HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
PERNYATAAN



Naya ini di rumah sakit, kalau Jackie sudah sembuh baru nanti kami akan menjelaskan semuanya pada mu" ucap Johnny


setelah hampir satu jam akhirnya dokternya keluar dari ruang operasi.


"dok bagaimana keadaan adik saya" tanya Tirta


"karena pukulan di kepala pasien menyebabkan luka yang besar membuat pasien banyak kehabisan darah, dan pasien butuh donor darah sekarang juga" sahut dokter


"dok apa golongan darah O+, karena golongan O+ golongan darah yang paling dibutuhkan, jadi stok darahnya sudah habis" ucap dokter


brakkkkk "sialan... brengsek... bodoh Jake bodoh bahkan kau tak bisa menolong saudara mu sendiri" ucap Jake yang memukul dinding


"Jake sabarlah, kita akan cari pendonor lain yang memiliki darah yang sama dengan Jackie" ucap Jay


"tapi hyung, aku kembarannya darah kami sama, tapi aku gak bisa melakukannya" ucap Jake lagi


"Jake tenanglah, jangan menyalahkan kondisi mu" ucap Tirta


"siapa di sini yang punya golongan darah O+?" tanya Jay


"saya,,, saya aja, dulu saya sempat ngecek golongan darah saya dan itu O+" ucap Naya cepat


"kita bakal cari yang lain" ucap Jay


"tapi saya bisa..." ucap Naya yang di potong oleh Tirta


"Naya kita bakal cek semua siapa tau di antara kita ada yang cocok, kamu gak perlu khawatir oke" sahut Tirta


"tolong....tolong kali ini saja dengar kan kata saya, saya mau bantuin Jackie oppa" ucap Naya yang memohon


Jay menatap Tirta begitupun sebaliknya


"baiklah, jika itu mau kamu" ucap Jay


"dok saya bisa" ucap Naya


"baiklah mari ikut kami" ajak dokter


Naya pun ikut dengan beberapa perawat yang akan mengambil darahnya. setelah kurang lebih satu jam akhirnya pengambilan darah Naya selesai. Naya masih berbaring di brankar.


setelah kondisi Jackie membaik ia di pindah ke ruang rawat yang VVIP.


"aku akan ke markas black sekarang juga" ucap Yudha yang emosi melihat Jackie yang di perban


"aku akan ikut" sahut Zeus


"aku juga"Ten, Luck,William, June dan Young


"kami akan membalaskan semuanya, apa yang mereka lakukan pada Jackie" ucap Yudha


"siapa saja yang ikut menghajar Jackie" tanya Jay


"Aden, Devan, Jarvis dan 8 orang anggota black lainnya "ucap Haekal


"mereka 11 orang melawan 1 orang, brengsek "ujar Ten


"bawa mereka semua ke markas penyiksaan"ujar Jay dengan raut wajahnya yang emosi


"mark kau ikut lah dengan mereka" perintah Johnny


"Haekal, Reyhan, dan Jake tetap di rumah sakit bersama Jay dan Tirta jagain Jackie" sahut Johnny lagi


"aku dan Kelvin akan menghancurkan perusahaan dari ketua Black. dan sisanya ke markas dan bawa 11 orang itu ke markas penyiksaan" sahut Johnny


"dan kau Donny dan Teil bantu urus masalah Jackie di rumah sakit" ujar Johnny


"baik" ucap mereka semua.


semua anggota jaytrack pergi dengan tugas mereka masing-masing, Yudha begitu emosi dia bener ingin menghajar anggota black sekarang.



