeletak di lantai yang beralaskan karpet.


saat Jay ingin keluar dari kamarnya, ia melihat ada bayangan di depan pintu kamarnya, iya pun mematikan kedap suara di kamarnya dan memutarkan suara orang yang sedang menikmati hubungan badan.


rekaman itu terus berputar, dan Jay ngechat Jackie untuk memergoki orang tersebut.


isi chat dari Jay


"Jackie di luar kamar ku ada orang, urus dia cepat aku ingin ke kamar Naya" isi dari chat Jay


"👌" balas Jackie singkat.


Jackie pun keluar dari kamar dan memergoki maid yang sedang merekam suara di kamar Jay.


"apa yang kau lakukan di sini" tanya Jackie yang membuat maid tersebut gugup dan ketakutan


"eh..ti..tidak tuan saya hanya ingin bertemu dengan tuan Jay, tapi sepertinya tuan Jay sedang sibuk jadi besok aja" ucap maid itu dan pergi


Jackie pun ngecek di samping tangga dan sekitarnya memang sudah ada ada siapapun lagi. Jackie mengetuk pintu kamar Jay.


klek


"sudah tidak ada orang”tanya Jay yang mengeluarkan kepalanya dari pintu


" kalau masih ada orang tak mungkin aku mengetuk pintu "ucap Jackie cuek


"kau urus wanita itu, aku mau menemani istri ku" ucap Jay yang membuat Jackie melihat kearah kamar Jay.


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo


...****************...


...****************...


...----------------...