( Yudha kalau marah serem guyss)


"di mana yang lain apakah mereka sudah pulang" ucap Naya yang masuk ke ruang rawat Jackie dengan wajah yang sedikit pucat


"mereka ada kerjaan Nay" ucap Tirta


"kenapa ke sini, kau harus istirahat ucap Jay dengan lembut dan memegang pipi Naya" ucap Jay


"Jay ini rumah sakit" sindir Tirta


"udah nikahin, dari pada di paksa nikahin nenek sihir mending peri kecil sih" sindir Haekal


"kali ini aku setuju dengan dia" ucap Reyhan yang menunjuk Haekal


"kalau kalian sadar ini rumah sakit, mendingan kalian diam" sahut Jay


"Naya ini sudah siang, ayok makan dulu" ajak Jay


"tapi aku ingin menunggu Jackie oppa sampai dia sadar" ucap Naya


"kita makan dulu, nanti kita yang jagain Jackie dan mereka akan makan" ucap Jay yang menarik tangan Naya untuk keluar dari ruang rawat.


"Haekal ayok buat Naya dan Jay hyung menikah" ajak Reyhan


"ayok, aku lebih setuju mereka berdua, sangat keliatan dari wajah dan tatapan Jay hyung kalau dia menyukai Naya" ucap Haekal


pov Naya dan Jay di kantin rumah sakit


"oppa aku sangat khawatir dengan keadaan Jackie oppa" ucap Naya


"jangan panggil aku oppa lagi" ucap Jay yang menatap Naya


"bu..bukankah opp..op.. anda sendiri yang meminta saya memanggil anda dengan sebutan oppa" jawab Naya yang sedikit gugup


"saya tidak suka lagi kalau kamu memanggil saya oppa" ucap Jay datar


"baiklah pak Jay " sahut Naya


"saya bukan bapak-bapak" ucap Jay dengan raut wajahnya yang masih datar


"baiklah tuan Jay " sahut Naya


"saya gak mau di panggil tuan"sahut Jay lagi


" terus anda mau di panggil apa?"tanya Naya yang kesel


"Chagiya" ucap Jay yang membuat Naya terkejut


"hah, Cha..gi... itu tidak mungkin, kita hanya majikan dan pembantu bukan pasangan" sahut Naya


"kau bukan pembantu ku" ucap Jay


"mulai sekarang panggil aku Chagiya" ucap Jay lagi


"heheheh itu tidak mungkin, saya ini bukan kekasih anda" ucap Naya sambil nyengir salah tingkah


"baiklah mulai sekarang kau ke kasih ku" ujar Jay lagi


"ta..tap.." ucap Naya yang kepotong


"CHAGIYA" ucap Jay yang tersenyum


("aduh mana senyumnya bikin salah tingkah, aduh jadi deg-degan kan nih hati"batin Naya)


"a..aku laper ayok makan" ucap Naya yang mengalihkan obrolan


"saya tidak suka kalau kamu memanggil saya dengan sebutan oppa karena kamu juga memanggil mereka dengan sebutan oppa, jadi panggilan chagi hanya boleh untuk saya"ucap Jay


Naya hanya tersenyum canggung dan wajahnya memerah karena malu. Naya memakan makannya dengan cepat, sedangkan Jay terus melihat Naya tanpa menyentuh makanannya sedikit pun.


"kenapa melihat saya terus?" tanya Naya


"saya sedang berpikir sejak kapan saya jatuh cinta pada mu" ucap Jay santai


"mari menikah" ucap Jay tiba-tiba yang membuat Naya keselek


uhukk...uhukk...


"minum dulu" ucap Jay yang memberikan minum ke Naya


"te..terimakasih" ucap Naya yang grogi


"kamu belum menjawab saya" ucap Jay


"sebaiknya kita balik ke ruang Jackie oppa" ucap Naya namun di tahan oleh Jay


"mari menikah" ucap Jay lagi yang menarik tangan Naya


"kita baru bertemu, mana mungkin kita menikah kalau tak ada perasaan cinta" ucap Naya


"saya mencintai kamu Kanaya Aruna" ucap Jay


"tapi..." ucap Naya yang langsung di bungkam oleh Jay dengan sebuah ciuman


Naya terkejut saat mendapatkan ciuman mendadak dari Jay


"kau calon istriku sekarang" ucap Jay tersenyum


"mau ngajak nikah kok gini amat, gak ada romantis-romantisnya biar aku jatuh cinta juga gitu" ucap Naya pelan namun masih bisa di dengan oleh Jay


"kau mau aku romantis gimana?,membuat mu kejutan di taman lalu melamar mu di sana?, itu sangat kekanak-kanakan Naya" ucap Jay yang memegang kepala Naya.


"hah a..aku tak bilang apa-apa" elak Naya yang salah tingkah


"aku belum tuli chagiya" ucap Jay sambil tersenyum


"ayok kita ke ruang rawat saja" ucap Naya


"aku mau bersama kamu saja berdua, ayok kita pulang" ajak Jay


"jangan begitu, Jackie oppa begitu karena melindungi ku" sahut Naya


"baiklah ayok" ucap Jay yang memegang tangan Naya


di sepanjang lorong rumah sakit Jay tak melepaskan tangan Naya sedikit pun, Jay terus menggandeng tangan Naya.


sesampainya di ruang rawat Jackie, mereka melihat Jackie yang sudah sadar.


"kamu sudah sadar" ucap Naya yang senang


"Naya kau bisa melihat aku sudah membuka mataku, jadi kenapa masih bertanya" ucap Jackie


"Jackie kau lagi sakit masih aja seperti itu" ucap Tirta


"tau tuh, sensi amat jadi laki" ucap Haekal


"kau sudah tidak apa-apa" tanya Jay


"sudah mendingan hyung" ucap Jackie dengan sopan pada Jay.


bughhhhh.....suara pukulan yang di lakukan oleh Naya pada lengan Jackie


"awwww sakit" ucap Jackie yang membuat semua yang di dalam ruangan terkejut


"kau bisa sopan padanya, tapi kenapa kau sangat cuek dengan ku Jackie jelek, kulkas seribu pintu" teriak Naya yang membuat semua orang tertawa kecuali Jackie yang hanya menunjukkan ekspresi menahan sakit dan Jay yang tersenyum melihat tingkah lucu Naya


"hyung kalau mau ketawa-ketawa saja" ucap Haekal pada Jay


"diam Haekal ini rumah sakit" ucap Jay santai


"wah.. kalian lihat itu, saat Naya teriak dia tidak menyuruhnya untuk diam, sedangkan aku hanya berbicara seperti biasa malah di suruh diam" ucap Haekal


"wahhhh dimana keadilan di dunia ini, aku tidak bebas berbicara padahal ini mulutku" sambung Haekal lagi


"diam" ucap Reyhan


"wah..wah.. kau juga ikut-ikutan hah" ucap Haekal pada Reyhan


"kau pulang saja untuk beristirahat" ucap Jackie yang masih cuek


"kau mengusir ku?, yak aku ini adik mu walaupun hanya adik angkat tapi aku ini adik mu" ucap Naya yang kesel


"Naya maksud Jackie dia ingin kamu beristirahat" ucap Jake


"Naya, oppa akan menjaga Jackie di sini" bujuk Tirta


"awas saja, kalau sudah sembuh maka akan aku buat kamu sakit lagi" ancam Naya pada Jackie


"kalau begitu aku akan mengantarkan Naya pulang" ucap Jay


"eheummmn pengen berdua terus ya hyung" ejek Haekal


"diam" ucap Jay dan Naya barengan


"wah...wah....mereka.. wahh.." ucap Haekal


"ayok kita pulang" ucap Jay yang memegang tangan Naya


"Donny kau sudah menyelesaikan semua masalah di rumah sakit?" tanya Jay


"sudah" ucap Donny


"ayok pulang" ajak Jay yang masih memegang tangan Naya dan kemudian keluar dari ruang tersebut.


Haekal berhasil memotret foto Jay yang memegang tangan Naya


"nanti akan ku kirim ke grup" ucap Haekal


di mobil Naya dan Jay duduk di belakang sedangkan Donny yang menyetir.





Jay Anderson (senyum ku hanya buat gadis kecil ku)





kanaya Aruna (duh ni hati mulai gak aman kalau terus di tatap seperti ini)



Donny Kim ( apa aku harus menyaksikan mereka bermesraan terus)


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata-kata yang typo


...----------------...


...----------------...